KING D

KING D
Jono The Gamer Release


__ADS_3


Uhuy. Halo LAP. Ada bacaan baru setelah King D tamat nanti ya. Udh lele cicil walaupun up nya msh belum tentu krn fokus di King D dulu. Boleh di favorit ❤️ dulu biar tau update eps terbarunya. King D diharuskan tamat oleh lele bulan ini soalnya 😆 kwkwkw dipaksa. Jangan lupa ikuti acara giveaway secara live by zoom akhir bulan November nanti. Ada 10 hadiah utk 10 pemenang. Cek Instagram utk update infonya ya. Trims💋


----- back to Story :


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Benar saja. Tiba-tiba muncul pesawat kargo yang dipersenjatai dengan senapan mesin karena terlihat pada palka belakang yang terbuka.


"Cepat pergi! Kami akan melindungi kalian!" teriak gadis bermata merah muda lantang.


Bruno dan Robin yang menjadi pilot serta co-pilot helikopter segera menjauh dari arah datangnya anak buah Hope. Beruntung, helikopter berhasil menghindar sebelum serangan musuh diluncurkan. Namun, hal itu praktis membuat Hugo dan lainnya panik karena tak menduga serangan tersebut.


"Hugo, jangan diam saja! Serang mereka! Gunakan kemampuanmu!" teriak Melody mengomandoi.


Namun, Hugo yang bingung malah mondar-mandir dan terlihat panik dengan kekacauan yang baru saja terjadi. Melody memutar bola matanya.


"Lemparkan kontainer itu ke arah pesawat musuh. Jatuhkan mereka!" teriaknya memberikan instruksi, tapi Hugo malah melotot.


"Kontainer? Kau meminta aku melempar kontainer yang super besar dan berat itu ke arah pesawat?" tanyanya memekik.


Melody yang kesal mendatangi Hugo dan memanjat tubuhnya. Sig dan lainnya terkejut karena Melody sangat lincah.


"Tubuhmu saja yang besar, tapi otakmu seupil! Kau bisa melakukannya! Kau memiliki kemampuan itu. Cepat lakukan!" teriak Melody marah.


Seketika, kening Neil berkerut.


"Wait ... wait ... wait ... aku sepertinya pernah mendengar kata-kata itu. Kalau tidak salah ... hal itu pernah diucapkan oleh seorang gadis ketika aku berkunjung ke Jeju kala itu bersama papi. Mm ... siapa ya?" guman Neil yang malah sibuk mengingat-ingat sosok perempuan bermata merah muda ketika Hugo akhirnya berhasil mengangkat sebuah kontainer dengan dua tangannya.


"Lemparkan!" teriak Melody yang meletakkan dua kakinya di atas bahu Hugo dan berpegangan pada kepalanya.


"Harghhh!" teriak Hugo mengerahkan seluruh tenaganya saat melemparkan kontainer besar itu.


"Woah! Seram sekali!" teriak Nero sampai melotot.

__ADS_1


"Kalian juga jangan diam saja! Lakukan sesuatu!" teriak Melody mulai menunjukkan posisinya sebagai seorang pemimpin.


Segera, para mafia muda dan senior itu melakukan tindakan. Sarnai dan Raden diminta untuk bersembunyi mengingat ayah dari Sengkuni adalah kunci dari keberhasilan misi kali ini. Goran dan para mafia senior sepakat jika Raden harus dilindungi karena diharapkan, Sengkuni bisa disadarkan tanpa harus dibunuh. Namun, para mafia muda yang belum terlatih untuk bertempur tampak kebingungan menghadapi lawan saat mereka dikepung dari tiga arah karena pesawat musuh lainnya mulai berdatangan.


Sayangnya, Hugo yang belum terbiasa dengan kemampuannya membuat lemparannya meleset. Hal itu membuat dirinya diincar dan mulai ditembaki.


DODODODOR!


"Arghh!" erang Hugo saat dihujani tembakan dari atas pesawat yang mulai berputar dan membidiknya.


Melody dengan sigap melompat dari tubuh Hugo dan berlindung di balik kontainer terdekat.


"Kau tak akan mati! Tubuhmu anti peluru! Balas mereka!" teriak Melody, tapi Hugo masih menutupi kepalanya dengan dua tangan. Melody berdecak kesal. "Sig! Naik ke atas kontainer ini cepat! Lalu, gunakan semburan beracunmu untuk melukai lawan! Jangan diam saja! Kau bodoh ya?" pekik Melody yang membuat Sig tertegun karena dimarahi.


Namun, hal itu membuat mata Neil melotot. "Aku tahu siapa kau!" teriaknya menunjuk Melody, tapi perempuan itu seakan tak peduli dan meminta Sig untuk segera menuju ke arah kontainer yang ia tunjuk.


"Siapa dia?" tanya Nero yang terus berdekatan dengan Neil karena takut terluka.


"Dia adik Nicolas! Gadis itu cerewet dan suka marah-marah. Mirip bibi Zurna. Seingatku nama artisnya Melody, tapi nama aslinya bukan. Aduh, siapa ya? Aku lupa," jawab Neil seraya menggaruk kepala.


"Dulu kata Hihi, Nicolas pernah meminta kepada malaikat titisan alien Oag untuk diberikan adik perempuan. Aku tak menyangka jika Melody salah satu dari ketiga belas orang berkemampuan super!" serunya dengan wajah gembira, sedang Nero hanya ber-Oh karena bingung menyikapi hal ini.


"Nero, awas!" teriak Sarnai dari balik kontainer karena Neil dan Nero malah terbengong saat musuh mulai menyergap mereka.


"AAAA!" teriak Nero panik, tapi hal itu membuat mata ungunya menyala.


"Gunakan kemampuan tangan pisaumu, bodoh!" teriak Melody yang kini mengajak Sig berkolaborasi dengan Hugo melakukan serangan.


Nero akhirnya ingat dengan kemampuannya. Bayang-bayang sang kakek muncul di kepala di mana pria tua itulah yang membuatnya agar tak takut dengan kemampuan unik tersebut.


"Argh! Demi kakek! Mati kalian semua!" teriak Nero mulai menunjukkan keseriusannya.


Neil terkejut, tapi ia melihat jika Nero tak mungkin menghadapi para orang dewasa bersenjata lengkap itu sendirian. Neil terlihat fokus akan sesuatu dan mulai memejamkan mata. Sedang Sarnai, ikut menembaki musuh yang mencoba melukai Neil dan Nero dengan senapan laras panjang. Raden masih diam tak melakukan apa pun karena itulah perintah yang harus ia patuhi.


"Serang mereka!" teriak Neil saat mata putihnya kembali menyala.

__ADS_1


Seketika, hewan-hewan penghuni kapal kargo muncul dari tempat persembunyian. Anak buah Hope yang turun dari pesawat dan berhasil mendarat kini mendapatkan lawan tak terduga.


"Argh! Aggg!" erang para pria bertopeng itu saat sekumpulan tikus liar mulai menggigit tubuh mereka dengan rakus.


"Lempar mereka ke lautan!" teriak Neil dengan dua tangan sebagai komandonya.


"Cit ... cit ... cit!"


"Arrghhh!"


BYURR!!


"Bagus, Neil! Teruskan!" teriak Sarnai dengan wajah berbinar meski keringat mulai bercucuran.


Neil fokus pada serangannya. Ia mengarahkan tangannya ke orang-orang bertopeng putih yang berusaha menyerang Nero dengan pasukan tikus liarnya. Satu per satu, para pria bertopeng tercebur ke lautan. Hanya saja, pasukan Hope yang terus-terusan datang dalam jumlah banyak mulai membuatnya kewalahan. Tikus-tikus malang itu disembur dengan senapan penyembur api hingga membuat mereka tewas mengenaskan karena terbakar.


Sedang di tempat Sig, Hugo dan Melody berada.


Hugo melemparkan sebuah kontainer ke arah pesawat yang berhasil lolos dari incarannya dan menurunkan pasukan menggunakan parasut. Hugo mulai geram dan meraung.


"Gooarrr!"


Seketika, para pria bertopeng terperanjat, tapi kembali fokus usai mendengar raungan itu. Namun, hal itu memberikan ide pada Melody ketika Sig yang menaiki kontainer sembari menyemburkan racun dari mulutnya ke arah musuh tak berhasil karena jarak yang terlalu jauh.


"Hugo, Sig! Gunakan ini! Pasang di telinga kalian! Cepat!" titahnya seraya melemparkan sebuah benda ke masing-masing dari mereka.


Hugo dan Sig dengan sigap menangkapnya, tapi membuat kening mereka berkerut. Sebuah plastik berisi tanah liat lembek diminta untuk digunakan, tapi mereka berdua bingung bagaimana memakainya.


"Gunakan untuk menyumpal lubang telinga kalian! Cepat! Jangan salahkan aku jika kalian terlambat melakukan dan mati nantinya," pekiknya dengan mata merah muda menyala terang di kegelapan.


Segera, dua lelaki itu menyumpal lubang telinga dengan gumpalan tanah liat. Melody berlari ke arah Raden, Sarnai, Nero, dan Neil untuk memberikan benda serupa. Orang-orang itu dengan sigap menyumpal lubang telinga mereka meski bingung dengan tujuan sebenarnya.


Saat pesawat mulai menukik dengan moncong senapan mesin siap menghujani para mafia itu, Melody berdiri dengan gagah di atas kontainer seraya melepaskan penutup wajah. Praktis, mata orang-orang yang melihat sosoknya untuk pertama kali melebarkan mata karena ternyata, Melody memiliki paras yang sangat cantik.


"Matilah," ucapnya bengis dengan mata merah muda menyala terang.

__ADS_1


__ADS_2