KING D

KING D
Dia Berbahaya atau Tidak?


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Bayu dan Hadi tampak panik akan sesuatu. Mereka berlari begitu saja meninggalkan pusat kendali.


"King D! Kami akan menghubungimu kembali. Sepertinya ada hal gawat. Kami harus pergi," ucap Daniel saat anggota timnya bergegas menyusul dua anggota The Kamvret tersebut.


"Baiklah, jangan sampai putus komunikasi. Hati-hati," jawab King D yang segera memutus panggilan.


Fara dan lainnya masuk ke sebuah ruangan yang ternyata gudang senjata. Tampak para mafia muda itu terkejut, tapi tidak dengan Jason dan Daniel.


"Memangnya ada apa, Paman? Sepertinya ada hal buruk," tanya Jason heran.


"Ada maling bahan bakar. Waktu itu, kita terbangin CD buat cek kondisi luar gedung untuk memastikan keamanan sebelum menjelajah. Ternyata, ada sekelompok orang bertopeng yang ambilin bahan bakar. Bahkan, mereka nyedot dari kendaraan yang ada di jalanan. Pernah kita tangkep satu dan interogasi. Ternyata, mereka mempunyai misi untuk menimbun seluruh bahan bakar di dunia untuk persediaan," ucap Bayu seraya mengenakan pakaian tempur Black Armys dengan tergesa.


"Benarkah? Lalu?" tanya Nero sampai melotot.


"Mereka punya pemimpin namanya Hope. Pas kita tanya siapa Hope, dia bilang gak tau. Cuma bilang kalo Hope penyelamat. Lalu kami kurung dia di penjara karena dampak gas halusinasi ada batasnya. Saat kita mau samperin buat kasih makan, entah apa yang terjadi, tau-tau orang itu meledak. Organnya berceceran di mana-mana. Bayu sama Hadi sampai muntah-muntah kena cipratannya.  Kita gak doyan makan dua hari, tapi karena laper, ya akhirnya kita makan lagi," jawab Bayu yang membuat Fara dan lainnya menahan senyum.


"Kau takut jika bahan bakar pesawat kami dicuri oleh anak buah Hope?" tanya Daniel, dan Hadi mengangguk mantap.


"Kita lewat jalan rahasia saja. Ayo!" ajak Hadi.


Semua orang mengangguk siap dengan membawa persenjataan lengkap. Ternyata, mereka melewati jalan yang pernah ditempuh oleh Jordan, Amanda dan para Pion D saat menguak laboratorium farmasi Elios yang menyebabkan salah satu pion tewas. Namun, tempat itu telah berubah dan lebih manusiawi meski Bayu mengatakan jika tetap terdapat beberapa jebakan bagi orang-orang yang tak terpindai database GIGA. Namun, Nero dan lainnya yang sudah dikenali GIGA, dengan mudah melalui lorong itu hingga tiba di dermaga di balik tebing.


"Ayo!" ajak Hadi saat sebuah helikopter jenis wisata yang telah dimodifikasi tersedia di sana.


Bayu dan Hadi dengan sigap menerbangkan benda tersebut. Fara dan lainnya mengawasi sekitar di mana tempat itu sangat sepi seperti tak ada manusia yang hidup di sekitarnya.


"Mengerikan. Tempat ini gelap dan sunyi. Aku ingat dengan jelas keramaian kota ini saat berkunjung untuk menjenguk Jordan," ucap Jason terlihat ngeri di mana matahari telah tenggelam dan kegelapan menyelimuti Napoli.


"Oh, lihat!" pekik Marco dengan mata merah menyala terang dan hal itu sempat mengejutkan dua anggota The Kamvret karena terlihat cukup menyeramkan. "Ada konvoi mobil bak dan banyak jeriken di bagian belakang yang dijaga sekumpulan pria bertopeng. Pasti anak buah Hope! Mereka tahu kita di sini!" pekik Marco yang membuat mata semua orang kini tertuju padanya.

__ADS_1


"Matamu tajem amat, Co? Padahal, jarak kita masih jauh dari konvoi mereka," sahut Bayu terheran-heran dan hanya melihat cahaya samar di kejauhan.


"Terbangkan CD saja untuk menghalau mereka. Bagaimana?" saran Fara dan semua orang mengangguk setuju.


Segera, Polo dan Jason mengemudikan benda terbang bersenjata tersebut. Meskipun ukurannya kecil, tapi kemampuan CD dianggap cukup dan sangat mampu membuat musuh tak berdaya.


"Nero. Lemparanmu apakah bisa lebih jauh dari senapan pelontar granat?" tanya Daniel yang sudah siap dengan benda tersebut beramunisi granat mini.


"Ya. Kakek Bojan pernah menghitung jarak terjauh katanya sampai 500 meter," jawabnya santai, tapi membuat mulut semua orang menganga lebar. "Sayangnya, mataku tak bisa melihat sampai sejauh itu," imbuhnya.


"Akan kuarahkan. Bersiaplah," sahut Marco dan Nero mengangguk siap.


Bayu dan Hadi dibuat terbengong-bengong dengan dua manusia berkemampuan khusus tersebut. Pintu helikopter sisi kiri terbuka. Sebuah tangga tali tergantung dengan Nero berpegangan kuat menggunakan satu tangan kiri. Seketika, mata ungu Nero menyala terang dan terlihat mantap menggenggam granat Rainbow Gas hitam di tangan kanan.


"Kau siap?" tanya Marco yang memegangi tali pengait di pinggang Nero sebagai antisipasi agar pemuda itu tak jatuh. Nero mengangguk mantap dengan posisinya meski angin laut menerpa tubuhnya. "Now!"


"Heyah!" seru cucu Bojan lantang ketika melemparkan granat tersebut setelah Marco mengarahkan posisi luncurannya.


Siapa sangka, BUZZ!


"Woah! Berhasil! Tepat sasaran!" kagum Jason yang melihat kepulan asap hitam di dalam bak mobil terdepan melalui kamera CD.


"Konvoi masih melaju! Hentikan mereka!" titah Daniel dari teropongnya.


Marco dengan sigap memberikan granat lagi kepada pemuda bermanik ungu itu untuk menghentikan laju konvoi tanpa harus membuat bahan bakar yang berhasil diangkut meledak. Lemparan terus dilakukan oleh Nero sesuai arahan Marco. CD yang diterbangkan Jason dan Polo akhirnya melihat anak buah Hope turun dari mobil karena terkena dampak Rainbow Gas. Konvoi terhenti seketika.


"Bunuh saja, tak perlu interogasi! Mereka pasti dipasangi peledak oleh Hope seperti kejadian sebelumnya," titah Daniel.


"Oke!" jawab Jason dan Polo serempak yang kini mengarahkan CD ke kumpulan anak buah Hope.


KLIK! DODODODOR!!

__ADS_1


"Argh!" erang para pria bertopeng saat CD memberondong mereka tanpa ampun dari dua penjuru.


Fara yang tak mau ketinggalan, ikut bergelantungan seperti King D kala itu di pintu helikopter sisi kanan. Hadi dan Bayu hampir terkena serangan jantung saat melihat Fara berubah menjadi sosok mengerikan dengan rambut mencuat bagaikan jarum tajam yang berkilau.


"Rasakan!" seru Fara saat mencabut rambut emasnya dan ia gunakan untuk menusuk tubuh anak buah Hope yang berlari ke pantai.


Rintihan kematian terdengar bersahut-sahutan dari orang-orang bertopeng putih. Helikopter berhasil tiba di lokasi tanpa mendapat serangan balasan. Fara, Nero, dan Marco segera melompat turun untuk melakukan eksekusi langsung kepada anak buah Hope. Hadi dan Bayu mendaratkan helikopter sedikit jauh dari bibir pantai untuk mengecek muatan mobil musuh. Jason dan Polo melindungi Daniel yang berlari dengan cepat untuk memeriksa satu per satu dari mobil bak itu.


"Semua jeriken terisi penuh. Tak hanya bensin, mereka juga mengumpulkan avtur, solar, bahkan oli mesin!" serunya ketika mendatangi mobil-mobil itu.


"Amankan, Bro!" pinta Hadi dari bangku kemudi helikopter saat Bayu tetap duduk bersamanya melindungi kawan-kawan menggunakan pistol.


Empat buah mobil bermuatan penuh berhasil diamankan oleh tim Daniel. Aksi penyergapan tak terencana sebelumnya itu menuai kesuksesan bahkan orang-orang dari kubu 13 Demon Heads hampir tak ada yang terluka. Hingga tiba-tiba, mata Daniel melebar saat melihat sebuah tabung berada di bangku tengah mobil double cabin barisan paling belakang dan ada manusia di dalamnya.


"Oh! Itukan ...," ucapnya kaget karena orang tersebut sudah sadar dan terlihat panik seperti berusaha untuk membuka penutup tabung itu.


"Suara apa itu?" tanya Polo yang mendengar suara pukulan kuat yang tertahan.


Pria bermanik biru itu segera turun dari helikopter usai CD merampungkan tugasnya dengan apik. Polo berlari mendekati Daniel yang malah terpaku karena tak melakukan apa pun saat melihat sebuah tabung dengan manusia sadar di dalamnya.


"Jangan!" seru Daniel seraya menahan tangan Polo ketika akan membuka tabung tersebut. Polo menatap Daniel tajam yang berkerut kening.


"Kenapa?" tanya Polo heran karena orang itu meraung-raung seperti minta dibebaskan.


"Lihatlah," ucap Daniel seraya menunjuk sosok itu dengan wajah serius. Polo berjalan mendekat dan ia tampak kaget usai mengamati sosok itu dengan saksama. "Kita tak tahu dia berbahaya atau tidak, Polo. Seingatku, Kim Loria tidak seperti itu," ucapnya tegang.


Polo ikut menyipitkan mata saat melihat tangan gadis berambut pirang itu mengeluarkan semacam lendir dan matanya menyala seperti hewan predator. Polo menelan ludah, ia terlihat pucat seketika.


***


sepi uyy g ada tips koin. ya wes. jgn lupa tips poin limpahkan semua biar novel King D masuk rangking. amin~

__ADS_1


__ADS_2