KING D

KING D
Pemakaman dan Pembangkitan Masal


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Dunia sedang mengalami pembersihan besar-besaran oleh para manusia yang hidup di zaman itu. Mayat-mayat manusia yang ditemukan dan telah menjadi bangkai, dikuburkan secara masal di sebuah lokasi tanah lapang tiap negara bersangkutan. Untaian doa dipanjatkan oleh tim yang bertugas di negara tersebut disertai nisan-nisan sebagai pertanda, mereka adalah korban dari wabah monster.


"Semoga arwah kalian diterima di sisi-Nya, amin," ucap Seif.


Kartu identitas yang ditemukan dari para manusia yang telah meninggal, ditempelkan pada papan di wilayah pemakaman itu. Lahan kosong entah milik siapa digunakan sebagai kuburan. Para mafia itu tak peduli pemilik pekarangan masih hidup atau sudah tiada. Jika sang pemilik merasa dirugikan, nantinya orang itu akan berurusan dengan pemerintah.


Kendaraan berat yang biasa digunakan untuk projek konstruksi digunakan. Mesin kuno itu ternyata berhasil dihidupkan meski harus diotak-atik cukup lama demi memindahkan beberapa benda berat karena tak semua hal bisa dilakukan oleh para manusia berkemampuan unik. Kota mulai terlihat sedikit menjanjikan meski masih harus dibenahi. Akan membutuhkan waktu yang sangat lama bisa hingga tahunan untuk layak dihuni lagi. Namun, hal itu akan menjadi tugas bagi pihak pemerintah nantinya.


Tak terasa, bulan demi bulan telah berganti dengan cepat tanpa disadari karena sibuknya pekerjaan. Musim memasuki gugur dan akan menyambut orang-orang dengan sebuah pesta pernikahan usai pelenyapan bangkai monster. GIGA menyatakan jika sisa bangkai monster di seluruh dunia sudah diangka 10%.


10% yang tersisa adalah lokasi penimbunan bangkai monster yang mengenai tanaman, bangunan, dan lainnya. Lokasi-lokasi yang dipilih di mana manusia tak berani mendekat karena berbahaya. Para mafia itu juga membuat pagar pembatas dan papan peringatan kawasan berbahaya yang terkontaminasi. Seharusnya, orang normal tahu jika larangan itu bukan kawasan uji nyali karena nyawa taruhannya.


"Prosedur pembangkitan manusia dalam tabung dilakukan. Pembangkitan bertahap. Level 1 dilakukan," ucap GIGA saat Jordan mulai mengaktifkan sistem pengendali jarak jauh dari markas di Bali.


Kastil Borka, Rusia.


PIP!


"Oh! Tabung-tabung ini menyala! Apakah mereka akan bangun?" tanya seorang anak tertegun yang bertugas sebagai penjaga tabung.


"Ya, sepertinya begitu. Baiklah, kita harus menyambut mereka. Bersiaplah!" ujar Mitha yang dipercaya sebagai pemimpin kelompok penjaga kastil megah tersebut.


Anak-anak dengan giat melakukan pembersihan di kawasan kastil. Mereka juga menyiapkan bahan-bahan makanan dari robot petani yang nantinya akan diolah menjadi hidangan lezat. Kamar-kamar dirapikan, tapi ada satu kamar yang tertutup rapat. Menurut informasi dari anggota Red Skull, kamar itu adalah milik Vesper saat tinggal di sana.


Tak boleh ada satu orang pun yang masuk kecuali empat anak dan suaminya, Han. Tempat itu memiliki jebakan yang bisa menghilangkan nyawa dalam sekejap jika nekat membobol. Meskipun Mitha penasaran, tapi ia menghormati peraturan itu.


"Pasti ada harta karun di dalamnya. Katanya, Vesper sangat kaya!" seru seorang anak.


"Kita sudah diizinkan tinggal, hal itu sudah sangat cukup. Beruntung kita tak dimakan oleh para monster di luar sana. Jangan serakah dan jauhi kamar ini!" tegas Mitha.


Anak-anak mengangguk paham dan segera pergi. Sebenarnya, Mitha sendiri dilanda rasa ingin tahu luar biasa, tapi ia menahannya. Ia sadar jika kamar itu adalah sebuah privasi yang harus dijaga.


Setelah proses pemakaman dan pembersihan selesai, semua orang diminta berkumpul di Black Castle begitu para manusia dalam tabung level 1 bangkit. Tentu saja, orang-orang itu senang karena akhirnya bisa bertemu dengan calon Presiden mereka yang baru berikut sanak saudara. Para manusia normal juga penasaran dengan dunia baru yang akan dihuni mengingat mereka ditidurkan cukup lama karena wabah monster menerjang seluruh wilayah.


King D berniat melangsungkan pernikahannya di Black Castle karena Oman cukup jauh untuk didatangi. Javier dan Lysa tak keberatan, termasuk pemilik kastil.


"Serahkan padaku, D. Kau terima beres! Acara pernikahanmu berada di tangan yang tepat," ujar Jonathan mantap, tapi Zaid menggeleng.


"Siapa yang akan memasak, membuat dekorasi dan lainnya? Pasukan pria tampan sudah kau tugaskan untuk melakukan renovasi pada Black Stone yang dihancurkan," terang Zaid menyindir.

__ADS_1


"Eh iya, Nathan baru ingat. Yah, gimana dong?" tanya keturunan Benedict itu bingung.


"Gunakan cara pernikahan kuno ala orang Indonesia saja. Tugas dekorasi, memasak, menerima tamu, menyanyi dan lainnya dikerjakan oleh para kerabat," ujar Lysa dengan senyuman.


"Ha? Nathan gak ngerti," ucap pria berwajah campuran Arab tersebut.


"Oh, aku paham. Kurasa seru juga," sahut Naomi mantap.


Para pria yang tak paham memilih diam dan menunggu instruksi dari para wanita. Tampak para perempuan sibuk berlalu lalang untuk menghias ballroom di kastil hitam itu. Para pria hanya diminta untuk mengangkat barang-barang berat, mengambil persediaan dan membantu memasang. King D tak enak hati karena pesta pernikahannya malah merepotkan banyak orang.


"Kursinya kurang!" seru James saat dimintai mengumpulkan kursi yang tersedia di kastil peninggalan William Charles tersebut.


"Ambil aja kursi di rumah orang-orang. Pinjem dulu," sahut Obama santai seraya menikmati ubi rebus.


"Itu bukan berarti kita mencuri kan?" tanya Souta ragu.


"Kita ini kan mafia. Maling dan nyolong itu bukan hal haram untuk dilakukan. Misal nanti yang punya gak terima, suruh minta ganti rugi ke pemerintah aja," jawab Obama yang membuat kening para pendengar berkerut.


"Bagaimana?" tanya Goran ikut bingung.


"Ya udah, ambil aja. Paling yang punya juga udah mati. Mungkin kita digentayangi kalau pemiliknya gak terima. Repot amat," sahut Jonathan cuek yang sedang merebahkan diri di sofa panjang karena letih.


"Okey," jawab Torin yang akhirnya ikut serta dengan tim untuk pergi mengambil kursi dan meja dari rumah-rumah yang sudah tak berpenghuni lagi.


"Ambil koleksi set pernikahan di tokoku, Paris. Kita akan mendandani calon pengantin ini," ujar Sierra dengan alis terangkat.


"Oke," jawab Venelope yang kini bekerja di bawah naungan Sierra sejak bercerai dengan Afro. Venelope menjadi tangan kanan keturunan Flame tersebut sebelum wabah monster dianggap bencana Internasional.


"Aku sangat berterimakasih dan minta maaf karena merepotkan," ucap King D sungkan.


"Tak masalah. Tahun ini pengeluaranku di bawah 5 miliar. Oh, malah bertahun-tahun aku tak belanja sejak ditidurkan. Aku tak menyangka bisa berhemat. Ini keajaiban," ucapnya senang.


Jonathan juga terlihat gembira karena isi rekeningnya tak terkuras. Cassie diam saja tak menanggapi hal tersebut. Semua orang diundang dalam perhelatan akbar sembari menunggu orang-orang dalam naungan pemerintah bangkit. Proses pembangkitan dilakukan secara bertahap.


Level 1 untuk jajaran mafia 13 Demon Heads. Lalu level 2, orang-orang pemerintah dan level 3 bagi para pemimpin negara berikut orang-orang terpilih mereka. Jordan tak bisa hadir karena harus menjaga sang istri.


Para mafia yang penasaran dengan kondisi Sandara ingin datang menjenguk, tapi dilarang. Hanya Jason, Match, Arthur, Daniel, Junior, Irina, Sia, Romeo Dayana dan King D yang diizinkan datang. Sedang yang lainnya karena sudah mengenal watak Jordan, memilih menurut.


"Ayah," panggil Nero saat ia dirangkul oleh King D menemui Sun.


Pria Asia itu diam menatap sang anak yang menunjukkan jika dirinya juga memiliki kekuatan unik.

__ADS_1


"Tak apa. Ayo. Kau sangat hebat, Nero. Kau adalah pejuang dan penyelamat," ujar King D memuji.


"Namun, ayah tak berpikir demikian," jawabnya dengan wajah berpaling.


King D melirik Sun sekilas dan semakin kuat mencengkram pundak pemuda itu.


"Apa kau ingat, di mana kakek dimakamkan?" tanya Sun tiba-tiba seraya berjalan mendekat.


Sontak, Nero terkejut. Ia menoleh ke arah King D dan pria itu mengangguk dengan senyuman. Tiba-tiba, Sun memeluk Nero erat hingga matanya terpejam. Nero mematung, tapi perlahan senyumnya terbit meski ditutupi agar sang ayah tak tahu.


"Aku sudah dengar semuanya. Kakek pasti sangat bangga padamu. Maaf, ayah tak datang lebih cepat untuk membantu," ucapnya lembut.


Nero hanya mengangguk sebagai jawaban. Dirinya tak menyangka, jika sang ayah bisa bersikap manusiawi tak seperti robot yang ia kenal. Nero juga diam-diam mengamati kinerja ayahnya yang sangat cekatan melakukan sesuatu dan memiliki inisiatif. Ia akhirnya mulai memahami perkataan sang kakek di mana selama ini Bojan selalu membanggakannya.


"Aku ingin seperti Ayah Sun ketika besar nanti," gumamnya pelan dengan senyum terkembang.


Orang-orang yang berada di sekeliling Nero menahan senyum. King D senang karena akhirnya salah paham di antara ayah-anak itu telah selesai. Kebahagiaan Nero dan Sun bertambah saat keluarga mereka kembali berkumpul termasuk anggota keluarga mafia lainnya.


Pusat Komando Black Castle, Inggris.


"Jadi ... kau akan membangkitkan pihak militer seperti prosedur?" tanya Han.


"Benar. Janji harus ditepati. Mereka harus tahu dengan apa yang terjadi dan apa saja yang sudah kita perjuangkan serta korbankan demi kedamaian ini," jawab Jordan dari sambungan teleconference.


"Aku setuju," sahut Daniel, dan diangguki semua orang yang sependapat dengan hal itu.


"Jika begitu, kita harus persiapkan penyambutan untuk orang-orang pemerintah," ujar King D.


"Lalu ... bagaimana dengan kami?" tanya Match dengan tatapan penuh arti.


King D diam melihat beberapa orang yang memiliki kemampuan Mitologi. Putra Javier tersebut melirik ke arah Jordan, dan keturunan Boleslav itu seperti mengetahui satu hal.


"Biarkan mereka melihat perubahan dalam diri kalian. Aku sudah yakin 100% jika pihak pemerintah akan menganggap perubahan itu sebuah ancaman. Alasan mereka pasti mengatakan jika wabah monster telah usai. Untuk apa menyimpan kekuatan berbahaya itu," ucapnya tenang.


"Jadi ... apa saranmu?" tanya Click serius menatap Jordan saksama, tapi pria itu malah melirik King D dalam diam.


"Kita akan menyuntikkan penawar serum Mitologi di depan orang-orang pemerintah sebagai bukti jika sudah menjadi manusia normal lagi. Hanya saja, butuh waktu inkubasi. Selama aku dan lainnya ditidurkan dalam tabung, mereka pasti akan mengawasi perubahan. Jadi, aku percayakan keberadaan kami pada kalian sampai akhirnya bangkit," ujar King D.


"Kami mengerti," jawab Cassie dengan anggukan.


Jordan mengangguk dengan senyuman pertanda ia setuju dengan hal itu. Pernikahan King D dan penyambutan orang-orang pemerintah serta sipil yang dibangkitkan akan dijadikan dalam satu momen besar sebagai sejarah baru.

__ADS_1


***


jangan lupa tipsnya ya. vote semuanya😆 tengkiyuw lele padamu💋


__ADS_2