KING D

KING D
Serangan Aneh*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Seif dan Number 5 dikepung dari segala penjuru. Salah satu anggota Barracuda yang terluka itu tak bisa berbuat banyak karena harus menahan rasa sakit luar biasa di wajah. Namun, Seif tak sudi menyerahkan nyawanya begitu saja kepada para monster itu.


"Heaaaa!" teriak Seif saat ia kembali mengarahkan senapan pelontar granat ke para monster yang berlari ke tempatnya berdiri melindungi Number 5.


BLUARR!! DUWAARR!!


Ledakan demi ledakan santer terdengar hingga membuat tanah bergetar. Para monster yang terkena ledakan tewas seketika dengan tubuh tercerai berai. Darah hitamnya merusak tumbuhan dan tanah. Makhluk hidup yang terkena akan mati dengan cepat.


Number 5 berusaha bertahan dengan ikut menembak menggunakan pistol meski peluru tersebut tak menewaskan para monster. Dua lelaki itu saling memunggungi dan berusaha bertahan dari para monster yang terus mendekat.


"Argh! Sial!" pekik Number 5 melemparkan pistol yang telah habis amunisi dan menarik pistol di balik pinggang Seif sebagai senjatanya.


Suara tembakan terus terdengar. Sedang Seif, kembali menggunakan Silent Gold karena beberapa monster berhasil lolos dari ledakan dan kini menyerangnya.


SRING! CRAT!


"Agh!" rintih Seif saat darah monster yang ditebasnya terciprat ke wajah.


"Awas! Darahnya! Darahnya!" teriak Number 5 berusaha melindungi wajahnya yang terluka dari cipratan darah monster menggunakan tas ransel sebagai perisai.


Seif dengan segera mengelap wajahnya yang terkena noda darah dengan pakaian tempur. Beruntung, Seif tak memiliki luka di wajah. Namun, jika darah itu masuk ke tubuhnya, pria sehat pun bisa tewas. Number 5 dan Seif terus melakukan serangan balasan menggunakan seluruh persenjataan dari dalam tas untuk memukul mundur lawan. Namun, para monster itu seakan tak ada habisnya. Sedangkan, persenjataan dan amunisi dua orang itu semakin menipis.


"Sial! Kita akan mati dengan cara yang tragis, Seif! Semoga mayat kita dikenali," ucap Number 5 sudah putus asa.


Seif diam saja tak menjawab dan terus melakukan serangan balasan dengan melemparkan granat mini. Seif dan Number 5 saling memunggungi. Mereka bertahan dari serangan para monster yang telah mengepung dari semua sisi sehingga tak memiliki celah untuk kabur.


Hingga pandangan pria besar itu tertuju pada kapal selam yang terlihat di permukaan laut karena menampakkan bagian atas. Ada pergerakan lain di sekitar kapal selam yang melaju kencang bagaikan speed boat.


Tiba-tiba saja, BLUARR!! DWUARRR!


"Woah! Apa yang terjadi?" tanya Number 5 kaget sampai terperanjat saat mendengar suara ledakan yang begitu santer terdengar dari bawah bukit.


Mata Number 5 melebar saat melihat kapal yang mengeluarkan para monster burung meledak dan kini dilahap api yang dahsyat di lautan. Dua buah mobil terlihat bergerak cepat di atas lautan, menjauh dari kapal. Entah mobil Humvee jenis amphibi itu dari pihak Hope yang berhasil evakuasi atau mungkin kelompok tak dikenal yang melakukan serangan sehingga ledakan terjadi.



Hingga hal aneh lainnya kembali terjadi. Para monster yang awalnya gencar melakukan serangan langsung terdiam. Kepala mereka mengarah ke atas dan menoleh ke kanan ke kiri seperti merasakan sesuatu.


"Apa yang terjadi?" tanya Number 5 lirih karena para monster itu menghentikan serangan tiba-tiba.


"Aku tak yakin," jawab Seif berbisik dengan mata mengarah ke para monster di depannya.


Tiba-tiba saja, GLUNDUNG ....


"Woah!" teriak Seif dan Number 5 dengan mata melotot saat melihat monster kuda tiba-tiba kehilangan kepalanya begitu saja. Dua orang itu terpaku dengan senjata masih dalam genggaman.


"Harr, harr," erang para monster seperti bingung karena mereka terlihat gelisah.


Lagi-lagi, satu per satu, para monster itu tewas dengan anggota bagian tubuh terpenggal. Seif dan Number 5 ikut bingung karena mereka tak melihat sosok apa pun di hadapan, tapi para monster tiba-tiba berjatuhan terkena serangan.

__ADS_1


"Mereka kenapa?" tanya 5 heran. Seif menggeleng tidak tahu. "Aku pernah dengar jika tempat ini berhantu. Apa jangan-jangan ... hantu penunggu bukit ini yang menolong kita?" tanya 5 berbisik.


Kening Seif berkerut seraya menoleh ke arah Number 5 dengan tatapan heran. 5 malah menaikkan dua bahunya sebagai jawaban.


"Goarr!" raung para monster seperti melakukan serangan balasan kepada sesuatu yang tak terlihat. Mereka meninggalkan Number 5 dan Seif begitu saja.


"Ini kesempatan. Pergi dari sini. Cepat!" ajak Seif berbisik, dan Number 5 mengangguk cepat tanda setuju.


Dua orang itu bingung karena para monster kini disibukkan oleh sesuatu sebab mereka melakukan serangan pada hal tak terlihat. Sayangnya, pergerakan dua orang itu terlihat oleh monster lainnya.


"Meaww!"


"Run!" teriak Seif saat seekor kucing monster meraung ke arah mereka yang sedang berlari mengendap.


Praktis, Seif dan Number 5 bergegas pergi menuruni bukit menuju ke arah pantai di mana terdapat kendaraan untuk evakuasi.


BOOM! BUZZ!


"Meaww!"


Seif melemparkan Rainbow Gas ke para monster kucing, babii, dan anjiing yang mengejar mereka. Ledakan demi ledakan dengan asap beracun itu, tak memberikan dampak fatal bagi para monster yang sudah kebal terhadap racun. Namun, asap pekat Rainbow Gas berhasil menghalangi pandangan. Sayangnya, indera penciuman monster yang semakin tajam, ditambah darah segar di wajah Number 5, membuat mereka mudah dilacak.


"Argh! Sial!" teriak Number 5 geram saat menuruni bukit dengan susah payah karena jalanan yang licin.


"Ngokk!!"


DUAKK!!


Seif yang ikut diserang oleh monster anjiing dan kucing karena berhasil menerkam tubuhnya dari belakang, membuat pria itu kehilangan pijakannya lalu jatuh ke bawah bukit mengerang kesakitan.


BRUKK!!


"Ugh! Hah, hah," engah Seif yang kini tengkurap di atas jalanan tanah dengan Number 5 berada di sampingnya.


"Rawrr!" raung para monster siap menerkam dari atas bukit dengan menunjukkan gigi dan cakar yang tajam. Mata Seif dan Number 5 melebar seketika.


Namun, tiba-tiba saja, BROOM! BRAKK!


"Ngokk!"


KRAKK!!


Sebuah mobil besar menabrak para monster yang ingin menyerang Seif dan Number 5. Para monster itu terpental dan ada yang terlindas. Seif dan Number 5 dengan sigap mengarahkan senjata ke mobil lapis baja dengan wajah tegang, dalam posisi duduk di atas tanah.


"Cepat! Cepat!" pekik seorang pria berpakaian seragam Black Armys Level S seraya membuka pintu.


Praktis, kemunculannya membuat mata Seif dan Number 5 tertegun seketika.


"Agent V?" pekik Seif dengan mata melotot saat melihat salah satu mantan Agent Colombia muncul mengendarai sebuah mobil lapis baja jenis Humvee.


__ADS_1


"Hei! Kenapa lama sekali? Cepat!" teriak Maksim yang ikut muncul dari pintu di bangku belakang yang membuat Seif dan Number 5 makin bingung.


"Awas!" teriak V lantang saat melihat para monster burung yang lolos dari serangan, terbang ke arah Number 5 yang terluka.


Seif dan Number 5 menoleh seketika. Saat mereka berdua sudah siap membidik, tiba-tiba, "Oakkk!"


CRETTT!!


"Hah, hah, hah," engah Souta yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah semak belukar.


Para monster burung terperangkap jaring besi yang mengeluarkan setrum sehingga korbannya tewas tersengat.


"Se-sejak kapan kau di sana?" tanya Seif bingung.


"Apakah sudah beres? Kau berhasil membunuh semuanya?" tanya Maksim, dan Souta mengangguk.


Number 5 dan Seif saling memandang dalam diam.


"Ah, aku mengerti!" pekik Seif tiba-tiba. Number 5 menatap Seif lekat. "Souta memiliki kemampuan. Dia salah satu dari para sukarelawan yang disuntikkan serum tambahan. Kau ingat?" tanya Seif, dan Number 5 mengangguk karena baru teringat akan hal itu.


"Kau bisa menghilang! Mungkin seperti Obama dan Clack. Kenapa ... wujudmu jadi seperti itu? Sebelumnya tidak," tanya 5 heran.


"Aku merasakan dampak perubahannya saat terbang dengan pesawat untuk menyusul ke Australia. Beruntung aku tak lepas kendali. Jika tidak, mungkin Maksim akan terluka," ucap Souta dengan wujud barunya yang memiliki dua telinga runcing seperti Elf, berambut putih perak, berkulit putih pucat, tapi kelima jarinya berubah menjadi seperti pisau yang tajam di mana darah hitam monster menetes di sana. Seif dan Number 5 menelan ludah.


"Sarungkan kembali tanganmu. Kau akan melukai lainnya. Cepat, kita harus pastikan tempat ini aman sebelum kalian menyusul ke Australia," ujar Agent V.


Souta mengangguk paham dan segera memasukkan dua tangannya ke sarung dengan lapisan karet tebal yang berada di samping pinggul kanan kirinya. Seif membantu Number 5 berdiri dan memapahnya masuk ke dalam mobil. Souta ikut bergabung dengan mobil lapis baja itu sampai ke wilayah pantai.


"Hei!" panggil seorang pria tua seraya melambaikan tangan.


"Woah! Kalian semua di sini? Kalian sudah bangkit?" tanya Seif dengan senyum terkembang lalu menyalami para mantan Agent Colombia yang sudah menunggu di samping mobil Humvee Amphibi hitam.


Seif dan Number 5 kini tahu siapa yang melakukan peledakan kepada kapal musuh itu. Keduanya tersenyum tipis.


"Ya. Ada yang membangunkan kami dan memberikan misi. Maaf jika terlambat. Kami tak menyangka jika perubahan para monster bisa menjadi seekstrim ini," ujar Agent K seraya melihat wajah Number 5 yang sudah tertutup darah dan tanah.


"Ayo, aku obati. Kau akan menjadi mumi untuk sementara waktu," ujar Agent C.


Number 5 mengangguk paham dan segera duduk di mobil Humvee yang dikendarai V. Seif yang hanya mengalami luka ringan, ikut merapat bersama anggota tim lain terlihat serius.


"Melihat 5 terluka cukup parah, kuminta pada Maksim untuk menjaga Jeju. Sisanya, menyusul ke Australia," tegas Agent X.


Seif mengangguk paham, tapi matanya menyipit melihat para agent itu. "Tunggu. Kau bilang dibangunkan. Siapa?" tanya Seif heran menatap Agent K saksama.


"Dayana Lubava," jawab O yang membuat mata Seif melebar seketika.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2