KING D

KING D
Serangan di Jeju


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Markas Jeju Island, Korea Selatan.


Seif dan Number 5 yang menjaga markas peninggalan Vesper ikut dibuat kewalahan karena serangan para monster. Ditambah, mereka hanya berdua saja. Seif dan Number 5 menjaga tempat itu mati-matian dari gempuran para monster yang sudah berhasil menembus dinding pertahanan terluar dan kini berusaha membobol markas berbentuk rumah itu.


"Kita tak akan bertahan, 5!" teriak Seif sembari memasukkan semua persenjataan dalam tas anti peluru dengan tergesa.


BRANGG!!


"Run!" teriak Number 5 yang dengan sigap mengarahkan moncong senapan laras panjang ke tiga ekor monster kuda yang terlihat begitu buas. Keempat kakinya seperti memiliki lapisan keras sehingga mampu menjebol pintu kokoh tersebut.


DODODODOOR!!


"Ngok! Ngok!"


Empat monster babii yang menyelinap diantara tiga ekor kuda monster terkena tembakan, tapi tak menewaskan mereka. Para binatang itu malah semakin buas ketika terluka.


"Tinggalkan markas!" teriak Seif lantang seraya menenteng senapan pelontar granat.


"Shitt!" pekik Number 5 terpaksa meninggalkan rumah yang dulu ditinggali BinBin.


Seif dan Number 5 berlari kencang melalui pintu rahasia yang hanya bisa dilewati satu orang saja. Namun, para monster yang bernafsu untuk memangsa keduanya, tetap gigih mengejar di lorong sempit tersebut


"Guk! Guk!"


"Cepat! Cepat!" teriak Seif karena ia berada di barisan paling belakang.


Ukuran lorong yang sempit, membuat badan Seif yang besar kesulitan untuk melewatinya. Ditambah, ia menggendong tas besar berisi persenjataan. Number 5 terus berlari di mana tubuhnya lebih ramping meski ikut menggendong tas yang sama besarnya.


SRAKK!!


"Aghh! Aku tersangkut!" pekik Number 5 saat tiba-tiba saja tas yang digendongnya membuat tubuhnya tak bisa bergerak.


"Heahhh!"


BRUKK!


"Agg!" erang Number 5 saat Seif sengaja menabraknya kuat dari belakang hingga ia jatuh tersungkur.


Seif dengan sigap menarik tas yang digendong 5 hingga membuat pria itu berdiri.

__ADS_1


"Cepat! Tinggal sedikit lagi!" teriak Seif yang kini berjalan mundur dengan tergesa seraya mengarahkan moncong senapan pelontar granat yang siap untuk ditembakkan.


Number 5 berlari kencang dengan posisi lurus agar tasnya tak tersangkut lagi karena ia tadi sempat tergelincir akibat lorong yang bercahaya redup. Seif berusaha menjaga posisinya agar tak jatuh seperti 5 di mana para monster anjiing dan babii kini mengejar mereka.


"Seif!" teriak Number 5 yang berhasil keluar melalui lorong rahasia dan kini berada di wilayah luar menuju ke pantai.


Seif memutar badannya agar bisa berlari lebih kencang, tapi ....


"Rawrr!"


"Argh! Agg!"


"Seif!" panggil Number 5 ketika seekor monster anjiing berhasil mengejar dan kini menerkam tas yang Seif kenakan.


Pria itu tersangkut di lorong dan tak bisa bergerak bebas karena tempat yang sempit. Ditambah, monster anjiing itu berusaha melukainya. Number 5 terlihat panik, tapi hanya bisa berdiri di depan pintu lorong untuk mengamankan jalan keluar mereka.


"Harghhh!"


BRUKK!!


"Rawr!"


Seif berhasil menarik tubuh monster anjing dan melemparkannya ke depan. Namun, ia kini harus berhadapan dengan monster berkaki empat itu.


"Rawrr!"


Mata Number 5 melotot saat melihat pria berkulit hitam itu saling beradu dengan monster anjiing yang siap mencabiknya.


Namun, dengan sigap, DUAKK! KRAKK!


"Yeah!" seru Number 5 gembira ketika melihat Seif memukul tubuh monster itu dengan moncong senapan pelontar granat hingga ia ambruk ke tanah. Seif yang melihat lawannya lengah, dengan cepat menginjak kepala monster dengan sepatu magnet yang ia kenakan. Praktis, kepala hewan malang itu remuk seketika terkena serangan mematikan dari pria besar tersebut. "Cepat! Cepat! Mereka menuju kemari!" teriak Number 5 yang kini mengangkat senapannya seperti membidik sesuatu di sisi kanan.


Seif berlari semakin kencang dan berhasil keluar dari terowongan. Number 5 menembakkan pelurunya ke arah bukit di mana para monster kucing mulai mendatangi mereka. Seif membidik ke arah terowongan saat melihat para monster berukuran kecil berlari dan saling berdesakan untuk bisa mendapatkan buruan.


KLIK! DUK! BLUARRR!!


KREKK!! BRUGG!!


"Ayo, Seif!" ajak Number 5 saat Seif akhirnya nekat meruntuhkan terowongan agar para monster tak bisa mengejar mereka akibat tertimbun reruntuhan.


Number 5 dan Seif berlari kencang dengan senapan mengarah ke dua sisi untuk mengamankan jalur menuju ke tempat evakuasi.

__ADS_1


"Markas tak bisa dipertahankan! Tabung akan baik-baik saja! Kita akan kembali begitu mereka berhasil dibasmi! Cepat!" seru Number 5 dan Seif mengangguk setuju.


Namun, hal tak terduga terjadi. Sebuah kapal selam muncul dari lautan dan mengeluarkan sejumlah monster dari palka atas yang terbuka. Praktis, mata Seif dan Number 5 melebar seketika.


"Run!" teriak Seif saat melihat burung-burung laut yang dijadikan monster terbang ke arah mereka.


Dua manusia yang masih bertahan di pulau Jeju berlari kencang, di mana kini monster jenis baru muncul untuk memusnahkan manusia. Seif yang berlari lebih dulu, mengajak Number 5 untuk pergi ke bukit yang terdapat jalur evakuasi lain untuk kabur.


"Cepat!" pinta Seif saat mereka harus mendaki karena bukit yang curam.


Number 5 terlihat bersusah payah mengikuti kawan bertubuh besarnya itu. Terlebih, para burung dengan cepat terbang ke arah mereka.


"Arrkkk!"


SRETT!!


"Agg!"


"5!" teriak Seif langsung menoleh usai mendengar teriakan kawannya itu.


Para burung mulai menyerang dengan mematuk dan mencakar kepala salah satu anggota Barracuda tersebut. Number 5 berusaha menepis serangan para burung, tapi hal itu membuat pijakan di kakinya lemah.


"5!" teriak Seif lantang saat Number 5 jatuh bergulung-gulung sampai ke jalan setapak di mana para monster burung masih mengejarnya. Seif melihat di mana para monster kucing, babii, anjiing, dan kuda mulai berdatangan, siap mengeroyok kawannya itu. "Harghhh!"


SRING!!


Pedang Silent Gold memancarkan sinarnya. Seif turun dengan cepat dan dengan sigap mengayunkan pedang berkilau itu. Senapan pelontar granat ia kalungkan karena tangan lainnya sibuk untuk menyingkirkan para monster yang berusaha menangkapnya.


"Arghh! Aggg! Menyingkir dariku!" teriak Number 5 geram saat para monster burung dengan mata merah dan paruh yang runcing, siap melubangi tubuhnya.


KRASS! KRASS!


Seif menyabetkan pedang lasernya tanpa ampun ke para burung yang berusaha membunuh 5. Ia tak segan menangkap lalu melemparkannya jauh. Number 5 terluka parah di bagian wajah di mana darah segar mulai mengucur dari luka patukan dan cakaran kaki burung. Hal itu, membuat para monster semakin beringas ingin menyantapnya.


"Cepat!" pinta Seif seraya menarik jas anti peluru yang dikenakan Number 5 karena pria tersebut jatuh terlentang di atas tanah mengerang kesakitan.


"Darahku mengundang para monster itu!" teriaknya marah dengan tangan bergetar tak berani memegang wajahnya yang terluka.


Napas Seif memburu. Mereka terkepung karena para monster kini sudah berada di dekat mereka. Number 5 pucat seketika dengan tubuh gemetaran.


***

__ADS_1


yang belum baca Jono segera ya😘 karena setelah tamat King D, lele fokus ke Jono dulu dan stokan untuk selesein NBB. lalu lele mau lanjutin marco-polo karena dikit lagi tamat. itu dulu infonya jangan lupa sedekahnya buat lele. tengkiyuw❀


__ADS_2