KING D

KING D
Ontario, Kanada*


__ADS_3


Sepeninggalan Maksim dan kelompoknya. Tim King D bersiap meninggalkan Seward usai menyiapkan perlengkapan untuk melanjutkan perjalanan menuju Jumbo Island.


Orang-orang itu berkumpul di dalam helikopter yang siap lepas landas usai menikmati sarapan dengan ikan bakar. King D menjadi pilot karena Obama dan Polo masih terluka.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Hope tak bisa dianggap remeh. Ia berhasil masuk ke Kastil Borka dan Krasnoyarsk. Aku cukup yakin, jika dia orang dalam jajaran 13 Demon Heads. Orang The Circle saja, sampai sekarang tidak ada yang bisa menyusup kecuali Tobias dan para pion D. Namun, aku yakin jika para pion tak berkhianat karena Dakota sendiri sedang menjaga markas di Newfoundland dan Labrador bersama Safa," tegas King D yang sudah siap di dudukan pilot.


Saat orang-orang itu sedang serius berdiskusi di bangku masing-masing, panggilan kembali masuk ke sistem komunikasi di helikopter.


Ternyata, tim Barracuda memberikan kabar baik karena orang yang bangun di markas Korea Selatan adalah Seif.


"Seif! Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?" tanya Daniel sumringah.


"Ya, aku baik. Aku juga ingin memberikan kabar terbaru," jawabnya cepat.


"Apa itu?"


"James juga sudah terbangun. Hanya saja, dia meninggalkan Seoul. Sebelum dia pergi, dia sempat mengirimkan pesan padaku jika sedang mengejar sekumpulan orang bertopeng putih karena mencuri tabung tak lama setelah ia terbangun. Tabung itu, adalah milik isterinya, Zurna."


Praktis, mata semua orang melebar.


"Pasti anak buah Hope. Dia berhasil sampai ke Korea Selatan. Ini gawat!" tegas Arthur dan para senior mengangguk setuju.


"Info terbaru yang kudapat dari James, ia bergerak menuju Jepang karena orang-orang itu menggunakan kapal kargo dan mengangkut banyak muatan. Hanya saja setelah itu, James tak ada kabar hingga sekarang," sambung Seif yang membuat semua orang berwajah serius seketika.


"Lalu ... bagaimana kondisi markas Jepang?" tanya Sakura serius.


"Sebelum tim Barracuda kemari, aku berhasil menghubungi markas Hashirama, tapi setelah itu sambungan terputus hingga sekarang. Di sana, tiga pion sudah terbangun secara bersamaan. Usai mendapat kabar dariku, mereka memperketat penjagaan."


"Oh, para pion sudah bangun," sahut Irina, dan semua orang tampak lega mendengarnya.


"Seif tak kami temukan selama beberapa hari karena ternyata dia pergi ke Seoul untuk mengecek keadaan rumah James. Seif memindahkan tabung-tabung berisi orang-orang sipil dalam jajaran kita termasuk anggota militer ke Jeju karena di sana tak ada yang menjaga," sambung Number Five menginformasikan.


"Kerja bagus, Seif," sahut Arthur.


"Hem. Hanya saja, setelah aku mendengar kabar tentang lelaki bernama Hope dan tujuan kalian ke Jumbo Island, aku sarankan kalian juga mendatangi markas lainnya. Aku khawatir, lelaki bernama Hope ini mengetahui seluk beluk jajaran kita," tegasnya.

__ADS_1


"Ya, kami juga berpikiran demikian, Paman," sahut King D.


"Setelah ini, kami akan ke Jepang untuk memastikan keadaan. Jika kalian tahu kabar dari James, segera informasikan hal ini pada kami," sahut Number Five.


"Baik, Paman. Terima kasih atas informasi dari kalian," jawab King D lalu memutus panggilan.


Semua orang tampak serius dan saling memandang.


"Fokus pada tujuan kita, D. Jumbo Island," tegas Jason, dan pria dengan dua manik mata itu mengangguk mantap.


Akhirnya, helikopter lepas landas meninggalkan Seward menuju Kanada sesuai dengan rute. Kali ini, mereka tak bisa lagi menunda kepergian karena Yusuke dan timnya sudah lama menunggu dan tak diketahui perkembangan kondisinya.


April Minggu Kedua.


Penerbangan panjang itu benar-benar menguras persediaan bahan bakar cadangan helikopter.


Mau tidak mau, helikopter tetap harus singgah di beberapa bandara untuk terus mengisi ulang.


Namun kali ini, ada hal aneh terjadi karena semua persediaan avtur telah habis seperti sengaja diambil atau dikosongkan.


Hal ini diketahui karena bekas tong-tong yang ditemukan oleh tim King D masih baru dan beberapa membekas di lantai gudang.


"Pasti sengaja! Pasti ulah Hope!" geram Nero karena lagi-lagi ia mendapatkan drum kosong dan masih basah setelah isi tong dikuras habis.


"Agh, sial! Orang ini benar-benar membuatku muak! Sebenarnya, apa maunya?!" pekik Marco geram hingga napasnya memburu saat mereka singgah di salah satu bandara di Alberta, Kanada.


"Kita sampai berhenti di semua bandara di provinsi ini hanya untuk mencari bahan bakar, dan semuanya kosong!" pekik Polo ikut frustasi.


King D menatap kawan-kawannya lekat saat fajar kembali menyingsing.


"D, sekarang bagaimana?" tanya Irina cemas karena sang kekasih sampai tak beristirahat karena fokus pada penerbangan menuju Jumbo Island.


"Otong. Apakah bahan bakar cadangan cukup sampai ke Jumbo Island?" tanya King D serius.


"Hem ... kayaknya sih enggak, D. Kemungkinan besar, begitu kita sampai di Ontario, kita lanjut pakai kapal menyusuri Lake Superior terus nyempil sampai tembus ke Lake Huron untuk sampai ke Jumbo Island. Takutnya kalau bahan bakar dipres, helikopternya mogok beneran. Mesin juga panas kudu diademin. Jadi, kita ngalah aja pakai kapal. Berdoa aja semoga kita selamat sampai tujuan. Nanti Otong salat wes biar perjalanan kita diridhoi Allah. Amin," jawab Obama yang membuat kening semua orang berkerut meskipun sudah menggunakan alat translator.


"Jika memang itu pilihannya, ambil saja. Yang terpenting, kita selamat sampai tujuan," sahut Jason.


"Baiklah. Kalau begitu, jangan tunda lagi. Kita langsung saja menuju Ontario," tegas King D dan semua orang mengangguk paham.

__ADS_1


Kembali, helikopter lepas landas tanpa bisa mengisi jeriken yang telah kosong karena selama penerbangan, beberapa wadah penampung avtur tersebut sudah digunakan untuk mengisi bahan bakar agar helikopter bisa terus terbang.


Polo menggantikan tugas King D sebagai pilot agar lelaki itu bisa beristirahat meski tangannya masih terluka, tapi Polo bisa menahannya.


King D memanfaatkan hal itu dengan sebaik mungkin untuk memejamkan mata.


Obama segera memetakan lokasi tempat mereka nantinya akan mendarat yakni di Thunder Bay, Ontario, Canada.


Hanya saja, agar helikopter tak dicuri, terpaksa nantinya Nero dan Marco yang menjaga benda terbang itu.


Dua orang itu tak keberatan dan siap untuk melakukan penjemputan darurat jika dibutuhkan meski setelah itu, helikopter tak bisa melakukan penerbangan lagi karena stok bahan bakar telah habis.


Akhirnya, penerbangan melelahkan itu berakhir keesokan harinya. King D merasa jika helikopternya sedikit bermasalah karena penggunaan bahan bakar seperti mengalami pemborosan tak sesuai dugaannya.


"Aku sedikit tahu tentang mesin, D. Akan kuperiksa saat kalian pergi ke Jumbo Island," ucap Marco usai mendengar keluhan King D karena ia merasa mesin helikopternya terdengar kasar tak seperti biasanya.


"Terima kasih, Marco," ucap King D yang berdiri di kabin belakang tempat jeriken bahan bakar dikumpulkan.


"Bersiap! Kita akan mendarat!" seru Polo.


Semua orang segera mengenakan tas ransel karena misi mereka akan segera dimulai. Helikopter mendarat dengan mulus usai sensor tak mendeteksi adanya manusia atau monster di sekitar wilayah itu.


Thunder Bay sepenuhnya ditinggalkan meski banyak kapal tersedia di sana.


"Asik! Kapalnya banyak! Jadi bingung pilih yang mana," ucap Obama tampak sumringah saat ia melihat sederetan kapal di dermaga.


"Cari yang bahan bakarnya penuh, dan mesinnya bisa menyala, Otong," sahut Daniel seraya turun dari helikopter.


"Siap, Om! Otong cari dulu. Ayo, Polo!" ajak Obama, dan lelaki bermanik biru itu mengangguk siap.


Keduanya berjalan untuk memeriksa tiap kapal yang akan digunakan menuju Jumbo Island. Sedang sisanya, mencari bahan bakar cadangan agar kapal bisa terus berlayar sampai ke tempat tujuan.



***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



uhuy makasih dukungannya selama ini para LAP😍 Walopun popularitas karya lele masih kalah jauh dg beberapa author, tapi lele tetap bersyukur karena jadi yang terpilih dan mendapat julukan Goddess Of Million Ideas🥳 Doain ide lele selalu lancar termasuk upnya walopun terkadang review dr MT lama embuh apa alasannya. Okeh, ini masih eps bonus dari denda stiker di grup chat WA family mafia ya. lele padamu. kwkwkw😆


__ADS_2