KING D

KING D
Keputusan Jonathan


__ADS_3

Jonathan terlihat serius memikirkan permintaan dari para generasi muda mafia yang menginginkan dirinya terlibat dalam penangkapan Hope serta menyelesaikan krisis di Bumi.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Oke, aku terima, tapi ada syaratnya!" ucapnya mantap, tapi menunjukkan telunjuk kanan ke hadapan Irina dan King D.


"Oke, apa itu, Paman?" sahut King D cepat.


"Jika sampai aku terluka ketika menjalankan misi menyebalkan itu, aku tak peduli. Aku harus ditidurkan kembali. Aku tak mau saat bertemu keluargaku dalam keadaan cacat dan ketampananku berkurang! Ini mutlak dan tak bisa diganggu gugat!" jawabnya memaksa.


King D dan Irina saling melirik, tapi kemudian keduanya mengangguk setuju.


"Kita bertiga siap jadi bodyguard-mu, Om! Gak bakal lecet! Otong jamin semiliar persen!" sahut Obama yakin dari bangku pilot.


"Hem, we will see," jawab Jonathan menyipitkan mata seperti ragu dengan janji tersebut.


"Mm, Paman. Aku rasa kau yang menjadi pemimpin tim saja," ucap King D tiba-tiba yang mengejutkan Irina.


"Kenapa?" tanya Jonathan bertolak pinggang dan masih mengenakan celana dalaam ketat.


"Aku merasa ... aku belum mampu," jawab King D tertunduk seperti menyadari jika dirinya masih jauh dari harapan sebagai kategori seorang pemimpin.


"Enak saja, tidak mau! Jangan melemparkan tugas berat seperti itu pada orang lain meski dia lebih senior, lebih mumpuni, atau lebih hebat darimu. Malah, kau harus menunjukkan diri jika kau itu bisa diandalkan. Ucapanmu sungguh membuatku kecewa, King D. Sepertinya usai petaka ini, kau harus bersemedi di Camp Militer selamanya. Mentalmu payah!" jawab Jonathan yang mengejutkan para pendengar.


"Namun, itu benar, Paman. Selama aku memimpin, beberapa orang terluka bahkan tewas. Termasuk Hakim," sahutnya membela diri.


"Itu sudah takdir! Hal seperti itu adalah sebuah kejadian tak terduga. Jangan karena ada yang tewas dan terluka lalu kau menyalahkan diri. Malah setelah tahu jika hal buruk bisa menimpa orang-orang dalam kelompokmu, kau harus memperkuat diri. Lebih waspada, lebih teliti, dan lebih peka agar hal mengerikan itu tak terjadi lagi. Kau sudah punya solusi dan cara untuk mengantisipasinya. Bukan malah memberikan pada orang lain. Kemari kau!" bentak Jonathan yang terlihat kesal pada keponakannya.


King dibuat kaget karena Jonathan seperti marah padanya. Tiba-tiba saja, Jonathan menjambak rambut King D dan menyeretnya keluar dari helikopter.


Irina kaget termasuk Obama yang melihat dari kamera pengawas di kabin belakang.


PIP! NGEK!


"Hah, hah, Paman! Apa yang kau— AAAAA!" teriak King D histeris ketika dia dilempar dari atas helikopter oleh Jonathan.


Mulut Irina sampai menganga lebar dan matanya melotot. Obama langsung berlari ke kabin belakang ikut terkejut.


Jonathan mendorong tubuh King D hingga pria dengan dua warna manik mata itu melompat dari ketinggian.


"Awas saja jika salah satu dari kalian berani membawa dia naik!" ancam Jonathan menunjuk Irina dan Obama dengan mata melotot.


Namun, keduanya lega saat melihat dari pintu jika ternyata, pinggang King D sudah terkait dengan tali sehingga tubuhnya tergantung.


Meski demikian, mereka berdua tetap kaget setengah mati karena berpikir jika King D tewas.


"Dan kau, Bocah ingusan! Selama tergantung, pikirkan dengan baik kebodohanmu. Kau akan kutarik saat semua ketololanmu telah jatuh! Kau benar-benar membuat malu keturunan Vesper. Jika Mama tahu, kau sudah dilemparkan ke kolam ikan piranha," gerutu Jonathan kesal pada putera Lysa tersebut.


King D yang mendengar hal itu hanya bisa diam. Ia membiarkan dirinya tergantung dan tersapu oleh angin kencang saat melintasi beberapa kota mati di bawahnya.


Namun, King D memikirkan ucapan Jonathan dengan serius. Ia mulai merenung seraya melihat keadaan di bawahnya yang tampak begitu mengenaskan karena sudah kehilangan kehidupan.


"Mencari solusi dan mengantisipasi keadaan sebelum terjadi? Bagaimana caranya?" gumannya yang membiarkan tubuhnya menggantung di bawah helikopter dengan tali mengait pinggang.


Sedang di helikopter. Jonathan terlihat santai seraya bersiul saat membuka lemari penyimpanan makanan.


Ia meminta kepada Irina untuk memasak. Gadis bermata hijau itu hanya bisa menurut karena baginya, keberadaan Jonathan memberikan aura baru bagi kelompoknya.

__ADS_1


"Hem, kenapa mata Irina dan King D bisa menyala begitu? Apakah ... hal itu juga terjadi pada lainnya? Biar kutebak, orang-orang yang memiliki hal aneh itu karena tabung Sandara," tanya Jonathan yang membuat Irina dan Obama terkejut.


"Kok Om Jojon tau?" tanya Obama sampai melirik ke arah layar di samping tempatnya duduk.


Jonathan terlihat menikmati apel seraya membaringkan tubuh di dalam tabung dan kaki menyender pada bingkainya.


"Siapa lagi yang menjadi aneh?" tanya Jonathan masih terlihat santai seraya menggerakkan jari-jari kakinya yang terlihat di atas pinggiran tabung terbuka miliknya.


"Sebagian ada yang berubah karena serum buatan Elios Farmasi. Seperti Obama, Paman Jason, dan juga Hugo," jawab Irina seraya memberikan sepiring kentang panggang yang sudah ditaburi garam.


Seketika, Jonathan langsung berdiri. Irina hampir menjatuhkan piring karena Jonathan menatapnya lekat meski masih dalam tabung.


"Ha? Serum? Serum apa? Dampaknya seperti apa?" tanya Jonathan terlihat bingung.


Tak lama, Obama Otong datang seraya membawa kotak berisi serum yang dimaksud. Mata Jonathan menyipit. Ia membuka kotak itu dan melihat serum-serum itu saksama.


"Kau menggunakan salah satu serum ini? Kulihat ada 10 wadah, tapi tersisa 7. Kau berubah menjadi apa? Kenapa tak terlihat perbedaannya?" tanya Jonathan menatap Obama lekat seraya memegangi kepalanya yang gundul. "Oh, aku tahu! Kau jadi seperti Eko. Seingatku, dulu kau tak sejelek ini, bahkan memiliki rambut. Kau sekarang jadi gundul dan wajahmu berhamburan," sambung Jonathan, tapi membuat Irina menahan tawa.


"Semena-mena loh ngatain Otong. Tar Bapak bangkit, Om Jojon kena tampol ngatain anak perjakanya sembarangan," gerutu Obama dengan wajah sebal, tapi diam saja saat kepala gundulnya dielus-elus Jonathan.


"Hahaha! Kau masih perjaka? Jangan sampai mati ya. Hal yang sangat memalukan jika mati masih dalam keadaan tersegel. Hah, kau sungguh memalukan jajaran, Otong," kekeh Jonathan sampai tertawa geli usai mendengar pengakuan putera Eko tersebut.


"Dosa besar 'kah kalau Otong masih perjaka?!" pekiknya sampai melotot.


Jonathan tak menjawab dan terus tertawa terbahak. Obama yang kesal menyipitkan mata menatap Jonathan sadis.


Ternyata, pembicaraan mereka didengar oleh King D karena masih menggunakan earphone di telinganya.


King D ikut menahan tawa karena sahabat karibnya sejak kecil diledek habis-habisan oleh sang Paman.


Obama yang kesal langsung membawa kotak serum itu lagi untuk diamankan. Obama kembali duduk ke bangku pilot dengan wajah masam.


Wanita cantik itu segera mendekat dan memberikan piring itu. Jonathan terlihat menikmati potongan kentang panggang yang terasa nikmat di mulutnya dan masih tersaji hangat.


Hingga akhirnya, helikopter tiba di markas milik Lysa selaku Ibu dari King D. Namun, kedatangan tim King D membuat orang-orang yang telah menunggu kedatangannya terkejut karena sang pemimpin tergantung di luar helikopter.


"Bukannya ... itu D? Apa yang terjadi padanya?" tanya Polo heran.


"Hem, biar kutebak. Pasti dia berulah sehingga mendapat hukuman dari Jonathan, hehe," jawab Daniel yang membuat orang-orang berkerut kening.


Terlebih, beberapa dari mereka ada yang belum mengenal watak Jonathan.


King D melepaskan pengait di pinggang dan melompat di atap hotel milik sang Ibu pada helipad.


Fara menyipitkan mata saat pandangannya beradu dengan sang kakak. Semua orang tampak tegang karena khawatir jika pertikaian akan terjadi lagi. Dan ternyata, itu benar.


"Fara!" teriak Marco saat Fara berubah menjadi manusia landak.


King D terkejut dan dengan sigap melompat ke sisi lain saat Fara meluncurkan rambut jarumnya ke arah sang kakak. Praktis, semua orang panik seketika.


"Apakah Fara belum disembuhkan?!" pekik Irina terkejut karena kini King D harus berhadapan dengan sang adik ditengah kegelapan malam.


"Sudah kami usahakan, tapi sepertinya pengaruh cuci otak Hope begitu kuat melekat dipikiran Fara!" jawab Nero panik.


Sedang Jonathan terlihat santai saat ia berdiri di depan pintu helikopter yang terbuka masih tak berpakaian dan memamerkan miliknya yang perkasa.


Sontak, sosoknya membuat kaget semua orang termasuk Safa dan Dakota.

__ADS_1


"Fara!" panggil Jonathan tiba-tiba yang membuat puteri Lysa tersebut langsung menoleh ke arahnya.


Seketika, mata Fara melebar. Ia yang tadinya ingin melempar rambut jarum ke arah King D langsung mematung saat melihat sosok pria yang dipenuhi tato berjalan ke arahnya dengan senyum lebar sembari merentangkan tangan.


"Tak rindu padaku?" tanya Jonathan dengan senyum tengil.


"Jo-Jonathan? Paman Jonathan?!" pekik Fara yang ternyata mengenali pamannya itu.


Semua orang terkejut karena Fara menunjukkan sisi lain darinya.


"Sini, peluk aku, tapi singkirkan rambut runcingmu itu. Jika sampai terkena tusukannya, ketampananku bisa berkurang semiliar persen," pinta Jonathan seraya menunjuk rambut landak Fara seperti tak terkejut dengan sosok barunya.


Fara seperti menurut. Amarahnya reda seketika dan kembali menjadi gadis normal. King D dan semua orang tertegun karena tak menyangka hal itu.


Fara berlari menghampiri Jonathan dengan senyum terkembang lalu memeluknya. Jonathan balas memeluk meski kali ini, wajahnya berkerut saat memegang rambut keponakannya.


"Kenapa ... gigimu mencuat seperti itu?" tanya Jonathan seraya memegang lengan Fara dan menatap wajahnya tajam.


"Ulah Hope. Dia membuatku jadi manusia aneh, Paman!" jawab Fara mengadu.


"Ah, Hope ya. Sepertinya dia melakukan banyak hal menyebalkan hingga kalian menjadi compang-camping seperti ini. Hem, baiklah, kita coba cari cara untuk menyingkirkannya," jawab Jonathan langsung berwajah malas seraya bertolak pinggang.


Mata semua orang kini menatap Jonathan lekat, terlebih Marco-Polo yang tak mengenali sosoknya. Dua orang itu tampak bingung melihat pria di hadapan mereka yang unik.


"D! Kemarilah! Kenapa kau jauh sekali di sana?" tanya Jonathan melambaikan tangan memanggil keponakannya.


"Fara ingin membunuhku, Paman!" jawab King D serius yang kini berada di atas sebuah truk.


"Buktinya kau masih hidup," jawab Jonathan santai, tapi membuat kening semua orang berkerut.


Jonathan lalu melirik Fara, dan gadis itu tersipu malu. "Hehe, ketahuan ya? Aku sudah sembuh."


"Kau menipu kami?!" pekik Dakota sampai melotot.


King D yang baru tahu jika dikerjai oleh adiknya mendesis kesal, sedang Fara tersenyum tipis.


"Harusnya kalian peka saat Fara mengatakan ini ulah Hope. Kalian benar-benar bodoh. Jika Mama tahu kalian menjadi tulalit seperti ini, dia pasti sudah melemparkan kalian ke buaya Paman Ketut," ucap Jonathan sambil geleng-geleng kepala.


"Heh, kau sudah berubah, Jonathan," ucap Daniel seraya mendekat dan mengajak berjabat tangan dan Jonathan menyambutnya.


"Tentu saja. Tuntutan keturunan Benedict dan Vesper menjadikanku seperti ini. Yah, lumayan untuk membuatku bertahan hidup sampai sejauh ini. Jadi ... mana kamarku? Badanku pegal dan aku lapar," tanyanya seraya mengelus perutnya yang rata meski otot perutnya mulai menghilang.


"Sudah kuduga kau akan lapar. Ayo, aku sudah menyiapkan makanan. Kau tempati saja kamar yang biasa kau gunakan saat berkunjung kemari. Aku sudah merapikannya," ucap Safa, dan Jonathan tersenyum manis.


King D turun dari truk saat rombongan itu masuk ke dalam hotel. Fara merapatkan bibir dengan tubuh bergoyang-goyang menunggu kedatangan sang kakak yang menatapnya tajam.


"Kau sengaja?" tanya King D melotot, dan Fara malah menjulurkan lidah. "Kau keterlaluan. Bagaimana jika aku sampai berubah menjadi predator dan melukaimu? Kau tahukan jika aku masih belum bisa mengendalikan sisi itu?" tanya King D terlihat kesal.


"Maaf," jawab Fara cemberut.


King D yang awalnya ingin marah mengurungkan niat. Ia memeluk Fara erat dan gadis manis itu balas memeluknya. Irina, Obama, dan Marco terlihat lega karena akhirnya kakak adik itu kembali akur.


"Bagaimana kau bisa sembuh?" tanya King D seraya merangkul sang adik untuk diajak masuk ke dalam markas.


"Ternyata, di sini ada rekaman kenangan kita saat bersama Baba dan Mimi. Aku menonton tayangan itu berulang-ulang. Hingga akhirnya, aku sadar dengan sendirinya jika kau bukanlah lawan, melainkan kakakku yang tampan dan baik hati. Maaf, D, jika saat itu aku hampir membunuhmu. Aku benar-benar tak sadar. Hope jahat sekali," ucap Fara memeluk King D erat dari samping seraya terus melangkah.


"Ya, oleh karena itu, Hope harus dihentikan. Ia sebuah ancaman nyata," jawab King D serius, dan Fara mengangguk setuju.

__ADS_1


***


uhuy masih eps dari tips denda. kwkwkw😆 tengkiyuw lele padamu. pantat pegel uyy, slonjoran dulu😩


__ADS_2