KING D

KING D
Gadis Yang Bersinar*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


King D yang tak sadarkan diri dan membuat kekuatan menghilangnya muncul, mengakibatkan anggota Red Ribbon tak berhasil menemukannya termasuk anak buah Sengkuni. Namun, hewan-hewan penghuni sekitar yang mampu bertahan dari wabah monster, menyadari keberadaan pria bermata hitam itu. Sekumpulan hewan pengerat berkumpul mengerubungi tubuh King D seperti membangunkannya.



Seketika, mata pria itu terbuka. Corak warna pada korneanya kini berubah tiap kali berkedip yang menandakan kekuatannya telah menyatu dalam tubuh. King D yang telah sadar melirik ke kanan dan ke kiri dalam posisi tengkurap. Ia melihat beberapa tikus berkumpul di sekitarnya. Pria itu perlahan bangun dan menatap hewan-hewan itu saksama dalam posisi duduk di lantai.


"Cit! Cit! Cit!"


Kening King D berkerut. Ia seperti memahami ucapan dari salah seekor tikus itu. Kepala pria itu mendongak ke atas dan terlihat sebuah lubang besar pada atap bangunan. Putra Javier baru menyadari jika malam telah datang dengan kegelapan menyelimuti sekitar. King D diam sejenak mencoba mengingat kejadian terakhir hingga ia berada di tempat itu.


"Emph, bau apa ini?" tanyanya yang tiba-tiba mengendus.


Hidungnya bergerak dengan kepala mulai mengikuti aroma seperti vanila. Kornea merah di matanya menyala dan membuat pria tersebut bisa melihat dalam kegelapan. King D merangkak mendekati bau tersebut hingga keluar dari bangunan.


"Di sana!" pekiknya yang langsung dengan sigap berlari kencang menuju ke arah bau tersebut.


Ia merasa jika sosok yang memiliki bau layaknya selai itu bukanlah ancaman. King D bisa merasakan sosok itu membawa kedamaian. Namun seketika, langkahnya terhenti karena aroma itu bergerak seperti menyadari kedatangannya. Kepala King D menoleh ke sisi kanan ke arah bangunan bertingkat. Pria itu lalu memejamkan matanya lagi, dan seketika, mata silver-nya muncul.


"I-itu ...," ucapnya tertegun karena mata peraknya bisa menembus dinding bangunan dan melihat sosok yang sedang menaiki tangga menuju ke atap. "Itu Diana!" pekiknya yang segera berlari kencang tak ingin kehilangan jejak putri dari Sandara-Sun.


King D berlari kencang menggunakan kemampuan mata merahnya. Ia melihat Dayana terus menaiki tangga seperti tergesa entah apa yang dipikirkan. King D yang takut kehilangan jejak gadis itu, menggunakan kemampuan sepatu magnet dengan berjalan di dinding agar bisa menyusul.


"Diana!" teriaknya lantang. Namun seketika, "Emph!"


"Ssttt, diam!" pekiknya dengan suara tertahan dan membungkam mulut King D rapat.


Pria itu sampai melotot karena terkejut akan kemunculan Dayana yang tiba-tiba. Saat Dayana menarik tubuh King D, DUAKK!


"Ugh!" rintih pria itu karena malah menghantam dinding.


"Ups. Maaf, aku lupa jika ... kau tak bisa menembus dinding sepertiku," jawabnya dengan senyuman.


King D sampai membuka dan menutup matanya karena kaget serta merasakan sakit di wajah akibat benturan kuat. Dayana melepaskan tangannya di pakaian King D dan kembali masuk di balik dinding. Pria itu masih kaget, tapi bergegas memanjat dinding dengan berlari seolah ia memijak tanah.


"Kemari," ajak Dayana di balik sebuah jendela yang ia buka sebagai jalan masuk teman satu jajaran.

__ADS_1


King D menyelinap masuk dan menutup jendela itu kembali. Ia melihat wajah Dayana yang bercahaya putih seperti memancarkan sinar. King D yang terpaku akan kecantikan putri Sandara, tak sadar jika di samping gadis itu tergeletak Toras Red Ribbon yang menatapnya tajam.


"Aku laporkan pada Irina jika kau selingkuh mata," sindirnya.


Praktis, ucapan Toras membuat mata King D langsung melirik ke arahnya. "Paman! Kau selamat!" pekiknya.


"Ssttt! Kenapa kau berisik sekali?" tanya Dayana menatap King D tajam dengan wajah sebal, tapi tetap terlihat cantik.


"Ma-maaf," jawabnya sungkan.


Dayana tersenyum tipis. King D melihat Toras sudah diobati dan ia yakin jika Dayana yang melakukannya. King D kembali menatap gadis cantik itu lekat.



"Diana. Apakah kau tahu, jika Sengkuni mengincarmu?" tanya King D menatapnya serius. Gadis cantik itu mengangguk pelan. "Apa kau tahu alasannya?" Dayana mengangguk lagi. "Jadi ... kenapa?"


"Akan kuberitahu jika kau berhasil melumpuhkannya," jawab Dayana tenang seraya menutup atas tas yang memiliki besi magnet. Tas putih itu seperti milik Junior.


"Aku tak ingin membunuhnya. Bagaimanapun, dia masih keluargaku," jawab King D serius.


"Kenapa demikian?" tanya King D serius.


"Akan kuberitahu jika kau berhasil melakukan yang kuminta tadi," jawabnya yang membuat King D berwajah masam seketika. "Dengar, D. Kau seorang petarung, sedangkan aku bukan. Aku dan Junior tak memiliki kemampuan itu. Kami sekedar melindungi diri. Kau tak setega itukan memintaku untuk bertempur sampai berdarah-darah?" tanyanya dengan wajah memelas.


King D dan Toras tersenyum tipis.


"Em ... jadi ... sekarang bagaimana?" tanya King D menatap Dayana lekat.


"Kau bertanya padaku? Kau pemimpinnya," jawab Dayana berkerut kening.


"Aku ... hempf, entahlah, Diana," jawab King D lesu dengan pandangan tertunduk. Toras diam menatap keduanya bergantian seraya menahan sakit. "Semua hal yang kulakukan, hanya memperburuk keadaan. Orang-orang terluka bahkan ada yang tewas. Aku tak bisa melindungi mereka seperti harapan nenek dan lainnya."


"Hal sama juga terjadi padaku, Paman Toras, dan lainnya. Oleh karena itu, kita saling membantu dan melengkapi. Sejauh ini, kau sudah melakukan hal yang benar, King D. Jadi, lanjutkan. Meski kau merasa payah, tapi ibuku percaya padamu. Jangan kecewakan dia dan kami. Lumpuhkan Gusti, dan aku akan menolongmu dari balik dinding," ucapnya dengan senyuman.


"Benar, D. Kau memiliki kemampuan super. Lakukan seperti rencanamu untuk menjatuhkan Sengkuni. Jika kau merasa tak perlu membunuhnya, buatlah dia tak berdaya. Aku tak tahu caranya, tapi pasti kau bisa melakukannya. Biasanya, hal tak terduga sering terjadi ketika keadaan terdesak," imbuh Toras.


"Jadi ... kenapa kau tak meminta tolong kepada anak buah barumu? Mereka siap membantu," ujar Dayana seraya melirik para tikus yang ternyata mengikuti King D saat mengejar putri Sun tersebut.

__ADS_1


"Heh. Kau mengingatkanku pada Tora jika berurusan dengan tikus. Dia seperti pemimpin mereka. Kau mungkin penerusnya," sahut Toras yang membuat King D dan Dayana terkekeh pelan.


"Pergilah. Aku dan Paman Toras akan mengikuti di belakang. Aku akan muncul saat waktunya tiba, dan asal kau tahu. Kau tak sendiri. Semuanya sedang menuju kemari untuk membantumu. Kami percaya padamu, D," ucap Dayana yang membuat wajah pria itu berseri seketika.


"Terima kasih."


"Pergilah," pinta Dayana, dan King D mengangguk mantap. "Dan ini. Aku membawakannya khusus untukmu."


Dayana memberikan sebuah pedang berwarna putih dan berbentuk layaknya Silent Blue dan Gold. King D menatap benda itu saksama.


"Kau tahu apa itu?" tanya gadis berambut hitam tersebut.


"Ya. Silent Sharrow," jawabnya seraya menerima pedang putih bercahaya laser itu.


"Benda itu hanya dibuat tiga oleh ibuku. Kini, kau menggunakan pedang miliknya. Bijaklah dalam memakai. Semoga berhasil," ucap Dayana menyerahkan senjata baru untuk King D.


Pria itu mengangguk paham dan segera bangkit. Dayana mengambil setumpuk pakaian berwarna putih yang senada dengan pedang itu. King D mengambilnya dan menatapnya saksama.


"Sudah dipersiapkan oleh Jordan untukmu. Mereka berdua mengandalkanmu, D," ucap Dayana yang membuat King D menatap putri Sun saksama.


"Dari cara bicaramu. Sepertinya ... kau, Sandara dan Jordan mengetahui hal ini akan terjadi. Apakah tebakanku benar? Kau juga tak kaget saat melihatku termasuk perubahanku," tanya King D menatap Dayana lekat.


Gadis berwajah Asia itu mengangguk. Tentu saja, pengakuannya membuat Toras dan King D terkejut seketika.


"Lakukan saja yang kuminta. Akan kuberitahu setelah kau berhasil menjatuhkan Sengkuni," ucapnya dengan jawaban yang sama untuk ketiga kalinya. King D mengangguk paham.


"Sampai jumpa," ucap King D setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian tempur berwarna putih berikut pedangnya.


"Kau terlihat keren, D. Gunakan kemampuan menghilangmu. Pakaian itu cukup mencolok jika kau menunjukkan kedatanganmu secara terang-terangan," ujar Dayana masih duduk di samping Toras.


King D melihat para tikus menuruni tangga. Pria bermata hitam itu bergegas mengikuti mereka. King D yang sudah bisa mengendalikan perubahan mata dari beberapa kemampuannya, dengan cepat bertindak. Sesampainya di pintu keluar, ia menggunakan kemampuan menghilang. Para tikus yang masih bisa merasakan keberadaan King D, bergerak membawanya menuju ke suatu tempat yang tak diketahui oleh putra Lysa tersebut.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2