
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Usai menikmati makan malam dengan ikan tangkapan Romeo, William yang sudah tertidur cukup lama selama mereka melintasi lautan hingga menuju Libya, membuat pria itu tak bisa memejamkan matanya lagi. William sadar jika sedari tadi ia mencium aroma tidak sedap seperti bangkai dan juga gosong. Namun, William tetap terlihat wajar seperti tak mencurigai sekitarnya. Ia menunggu sampai sang anak tertidur lalu menyelidiki.
"Kau sudah bekerja keras, Romeo. Tidurlah," ucap William miris karena kondisi puteranya yang berubah menjadi manusia setengah monster.
William berusaha untuk tetap tegar demi sang anak. Ia melangkah ke bekas pertempuran. Instingnya sebagai mantan agent tetap tak bisa hilang meskipun ingatannya telah dihapus bertahun-tahun silam. Umurnya yang sudah mulai senja tak membuatnya kehilangan kemampuan bertarung meski telah menurun.
"Hem," gumannya saat berdiri di depan seorang pria yang telah tewas dengan tubuh meleleh seperti terkena cairan asam. William berjongkok dan mengamati lelaki itu. "Anak buah Sengkuni, tapi aku tak mengenalinya," ucap William. "Jadi ... seperti ini perubahan tak terkendali itu? Serum yang disuntikkan tak bisa menyatu dengan sempurna kepada sang induk. Serum itu mengubah wadahnya dan ... mengenaskan," ucap William miris lalu melihat sekitar.
Ia kembali berdiri lalu melihat sekeliling di mana terdapat banyak bekas peluru, senjata api dan juga bom berserakan di sana. William mendekati salah satu benda yang sudah hangus terbakar dan mengambilnya.
"Oh, Vesper Industries," ucapnya saat mengenali granat tabung.
William diam sejenak. Ia lalu melihat sekitar seperti mencari sesuatu. Hidungnya kembali mencium aroma tak sedap lainnya. Ia meletakkan kembali bekas granat tabung itu dan mendekati sebuah truk yang terparkir di tepi jalan seperti ditinggalkan.
"Oh, shitt!" pekiknya saat melihat banyak bangkai mayat dari para monster yang menumpuk di sana.
William menutup hidung dan mengamati dari kejauhan. Ia lalu berpaling dan kembali ke sosok mengerikan yang telah tewas karena perbuatan Romeo.
"Takkan kubiarkan puteraku menjadi sepertimu. Para mafia itu ...," ucapnya seraya melihat bekas persenjataan dari Vesper Industries yang berserakan. "Kita lihat saja. Apakah keputusan Romeo benar memilih kalian. Jadi ... Libya ya? Aku tahu ke mana kau akan membawaku, Romeo," ucap William lalu kembali ke tempat sang anak yang sedang tertidur pulas dalam sebuah perahu kayu berisi air laut untuk merendam tubuhnya. William mengembuskan napas panjang melihat kondisi puteranya yang menyedihkan.
Sedang di sisi lain. Kapal selam Sengkuni.
Irina, Junior, Han dan James yang menjadi sandera putera dari Sandara Liu harus bersabar karena terkurung dalam sel yang dialiri listrik. Mereka sudah tak dibelenggu lagi, tapi tempat itu sama saja hukuman karena di penjara.
"Jadi ... tak tahu ya, di mana Diana?" tanya Sengkuni berjongkok di depan sel Junior.
Bocah lelaki berkulit pucat itu menggeleng. Ia terlihat ketakutan dan berjongkok di sudut sel.
"Hei! Jangan ganggu dia! Apa maumu dengan Dayana Lubava?" tanya Irina marah karena Sengkuni terus mendesak adiknya dan menakut-nakuti.
__ADS_1
Sengkuni memutar bola mata terlihat malas dan masih memunggungi puteri Sia tersebut. Han dan James yang terluka karena disiksa oleh lelaki itu, membuat keduanya tak bisa berbuat banyak.
"Aku hanya sangat merindukan kakakku," jawab Sengkuni dengan wajah tengil saat memutar tubuhnya.
"Pendusta," jawab Irina dengan wajah bengis.
"Kau itu lemah, Irina," geram Sengkuni menatap tajam gadis bermata hijau tersebut.
"Oh, benarkah? Saking lemahnya diriku kau sampai ketakutan dan mengurungku di sini. Heh, pengecut," sindirnya.
"Hargh!" raung Sengkuni marah yang tiba-tiba tubuhnya terjadi perubahan.
Irina dan lainnya tampak terkejut. Junior yang sepertinya tahu akan perubahan Sengkuni tampak panik karena ia menutupi wajahnya dan memunggungi semua orang. Wajah tampan Sengkuni tiba-tiba berubah warna menjadi putih pucat seperti Junior. Mata merah birunya menyala terang dan rambutnya menajam seperti Fara. Irina sampai melangkah mundur karena bisa merasakan ancaman dari raungan Sengkuni.
"Hempf ... hah ... hem, lihat. Inilah perbedaanku dengan D dan lainnya. Aku ... bisa mengendalikan diri," ucapnya tenang saat wujud seramnya perlahan memudar dan kembali normal. Kening Irina berkerut.
"Kau apakan King D?" tanyanya marah.
"Hah, hah, tidak mungkin ... pembohong!" teriak Irina marah, tapi Sengkuni malah meledek dengan berjoget seraya menjulurkan lidah.
Irina ambruk dengan pandangan tak menentu. Perasaan sedih dan duka langsung menyelimutinya. Saat Irina sedang terpuruk karena berpikir King D telah tewas, tiba-tiba ....
"Haaa ... haaa!" raung Junior saat dirinya diseret paksa oleh Sengkuni.
Irina, James dan Han tertegun karena putera Raden tersebut masuk ke dalam sel. Sengkuni mencekik leher Junior sembari menarik tubuhnya. Junior memberontak, tapi tenaga Sengkuni sungguh besar.
"Lepaskan dia, Keparatt!" teriak James marah, tapi Sengkuni tak mau tahu.
BRUKK!
"Huu ... huuu," rintih Junior seperti akan menangis saat dirinya dilempar dan menghantam dinding sel. Beruntung, Sengkuni telah memadamkan aliran listrik di sel Junior sehingga bocah malang itu tak tersetrum. Sengkuni kembali berjongkok dan menatap adiknya lekat. Junior tampak ketakutan karena ia menutup wajahnya dan merapatkan diri ke dinding. "Aku tak ingin berbuat jahat padamu, Junior. Hanya saja ... entahlah. Tanganku gatal untuk tak menyiksamu. Kau itu lemah, jelek, tapi berguna. Jadi ... turuti yang kukatakan, maka aku tak akan berbuat kejam padamu. Bagaimana? Aku kakak yang baik bukan?" tanya Sengkuni dengan senyuman penuh maksud.
__ADS_1
"Jangan dengarkan dia, Junior! Dia hanya memanfaatkanmu!" teriak Irina.
Sengkuni langsung berwajah serius. Ia menyingsingkan lengan bajunya dan terlihat sebuah jam tangan di pergelangan kiri. Mata Irina melotot saat dinding besi yang dialiri listrik tiba-tiba bergerak seperti ingin menggencetnya.
"Hentikan! Apa yang kaulakukan?" teriak Han marah karena ruang gerak Irina makin terbatas. Irina panik.
"Katakan pada wanita sialan itu untuk diam dan jangan ikut campur. Urusanku dengannya sudah selesai. Aku bisa saja membuang kalian, tapi ... bukan seperti itu teknis kerjanya. Aku suka mendengar jeritan sebuah penyiksaan. Hal itu ... membuat tidurku nyenyak. Jadi, bersabarlah. Toh sebentar lagi kalian juga akan mati. Aku hanya menundanya," jawab Sengkuni santai, tapi membuat Junior, Irina, Han dan James melotot lebar.
"Arghhh!" rintih Irina saat dinding sel menyengatnya.
"Hoh, hoh!" ucap Junior gelisah saat melihat tubuh Irina terhimpit dan membuat gadis itu meraung kesakitan.
Sengkuni tersenyum. "Berpihak padaku, Adik jelek," pinta Sengkuni.
"Arghhh! Aaaaa!" teriak Irina terlihat begitu kesakitan hingga seluruh otot tubuhnya menegang. Mata hijaunya menyala, tapi hal itu seperti bukan masalah besar untuk Sengkuni karena ia hanya tersenyum.
"Semakin lama kau berpikir, kau akan mempercepat kematiannya, Junior," imbuh Sengkuni menatap adiknya lekat. Junior terlihat bingung. Ia mengusap-usap kepalanya dengan kasar, tapi kemudian mengangguk cepat. "Hehe, pintar. Baiklah. Aku ampuni dia," ucap Sengkuni lalu menggerakkan sel tersebut dari jam tangan pengendali.
"Hah, hah," engah Irina langsung ambruk.
Namun, Sengkuni tak memberikan keleluasaan bagi Irina. Dinding sel tak kembali ke tempat semula. Irina hanya diberikan ruangan sempit yang cukup untuk duduk dan merebahkan diri di lantai. Sengkuni tampak santai saat keluar dari sel tak peduli dengan nasib para tahanan yang masih satu jajaran dengannya.
"Ck, ck, Junior, hei. Kemarilah, Jelek," panggil Sengkuni seperti memanggil seekor peliharaan.
Junior berjalan layaknya monyet dengan dua tangan ia jadikan seperti kaki. Irina menatap Junior dengan wajah sedih karena tak bisa menolongnya. Han dan James hanya bisa diam meski terlihat jelas amarah memuncak di hati mereka karena perbuatan Sengkuni. Junior meninggalkan ruang tahanan mengikuti Sengkuni karena ia kini berpihak padanya.
***
uhuy makasih tipsnya😍 buanyak bgt nih🤩 lele padamu❤️ dan ... mengingat tak banyak dari temen2 yg punya IG, semua informasi mengenai gift away, update novel, dll akan lele informasikan di GC WA Family Mafia ya.
__ADS_1
Yg belom join segera tinggalkan nomor telepon WA di kolom komentar. kalau nanti lele jawab 'oke' dan komen berisi no hpmu ilang, tandanya udah lele invite ya. itu dulu infonya dan terima kasih💋