KING D

KING D
Bonus Play AB-1


__ADS_3

Wah gak nyangka banyak yg play audiobook lele. makasih ya ❤️ yg belom play dan kasih like, segera ya. Sesuai janji dan perhitungan kalian akan dapat 3 eps bonus. smg lele bisa segera kasih. crazy up gitu 😆



---- back to Story :


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Di sisi lain, tempat Nero, Sig dan Neil berada.


Tiga mafia muda itu jatuh dari ketinggian akibat tombak JERA meledakkan salah satu sisi badan pesawat dan menghisap penumpang yang duduk dekat lubang ledakan.


Beruntung, tiga pemuda itu selamat meski kini harus dihadapkan dengan luapan air laut yang siap menenggelamkan mereka karena jatuh di Laut Arab. Tiga remaja yang belum terlatih sebagai petarung itu pun dibuat tak berdaya saat kepanikan melanda dan menyebabkan hilang arah.


"Hah, hah, uhuk! To-tolong!" teriak Nero panik karena tak terbiasa berenang di laut.


Hal serupa juga terjadi pada Sig dan Neil. Meskipun Sig sering dilatih oleh Kim Arjuna dan ia sebenarnya bisa berenang di lautan, tapi mengingat dirinya dalam kondisi terguncang, pemuda itu seakan lupa dengan semua yang diajarkan oleh ayah tirinya.


Tubuh tiga pemuda itu timbul tenggelam di lautan, padahal jarak dengan daratan tak begitu jauh. Saat Neil sudah tak sanggup bertahan karena kelelahan akibat banyak bergerak agar tetap terapung, tubuhnya perlahan tenggelam.


"Hah, hah, Neil! Neil!" panggil Sig panik karena sahabatnya tampak lesu ketika tertelan limpahan air itu. "Nero! Nero!" teriak Sig yang berusaha agar tak tenggelam seperti kawannya.


"Emph! A-aku ... aku tak bisa bertahan lebih lama lagi," jawab Nero yang ikut kelelahan.


Saat Sig mulai menelan air laut, tiba-tiba, SPLASH!


"Ohok!"


"Woah! Apa itu?" pekik Sig saat melihat sosok yang baginya tampak mengerikan seperti manusia setengah ikan. Lebih buruk ketimbang Jason.


Mata Sig melebar saat melihat sosok itu menarik tubuh Neil dan Nero ke perairan dangkal. Sig tiba-tiba terlihat mampu untuk berenang. Ia segera menggerakkan tangan dan kakinya seperti ajaran Arjuna untuk mengikuti makhluk buruk rupa yang membawa dua kawannya.

__ADS_1


"Hah, tung-tunggu! Hah, tunggu!" engahnya seraya terus berenang berusaha mengejar, tapi kecepatan berenang makhluk itu sangat luar biasa seperti meluncur bagaikan misil yang dilontarkan.


Sig tertinggal jauh, tapi ia bisa melihat saat sosok itu meletakkan dua kawannya ke tepi pantai. Senyum Sig terkembang ketika Nero dan Neil tampak baik-baik saja karena mereka batuk-batuk di tepi pantai. Saat Sig sudah mulai bisa mengendalikan mentalnya, matanya melebar saat menyadari jika sosok bersisik itu tak ada bersama dua kawannya. Sig yang masih mengapung melihat sekitar dengan jantung berdebar dengan perasaan takut.


Tiba-tiba saja, "Aaaa!" teriaknya panik ketika mendapati sosok itu sudah berada di depannya dengan setengah tubuh bagian atas terlihat.


Sig ketakutan dan menjaga jarak dengan makhluk itu. Sedang sosok itu menatapnya lekat tanpa berkedip layaknya ikan.


"Ka-kau ini manusia atau alien atau ...," tanyanya spontan.


"Kau orang 13 Demon Heads?" jawab sosok itu tiba-tiba.


Sig terkejut, tapi mengangguk membenarkan. Sosok itu masih menatap Sig lekat.


"Seingatku, ada markas 13 Demon Heads di India. Pergilah ke sana untuk mencari perlindungan," ucapnya.


"Kau ini siapa?" tanya Sig curiga.


"Kau tahu tentang hal itu? Jadi ... kau memihak jajaranku untuk melawan Hope?" tanya Sig sumringah. Sosok itu mengangguk pelan. "Oke, aku mau. Hanya saja, siapa namamu? Aku bingung memanggilmu," tanyanya gugup.


"Romeo. Panggil saja aku Romeo. Dan kau?"


"Ah, Romeo. Nama yang keren. Oh, aku Sig. Lalu kawanku yang sebelah kanan itu Neil, dan yang sebelah kiri Nero," jawabnya seraya menunjuk di kejauhan.


"Salam kenal. Baiklah, aku masih ada urusan. Pergilah ke sisi Selatan. Kalian akan menemukan kapal dengan tanda huruf R di bagian depan. Itu kapalku. Naiklah ke sana dan tunggu kabar dariku," terangnya.


Sig mengangguk mantap, tapi kemudian terkejut lagi saat sosok manusia setengah ikan bernama Romeo hilang dari pandangan usai ia menyelam. Jantung Sig berdebar karena masih merasa ngeri dengan kawan barunya itu. Sig bergegas berenang ke pantai dan menginformasikan hal ini pada dua kawannya. Tentu saja hal mengejutkan itu membuat Neil dan Nero melebarkan mata.


"Aku tak melihat sosoknya karena aku panik dan takut tenggelam. Apakah dia mengerikan?" tanya Nero dengan tubuh basah kuyup.


"Ya, begitulah, tapi aku rasa dia baik. Aku seperti pernah mendengar nama Romeo. Siapa ya, tak asing," sahut Neil dengan bola mata naik ke atas karena serius berpikir.

__ADS_1


"Romeo Juliet?" tebak Nero, tapi membuat Sig dan Neil berdecak sebal. Nero meringis karena dugaannya salah.


Saat mereka sedang memeras pakaian yang basah, tiba-tiba saja sebuah jaring berisi banyak ikan dilempar dari air. Tiga pemuda itu sampai terperanjat dan menjauh dari bibir pantai. Mata Neil, Nero dan Sig melebar saat melihat sekilas sosok Romeo yang dikatakan seram seperti penuturan Sig.


"Oh! Dia memberikan kita makanan, tapi ... masih mentah," ujar Neil seraya mendekat dan melihat ikan-ikan hidup itu bergerak lincah akibat kekurangan oksigen.


"Mungkin dia takut kita kelaparan. Aku akan bawa ikan ini. Kalian kumpulkan kayu bakar selama perjalanan. Kurasa kita akan membutuhkannya untuk memasak nanti," ujar Sig dan diangguki dua kawan lelakinya.


Sig lalu mengajak dua kawannya pergi ke lokasi tempat Romeo menginformasikan jika ada kapal berlabuh tak jauh dari tempat mereka berada. Tiga mafia muda itu berlari kecil menyusuri tepi pantai seraya memunguti ranting untuk membuat api unggun. Namun, jarak yang dikabarkan oleh Romeo tak seperti yang mereka duga karena ternyata jauh sekali. Para pemuda itu hampir putus asa karena tak menemukan kapal itu sampai matahari hampir tenggelam.


"Ayo! Kita jalan lagi," ajak Sig meski tak bisa menutupi rasa lelahnya seraya mematikan bara api unggun.


"Manusia ikan gila! Apanya yang dekat? Kita menyusuri tepian bahkan hampir tak beristirahat!" pekik Neil kesal dengan keringat bercucuran usai menikmati ikan bakar hasil pemberian Romeo sebagai bekal perjalanan.


"Sudah, jangan banyak mengeluh. Kita harus segera sampai di kapal sebelum malam. Ayo!" ajak Sig berkesan memaksa. Nero dan Neil pasrah karena tak punya pilihan lain.


Tiga remaja itu kembali berlari usai mengisi perut. Ketika kegelapan datang, akhirnya apa yang diharapkan oleh tiga pemuda itu terwujud. Sebuah kapal terlihat berlabuh dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan Romeo. Para mafia muda itu bernapas lega dan segera menaiki kapal.


"Oh! Ada catatan di sini!" pekik Neil saat menemukan sebuah surat dengan tulisan Romeo.


Sig dan Nero mendekat. Mereka membaca isi surat dengan saksama.


"Dia meminta kita menjalankan kapal ini sampai ke Mumbai. Katanya akan ada pesawat yang mengangkut orang-orang 13 Demon Heads. Kita harus bergegas ke sana sebelum fajar atau akan tertinggal untuk penerbangan menuju Australia!" pekik Sig usai membaca isi surat tersebut.


"Benarkah? Wah, gawat! Lalu ... kita harus bagaimana? Aku tak bisa mengemudikan kapal," sahut Neil panik.


"Aku bisa. Ini mudah," ucap Nero yang membuat dua kawannya terbengong.


Ternyata, yang diucapkan oleh Nero benar. Pemuda itu bisa mengemudikan kapal. Nero bercerita petualangannya bersama sang kakek saat menyusuri sungai di Rusia hingga bertemu tim King D. Sayang, kisah petualangan seru itu berakhir ketika Bojan meninggal dunia.


"Kami turut berduka. Kakekmu sepertinya orang yang asyik. Sayangnya aku tak mengenalnya," ucap Sig sedih.

__ADS_1


Nero menjawabnya dengan senyuman dan berusaha agar tak menangis. Kapal terus melaju menerobos kegelapan dengan cahaya lampu kapal. Sig dan Neil yang kelelahan, membiarkan Nero menahkodai kapal sampai larut malam. Hanya saja, hal tak terduga terjadi. Nero yang mengantuk, tak sadar saat kapalnya melaju sendiri karena ia tertidur di bangku kemudi.


__ADS_2