KING D

KING D
Hilangnya Kemampuan


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Saat dendam dalam diri Hope mulai membara karena teringat akan kejadian silam yang merenggut isteri dan anak perempuannya, tiba-tiba saja, ia merasakan tabungnya bergoyang dengan kencang. Suara seperti ada benda yang dirusak terdengar dari luar tabung. Hope semakin kuat menggenggam belati dari sosok yang melukai tangannya kala itu sebagai perlindungan diri.


"Oh!" kejutnya saat ia merasakan tabungnya terdorong ke atas menuju permukaan.


Hope berpegangan kuat di dalam tabung karena merasa ada sesuatu yang menolongnya. Perlahan, mata Hope menyipit karena cahaya silau dari matahari.


SPLASH!


Hope terkejut saat melihat langit membentang luas di depan matanya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari tahu, siapa atau sesuatu yang menolongnya.


DUK!


"Hah!" kejut Hope untuk kesekian kali saat melihat sebuah tangan besar, tapi memiliki selaput layaknya katak menempel pada penutup kaca tabung.


Mata Hope melebar saat merasakan tabungnya seperti terdorong dan mulai melaju layaknya kapal. Jantung pria itu berdebar, tapi tak bisa melakukan apapun selain siaga. Namun, siapa sangka jika pelayaran Hope memakan waktu lama hingga matahari akan terbenam. Hope yang lelah dan mengantuk, perlahan memejamkan mata dan tertidur.


Sedang di tempat King D berada.


Putera dari Javier tersebut masih berada di tepi pantai. Tubuhnya berulang kali tersapu ombak yang membuatnya tersadar. King D melihat sekitar di mana langit sudah gelap dan kesunyian menyelimuti wilayah itu. King D berusaha untuk bangkit, tapi seluruh tubuhnya terasa sakit.


Pria itu mencoba untuk berguling ke samping dan berhasil, meski susah payah. King D menatap langit malam yang dipenuhi cahaya bintang. Perlahan, perasaan sedih, duka, dan kecewa menghampiri hatinya. Ia merasa gagal menjadi sosok pemimpin dan pelindung bagi jajaran.


Terlebih, Irina juga ikut direnggut dari dirinya. Mata pria itu mulai berlinang. Namun, ia langsung memejamkan matanya rapat. Ia tak mau air mata penyesalannya menetes. Ia harus tetap tegar dan kuat seperti ajaran dari sang ayah—Javier. Terlintas ucapan sang ayah yang selalu ia ucapkan berulang kali sebagai pengingat atas siapa dirinya.


"Kau adalah penerus dari kerajaan Alsahra. Kau adalah calon penggantiku yang sah, King D. Kau memiliki tanggungjawab besar atas kekuasaanku, wilayahku, dan kekayaanku. Semua hal yang kumiliki di dunia ini hanya titipan Allah dengan perjuangan dan warisan kakekmu. Nantinya, akan kuturunkan padamu. Baba tahu jika semua hal besar dan tampak mengagumkan itu akan menjadi bebanmu. Namun, percayalah, kau pasti bisa mengelolanya meski terasa sulit di awal. Oleh karena itu, ayo, selagi Baba masih hidup, akan kuajarkan semua hal yang Baba tahu," ucap Javier kala itu kepada sang anak sejak King D berusia 15 tahun.

__ADS_1


King D membuka matanya perlahan. Ia berusaha menenangkan hati dan mengumpulkan semangatnya lagi agar bisa menepati janji kepada sang ayah. King D mulai bangkit meski harus menahan rasa sakit akibat gigitan Sengkuni bak vampir. Pria itu juga merasakan jika kekuatannya memudar. Penglihatannya tak setajam dulu.


Ia mendatangi lautan dan melihat pantulan wajahnya dalam genangan air. Tebakannya benar jika matanya yang berwarna biru dan merah sudah tak ada lagi. Entah kenapa King D merasa hal itu buruk baginya. Ia mulai terbiasa menggunakan kekuatan itu.


Namun, pria itu tak menyerah. Ia mencoba mencari tahu apakah masih ada kekuatan yang tersisa dari serum unik dalam tubuhnya itu.


"Aku harus menyelamatkan Irina dan lainnya. Orang-orang dalam jajaran harus diperingatkan. Aku harus segera pergi dari tempat ini," ucap King D memotivasi diri.


Pria itu menarik napas dalam. Ia melihat banyak bangunan di kejauhan dan bermaksud untuk mendatanginya, meski berisiko bertemu para monster di sana. Namun, ia harus mencari cara agar bisa keluar dari pulau itu hidup-hidup dan mendatangi salah satu markas terdekat.


"Oke. Kau akan baik-baik saja, D. Kita harus pergi dari pulau ini. Sekarang, pergi ke kota dan kumpulkan bahan makanan serta persediaan," ucapnya pada diri sendiri.


King D memanfaatkan rantai besi yang masih membelenggunya sebagai senjata. Ia berlari mendatangi tiap perahu di tepi pantai untuk mencari apapun yang bisa digunakan sebagai penunjang hidup.


"Oh! Aku membutuhkannya," ucap King D saat mendapati sebuah tas dengan beberapa pakaian dan alat mandi di dalamnya meski produk tersebut sudah kadaluwarsa.


Pria itu berlari kecil menyusuri pinggir pantai. Kekuatan berlari cepatnya hilang, bersamaan kemampuan penciuman tajam serta mata merah birunya. Meski demikian, ia merasa jika kemampuan mata silver-nya masih ada, tapi enggan menggunakan karena takut melukai dirinya sendiri atau bahkan manusia lain yang mungkin masih selamat.


King D menelusuri pantai dengan hati-hati dalam gelapnya malam. Ia sengaja tak menggunakan penerang sampai merasa dirinya aman. Langkah pria itu melambat saat memasuki wilayah pemukiman. Hanya pantulan cahaya bulan sebagai penerangnya malam itu.


Saat King D akan melangkah, "Oh!" kejutnya yang langsung bersembunyi di balik dinding.


Sosok yang dilihatnya seperti menyadari keberadaan putera Javier tersebut. Jantung King D berdebar, tapi malah membuatnya semakin penasaran karena ada manusia lain di tempat itu. Pria itu kembali mengintip, tapi sosok yang dilihatnya tadi menghilang. Praktis, King D langsung keluar dari persembunyian dan mencari keberadaan sosok tak dikenalnya karena memakai pakaian hitam, tapi wajahnya bersinar bagai mutiara.


"Siapa dia?" tanya King D berbisik.


Pria itu kembali berjalan mengendap. Mencoba untuk tetap berada di tempat yang disinari cahaya. Jantungnya berdegup kencang. Khawatir, sosok yang ditemuinya adalah ancaman. Mengingat Sengkuni seperti sengaja meninggalkannya di pulau itu.

__ADS_1


"Sial. Gelap sekali. Ini berbahaya. Baiknya aku fokus mencari persediaan," bisik King D pada dirinya sendiri.


Pria itu merelakan penyelidikan atas orang yang tak dikenal. Ia hanya ingin cepat-cepat pergi dari pulau itu dan bertujuan menyeberang sampai ke benua Afrika. King D memasuki beberapa rumah dengan sengaja membuka pintu dan jendela lebar sebagai pertanda sudah ia masuki. Ia meninggalkan tanda K pada dinding depan yang berarti jika hunian tersebut sudah ia datangi.


"Oh! Ada telepon satelit!" pekiknya dengan suara tertahan ketika mendapati alat komunikasi tersebut tergeletak di atas meja.


Seketika, mata King D membulat. Alat itu masih memiliki baterai dan ternyata, bisa tersambung. Senyum King D merekah. Ia segera menghubungi markas terdekat yakni Oman. Tempat Rohan dan para militer Timur Tengah gabungan berada.


"Halo?"


"Ini aku, King D!" jawabnya langsung memekik.


"D? Kaukah itu? Benarkah?" tanya sosok di seberang.


"Ya! Rohan. Aku berada di Cape Verde. Hanya saja, pulau apa tepatnya aku tak begitu yakin. Bisa kau jemput aku?" tanya King D penuh harap.


"Tentu saja. Aku akan kirimkan tim Oman-1 untuk menjemputmu. Bertahanlah!"


"Baik. Aku akan memberi tanda di pantai dengan— aaaa!"


"D? King D!" panggil Rohan panik karena putera Lysa tersebut tiba-tiba berteriak histeris seperti hal buruk terjadi padanya.


***


wah dpt tips😍 tengkiyuw ya❤️ Dan terima kasih doanya para LAP. Baby Zacky akhirnya sudah pulang ke rumah. Alhamdulillah 🙏


__ADS_1


__ADS_2