KING D

KING D
Kemampuan Baru*


__ADS_3


Pagi itu, helikopter rombongan King D telah sampai di Pelabuhan Nhava Sheva, India. Ternyata, tim dari Souta yang beranggotakan lima orang Rusia telah bersiaga di tempat tersebut mengamankan wilayah.


King D menjabat Souta dan orang-orang yang pernah ia selamatkan kala itu. Souta menatap para lelaki dan wanita yang berhasil dibebaskan dari sekapan Hope di kapal selam usai mendengar kabar mengejutkan semalam.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Oh! Tuan Yohanes?" pekik Souta saat ia mengenali kakak dari Lucy tersebut.


"Halo, Souta. Wah, kau ... awet muda! Tak berubah sama sekali. Hanya ... kulihat rambutmu tumbuh subur tak seperti lelaki di sana yang terkikis saat keluar dari tabung," ledek Yohanes seraya menunjuk Obama.


"Awas kualat loh, Om," balas Obama tak mau disindir.


Semua orang terkekeh. Para nelayan dari kelompok Yohanes diperkenalkan satu per satu.


Meskipun mereka berbicara dengan bahasa Arab, tapi orang-orang itu paham karena terbantu oleh alat translator.


"Kalian ... juga diselamatkan oleh mereka dan kini menjaga India? Begitu?" tanya seorang nelayan dengan kumis hitam tebal.


"Ya. Dan asal kalian tahu, lelaki Jepang bernama Souta itu sangat hebat. Dia mengajarkan kami cara bertahan hidup dan bertarung melawan para monster. Kami berhasil membunuh beberapa monster saat perjalanan kemari," ucap lelaki dengan rambut gondrong bernama Forest.


Tampak orang-orang mantan geng motor akrab dengan para nelayan dari kelompok Yohanes. King D bersama Souta terlihat serius berbicara di dalam helikopter bersama yang lain.


Perubahan pada diri Fara dan Jason ikut diceritakan pada lelaki asal Jepang tersebut. Terlihat, Souta seperti mencoba untuk memeriksa kondisi Fara dan Jason layaknya seorang dokter.


"Ada dampak lagi dari tabung ya," gumannya terlihat serius berpikir.


"Namun, sepertinya sedikit berbeda dengan Jason. Dia berubah karena suntikan dari kotak medis Elios. Padahal, Chen saat itu sudah menggunakan serum yang tepat karena memang dituliskan sakit kepala," ucap King D serius.


Souta mengangguk pelan. "Bisakah aku melihat serum yang tersisa 9 buah itu?"


Obama segera memberikan kotak tersebut. Souta melihat satu per satu serum itu yang ternyata memiliki warna berbeda.


Memang pada bagian tabung kaca tersebut dituliskan kegunaan serum tersebut seperti, diare, batuk, flu, demam, sariawan, migren, infeksi (tetanus), asthma, dan muntaber.


"Hem. Serum ini untuk mengobati penyakit ringan," ucap Souta menilai.


"Ya, itu benar," jawab King D dengan anggukan.


"Mungkinkah ... ada campuran lain?" tanya Souta curiga.


"Itulah yang kami tak tahu. Oleh karena itu, King D meminta kepada kami agar tak menggunakannya sampai diketahui kandungan di dalamnya," jawab Yohanes.


Souta mengangguk setuju. Mereka berjaga di sekitar dermaga pagi itu sembari menunggu dari tim Marco-Polo yang akan menyeberang menggunakan helikopter.


Rohan ingin menitipkan beberapa perlengkapan kepada tim yang bertugas kepada regu Oman yang dikirimkan olehnya saat pengantaran.



Lagi-lagi, orang-orang itu menggunakan fasilitas kamar yang berada di kapal kargo sebagai tempat istirahat.

__ADS_1


Ada sebuah ruangan luas dengan beberapa kasur tambahan di lantai dan sofa panjang di dalamnya.


Mereka bergantian berjaga mengingat banyaknya aktivitas yang terjadi sejak nama Hope muncul dan dianggap sebagai ancaman.


"Aku cukup yakin jika masih ada sandera lain atau anak buah Hope yang berhasil lolos dari serangan kalian," ucap Souta menilai.


"Ya, itu benar," jawab salah seorang nelayan asal Qatar bernama Umam. "Setelah Yohanes ditugaskan dan tak pernah kembali, ada sekitar 5 orang yang berhasil diselamatkan oleh orang-orang Hope. Mereka dari Kuwait. Seingatku, para wanita itu diberangkatkan lebih dahulu dengan kapal entah menuju ke mana. Sejak perginya Yohanes, sikap orang-orang Hope berbeda. Mereka menjadi kejam dan tak segan memukul jika kami tak menurut."


"Ini gawat. Hope berhasil mengumpulkan orang-orang yang selamat dan akan mengubah mereka menjadi monster entah apa tujuannya. Selain itu, para nelayan ini sebelumnya juga dipasangi chip olehnya. Mereka dijadikan semacam ... bom berjalan. Aku cukup yakin jika pengendali itu berada di tangan Hope," tegas Jason menduga.


"Chip itu berhasil dilepas 'kan?" tanya Umam terlihat tegang.


"Kami berhasil menonaktifkannya. Sayangnya, kami tak bisa mencabut chip itu. Harus dilakukan semacam operasi dan peralatan kami tak memadahi. Selain itu, kami bukan dokter spesialis, jadi ... maaf, chip itu masih terpasang di tangan kalian," jawab Irina pelan.


Para nelayan itu tampak tegang, tapi mengangguk paham.


"Lalu ... soal ponselmu. Apa ada hal penting yang dimuat di dalamnya?" tanya Souta penasaran usai mendengar informasi dari King D jika Jason menemukan ponselnya dalam koper khusus.


"Ya. Aku ingat tentang ponselku. Benda ini terhubung dengan satelit Theresia yang berada di New York. Saat kucek terakhir, aku masih terkoneksi. Aku seharusnya bisa melacak tabung-tabung dalam jajaran Boleslav dan Theresia dengan ponsel ini. Sayangnya, ada yang aneh. Seingatku, ada sekitar 150 tabung, tapi ... hanya sepuluh yang terbaca. Sisanya tidak. Apakah ... sinyal-sinyal dari tabung itu tertutup oleh pemancar fatamorgana yang diaktifkan?" tanya Jason curiga.


"Ya, bisa jadi," sahut Yohanes dengan anggukan.


"Sepuluh tabung yang berhasil diidentifikasi. Siapa saja?" tanya Souta serius.


"Tabung milik Bykov, Maksim, Yuri, Brian, P-807, Galina, Merry, Marco, Polo, dan Lopez," jawab Jason menjabarkan.


"Dan semua tabung itu sudah terbuka," imbuh Irina.


Semua orang diam sejenak terlihat seperti memikirkan hal ini dengan serius. Saat mereka duduk melingkar di dekat helikopter, tiba-tiba saja, "King D! Otong! Apa kalian mendengar panggilanku? King D!"


Praktis, mata semua orang melebar. Obama dengan sigap masuk ke dalam helikopter dan duduk di kabin depan untuk membalas sambungan komunikasi tersebut.


"Otong di sini!" jawab Obama bergegas.


"Otong! Pulau Giamoco dikuasai oleh orang-orang tak dikenal! Kami berusaha melakukan serangan, tapi kalah jumlah dan persenjataan. Mereka memiliki senjata milik Vesper dan Boleslav! Selain itu, aku melihat helikopter dan kapal berhasil kabur saat pertempuran dan membawa beberapa tabung!" ucap Yusuke yang mengejutkan semua orang.


"Hope!" seru King D, Jason, Yohanes dan Souta bersamaan.


"Tinggalkan tempat itu, Paman! Nyawa kalian lebih berharga!" titah King D yang ikut panik karena penyerangan tak terduga itu.


"Hah, oke! Aku akan informasikan titik temu kita. Sebaiknya kita bertemu, D! Banyak yang harus kaulihat!" seru Yusuke terdengar kewalahan.


"Oke, aku akan bersiap!"


Panggilan terputus, tapi membuat jantung semua orang berdebar.


"Sekarang bagaimana?" tanya Fara ikut cemas.


"Kita harus segera menemui paman Yusuke! Hope sialan, apa maunya orang itu?! Jangan-jangan, drone waktu itu adalah kirimannya! Termasuk hilangnya tabung kedua orang tuaku yang juga dicuri olehnya! Tak bisa dimaafkan!" geram King D dengan teriakan lantang.


Seketika, matanya berubah warna seperti campuran hitam, biru, kuning dan putih. Praktis, hal itu mengejutkan semua orang.

__ADS_1



"D?" panggil Irina seraya menyentuh pundak sang kekasih karena napas King D memburu.


King D melotot tajam, tapi saat menatap paras ayu sang kekasih, perlahan tubuhnya yang menegang mulai tenang dan matanya kembali berubah menjadi merah dan biru.


"Kau tak apa?" tanya Fara ikut khawatir.


"Ya, aku ... tak apa," jawabnya seraya mengedip-ngedipkan mata.


Semua orang saling melirik meski terlihat tegang akan perubahan baru tersebut. Tangan Fara bahkan menyentuh punggung tangan sang kakak. King D melihat tangan sang adik yang perlahan melepaskannya.


"Kenapa?" tanya King D dengan kening berkerut.


"Ta-tadi ... kukumu tiba-tiba menjadi panjang dan runcing, tapi ... sekarang sudah kembali seperti semula," jawabnya gugup.


"What?!" pekiknya kaget dan langsung melihat dua tangannya.


"Sepertinya ... kau mengalami perubahan saat marah, D. Sebaiknya ... kau hati-hati. Jaga emosimu. Kita masih belum tahu dampak yang dihasilkan dari kemampuan tak lazim kita," ucap Jason mengingatkan.


King D mengangguk meski terlihat gugup. Ia melihat wajah orang-orang yang tampak takut akan sosoknya.


King D segera beranjak dan pergi meninggalkan helikopter di mana semua orang ikut mengerubungi benda terbang tersebut.


"Aku ... ingin istirahat sebentar di kamar sembari memikirkan pembagian tugas untuk misi berikutnya," jawabnya seraya memunggungi semua orang.


"Aku antar," ucap Irina, dan King D mengangguk pelan.


Ritz dan tiga orang nelayan dari kelompok Yohanes masih terlihat pulas dalam tidurnya di kamar. Irina merebahkan King D di sofa panjang lalu bersimpuh di sampingnya.


"Kita akan menemukan solusinya. Bukankah ... selalu seperti itu dan kita berhasil?" ucap Irina menenangkan seraya mengelus kepala sang kekasih lembut.


King D tak menjawab dan memeluk perut Irina dari samping terlihat seperti sangat membutuhkannya. Irina tersenyum seraya mencium lembut kepala putera dari Javier tersebut.


"Tidurlah. Kau lelah. Kau kurang istirahat. Jangan sampai kau sakit. Kami sangat mengandalkanmu, D," ucap Irina lembut di telinga sang kekasih.


"Aku tahu. Terima kasih, Irina. Aku sangat senang kau berada di sini untuk selalu mendampingiku," jawabnya seraya melepaskan pelukan.


Irina tersenyum tipis dan meninggalkan kecupan di bibir King D. Pria tampan itu tersenyum sembari mengusap lembut bibir tipis kekasihnya. Irina beranjak dan pergi meninggalkan kamar lalu menutup pintu.


King D memejamkan mata dan terlihat berusaha untuk menenangkan hatinya. Ia melepaskan earphone yang selalu terpasang di telinga, karena kali ini, ia benar-benar butuh tidur.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya😍 Lele padamu💋 Yg lain ditunggu sedekah koinnya ya. Sistem MT lagi dibenerin jadi kayaknya publish tersendat gaes😩

__ADS_1


__ADS_2