
Polo, Bruno dan Robin tampak sigap di pintu helikopter untuk menghalau para monster yang sudah berhasil tiba di perkebunan kurma.
Suara peluru-peluru yang digelontorkan, terdengar begitu memekakkan telinga di fajar yang mulai menyingsing.
Hakim berusaha keras agar tali pada helikopter bisa dijangkau oleh orang-orang King D.
"Hakim! Terlalu jauh! Kami berada di Oasis!" seru King D yang ikut mengamankan anggota timnya karena para monster datang dari berbagai penjuru seperti ingin mengepung mereka.
"Gila! Mereka sangat banyak! Kukira sudah tak ada monster yang tersisa!" seru Marco merasa dibodohi karena ia sangat yakin jika tak mencium keberadaan monster ketika di tempat tersebut.
Saat Hakim berusaha untuk mendekatkan helikopternya ke Oasis, tiba-tiba, BRANGG!!
"Oh! Apa itu?!" pekik Hakim terkejut hingga matanya melebar seketika.
DUK! DUK!
"Hakim! Ada drone yang berusaha menjatuhkan helikopter kita!" seru King D yang melihat dua buah drone menghantam kaca helikopter dengan kuat.
"Polo!" seru Bruno saat melihat drone lain mendatangi helikopter mereka meski tak bersenjata, tapi ....
KLANG! KLANG! KLANG! BOOM!!
"Polo!" seru Marco lantang saat melihat saudaranya hampir jatuh dari pintu helikopter karena baling-baling sisi kanan kendaraan terbang itu seperti sengaja dirusak oleh sebuah drone yang menabrakkan dirinya ke putaran tersebut.
Salah satu baling-baling kehilangan fungsinya. Helikopter mulai terbang tak terkendali. Hakim berusaha sekuat tenaga agar kendaraan mereka tak jatuh dan rusak karena serangan para drone.
"Pasti orang yang sama yang berusaha menculikku tadi!" seru King D geram seraya terus berlari menghindari kejaran monster yang ingin menangkap kelompok manusia sehat itu.
"Agh! Aku tak bisa mengendalikannya!" seru Hakim panik saat helikopter mulai berputar karena kehilangan salah satu kendalinya.
"Hakim! Daratkan helikopter! Jangan biarkan hancur! Kita masih bisa selamat dari mereka!" seru King D yakin dan berusaha menahan laju larinya agar orang-orangnya tak tertinggal.
"Oke! Aku melihat gurun pasir dekat sini! Aku akan daratkan di sana! Semoga Allah melindungi kita. Berjuanglah, King D!" seru Hakim lantang di mana helikopter yang telah berasap itu mulai terbang menjauh dari Oasis setelah gagal untuk misi penyelamatan.
"Hei! Hei! Kau mau ke mana?! Jangan tinggalkan kami!" seru Jason panik karena helikopter yang diharapkannya bisa membawanya pergi ke tempat itu malah menjauh.
Semua orang terus berlari dengan panik. King D lalu mengejar Marco yang berada di depan dengan Fara dalam gendongannya.
"Marco! Kaulihat bangunan itu?!" tanya King D menunjuk sebuah bangunan yang terbuat seperti dari batu dan pasir ciri Timur Tengah.
"Yes!" jawabnya mantap.
"Pergi ke sana dan buat Fara dalam mode bertarung. Gunakan rambut jarumnya untuk menghalau para monster. Kita kehabisan amunisi!" perintah King D dengan keringat mulai bercucuran.
"Oke!" jawab Marco lantang, dan seketika, pria itu berlari sangat kencang hingga membuat para anggota militer gabungan tertegun untuk sesaat.
"Kita harus ke gurun! Helikopter menunggu kita di sana!" seru King D lantang, dan wanita dengan rambut dikepang mengangguk paham.
Irina yang memiliki kemampuan mata, tetap tak bisa membuat para monster itu menghentikan pengejaran. Bau darah Fara terlalu menyengat dan terasa segar sehingga membuat para monster semakin beringas.
"Hah! Hah! D! Kita kehabisan amunisi!" seru Ritz panik dan langsung membuang senapan laras panjangnya karena tak lagi bisa menembak.
Saat para manusia itu terus berlari mencoba menyelamatkan diri, tiba-tiba, SWINGG!! JLEB!! BRUKK!!
"Oh! Apa itu?!" pekik lelaki bersurban cokelat ketika salah satu monster yang berlari mengejar di sampingnya roboh.
"Fara! Mereka berhasil! Terus lakukan, Marco!" seru Fabio senang, dan senyum semua orang langsung terkembang.
Fara duduk di atas atap bangunan terlihat pucat, tapi usahanya berhasil untuk membuat rambut landaknya mencuat.
Marco dengan sigap mencabut rambut seperti jarum tajam itu dari kepala Fara dan melesatkannya seperti tombak untuk menembus tubuh para monster.
"Marco!" seru King D lantang dengan tangan kanan ke atas seperti meminta sesuatu.
Marco seperti paham dengan yang diinginkan King D. Marco mencabut satu jarum emas itu dan SWINGG!! GRAB!!
"Yeah! Tangkapan bagus, D!" seru Marco mantap.
Dan seketika, "Arrghh!"
JLEB!
__ADS_1
"HARRGHH!" erang dua orang monster saat King D berhasil menusuk dada dua monster yang berlari mengejarnya.
CRATT!! JLEB!!
"HARGGH!"
Lagi, King D dengan sigap mencabut jarum itu menusukkannya kembali ke wajah seorang monster yang siap menerkamnya.
"Oh! Kita ikuti cara King D! Marco!" sahut Edward yang melihat usaha King D untuk melawan monster berhasil.
Dengan sigap, Marco mencabut dan melemparkan jarum emas itu ke tubuh para monster.
Kawan-kawannya mencabut jarum-jarum itu dari tubuh monster yang berhasil dijatuhkan dan digunakan untuk menyerang kembali.
Para militer gabungan tampak terkejut dengan cara aneh itu, tapi mereka mengikutinya. Sedang Irina, tampak berusaha untuk menggunakan kemampuan dari mata hijaunya mengendalikan para monster yang beringas.
Irina menghentikan langkah dan berdiri tenang.
"Hentikan ... berhenti menyerang ...," ucapnya lirih dengan mata terpejam, tapi ia seperti bisa melihat para monster yang berada di sekitarnya bergerak dengan cepat siap memangsanya. "Berhenti ... aku bilang, BERHENTI!" teriaknya lantang dengan mata terbuka.
Seketika, mata hijaunya berkilau bagaikan permata yang bercahaya terang.
Para monster yang berada di sekitar Irina langsung membungkuk dan menghentikan laju larinya. Irina melebarkan mata terlihat begitu fokus dengan yang akan dilakukannya.
Para anggota militer gabungan tampak terkejut dan mengamati gerak-gerik Irina yang tak lazim bagi mereka.
Irina menggerakkan kedua tangannya seperti meminta mereka untuk bersujud. Seketika, belasan monster itu melakukan yang diperintahkan meski mereka masih terlihat ganas.
"Kaulihat yang dilakukan oleh wanita itu?" tanya wanita berambut sebahu dengan mata melebar.
"Ya, dia memerintahkan para monster itu. Lalu ... lihat matanya, hijau! Orang-orang ini sungguh mengerikan. Kita harus waspada," ucap pria berkacamata hitam yang ternyata, benda itu memiliki fungsi untuk mendeteksi panas dalam kegelapan.
Saat King D dan lainnya berusaha untuk melumpuhkan para monster yang terus berdatangan, tiba-tiba ....
DODODODODOOR!!
"HARGHHH!" erang para monster ketika dua buah CD menembaki para monster.
"Cepat! Amunisi CD tak tersisa banyak! Segera ke gurun!" seru Polo yang suaranya terdengar dari sambungan radio.
"Cepat! Cepat!" titah King D dan orang-orang yang telah kehabisan amunisi segera berlari kencang untuk menyelamatkan diri.
Bruno dan Robin mengendalikan CD dari helikopter untuk melindungi kawan-kawannya yang bersusah payah menyelamatkan diri.
Sedang Marco, masih berada di atap gedung dan melesatkan jarum-jarum emas mematikan itu, tapi tiba-tiba, BRUK!!
"FARA!" teriak Marco karena gadis cantik itu ambruk tak sadarkan diri dengan rambut kembali terkulai lemas layaknya manusia normal.
Fara terlihat pucat dan tangannya dingin. Marco dengan sigap membopongnya dan segera pergi dari tempat itu.
"Tuan!" panggil Hakim yang ternyata menyusul ke tempat pertempuran bersama Polo di sisinya.
Praktis, mata King D melebar. Namun, King D melihat Hakim melemparkan benda yang dikenalinya. Dengan sigap, King D menangkap benda tersebut dan, SRINGG!!
"ARRGHH!!"
KRASS!!
Mata semua orang yang telah berlari lebih dulu langsung tertuju pada kilau warna biru di belakang mereka.
Para anggota militer gabungan itu menghentikan laju lari dan menoleh. Mereka tampak terkejut saat melihat King D menyabetkan sebuah pedang yang memiliki warna biru pada bilahnya.
"Apa itu?" tanya salah satu pria yang telah menanggalkan helm-nya karena dikejar oleh para monster.
"Silent Blue. Cepat! Waktu kita tak banyak," jawab Lucas, dan orang-orang itu kembali berlari seraya melawan silau dari matahari yang mulai muncul perlahan.
King D menyabetkan pedang lasernya dengan sasaran kepala para monster itu. Satu per satu, para monster berjatuhan.
Hakim dan Polo berusaha melindungi anggota kelompok yang berlari ke arah gurun menuju ke helikopter.
"Irina!" panggil Hakim karena wanita cantik itu berusaha untuk menghalau para monster lain yang berusaha mengejar teman-temannya.
__ADS_1
Irina menoleh dan melihat Hakim berteriak padanya untuk segera pergi dari tempat itu. Namun, BRAKK!!
"Agh!"
"Irina!" seru Polo, saat tiba-tiba saja tubuh Irina dihantam oleh sebuah drone yang tadi menyerang helikopter.
Irina jatuh dan mata hijaunya pudar seketika. Para monster yang terlepas dari kendali wanita bermata hijau itu mulai bangkit dan menyerang. Irina berusaha bangun saat Hakim dan Polo berlari ke arahnya dengan panik.
"Irina!" teriak Hakim dengan senapan laras panjang dalam genggaman seraya menembaki para monster yang berusaha untuk menerkam mereka.
DOR! DOR! DOR!
"Hah, hah," engah Irina dengan mata melotot saat melihat para monster mulai berdiri dan berlari ke arahnya.
Polo dengan sigap menangkap lengan Irina dan membantunya berdiri. Irina ditarik paksa agar segera pergi dari tempat itu. Irina tampak seperti orang linglung ketika Polo mengajaknya berlari.
"Cepat! Cepat!" teriak Polo dengan wajah tegang, tapi bagi Irina suara Polo dan Hakim serta tembakan-tembakan itu terasa samar untuknya.
Pandangan Irina seperti kabur dan BRUK!!
"IRINA! Polo, bawa Irina pergi dari sini!" titah Hakim karena kekasih King D tergeletak di atas tanah tak sadarkan diri.
Polo dengan sigap menggendong Irina dan membawanya berlari. Hakim terus menembakkan peluru-peluru tajamnya tanpa jeda ke semua monster yang berusaha untuk menangkapnya.
Seakan masuk dalam sarang semut, dia bagaikan makanan manis siap untuk disantap. Hingga akhirnya, amunisi Hakim tak bersisa. Pria tua itu panik, tapi dengan sigap berlari.
"King D!" panggil Hakim karena hanya tersisa dia dan pria tampan itu di tempat tersebut.
King D segera berlari, tapi ia seperti lupa jika kemampuannya tak bisa disejajarkan dengan Hakim. Pria tua itu tertinggal karena King D melesat cepat meninggalkannya.
Namun, pria tua itu tak menyalahkan putera dari tuannya. Ia masih berusaha dengan merogoh sakunya dan menekan bagian atas benda tersebut.
KLIK! KLANG! BOOM! BUZZ!!
"HARRGHH!!"
Rainbow Gas Jingga menyeruak di sekitar daratan menuju ke gurun. Namun, beberapa dari monster berhasil lolos dari dampak gas beracun itu.
Hakim kembali melemparkan bom beracun itu ke para monster yang terus mengejarnya seraya terus berlari. Ledakan demi ledakan terdengar hingga kepulan asap beracun itu menyeruak di sekitar.
Saat Hakim sudah berhasil meninggalkan wilayah Oasis dengan satu buah Rainbow Gas dalam genggaman, tiba-tiba, BRAKK!!
"Argh!"
BRUKK!!
Drone yang menghantam Irina kembali dan membuat pria tua itu jatuh bergulung-gulung di atas tanah.
Hakim berusaha bangun, tapi granat tersebut terlepas dari genggamannya. Hakim panik dan berusaha untuk mencari benda tersebut.
Saat Hakim melihatnya dan merangkak untuk mengambilnya, tiba-tiba, KRAUKK!!
"ARRGHHH!!" erangnya saat mulut seorang monster mengigit tangannya yang sedang terjulur untuk mengambil senjata itu.
Hakim berusaha untuk menyingkirkan monster itu dari tubuhnya, tapi gigitan orang itu begitu kuat hingga tangan pria tua itu berdarah.
Hingga akhirnya, mata Hakim melebar saat melihat sekumpulan monster datang ke arahnya.
Hakim gemetaran, tapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Ia menggapai granat itu dengan tangan lainnya yang masih terbebas dan KLIK!
"La ilaha illallah."
BLUARRR!! BUZZ!!
"HARGG!"
Para monster mengerang saat mereka menerkam tubuh Hakim yang tergeletak tak berdaya di atas tanah. Kepulan asap warna jingga menutupi keberadaan orang-orang itu.
"Hah, hah, di-di mana Hakim? Hakim!" panggil King D lantang dengan mata melotot saat ia tiba di tempat berkumpul dan tak mendapati pria tua itu di sana.
***
__ADS_1
Bonus eps deh dari tips jeng Yuki kemarin yang melimpah. Maksudnya bonus eps itu, naskahnya jadi panjang ya di mana kewajiban lele sehari up 1 eps dg panjang 1000 kata. Nah, kalo ada yg ngetips jadi panjang tuh epsnya disesuaikan dg jumlah tips yg masuk. Makasih lele padamu❤️