KING D

KING D
Misi Ditunda*


__ADS_3

King D bergegas menghampiri sang adik. Helikopter kembali didaratkan. Marco meyakinkan jika tak ada bau monster tercium di sekitar kawasan, termasuk bau Fara yang mulai memudar.


Semua orang turun dan bersiap melakukan proses penyembuhan untuk Fara dan Irina.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Buka peti nomor dua dan tiga untuk Fara serta Irina!" titah Obama.


Fabio dan Lucas dengan sigap mensejajarkan dua kotak peti warna putih itu dan membuka penutupnya.


Polo dengan sigap membopong Fara dan membawanya ke dalam helikopter untuk segera ditindak.


King D bergegas mendatangi Irina yang tampak kesakitan karena mengerang. King D panik karena tubuh Irina panas. Ia segera meminumkan serum penawar dan membopong sang kekasih ke helikopter.


Dua perempuan cantik itu digeletakkan pada tumpukan es karena tubuh mereka panas. Namun, suhu tubuh Irina lebih tinggi hingga balok-balok es mengeluarkan asap seperti meleleh.


"Sebentar. Apakah Fara sudah diberikan serum penawar oleh Irina?" tanya Bruno mengingatkan.


Semua orang tampak kebingungan, tapi Irina yang masih sadar mengangguk cepat meski keningnya berkerut dan napasnya tersengal.


Obama mengarahkan alat pendeteksi organ ke tubuh Irina, seketika matanya melebar.


"Buset panas banget! Rendem aja, D," saran Obama.


"Libatkan aku. Biarkan aku menolong," pinta Jason terlihat panik.


King D mengangguk dan meminta Jason untuk mencari perahu atau benda apapun yang bisa digunakan untuk menampung air layaknya bak.


Jason segera berlari ke arah kapal-kapal yang berlabuh dekat dermaga. Namun tiba-tiba, ia berbalik dan malah mendatangi gedung tempat penyimpanan.


"Hei! Bagaimana dengan sekoci perahu ini? Apakah bisa dipakai?" tanya Jason saat keluar dari gedung tersebut seraya menunjuk.


King D segera berlari mendatangi Jason dan melihat benda yang ditunjukkan oleh paman Irina.


"Kerja bagus, Paman. Aku akan bawa Irina kemari," ucap King D terlihat kagum akan temuan Jason.



Segera, King D kembali ke helikopter untuk menjemput Irina. Ia membopong sang kekasih dan memasukkan wanita cantik itu dalam sekoci tersebut.


Jason dan Hugo diminta memasukkan air laut ke dalam sekoci menggunakan ember yang mereka temukan dalam ruangan.


Dua lelaki itu terlihat sigap meski harus mondar-mandir agar sekoci perahu itu penuh terisi air untuk merendam tubuh Irina yang panas.


Edward berlari dengan dua buah ember berisi balok-balok es dari helikopter. Benda persegi dingin itu dimasukkan dalam sekoci hingga tubuh Irina terendam.


King D memakaikan masker oksigen selama Irina ditenggelamkan. Semua orang tampak panik karena tubuh Irina seperti mengeluarkan asap saat ia direndam.


"Lihatlah! Es-es itu mencair dengan cepat," ucap Edward terheran-heran.


"Cepat, bawakan es lagi. Kita harus pastikan tubuh Irina kembali normal secepatnya," tegas King D yang terus memantau sang kekasih dengan menggenggam tangan kanannya.


Edward kembali ke helikopter untuk mengisi ember-ember kosong itu dengan balok-balok es yang baru.


"Kenapa Irina tak diberikan penawar serum monster seperti yang lain?" tanya Hugo bingung.

__ADS_1


"Irina berbeda. Dia hampir mirip seperti nenekku Vesper. Oleh karena itu, bibi Sandara mengembangkan teknik dan formula baru sehingga Irina tak perlu diberikan serum, tapi cukup dengan penyembuhan alami atau pengobatan yang biasa dilakukan seperti transfusi darah dan infus untuk nutrisi tubuhnya. Dia sudah mendapatkan banyak suntikan dan berbagai jenis obat selama bertahun-tahun. Organ tubuhnya sangat rentan dan tak bisa sembarangan menerima obat dalam dosis tak terukur," jawab King D tampak sedih menatap sang kekasih lekat.


"Kalau begitu, Irina perlu diinfus," ucap Jason terlihat cemas.


"Ya, Paman. Tolong," jawab King D masih terlihat tegang.


Jason mengangguk dan segera berlari menuju helikopter untuk mempersiapkan pengobatan lanjutan untuk Irina seperti instruksi dari King D. Saat Jason kembali, ia membawa sebuah kantong darah.


"Kata Otong, Irina butuh transfusi," ucapnya.


"Ya, itu benar. Akan kupersiapkan," jawab King D bergegas bangun.


Namun, pria itu terkejut saat genggaman tangannya dipegang kuat oleh sang kekasih. Irina membuka mata dan kilau hijau itu sudah memudar. Irina perlahan bangun dan duduk meski terlihat pucat.


"Hei. Merasa lebih baik?" tanya King D.


Semua orang menatap Irina lekat. Wanita cantik itu seperti ingin melepaskan masker oksigen. King D membantu melepaskannya dengan segera.


"Hempf, D. Kita harus waspada pada perubahan Fara," ucap Irina dengan mata sayu.


Edward perlahan memasukkan balok-balok es lagi karena air rendaman itu terasa hangat. Irina tersenyum seolah mengucapkan terima kasih pada co-pilot tersebut.


"Katakan, Sayang. Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya King D menatap Irina lekat.


"Serum monster dalam diriku seperti menganggap Fara sebagai ancaman. Ada sebuah perasaan takut dan ingin memberontak melawannya. Ibarat ... untuk mengklaim sebuah kekuasaan untuk menjadi Alfa, alias ... pemimpin," jawab Irina terlihat bingung dalam menjelaskan.


"Wow! Setauku, naluri dan insting seperti itu dimiliki oleh hewan pemangsa. Maksudnya ... hanya ada satu yang terkuat. Semacam singa yang menjaga wilayah kekuasaannya," sahut Edward.


"Ya. Untuk menunjukkan dia lebih dominan ketimbang lawannya," timpal Hugo.


"Sebaiknya kau jangan satu ruangan dengan Fara sampai kondisinya dinyatakan stabil," saran King D, dan Irina mengangguk setuju.


"Kita bermalam saja di sini. Aku rasa, tempat ini aman," saran Edward seraya melihat sekitar.


"Ya, kami pernah dalam kondisi seperti ini sebelumnya. Aku rasa, keadaan sudah aman terkendali," sahut Hugo.


King D akhirnya mengangguk setuju. Jason berinisiatif untuk mencari kapal yang memiliki fasilitas kamar mandi, kamar tidur dan dapur untuk istirahat mereka malam itu di sekitar dermaga ditemani oleh Hugo dan Edward.


Selang 30 menit kemudian ....


"Jason menemukannya!" seru Hugo menunjuk ke arah kapal-kapal berlabuh.


Irina yang merasa kondisinya mulai membaik, digendong oleh King D menuju ke sebuah kapal kargo.


Jason sudah berada di sebuah ruangan seperti menyiapkan tempat tersebut karena terlihat ia membereskannya dan mengikat tirai jendela.



"Hem, seleramu bagus, Paman," ucap King D memuji.


"Walaupun ingatanku belum pulih sepenuhnya, tapi sepertinya selera akan gaya hidup mewahku tak memudar sedikitpun. Meskipun ruangan ini tak seperti hotel bintang lima, tapi ... lumayan," ucapnya seraya bertolak pinggang, tapi membuat King D tersenyum.


"Mungkin ini dulunya kamar milik kapten kapal. Ada kamar lain yang sepertinya dipakai oleh para ABK. Kita bisa istirahat di sini sementara waktu," sahut Hugo.


"Hei! Lampu di kapal ini bisa dinyalakan. Aku menemukan genset dan ada bahan bakar cadangan. Hanya saja, kapal ini tak bisa berlayar karena akan mogok di tengah lautan," ucap Edward usai menyusuri seluk-beluk kapal.

__ADS_1


"Ya. Kita butuh kapal ini untuk istirahat malam ini saja," jawab King D masih menggendong Irina.


"Aku akan tidur di sofa untuk menjaga Irina. Itu pun jika kau tak keberatan," tawar Jason.


"Tentu saja boleh, Paman," sahut Irina dengan senyum tipis.


King D mendudukkan Irina pada kloset duduk kamar mandi dalam ruangan tersebut. Tak lama, Obama datang membawa dua buah tas berisi perlengkapan milik Irina dan Jason.


Irina segera mengganti pakaiannya yang basah. Ia lalu dibantu King D berbaring pada sebuah kasur yang tersedia di kapal itu untuk menjalani prosedur lanjutan pengobatan.


Chen datang untuk membantu memasangkan infus. Jason menemani keponakannya saat King D mengecek kondisi Fara di helikopter.


Semua anggota kelompok King D akan bermalam di kapal kargo tersebut karena jumlah kasur dan sofa cukup untuk para lelaki itu.



Fara juga ditempatkan pada sebuah kamar meski tak satu ruangan dengan Irina karena khawatir jika gadis cantik tersebut menunjukkan gejala lain yang membuatnya kembali bertarung dengan kekasih King D.


Fara dijaga ketat oleh Bruno dan Robin dalam ruangan tersebut. Nantinya, King D akan tidur di kasur terpisah untuk mengawasi perkembangan sang adik didampingi Otong yang tidur di sofa.


Anggota tim King D menemukan banyak tas dan barang-barang dalam kamar yang diyakini milik pemilik sebelumnya.


Mereka terpaksa mengakuisisi barang-barang tersebut sebagai tambahan perlengkapan dan perbekalan selama menjalankan misi.


Helikopter di daratkan dekat kapal kargo agar mudah dijangkau. Sistem pertahanan helikopter terus diaktifkan mengingat sensor detektor pada helikopter pintar itu mampu melindungi dirinya sendiri dari serangan.


Sedang di helikopter, hewan-hewan mulai menunjukkan perilaku normal usai menjalani pengobatan intensif dari Chen atas petunjuk dari Obama tentang prosedur penyembuhan dampak serum monster fase pertama.


Hewan-hewan itu masih tampak lesu, tapi tak beringas lagi. Marco memilih untuk berada di helikopter dan tidur di sana ketimbang berdekatan dengan Fara yang dirasa baginya gadis itu membawa sial untuknya.


Malam itu di helikopter milik King D.


"Bener nih gak takut sendirian di luar?" sindir Obama dengan tangan melipat di depan dada.


"Aku lelaki malam. Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan hewan-hewan ini ketimbang dengan gadis sialan itu," gerutu Marco seraya mengelus seekor kucing di pangkuannya. Namun, Obama terkekeh.


"Ya, wes. Ronda yang bener. Karena gak ada kentongan buat kasih tau misal ada bahaya dateng, jadi pakai alarm manusia aja. Yakni ...," ucapnya seraya menunjuk pria bermanik merah itu. "Teriak sekenceng-kencengnya sampai ada yang dateng nolong. Oke?!" imbuhnya lalu menunjukkan jempol.


"Ada yang namanya klakson! Selain itu, ada radio! Kenapa aku harus berteriak? Kau sama anehnya dengan Fara," gerutu Marco makin sebal.


"Yang aneh itu yang dikangenin. Yakin Otong, kamu akan merindukan sosok calon presiden ini suatu saat nanti. Ya wes, Otong mau bobo manis dulu biar rambut indahku kembali tumbuh," ucapnya seraya berjoget membawa tas dan ember berisi ikan hasil pancingannya sore itu.


Obama menaiki tangga menuju kapal kargo meninggalkan Marco sendirian di helikopter bersama hewan-hewan.


"Dasar tidak waras. Kupikir hanya aku yang sudah gila, ternyata masih ada yang lebih parah," dengkus Marco dengan wajah berkerut.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya😍 Lele padamu😘 Lainnya ditunggu biar lancar dobel epsnya😁

__ADS_1


__ADS_2