
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Tinggalkan saja para monster itu. Kita fokus pada tujuan kita. Ayo!" titah King D yang tak lagi melakukan aksi penyelamatan kepada para manusia yang terjangkit serum monster, mengingat stok serum penawar juga terbatas.
Sakura dan lainnya terus menembakkan Rainbow Gas ke arah para monster yang berusaha mengejar kapal mereka.
Namun, mata Jason tertuju ke arah danau di mana ia melihat kapal selam yang mengangkut para manusia itu dan merubahnya menjadi monster saat menyelam tadi.
"Paman?" panggil Fara menatap Jason lekat.
"Kapal selam Ahmed disalahgunakan lagi. Hope sialan," gerutunya.
"Apakah kau berhasil melumpuhkan kapal selam itu?" tanya Daniel yang tak lagi menembak karena posisi kapal sudah menjauh dari daratan.
"Tidak. Sepertinya orang-orang Hope tahu tentang cara kerja kita. Selain itu, helikopter dibajak. Aku mencemaskan keadaan Nero dan Marco," jawab Jason dengan kening berkerut seraya melihat sekitar dari atas geladak.
Semua orang mengangguk setuju, tapi kali ini mereka bersiap karena musuh sudah terang-terangan seperti mengibarkan bendera untuk berperang.
Kapal melaju dengan kencang agar segera tiba di Jumbo Island menerobos gelapnya malam. Helikopter King D sudah tak terlihat karena terbang dengan kecepatan penuh.
"Polo! Terus hubungi markas yang bisa tersambung. Katakan status kita," pinta King D yang kini menjadi nahkoda kapal.
Polo mengangguk cepat dan melakukan banyak panggilan. Beberapa markas menjawab kecuali Jumbo Island. Mereka ikut terkejut saat mengetahui jika helikopter King D dirampas oleh Hope.
Namun, Obama Otong terlihat cuek seperti tak masalah dengan hal tersebut. Ia duduk santai di luar anjungan dengan sebuah kursi lipat dan kaki menyilang.
"Otong! Kenapa kau malah santai-santai saja? Kita sedang dalam kondisi terdesak!" pekik Sakura melotot tajam.
"Gak ada gunanya juga panik sekarang. Paniknya nanti aja pas helikopternya udah ketemu. Walaupun itu heli si King D dibajak, tapi Otong yakin, si Hope gak tau dengan pasti seluk beluk pengoperasian helikopter itu. Soalnya, sebelum serah terima dengan om Jojon, ada rahasia kecil yang dia sampaikan. Bahkan, King D aja gak tau. Cuma Otong, om Jojon dan Allah saja," jawabnya menyombong seraya melanjutkan menikmati ikan bakar.
"Apa itu?" tanya King D langsung menoleh dan meminta Arthur menggantikannya.
Asisten Amanda Theresia tersebut bergegas mengambil alih kemudi. King D mendatangi Otong dan berdiri di depannya menatap tajam.
"Walaupun Otong diperkosa, gak bakal Otong bocorin. Ini sengaja biar gak ada yang tau detailnya. Maaf, Bos D. Hanya saja, Otong berpegang teguh pada amanat. Jadi ya to, serahkan saja urusan heli sama Otong. Sampeyan fokus aja bikin Hope babak belur," jawab Obama tenang lalu menjilati jarinya yang terkena bumbu ikan bakar.
King D bertolak pinggang terlihat kesal, tapi akhirnya mengangguk karena tak ada gunanya memaksa Obama yang memang dikenal sangat mampu menjaga amanat.
"D. Jika helikopter kita berhasil dibajak, pastilah orang itu dikenal oleh database. Dia pasti orang dalam jajaran kita. Aku semakin yakin akan hal itu," tegas Irina menatap kekasihnya lekat.
"Hem. Aku sependapat," sahut Jason.
__ADS_1
"Jika hal itu benar dan dia tertangkap, kita harus menginterogasinya. Sayang sekali, pengadilan 13 Demon Heads sudah dibubarkan. Jika tidak, dia pasti akan terkena eksekusi mati dari paman Jordan," ucap King D berusaha menahan emosi agar sisi predatornya tak bangkit.
"Hehehe. Bukan bermaksud membandingkan, Om Jason. Hanya saja, sejak dulu Otong nge-fans sama om Jordan. Tanpa basa-basi langsung bet! Ilang dah tu kepala. Udah gitu, setelahnya pasti ngajak makan es krim bibi Sandara. Hehehe. Otong kalo liat video persidangan gak pernah bosen walaupun setelahnya mimpi buruk," ungkapnya yang diakhiri dengan wajah pucat.
Semua orang yang mengetahui sosok Jordan ikut tersenyum.
"Aku saja awalnya tak tahu tentang jati diri kita. Namun, pada akhirnya semua terbongkar saat aku tak sengaja melihat nenek Manda mengoperasikan GIGA di apartemen Theresia. Siapa sangka, mereka berbohong hingga belasan atau bahkan mungkin puluhan tahun lamanya tentang masa lalu ibu dan ayahku demi menjaga keinginan ayah menjadi warga sipil. Hanya saja, darah mafia sepertinya tetap mengalir dalam jiwaku. Sebaik apapun kalian menutupinya, toh ketahuan juga olehku," ucap Irina tersenyum tipis.
"Hem. Akhirnya kau tahu jika sebenarnya dirimu keturunan Theresia. Beruntung kau sangat pintar menjaga rahasia, Irina. Ayahmu dan Romeo saja masih tak tahu tentang hal itu sampai mereka disimpan dalam tabung," ucap Arthur dari ruang kemudi sebagai nahkoda.
"Setelah aku tahu yang sebenarnya, bukannya takut, tapi aku malah menjadi bersemangat dan penasaran. Aku menonton banyak sekali tayangan dalam satu hari hingga kepalaku panas, jantungku serasa ingin meledak, dan seperti terkena asthma usai mengetahui asal usul leluhurku," ungkapnya bersemangat.
"Ya, kami bisa melihatnya, Irina. Kau keturunan Theresia sejati, bahkan melampaui ibumu, Sia," ucap Daniel dengan senyuman seraya menyender pada pagar geladak. Irina tersenyum terlihat malu.
"Fara juga. Pas tahu, Fara kaget dan sempet shock, tapi pada akhirnya malah jadi ikut bersemangat. Sia-sia dong kalian semua kasih gas halusinasi dan cuci otak kita kalau pada akhirnya yang bersangkutan tahu asal usulnya," sindir Fara.
"Woo, ngece! Kalau oma Vesper tahu bisa dicekik kamu. Kan para senior sengaja biar kalian gak kena masalah, tapi ya ... sesempurna apapun pekerjaan itu, pasti tetep ada celah cacatnya. Hanya saja kalau Otong liat, sejauh ini yang udah pada tahu asal usul sebenernya bisa nerima sih. Baguslah, gak bikin dongkol ati," sahutnya seraya mengelus perut usai kenyang menyantap ikan bakar.
Saat semua orang tersenyum karena sependapat dengan pemikiran Obama, tiba-tiba, "Hei!" seru Arthur yang mengejutkan semua orang.
King D dan lainnya bergegas menuju ke bagian depan kapal di mana terlihat helikopter kargo terbang melayang dengan pintu dibuka.
"Itu helikoptermu, D!" seru Irina dengan mata melotot.
Hope menutup wajahnya menggunakan topeng meski terlihat jelas tato warna hijau di tangannya. Namun, tiba-tiba saja, Marco dan Nero ambruk seperti tak sadarkan diri karena mata mereka terpejam.
DUAKK! DUAKK!
"Marco!"
"Nero!"
Semua orang di atas kapal berteriak saat melihat Marco dan Nero dilempar dari ketinggian. Mulut mereka disumpal kain. Tangan dan kaki terikat sehingga tak bisa berkutik.
"Otong!" seru King D lantang saat melihat dua orang itu siap tercebur ke dalam danau di kegelapan malam.
Obama dengan sigap mengaktifkan jam tangannya. "Hehehe, hukuman bagi maling," ucap Obama dengan seringai saat helikopter tersebut tiba-tiba saja mendarat perlahan di tepi sungai.
Hope dan anak buahnya kebingungan. Mereka terlihat panik dan nekat untuk melompat karena helikopter tak bisa dikendalikan oleh pilot.
Namun, lagi-lagi, KLEK!!
__ADS_1
"Hahay, rasakan!" seru Obama senang saat berhasil menutup pintu helikopter dan membuat Hope serta orang-orangnya terkurung dalam benda terbang tersebut sebelum sempat kabur.
"Bagus, Obama! Aku akan merapatkan kapal. Semua bersiap!" seru Arthur yang kini mengarahkan kapal ke tempat helikopter King D mendarat.
"Jason!" panggil Sakura saat melihat Marco dan Nero akan tercebur ke dalam Lake Huron.
Dengan sigap, BYUR!!
Namun, Fara sepertinya memiliki inisiatif lain.
"Fara!" panggil King D lantang saat Fara mengubah dirinya menjadi manusia landak.
Gadis cantik itu melompat turun dari kapal saat benda mengapung tersebut berhasil merapat di tepian meski belum sempurna.
Ia terlihat marah dan langsung mencabut dua rambut jarum emas lalu menggenggamnya erat. Fara melangkah dengan gusar mendatangi helikopter.
Namun, "Surprise," ucap Hope yang tiba-tiba muncul dari atap helikopter tempat biasanya King D berdiri.
Praktis, mata Fara melebar saat ia melihat Hope memegang Rainbow Gas Halusinasi.
SWING! BUZZ!!
"Agh!" erang Fara mencoba menghindar, tapi dengan sigap, anak buah Hope keluar dari pintu helikopter yang mereka lubangi menggunakan senapan peleleh logam.
Orang-orang bertopeng putih itu menembakkan senapan khusus dengan aliran kawat setrum ke tubuhnya.
CRETTT!!
"ARGHHH!" erang Fara langsung ambruk di tanah karena tersengat listrik.
"Fara!" panggil King D lantang saat mereka lagi-lagi diserang oleh para monster yang tiba-tiba muncul dari dalam air setelah sebuah kapal selam sempat naik ke permukaan lalu menyelam lagi.
"Agh, hah!" keluh Fara yang mulai terkena dampak gas halusinasi dan sengat listrik.
Gadis itu menggelepar di atas tanah terselimuti gas halusinasi.
"Bunuh King D. Bunuh King D. Bunuh King D," ucap Hope di balik kepulan asap putih.
Perlahan, rintihan Fara tak terdengar. Wajahnya berubah datar tanpa ekspresi. Hope terus mengucapkan kalimat itu berulang-ulang tanpa henti.
Seketika, mata silver Fara menyala terang dan bangun perlahan. "Bunuh King D," ucapnya dengan wajah bengis.
__ADS_1
***
Maap baru up lagi karena lele fokus tamatin Monster Hunter dulu ya. Jadi King D upnya gak daily dulu karena energi bumil udah gak sefull dulu. Kwkwkw. Lele gak sertain ss tips koin denda krn penasaran dg sistem review yg kumat lemotnya. Lele setor jam 9 malam naik jm brp ya??