
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Para mafia yang diberikan misi jarak jauh melalui GIGA Vesper mulai bergerak untuk membantu. Beberapa tim sudah dikoordinir oleh Jordan dalam kelompok-kelompok. Q sampai heran, sejak kapan Jordan bisa mengoperasikan GIGA sekaligus melakukan rencana terselubung? Setahu Q dan lainnya, Jordan ditidurkan bersama Sandara.
"Suami istri sama saja. Kalian menjengkelkan," gerutu Q karena sistem GIGA Vesper hanya satu arah, tak bisa menerima pesan dari pusat kendali tiap markas yang terkoneksi. Q diminta untuk memberikan informasi jika Jordan kembali mengirimkan perintah oleh para mafia yang bertugas di lapangan. "Hempf," keluhnya dengan wajah sebal.
Di tempat King D dan timnya berada.
Orang-orang itu diberikan gelang besi yang sama seperti mafia lainnya oleh Dayana. King D dengan sigap mengenakan gelang itu dan mendengarkan instruksi dari putra Sun tersebut.
"Aku mengerti," jawab King D mantap.
Dayana lalu bergerak ke sebuah kontainer berwarna merah dan masuk ke dalam dengan menembusnya. Semua orang terkejut, tapi King D yang sudah terbiasa dengan gelagat Dayana hanya berdiri tegak di depan benda persegi panjang tersebut.
KLEK! NGEKK ....
"Oh, benda itu ...," kejut King D saat mengenali benda yang mirip dengan milik Sengkuni kala itu.
"Ya. Gusti mencuri design milik Paman Eiji dan membuatnya sendiri. Hanya saja, milik Sengkuni belum disempurnakan. Sedang drone ini, tak butuh alat kendali untuk mengoperasikannya. Cukup dengan gerakan tubuh, dia akan tahu ke mana tujuannya," terang Dayana saat membuka pintu kontainer dan terlihat beberapa drone seperti milik Sengkuni berjejer rapi dalam bentuk lingkaran berjumlah 10 unit.
"Otong mau pakai pokokmen. Gak terima penolakan!" seru Obama yang dengan sigap berdiri paling depan menyerobot posisi King D layaknya sedang antri.
"Oke. Kau memang sulit untuk ditolak, Otong. Sepertinya, kau cocok jadi suamiku kelak," ujar Dayana, tapi ucapannya membuat Obama langsung mematung seketika.
King D ikut tertegun dan langsung berdiri di samping kawan semasa kecilnya itu karena tak percaya dengan apa yang didengar.
"Kau bilang apa barusan? Kau tak buta 'kan?" tanya Eva melotot ke arah sahabatnya.
"Selera kita memang beda, Eva. Aku suka pria jelek. Sejauh ini, Otong adalah mafia paling jelek diantara yang lain," ujar Dayana lugu yang membuat mulut semua orang menganga lebar.
"D ... D," panggil Obama dengan wajah kaku menoleh ke arah kawannya.
"Hem, ada apa?" tanya King D ikut kaget dengan hal mengejutkan tersebut.
"Aku mimisan gak? Rasanya kok kaya ada yang ndlewer dari lubang idung. Otong laku, D. Otong bakal dikawinin sama cewek super cantik sejagat Bumi. Ini gak mimpi kan ya? Diana gak katarak kan ya?" tanya Obama gugup.
King D terkekeh. Ia juga bingung bagaimana menjawabnya, tapi dirinya mengangguk membenarkan. Praktis, Obama berteriak gembira.
__ADS_1
"Hahahaha! Kejelekan Otong ternyata bawa berkah, Pak, Bu! Otong bisa memperbaiki keturunan! Hahahaha! Hahahaha!" serunya senang.
Sedangkan, semua orang tampak shock ketika melihat Obama dan Dayana malah saling menggenggam tangan. Keduanya melompat kegirangan seraya berputar-putar. Arjuna sampai tergagap dan pada akhirnya memilih bungkam karena baginya, pasangan itu adalah jenis paling tak masuk akal dalam logika.
"Cinta tak pandang bulu, Tuan Muda," ledek Naomi.
"Aku tahu, tapi ... tapi ... oh, semoga Sun tak terkena serangan jantung saat tahu calon menantunya adalah si gundul jelek itu," jawab Arjuna dengan kening berkerut saat Dayana mengajarkan Obama cara mengoperasikan drone pengangkut manusia tersebut dengan wajah ceria.
Semua orang yang awalnya semangat untuk bertempur, menjadi malas seketika. King D dan Irina hanya terkekeh melihat kawan mereka begitu bahagia karena akhirnya mendapatkan calon pendamping hidup.
Keesokan harinya.
Usai para mafia yang dipilih untuk mengendarai drone selesai berlatih, mereka terlihat siap ketika berdiri di atas benda tersebut. King D akan memimpin 9 mafia muda dan senior yakni Irina, Obama Otong, Melody, Eva, Souta, Lysa, Arjuna, William, dan Zurna. Mereka akan menggunakan drone untuk membunuh para monster sekaligus pelindung para mafia yang bertugas mengamankan tabung-tabung. Nantinya, semua tabung akan dikumpulkan ke tiap markas aktif terdekat dan akan dibangunkan serentak setelah seluruh monster tewas.
Cebu, Filipina.
"D! Gelangnya menyala merah!" seru Irina dari atas drone yang terbang melayang begitu kapal merapat.
"Susuri sekitar dan lenyapkan! Jangan biarkan para monster berkeliaran. Bunuh semuanya! Biar Tuhan menjadi hakim untuk mereka," tegas King D dengan pedang Silent Sharrow diangkat ke atas.
"Hai!" seru kesembilan anggota pasukan drone.
Tabung-tabung itu bergerak berurutan layaknya gerbong kereta saat Cassie menarik tabung paling depan keluar ruangan menuju pantai. Hingga akhirnya, setelah semua tabung berhasil diamankan, Torin ikut serta membantu ke area peperangan karena bisa merasakan bahaya dari para mafia yang diserang para monster dan anak buah Sengkuni. Cassie tetap berada di pantai di temani Match dan anggota Barracuda sampai akhirnya terlihat sebuah kapal kargo dengan Dayana muncul di sana. Para mafia itu diminta untuk memindahkan muatan dengan mengapungkan tabung-tabung ke lautan.
Cassie dan lainnya dibuat kagum karena Dayana tak membuat sistem keamanan menganggapnya ancaman ketika disentuh. Dayana menarik tabung itu satu per satu dengan katrol otomatis lalu diamankan dalam kontainer-kontainer khusus. Pada akhirnya, Dayana menyusul ke pertempuran karena Sengkuni semakin menggila dan ingin membunuh orang-orang yang pernah mengisi kehidupannya.
"Itu mereka!" seru Souta dari atas drone ketika mendapati pergerakan para monster muncul dari berbagai penjuru seperti ingin memangsa mereka, tapi tak bisa menggapai karena berada di udara.
"Jangan buang tenaga dengan mengejarnya. Kita buat mereka datang dan habisi di satu tempat sekaligus!" ujar King D mantap saat melihat para monster berkeliaran di beberapa tempat.
"Caranya?" tanya Melody bingung.
Tiba-tiba, King D menyayat lengannya dengan pedang Silent Sharrow. Orang-orang terkejut ketika putra Javier tersebut terbang rendah dengan menginjak pedal di kaki kanannya untuk membuat drone tersebut terbang turun.
TES ... TES ....
"Goarrr!" raung para monster ketika bisa mencium bau darah segar yang menetes dari luka sayatan itu.
__ADS_1
King D masih berdiri tegak di atas drone ketika para monster mulai berdatangan ke arahnya dengan buas dan beringas. King D menggenggam pedang di tangan kanan tanpa laser dinyalakan. Lysa dengan sigap menarik anak panah dan siap dilesatkan jika para monster berani menyentuh puteranya.
"Hargghh!"
SRINGG!
Seketika, laser pedang Silent Sharrow menyala terang.
"Tembak!" seru King D lantang.
DODODODOOR! BLUARR!! CRATT!!
SHOOT! DWUARRR!
"Yeah! Bagus, D! Aku suka rencana praktismu!" seru Arjuna dengan pedang Silent Blue siap dalam genggaman.
Obama, Souta dan mafia lainnya menembaki para monster dengan senapan berpeluru ledak. Lysa ikut melesatkan anak panah dengan ujung peledak dan membuat tubuh para monster tercerai berai. Satu per satu, para monster tewas dan tak ada yang mendekati King D karena pria itu dilindungi oleh orang-orang yang percaya padanya. King D melihat para monster itu meledak saat berlari. Darah hitam mengkontaminasi wilayah yang sudah ditinggalkan itu.
"Hahai! Kok kayaknya guampang banget ya matiin para monster ini sejak ada peluru ledak," ucap Obama gembira sembari meniup ujung moncong senapan.
"Hanya saja, bagaimana caranya membersihkan darah monster yang merusak lingkungan?" tanya Souta seraya melihat sekitar.
"Oh, kalian belum diberitahu? Militer pemerintah menyediakan beberapa tempat untuk melenyapkan darah dan bangkai monster. Darah dan bangkai-bangkai itu akan dimasukkan dalam drum-drum layaknya limbah beracun lalu dilelehkan dalam lava panas gunung berapi. Oleh karena itu, kita memiliki tenggat. Ada beberapa lokasi yang sudah ditunjuk oleh pemerintah di mana kami juga telah diberikan alat untuk mendeteksi kapan lava tersebut akan berpijar. Saat hal itu terjadi, drum-drum itu akan diletakkan pada jalur lava dan bangkai monster akan musnah terbakar," ucap Melody menjelaskan.
"Woah ... menggunakan panas lava untuk melenyapkan darah monster yang beracun ya? Hem, pintar juga. Semoga, hasilnya memang seperti yang diperkirakan. Kuakui, memang hanya alam yang bisa menyelesaikan semua wabah di muka bumi," ujar Souta dari pemikirannya. Semua orang mengangguk setuju.
"Jadi ... siapa yang akan membereskan bangkai dan menyedot darah-darah monster ini?" tanya King D usai melihat gelang besinya tak menyala merah lagi yang pertanda jika tak ada monster di sekitarnya.
"Kau tentunya, dan kita semua. Jadi ... ayo. Alatnya sudah ada di kapal kargo," jawab Melody tenang, tapi membuat para mafia yang tak mengetahui hal itu berdecak kesal.
"Kerja bakti ... kerja bakti ...," sindir Obama dengan wajah cemberut.
King D hanya bisa tersenyum karena ia merasa, bangkai dan darah monster memang harus segera disingkirkan agar tak meracuni lingkungan.
***
__ADS_1
okeh eps dari tips koin berlimpah kemarin udah abis ya. tengkiyuw tips koin tambahannya😘 kwkwkw ini tandanya kudu crazy up lagi. semangat otw tamat! jangan lupa vote vocernya sebelum angus ya❤️