KING D

KING D
Siapa 1 Orang Terakhir?*


__ADS_3


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Saat Polo dan Loria dikejutkan oleh berita yang didengar jika semua tragedi ini ulah Sengkuni, lagi-lagi hal tak terduga terjadi.


"Polo! Mereka membawa Fara, Reina dan Marco!" pekik Loria yang membuat mata Polo melebar.


"Kita harus hentikan mereka!" jawab Polo memekik saat melihat kawan-kawan dan saudaranya dimasukkan dalam sebuah mobil dalam keadaan tak sadarkan diri.


Namun, Loria kembali menahan tangan Polo. Kening pria itu berkerut.


"Mereka pasti dibawa ke Australia. Sekarang yang lebih penting, kita mencari keberadaan Neil, Nero, dan Sig. Kita harus memastikan mereka selamat. Selanjutnya, kita susul Marco dan lainnya ke Australia," usul Loria.


Polo diam sejenak, tapi kemudian mengangguk setuju. Polo tampak cemas di mana kali ini ia membiarkan saudaranya dibawa pergi oleh kumpulan anak buah Hope. Saat dua orang itu sedang memantau pergerakan orang-orang bertopeng yang mulai meninggalkan lokasi, tiba-tiba ....


"Emph! Emph!" erang Loria ketika mulutnya dibekap dengan sebuah kain dari belakang.


Ternyata, hal serupa juga terjadi pada Polo, tapi ia ditembak dengan peluru bius dan tepat mengenai lehernya. Dua orang itu ambruk tak sadarkan diri. Lagi, anak buah Hope yang berpencar mencari keberadaan dua orang itu berhasil menemukan buronan mereka. Darah Polo dan Loria diambil lalu segera diamankan. Dua mafia muda itu ikut dibawa dan dimasukkan dalam mobil menyusul tiga kawan mereka yang lebih dulu diberangkatkan.


Seorang pria bertopeng putih yang memiliki tanda khusus di punggung tangan sebelah kiri berupa tato yang sama—seperti Sengkuni dan Hope—melihat sekitar. Pria bertopeng putih lainnya mendekat dan ikut menatap ke arah lautan.


"Tuan Sengkuni mengatakan jika ada 13 orang yang diberikan serum khusus termasuk Junior, Irina, King D, dan Dayana Lubava. Lalu ... di mana sisanya, dan siapa satu orang lagi?" tanya orang itu curiga.


"Kita baru menangkap 5. Seharusnya ada 3 orang yang bersama mereka menurut analisis GIGA dari jumlah tabung yang telah terbuka. Sig, Neil, dan Nero telah bangkit. Mereka bergabung dengan tim King D. Mungkinkah, para mafia sialan itu mengelabuhi kita dengan sengaja membagi anggota sehingga tak semuanya bisa kita tangkap?" tanya pria bertopeng putih menatap pria dengan tangan bertato lekat.


"Informasikan hal ini pada Tuan Sengkuni, dan tanyakan, siapa satu orang lagi yang masuk dalam daftar 13 orang berkemampuan khusus," titah pria bertato.


Lelaki bertopeng putih mengangguk pelan. Ia segera menuju ke mobil dan menghubungi pusat. Siapa sangka, Sengkuni juga tak mengetahui hal tersebut. Satu orang lagi yang masuk dalam 13 daftar yang ia kira saat itu adalah dirinya ternyata orang lain membuatnya kesal. Kembali, ia menekan Junior.


BRANG!!


"Katakan padaku siapa satu orang lagi itu, Junior jelek!" teriak Sengkuni marah dengan wujud predatornya.


Junior ketakutan dan menutup wajah dengan dua tangan ketika Sengkuni menendang kursi besi hingga benda itu menghantam jeruji besi. Bocah malang itu menggeleng tidak tahu di sudut sel. Napas Sengkuni memburu, tapi hal itu membuat Irina dan lainnya ikut penasaran.


"Jadi ... bukan kau orang ketiga belas itu? Heh, miris," sindir Aisha.


"Diam!"


CRETT!!


"ARRGHHH!"


"Aisha! Aisha! Hentikan! Kau akan membunuh isteriku!" teriak Victor dengan mata melebar saat melihat isterinya kembali disetrum hingga tubuhnya mengejang.

__ADS_1


Namun, kali ini, Sengkuni yang marah besar terus menekan tombol itu hingga tubuh Aisha mengeluarkan asap. Praktis, mata para mafia itu melebar karena bisa merasakan kematian akan merenggut salah satu anggota SYLPH tersebut.


"Aisha!" teriak Victor saat tercium bau daging terbakar dari dalam sel sang isteri. Benar saja, "Tidak! Tidak! Aisha!"


Irina dan lainnya dibuat shock seketika. Tubuh Aisha mengeluarkan asap karena terpanggang. Victor menangis dengan teriakan terdengar begitu menyayat hati ketika melihat sang istri tewas mengenaskan.


"Harghh! Sengkuni! Bajiingan kau!" teriak Victor hingga seluruh tubuhnya menegang di mana kali ini ia tak bisa bergerak bebas karena tubuhnya dililit rantai besi yang dialiri listrik dalam keadaan tergantung layaknya kepompong.


Wajah pria tua itu tergenang air mata kepedihan karena ditinggal orang terkasih. Irina dan Junior ikut menangis, tapi tak bisa melakukan apa pun. James dan Han ikut berduka, tapi hanya bisa menundukkan wajah.


"Junior, dengar. Berani kau berbohong padaku, kau akan melihat kematian Irina. Cari tahu dengan kepala besarmu itu dan segera informasikan padaku. Batas waktumu esok hari. Gagal, kau akan melihat Irina tewas di tanganmu. Yeah, kau yang akan menekan tombol kematian ini. Hehehe," kekehnya yang membuat mata Junior melebar seketika.


Bocah berkulit pucat itu panik. Ia menatap Irina lekat dari kejauhan, tapi wanita cantik itu malah tersenyum.


"Tak apa. Aku tak menyalahkanmu," ucapnya yang membuat Junior semakin tertekan.


Sengkuni terkekeh, tapi tak bisa menutupi rasa kesal luar biasa di wajahnya. Putera Raden tersebut kembali ke pusat kendali dengan wajah masam.


Saat Sengkuni memasuki ruangan tersebut, tiba-tiba saja, TET! TET! TET!


"Tuan! Tim Barracuda berhasil melewati ranjau-ranjau yang kita pasang di laut. Mereka sedang bergerak menuju kemari!" ucap salah satu petugas berpakaian putih.


"Bagaimana bisa?" tanyanya dengan mata melotot.


"Arghhh! 13 Demon Heads sialan! Bunuh mereka semua! Hanya saja, aku mau manusia ikan itu! Aku harus memiliki darahnya!" geram Sengkuni yang kembali ke wujud predator.


Tentu saja, sosoknya yang menyeramkan saat sedang marah membuat anak buahnya bergidik ngeri seketika. Mereka mengangguk dan segera mengirimkan pesan darurat kepada petugas yang menjaga wilayah perairan agar tim Barracuda tak memasuki kediaman Victor.


"Jason!" panggil Number 10 saat menunjuk sebuah CD yang terbang melayang di atas permukaan laut memantau pergerakan tim air dari kubu 13 Demon Heads tersebut.


Jason dengan sigap melompat dari dalam air dan menangkap drone tersebut. Praktis, mata Sengkuni melebar saat melihat dengan jelas wajah Jason di kamera drone. Terlebih, drone tiba-tiba tak bisa menampilkan gambar karena layar di pusat kendali padam.


"Itu putra Boleslav. Argh! Para mafia itu memang harus dilenyapkan! Tangkap Jason dan bunuh orang-orang tua itu!" titah Sengkuni geram.


Saat Jason dan Barracuda bergerak secara berkelompok menuju wilayah perairan kekuasaan Victor, tiba-tiba ....


"Jason! Awas!" teriak Number 9 dari atas skoci ketika melihat speed boat dan jet ski dalam jumlah banyak bergerak menuju ke arah mereka.


Jason yang melihat pergerakan dari dalam air menghentikan laju berenangnya. Saat Jason melihat skoci tim Barracuda dikepung, tanpa ia sadari, "Arghh!"


"Jason!" pekik Number 7 melihat sebuah jaring besar ditembakkan dari sebuah kapal selam dan mengurung salah satu putra Boleslav tersebut.


Jason mengerang dan berusaha untuk membebaskan diri dari jaring. Saat kapal selam mini yang dioperasikan oleh anggota Barracuda lainnya mendekat untuk menolong Jason, tiba-tiba saja, muncul semburan warna hitam pekat yang membuat sosok Jason tertutupi.


"Apa itu?" tanya Number 3 yang tak bisa melihat apa pun di depannya karena air menjadi hitam.

__ADS_1


"Naik ke permukaan!" titah Number 7 dan segera dilaksanakan oleh dua kawannya.


Saat mereka telah berada di permukaan, lagi-lagi serangan tak terduga diluncurkan oleh anak buah Sengkuni.


"Menyingkir!" pekik Number 9 dari atas skoci saat melihat orang-orang yang mengendarai jet ski melemparkan granat ke arah kapal selam mini itu.


Seketika, BLUARRR!!!


"Arghh!" erang Number 7, 3 dan 6 saat kapal selam mereka terkena dampak ledakan.


Mesin kapal rusak dan membuat kebocoran. Air mulai menyelinap masuk dari retakan. Praktis, hal itu membuat tiga mafia senior panik dan bergegas keluar. Orang-orang itu dengan sigap berenang setelah berhasil keluar dari kapal selam. Namun, hal buruk kembali menimpa orang-orang itu.


"Emph!" erang Number 3 saat jaring ditembakkan dari kapal selam seperti yang terjadi pada Jason.


Tiga anggota Barracuda terperangkap jaring seperti Jason. Mereka ditarik oleh kapal selam wisata buatan Ahmed yang berhasil diakuisisi oleh Sengkuni. Jason dan anggota Barracuda yang masih terperangkap dalam jaring dimasukkan secara paksa ke dalam kapal selam.


"Arg! Awas saja sampai kau kutangkap. Akan kuhajar kau sampai mati!" pekik Number 3 marah besar karena kawan-kawannya bernasib sama sepertinya yang terkurung dalam jaring.


BUAKK!


"Ugh!"


"Paman!" teriak Jason saat Number 3 ditendang tepat di wajah hingga lelaki tua itu ambruk di lantai kapal.


"Katakan apa pun yang kalian mau. Setelah ini, kalian semua akan mati. Hehehe," kekeh seorang pria bertopeng yang membuat mata Jason melebar.


Saat Jason ingin melakukan perlawanan, tiba-tiba ....


"Jason! Jason!" teriak Number 6 saat manusia setengah ikan itu tak sadarkan diri usai ditembak peluru bius.


Darah Jason diambil dan dimasukkan dalam sebuah tabung khusus yang diberikan label. Mata anggota tim Barracuda melebar saat melihat beberapa benda dipasang oleh anak buah Hope ke badan kapal.


"Peledak? Kalian akan membunuh kami hidup-hidup?" tanya Number 4 melotot.


"Heh, baguslah kalau tahu. Kalian orang tua yang menyusahkan. Mati saja," jawab seorang pria bertopeng lalu mengajak anak buahnya untuk segera pergi dari kapal itu.


Anggota tim Barracuda dibuat panik. Mereka tak bisa melepaskan jaring yang ternyata sangat kuat. Orang-orang itu makin tegang saat tanda dari lampu merah mulai berkedip dan menyuarakan bunyi jika waktu peledakan telah dimulai.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


Uyy giveaway akan segera dilangsungkan ya. Segera join GC WA Family atau IG. Info dan teknis akan diinfokan di sana. Tengkiyuw💋

__ADS_1


__ADS_2