KING D

KING D
Maafkan Aku, Hakim*


__ADS_3

Gurun yang gersang saat matahari belum memancarkan sinar sepenuhnya, membuat orang-orang itu semakin panik jika para monster lainnya datang menyerang.



King D yang tak menemukan keberadaan Hakim, kembali ke tempat ia terakhir kali berpisah dengan pria malang itu.


Pria tampan itu berlari dengan sangat cepat yang membuat debaran di jantungnya kian menguat karena merasa hal buruk terjadi.


Benar saja, langkah kaki King D terhenti saat melihat sekumpulan monster menggelepar di atas gurun gersang dengan sosok lelaki yang ia kenal.


Langkah pria berjambang itu gontai seketika. Ia melewati bangkai-bangkai kendaraan yang sudah rusak akibat peperangan dengan para monster yang membuat tempat itu semakin mencekam.


King D roboh dan berlutut di atas kepala jasad Hakim yang sudah berpulang untuk selamanya. Kepalanya tertunduk dengan air mata yang perlahan menggenangi mata.


Rasa sesal mulai menyelimuti hatinya karena terlupa akan pria tua yang selama ini mengabdi untuk keluarganya.


King D meremat kuat rambut di kepalanya dengan seluruh tubuh menegang seperti ikut merasakan kepedihan itu.


"Hargghh! Arghhh!" teriak King D sekencang-kencangnya di tanah tandus Saudi.


Raungan kesedihannya terdengar oleh para manusia selamat yang berkumpul di gurun dekat helikopter.


Dengan sigap, sebagian dari mereka mendatangi asal suara di mana orang-orang itu yakin jika raungan tersebut dari pria yang mereka kenal dan sedang terjadi sesuatu padanya.


Laju lari orang-orang itu ikut terhenti saat melihat King D memeluk seseorang yang tergeletak tak bergerak di atas tanah. Perlahan, mereka mendekat.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Hakim?" panggil Bruno lirih.


"Siapa dia?" tanya wanita bertato dengan rambut dikepang.


"Dia ...."


"Dia adalah orang yang sangat sabar menghadapi cobaan ini melebihi siapapun. Dia orang tua yang sangat bijak dan penasihat terpercaya keluargaku. Dia melindungiku, melindungi kita semua dan mengorbankan nyawanya agar orang lain selamat. Hakim ... apa yang harus kukatakan pada baba jika kau tewas karena menolongku. Apa yang harus kukatakan padanya? Hakim ...," tanya King D sedih terlihat begitu kehilangan.


"Pa-pakde Hakim meninggal? D? Bener gitu, D?" tanya Obama Otong yang masih tersambung dengan kumpulan orang-orang itu.


"Ini salahku, Otong. Hakim meninggal karenaku," jawab King D terlihat begitu terpuruk.


"Innalilahi. Otong akan segera ke sana, tapi ... paling sampainya mau Magrib gitu. Ini ... ada hal gaswat juga di markas," jawabnya terdengar bingung.


"Ada apa? Apa markas diserang?" sahut Robin panik.


"Bukan. Rohan ilang dari tabungnya. Dia udah bangun, tapi orangnya malah kluyuran gak tau di mana. Udah tau ini rumah guedenya kaya lapangan sepak bola malah main petak umpet. Otong cari doi dulu takut kenapa-napa. Ini kok pada bangun kecepetan semua ya? Masa tabungnya kadaluwarsa? Otong jadi cemas takut yang lain juga bernasib sama," jawab Obama yang mengejutkan semua orang.


"Masih ada tabung lainnya?" tanya lelaki bersurban cokelat.


"Bukankah kau tak percaya pada kami? Kenapa peduli?" sahut Chen ketus lalu melangkah maju mendekati King D.

__ADS_1


Orang-orang dari militer gabungan itu saling memandang dan memilih diam di tempat mereka berdiri.


Mereka melihat para pria yang disebut kumpulan penjahat itu mengelilingi King D seperti mencoba mendamaikan hatinya.


"Dia menggunakan Rainbow Gas. Ini sudah pilihan Hakim, D," ucap Lucas saat melihat dampak dari asap beracun itu di tubuh Hakim serta para monster.


"Tetap saja, ini salahku," jawab King D memejamkan mata erat seraya memeluk kepala Hakim kuat.


"D. Sebaiknya, kita segera kuburkan Hakim dan perbaiki helikopter. Jika menunggu Otong, akan terlalu lama," ucap Polo menyarankan.


King D mengangguk. Ia mengangkat tubuh Hakim seorang diri dan berjalan dengan wajah sendu menuju ke wilayah hutan kurma.


"Akan kami bantu," ucap lelaki berkacamata hitam menawarkan bantuan.


Anggota tim Marco-Polo mengangguk. Orang-orang itu terlihat waspada dengan sekitar meski Marco yakin jika para monster telah tewas, begitupula Polo yang tak melihat pergerakan monster sejauh mata memandang di tempat Fara berada subuh tadi.


Chen diminta untuk merawat Fara dan Irina yang masih tak sadarkan diri dibantu oleh para anggota militer gabungan wanita.


Fabio dan Lucas mencoba untuk memperbaiki helikopter. Sedang Ritz menerbangkan drone yang tersisa untuk melihat wilayah di sekitar keberadaan mereka untuk mengamankan lokasi.


Ia mendaratkan empat benda itu di beberapa titik sebagai pantauan.



Matahari kini sudah menerangi wilayah Oasis Al-Hasa sepenuhnya. Jasad Hakim dimakamkan dekat dengan sebuah pohon kurma yang siap berbuah.


King D menandai gundukan tanah itu berikut batang pohon tersebut atas nama lelaki yang telah berjasa padanya.


Di kediaman Sultan Javier, Oman.


Obama Otong dibuat kebingungan karena sosok Rohan menghilang dari tabung yang menyimpan raganya.


Lelaki itu akhirnya pergi ke pusat kendali untuk mengecek dari pantauan CCTV yang tak pernah dipadamkan.


"Waduh! Rohan cari mati!" seru Obama saat mendapati keberadaan adik dari Jamal yang didapati berada di sebuah tempat.


Obama berlari dengan tergesa menuju tempat tersebut, dan benar saja. Ia melihat lelaki itu sedang menikmati pisang yang sudah masak dari panen terakhir.


"Rohan!" panggil Obama dengan sigap memasuki rumah kaca.


"Kau?" jawabnya dengan kening berkerut dan pisang dipangkuannya.


PLAK!


"Agh! Kau memukulku?!" pekiknya dengan mata melotot karena Obama berani memukul kepalanya hingga lelaki itu terkejut.


"Kenapa sudah bangun? Dicariin ke mana-mana malah duduk manis menikmati sajen di sini. Itu pisang terakhir punya Fara. Bisa disate kamu sama dia. Kita cek kesehatanmu dulu, malah nguntal," sahut Obama yang membuat Rohan kebingungan dengan pisang dalam mulutnya.


Rohan ditarik paksa keluar dari rumah kaca menuju ke ruang medis. Rohan diminta berdiri dan merentangkan tangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

__ADS_1


Rohan hanya memakai celana dalaam saja selama proses pemindaian fungsi organ dalam.


"Aku lapar," keluhnya.


"Diem. Ini karena kamu bangunnya kecepetan. Banyak hal buruk terjadi sama orang-orang yang bangunnya gak sesuai jadwal. Mereka cacat organ dalam dan mati," tegas Obama tampak serius dengan sebuah alat suntik dalam genggaman.


Rohan terdiam dan mengangguk pelan. "Wow! Wow! Kau mau apa?" tanyanya terlihat panik.


"Ambil sampel darahmu. Penakut, jarum doang ini. Fara malah ribuan jarumnya, di kepala lagi. Ngeri 'kan?" jawabnya menakut-nakuti.


"Fa-Fara? Fara adiknya King D? Puteri Tobias dan Lysa? Apakah dia juga sudah bangun?" tanyanya terkejut.


"He-em. Udah cepet. Otong butuh bantuanmu buat temenin terbangin helikopter ke tempat King D dan kawan-kawannya. Otong juga mau berkunjung ke makam pakde Hakim. Dia tewas pagi tadi karena serangan monster di Oasis," jawab Obama yang dengan sigap menusuk lengan bawah Rohan menggunakan jarum suntik untuk mengambil darahnya.


Rohan diam seperti mencoba untuk menelaah tiap ucapan dari Obama di mana ia juga sudah mengerti bahasa Indonesia campuran karena wabah bahasa alien Eko menyebar ke seluruh jajaran.


"Kaubisa jelaskan padaku saat kita terbang nanti? Aku belum begitu paham dengan situasinya," pinta Rohan menatap Obama lekat, dan lelaki gundul itu mengangguk pelan.


Hasil pengecekan organ dalam Rohan dan darahnya menyatakan jika dia baik-baik saja. Hanya tekanan darahnya di bawah rata-rata sehingga merasa linglung dan mual.


Obama meminta Rohan untuk menikmati hidangan seraya memberikan pakaian di mana ia belum diizinkan mandi sampai seluruh fungsi tubuhnya berjalan normal.


Rohan memahami prosedur itu dan menuruti perintah Obama yang sebenarnya, tak selevel dan tak seumuran dengannya. Namun sepertinya, Rohan lupa hal itu.


Sore itu, Obama terbang menggunakan helikopter militer yang ditemukan olehnya di hanggar kediaman Javier.


Rohan baru sadar, jika sang Sultan ternyata memiliki beberapa jenis kendaraan milik pemerintah.


"Em, Otong. Jika aku tak salah ingat. Kejadian terakhir ketika Arjuna mengalahkan Hendrik, kita melakukan beberapa kerjasama dengan pihak militer. Apakah itu benar?" tanya Rohan memastikan. Obama mengangguk cepat.


"Helikopter ini sultan sengaja minta biar dia dianggap satu koloni dengan para militer pemerintah. Makanya, kita terbang pakai ini aja. Soalnya, kasus sebelum-sebelumnya, pakai helikopter King D, kita diserang oleh drone. Nah, Otong jadi mikir, bisa jadi itu drone milik pemerintah yang sengaja diterbangkan di sekitar kediaman sultan buat pastiin tempat ini aman. Mungkin mereka anggap, kita-kita ini ancaman jadi diserang," sahutnya, dan Rohan mengangguk paham.


Selama penerbangan di atas langit Oman, mata Rohan menyipit. Ia tampak serius ketika melihat keadaan di bawahnya di mana tak terlihat manusia meski beberapa pergerakan terpantau seperti mengejar helikopter mereka.


"Apakah ... itu para monster?" tanya Rohan serius.


"Hem. Mereka masih hidup sampai sekarang. Itulah alasannya kenapa Otong dan King D dibangkitkan sama si kembar anak Brian-Lopez. Eh, tapi nanti jangan kaget ya. Ada yang keren dari beberapa orang-orang kita. Mereka punya kekuatan super!" seru Obama yang membuat Rohan melebarkan mata.


"Kekuatan super? Maksudnya?" tanya Rohan tampak terkejut.


Selama penerbangan, Obama Otong dengan antusias bercerita tentang keadaan selama ia terbangun dari tidur panjang.


Rohan tampak serius mendengarkan seraya duduk di bangku co-pilot membantu Obama Otong menerbangkan helikopter militer tersebut.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



Uhuy makasih tipsnya😍 Jadi cemangat pagi2 karena melihat koin emas recehan berkilau di notifikasi. Kwkwkw. Matrenya mbak Vesper nular gak ilang2😆 Tengkiyuw, lele padamu😘 Ditunggu tips lainnya😁


__ADS_2