
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Kemunculan Dayana ternyata mampu membuat Sengkuni menghentikan serangan brutalnya untuk membunuh para mafia itu. Saat Lysa dan timnya dibuat waspada, mereka tersentak akan sesuatu. Lysa saling melirik dengan anggota timnya, lalu mata mereka bergerak ke arah Dayana yang masih berdiri memunggungi.
"Hah!" kejut Sengkuni saat Dayana tiba-tiba menghilang dari pandangan.
Para mafia juga ikut terkejut karena putri Sun hilang begitu saja. Namun, lagi-lagi mereka dibuat terkejut saat Dayana muncul di bawah drone Sengkuni. Dua pria bertopeng merah sampai terperanjat dan terbang menjauh. Sengkuni menatap Dayana tajam yang balas menatapnya lekat. Saat Sengkuni turun dari drone-nya, Dayana menghilang lagi. Praktis, semua orang dibuat bingung karenanya.
"Di sana!" pekik pria bertopeng merah menunjuk Dayana yang tiba-tiba sudah berada di persimpangan jalan sedang berdiri menatap Sengkuni lekat.
"Kalian berdua, pastikan para mafia itu mati! Aku akan urus Diana!" titahnya.
"Laksanakan!" jawab dua pria bertopeng merah mantap.
Dayana menghilang dan muncul lagi saat Sengkuni kehilangan jejaknya. Entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu, tapi Sengkuni tak menyerah untuk menemukannya.
"Diana! Hahaha! Oh, jadi ini kemampuanmu ya? Seperti saat kita kecil dulu. Kau suka mengajakku bermain petak umpet. Dan aku tak pernah bisa menemukanmu. Namun, aku sekarang berbeda. Aku pasti bisa menemukanmu, Cantik," ucapnya dengan seringai seraya berjongkok di atap bangunan melihat sekitar.
"Benarkah?" tanyanya berbisik yang tiba-tiba saja ada di belakang Sengkuni.
"Hah?" kejut Sengkuni karena pergerakan Dayana tak terasa olehnya, dan tiba-tiba, "AAAA!" teriak pemuda itu lantang saat Dayana mendorongnya dari atap dan membuat putra Raden tersebut terperosok sampai jatuh bergulung-gulung dari atas genting. Dayana tersenyum tipis. "Hah, hah! Oh ... main licik ya? Baik, akan kulayani. Heahhh!" jawabnya yang berhasil berpegangan pada pipa penahan air di ujung atap sehingga tubuhnya bergelantungan.
Sengkuni menajamkan kukunya dan memanjat ke atas dibantu oleh ekornya yang kembali tumbuh. Dayana seperti menunggu kedatangan Sengkuni. Gadis cantik itu tak terlihat takut atau terintimidasi saat Sengkuni berlari ke arahnya.
"Kau tak akan bisa kabur lagi dariku, Diana!" teriaknya dengan wajah monster.
Dayana tersenyum tipis seraya menjentikkan jari. Seketika, BRAKK!!
"Arghh!" erang Sengkuni saat tubuhnya tiba-tiba saja dihantam dari samping oleh sesuatu hingga ia jatuh dari atap.
Diana melihat saudaranya mengerang kesakitan terkena atap genteng yang menjatuhi tubuhnya. Sengkuni segera bangkit dengan napas menderu.
__ADS_1
"Sialan! Siapa yang ... oh!" kejutnya dengan amarah langsung sirna saat melihat sosok di depannya.
"Aku siap melawanmu lagi, Sengkuni," ucap King D yang kembali datang, tapi kali ini sudah tak memiliki kemampuan seperti sebelumnya. Mata hitamnya menghilang. King D hanya manusia biasa.
"Haha, hahahaha! Kau akan mati di tanganku, King D! Kau sudah kehilangan kemampuanmu! Hahahaha!" tawanya penuh suka cita karena menganggap putra Javier tersebut nekat dan akan mati konyol nantinya.
Dayana meninggalkan King D untuk melawan Sengkuni di mana pria itu sudah bertekad untuk melawannya dengan kemampuan yang dimiliki oleh seorang manusia normal.
"Jika aku mati nantinya, biarlah. Setidaknya aku mati dengan berjuang tanpa menjadi monster sepertimu. Harrghh!" teriak King D lantang dengan laser pedang Silent Sharrow dinyalakan.
Sengkuni yang merasa tersindir dengan mudah tersulut emosi. Pemuda itu menyambut ajakan King D untuk bertarung. Sengkuni melompat tinggi seraya mencabut rambut jarum dan siap untuk dilemparkan. King D yang melihat gerakan itu, dengan sigap memasang kuda-kuda untuk menangkis.
"Haaaa!"
KLANG! KLANG! KLANG!
Mata Sengkuni melebar saat melihat rambut jarumnya berhasil ditebas oleh King D dan membuatnya berjatuhan di tanah tanpa berhasil menyentuh putra Javier tersebut.
"Tak akan kubiarkan!" teriak Sengkuni dengan mata merah menyala dan cakar di kesepuluh jarinya siap mencabik.
Seketika, SWING! JLEB! CESS!
"Arrghh!" teriak Sengkuni saat tubuhnya tertancap pisau berwarna putih yang dialiri laser.
King D melemparkan empat buah pisau kecil dari set pedang lasernya. Empat benda itu ia apit diantara jari lalu dilesatkan ke arah Sengkuni ketika sudah berada di dekatnya. Praktis, Sengkuni yang tak menyadari hal itu meski warna matanya telah berubah merah dan biru, terkena tusukan menyakitkan yang menembus sampai ke daging. Sengkuni jatuh dengan keras ke atas tanah. Ia menggelepar dan berusaha mencabut pisau-pisau berukuran seperti ujung tombak itu. Akan tetapi ....
CRETT!!
"Arrghhh!" teriaknya lagi ketika gagang itu mengeluarkan sengat karena sidik jarinya tak dikenali.
Tangan Sengkuni yang telah berubah keras layaknya batu, ternyata masih bisa merasakan dampak dari sengatan tersebut. King D melihat peluang dan berlari ke arah pemuda itu, siap dengan pedang lasernya lagi.
__ADS_1
"Tak akan kubiarkan kau menyentuhku, King D!" teriak Sengkuni yang dengan sigap bangun dan membiarkan empat pisau itu masih menancap di dadanya.
Sengkuni menggunakan satu tangannya sebagai perisai untuk menghalau serangan pedang laser itu. Namun, tanpa ia duga, KRASS!!
"HAARGHHH! ARGHHH!" raung pemuda itu saat tangan batunya terpotong oleh pedang laser yang King D gunakan.
Sengkuni berteriak kesakitan dan langsung terhuyung ke belakang. King D memutari tubuh Sengkuni dan kini mengincar ekornya yang memiliki ujung mematikan.
KRASS!!
"ARGHHH!" rintih Sengkuni lagi saat ekornya ditebas dari pangkal sehingga tak menyisakan batangnya.
Sengkuni jatuh berlutut karena kehilangan keseimbangan atas tubuhnya. Saat King D mendapatkan kesempatan untuk membunuh pemuda itu dengan banyak cara seperti menusuk jantung atau menebas kepalanya, King D malah terpaku di belakang tubuh pemuda tersebut. Darah Sengkuni berwarna merah bercampur hijau dan hitam. Praktis, hal tersebut membuat kening King D berkerut.
King D dibuat bingung antara harus membunuhnya atau tidak. Saat King D memutuskan untuk mengakhiri nyawa Sengkuni karena telah membunuh orang-orang hingga mereka tewas mengenaskan, tiba-tiba ....
"Argh!" rintih King D hingga pedangnya terjatuh karena Sengkuni membalik tubuhnya dan menangkap lehernya dengan tangan batu lainnya.
Tubuh King D sampai terangkat ke atas hingga kakinya tak menyentuh permukaan. Darah di lehernya mulai menetes karena kuku tajam Sengkuni menembus kulitnya. King D kesakitan dengan wajah pucat dan tubuh menegang karena perlakuan keji Sengkuni.
"Kau salah dengan berbelas kasihan padaku, King D. Kau seharusnya tak mengampuniku. Lihatlah, kau akan mati di tanganku, dan aku ... tidak menyesal sedikit pun, hem," jawabnya dengan seringai penuh kemenangan. Kali ini, musuh terbesarnya akan tewas di tangan.
Namun, JLEB!
"Agh ... a-agg," rintih Sengkuni yang langsung melepaskan cekikan di leher King D saat punggungnya ditusuk oleh seseorang dengan sebuah belati. "Wi-William," ucapnya saat menoleh dan mendapati sosok itu yang menyerangnya.
"Kaulah pria yang saat itu memberikanku belati ini, Sengkuni. Kaulah yang membuatku mengkhianati jajaran isteriku. Kaulah ... yang memberikan belati ini padaku. Kini ... kukembalikan dengan nyawamu sebagai balasannya karena telah merenggut isteriku," ucap William dengan wajah bengis yang terus menusukkan ujung belati ke punggung Sengkuni.
Pemuda itu langsung jatuh berlutut dengan darah mulai menetes dari mulutnya. King D menekan luka tusukan di leher karena darah tersebut terus menetes. King D terhuyung karena merasakan sakit di lehernya. Namun, ia masih bisa melihat dan mendengar apa yang diucapkan William pada Sengkuni di mana ternyata, Sengkunilah biang dari petaka yang dialami William selama ini sejak wabah monster terjadi berapa puluh tahun silam. Wabah itu, menyebabkan William kehilangan sang isteri hingga sekarang.
***
__ADS_1
makasih tipsnya, aduh lele padamuh😍 maaf ya kalau jam updatenya belom teratur karena lele masih nguber di sebelah di mana tgl 28 adalah deadline terakhir setor naskah udah edit dan siap publish. NBB akan lele tamatin cukup 120 eps aja. yg belom baca kuy segera ya karena kisahnya lain dari yg lain. sekali lagi, trims udah sabar menunggu❤️