
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Para mafia yang sudah ditugaskan lebih dahulu, berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Namun, masalah baru datang ketika tim penjemput dari tim lain seperti mengalami keterlambatan. Tentu saja hal ini menimbulkan kekhawatiran mengingat mereka harus mengejar waktu.
"Mereka masih dalam perjalanan. Mungkin besok baru tiba. Bagaimana ini?" tanya Robin yang ditugaskan di negara Kongo bersama Reina dan James.
"Kita gunakan saja mobil sampai menemukan kendaraan terbang yang bisa membawa ke Spanyol. Terlalu lama jika menunggu, sedangkan kita tak pernah tahu, lava yang mengalir akan bertahan berapa lama," ujar Reina berpendapat.
"Benar, aku setuju. Informasikan pada Q dan minta pada Jordan untuk memberikan kita rute baru di mana terdapat bandara terdekat berikut kendaraan yang bisa digunakan," sahut James sependapat dengan putri Sakura tersebut.
Reina dengan sigap menghubungi pusat dengan telepon satelit. Mobil dikemudikan oleh Robin dengan muatan drum-drum limbah monster di bak yang mereka temukan. Q yang mendapatkan informasi tersebut segera meneruskan kepada Jordan. Praktis, Black Castle menjadi sibuk, termasuk Jordan. Eiji ikut disibukkan di Kota Hantu di mana ia ikut meneruskan pesan kepada tim-tim di lapangan yang tersebar hampir di seluruh penjuru dunia.
Ternyata, ide dari Reina mendapatkan sambutan baik dari para mafia yang diinformasikan oleh Q. Para mafia yang merasa jika jemputan terlalu lama, memutuskan untuk pergi ke bandara terdekat mencari kendaraan terbang untuk mengangkut drum-drum limbah itu. Para penjemput yang mendengar inisiatif tersebut merasa terbantu karena mereka juga kesulitan mengejar waktu mengingat banyaknya muatan yang harus diangkut termasuk anggota tim. Beberapa anggota tim yang sudah mencapai titik terendahnya, memutuskan untuk menunggu jemputan karena tak memiliki energi lagi sekedar melanjutkan petualangan.
"Capek ... akhirnya dijemput. Otong mau bobo ganteng dulu. Jangan diganggu," jawab pemuda Jawa itu seraya memejamkan mata di kursi menghadap drum-drum limbah yang telah diikat kuat dalam kabin kargo.
Dayana tersenyum melihat kekasih gundulnya sudah bekerja keras membantai para monster dan kini sedang tidur mendengkur. Lysa dan Javier merasa sangat berterima kasih kepada putra Eko tersebut. Keduanya memuji Obama yang melarang mereka ikut bertempur karena masih belum terbiasa mengendalikan serum Mitologi. Javier dan Lysa fokus melakukan pembersihan karena jumlah bangkai monster sepanjang kendaraan mereka melintasi beberapa kota sangatlah banyak. Bahkan, drum yang mereka bawa sampai tidak cukup dan harus dipindahkan ke drum bekas minyak temuan di bandara Yogyakarta.
"Sungguh? Kau berencana menikah dengannya? Kau tak sedang bercanda bukan?" tanya Eva yang masih tak percaya dengan keputusan Dayana.
"Kenapa kau seperti tak merestui hubungan kami?" tanya Dayana langsung bermuka masam.
"Ha? Oh, tidak. Semoga kalian bahagia," jawab Eva tak lagi membahas hal tersebut dan langsung memalingkan wajah. Semua orang menahan senyum.
Pesawat kargo terus terbang melakukan penjemputan di seluruh wilayah Indonesia dengan tujuan akhir Spanyol.
Di tempat Jordan berada.
"GIGA. Informasikan padaku berapa jumlah para monster yang tersisa," pinta pria bermata biru itu menatap layar perhitungan saksama.
"GIGA menganalisis," jawab sistem tersebut yang membuat Jordan berwajah serius seketika. "Terakumulasi. Jumlah monster yang tersisa sebanyak 177. Mereka berada di Florida. Para monster bergerak dan diperkirakan menuju Cape Canaveral, Amerika."
Praktis, mata Jordan melebar. Keturunan Boleslav itu segera menghubungi Black Castle di mana komunikasi pusat berada di bawah kendali Q.
"Pasti Sengkuni sengaja mengurung mereka untuk dijadikan umpan!" serunya geram.
Q segera menghubungi tim yang bergerak ke Florida di mana peluncuran roket yang bermuatan serum monster siap disebarluaskan. Praktis, kabar dari Q membuat para mafia yang berada di lapangan panik seketika karena Safa dan Arthur sedang dalam perjalanan ke sana.
"Beritahu mereka, Q!" seru Yuki panik saat menunggu jemputan drum limbah monster untuk diangkut.
"Itulah yang membuatku marah. Semenjak mereka memasuki wilayah Florida, Safa dan Arthur tak bisa dihubungi. Aku tak tahu apa yang terjadi. Aku sudah meminta Jordan untuk melihat dari satelit, tapi seperti ada yang memblokir," jawab Q geram.
"Jangan katakan jika tempat tersebut terdapat pemancar fatamorgana aktif!" sahut Monica.
"Oh, shitt! Aku paling benci jika mahakaryaku malah menjadi senjata makan tuan," ucap Eiji lesu.
"King D dan timnya bergerak ke Florida. Jangan khawatir," sahut Melody yang sedang melakukan penjemputan drum ke pulau Kalimantan.
__ADS_1
"Aku juga mengirim Martin ke sana. Seharusnya, para monster itu bisa ditangani mereka," sahut Jordan membuat para pendengar sedikit bernapas lega.
La Palma, Spanyol.
Satu per satu, tim gabungan yang ditugaskan untuk membersihkan negara-negara di Eropa tiba dengan drum-drum limbah mereka. Drum-drum itu bergerak mendatangi sungai lava untuk memusnahkan diri. Kejadian itu diabadikan dalam video dan foto-foto. Kegembiraan yang menyelimuti hati mereka, membuat orang-orang itu lupa dengan keberadaan Sakura.
"Akhirnya ... selesai sudah," ucap Yena dengan air mata haru menetes di wajah.
Zaid memeluk isterinya erat. Para mafia itu saling berpelukan sebagai perwujudan rasa syukur mereka. Kali ini, mereka merasakan penderitaan yang teramat sangat melebihi kejadian di masa-masa sebelumnya di mana lawan para mafia adalah militer dan kelompok mafia lainnya. Kali ini, para mafia bergabung dengan militer pemerintah untuk memusnahkan satu musuh yang sama, wabah monster.
"Hei! Eiji menghubungiku!" seru Sierra dengan telepon satelit dalam genggaman.
Sontak, orang-orang yang sedang memuji keindahan lahar panas itu mendekati keturunan Flame tersebut karena penasaran.
"Ada apa?" tanya Doug penasaran.
"Tim yang ditugaskan di Afrika mengalami kendala penjemputan. One dan Verda kehabisan bahan bakar sehingga ada beberapa wilayah yang tak bisa didatangi oleh mereka. Selain itu, tim yang ditugaskan ke wilayah Eropa juga belum ada yang menjemput," jawab Sierra menegaskan.
"Aku saja yang pergi. Bahan bakarku masih sangat cukup dan kami memiliki cadangan," sahut Yohanes cepat.
"Aku ikut. Aku akan membantu," timpal Daniel yang akan ikut melakukan penjemputan tim di negara Polandia tempat Sun ditugaskan, para Agent di Romania, Barracuda di Belarus dan Ukraina.
"Aku juga," sambung Seif.
Sierra segera menginformasikan hal tersebut kepada Eiji. Tentu saja, hal menggembirakan itu disambut baik olehnya. Eiji dengan cekatan menghubungkan kepada tim yang bertugas di negara-negara tersebut dan mengabarkan jika akan dijemput oleh Yohanes serta kawan-kawan.
"Terima kasih. Kami akan menunggu," ujar Agent X mantap di mana mereka masih melakukan pembersihan karena ternyata, CD yang mereka terbangkan menemukan kumpulan bangkai-bangkai monster di sekitar pusat kota.
"Kau memang pintar dan cekatan, Flame," puji Yusuke, tapi Lucy langsung menyenggol lengan suaminya dengan wajah cemberut.
"What? Itu benar. Kenapa, kau cemburu?" tanyanya menggoda, tapi Lucy langsung memalingkan wajah sebagai bentuk penolakan. Yusuke tersenyum.
Tim yang melakukan penjemputan segera bersiap. Pesawat kargo yang dibawa Yohanes berhasil lepas landas meninggalkan wilayah gunung berapi La Palma, Spanyol. Sedang Sierra, menghimpun data termasuk anggota dalam tim yang sudah datang untuk menyetorkan drum-drum limbah berikut jumlahnya. Di sanalah, wanita cantik bermata biru itu menyadari jika Sakura tak ada dalam kerumunan manusia-manusia sehat tersebut.
"Cari Sakura sampai dapat! Susuri sekitar! Jordan mengatakan jika pelacak di tubuh Sakura tak terdeteksi oleh satelit. Cepat!" seru Sierra bertitah.
"Hoi!" jawab semua orang serempak dan membagi menjadi beberapa tim.
CD diterbangkan untuk mencari keberadaan Sakura di wilayah yang tak bisa dijangkau manusia karena suhu panas yang ekstrim dan hujan abu yang pekat. Orang-orang itu berpencar ke segala penjuru. S yang baru menyadari jika pengendali drum masih berada di pesawat segera mengaktifkannya.
"Pak S! Ada jejak mobil di sini mengarah ke sono!" seru P-C seraya menunjuk.
S segera mendatangi P-C yang berada di jalan menanjak di mana rute itu menuju ke arah lereng gunung.
"Temuan bagus! Ayo!" sahut S segera mengikuti P-C yang memimpin di depan di mana hujan abu membuat jarak pandang mereka relatif pendek.
S mencoba menggerakkan joystick pada pengendali dalam genggamannya. Ia melihat sekitar dan berharap, drum-drum berkaki itu bergerak.
__ADS_1
Benar saja, "Pak S! Drum-drum itu berjalan ke sungai lava!" seru P-I menunjuk dengan teropong di balik masker yang menutup seluruh wajahnya.
S dan anggota 4P lainnya berlari ke arah bukit dan mendapati drum-drum yang dikendalikannya bergerak secara berurutan ke sungai lava yang kemudian menceburkan diri.
"Sakura pasti berada di dekat sini! Dia pasti bermaksud untuk melenyapkan drum-drum limbah kami. Cari dia dan hati-hati dengan sekitar! Tanah di lokasi ini berasap!" seru S yang terlihat panik karena ia berulang kali harus mengelap lapisan penutup wajah tembus pandang itu agar tetap bisa melihat.
4P berlari ke sisi lain menghindari asap-asap yang muncul dari permukaan tanah. S bisa merasakan lokasi itu sangat panas hingga tubuhnya berkeringat. Pikiran buruk langsung menggentayanginya dan berpikir jika Sakura tewas terpanggang.
"Pak S! Pak S!" panggil P-M panik yang terlihat di kejauhan dengan HT.
S segera berlari kencang saat 4P menggotong tubuh Sakura yang sudah tertutupi debu vulkanik akibat letusan gunung berapi. Mata S melebar ketika melihat kulit Sakura melepuh dan berwarna merah layaknya terpanggang.
"Tinggalkan mobilnya! Cepat pergi dari sini!" seru S panik karena kondisi Sakura yang mengenaskan.
"Siap!" jawab 4S serempak dan berjalan dengan langkah cepat keluar dari medan yang terasa panas bagaikan pintu neraka terbuka.
S mengikuti di belakang dan memastikan jika semua drum yang dibawa oleh Sakura telah lenyap dilahap lava.
"Kau nekat, Sakura," ucap S saat melihat drum-drum yang mereka kumpulkan saat itu telah musnah karena keganasan cairan merah membara tersebut.
"Itu mereka!" seru Toras menunjuk yang berada di atas pesawat menggunakan teropong.
"Ambulance! Eh, rumah sakit! Bawa Ibu Sakura ke rumah sakit!" teriak P-C panik karena Sakura memejamkan mata dengan tubuh memerah seperti direbus.
"Oh, Dewa! Cepat! Cepat!" seru Rohan cemas dan bergegas memasuki kokpit untuk menyalakan mesin pesawat.
"Kau akan bawa ke mana? Rumah sakit di seluruh dunia tak ada dokter atau perawat yang menjaga!" tanya Sierra saat orang-orang itu memasukkan Sakura ke kabin kargo.
"Lalu bagaimana? Dia bisa mati!" tanya Lucy panik seperti akan menangis.
"Periksa organ vitalnya dengan pemindai kita! Cek detak jantungnya!" titah Sierra yang dengan sigap mendatangi tubuh Sakura yang digeletakkan di sofa lipat miliknya.
Masker oksigen yang dikenakannya dilepas oleh Yena. Wanita cantik yang pernah belajar ilmu medis itu segera melakukan yang diperintahkan oleh Sierra. Semua orang diam menunggu hasil pemeriksaan.
"Ada! Detak jantungnya masih ada, tapi sangat lemah!" jawab Yena menatap Sierra lekat.
P-M segera mengambil alat pemindai dari dalam tas yang digendongnya lalu melakukan pemindaian pada tubuh Sakura. Semua orang tampak cemas melihat Sakura tak bergerak.
"Tulang kering kaki Bu Sakura patah! Mungkin karena tertimpa drum limbah. Tadi saya lihat ada sebuah drum yang nindihin kaki dia sebelum akhirnya drum itu bergerak ke sungai lava!" ucap P-M yang menemukan Sakura saat itu.
"Bagaimana ini? Fasilitas medis terdekat hanya ada di Paris. Namun, aku belum memeriksa tempat itu," ujar Venelope bingung.
"Bawa ke Black Castle saja. Di sana perlengkapan medis cukup lengkap dan aku bisa merawatnya," ujar Yena, dan diangguki Sierra.
Segera, pesawat kargo yang digunakan Sierra bersiap untuk meninggalkan lokasi. Sakura dipakaikan masker oksigen selama ia terbang menuju Black Castle dan infus. Sierra pergi meninggalkan lokasi bersama Yena, Zaid, dan Doug. Rohan mempiloti pesawat itu dibantu Agent S sebagai co-pilot. Sedang sisanya, akan tetap berada di kawasan tersebut menunggu tim yang lain. Venelope dipercaya untuk melakukan pendataan susulan menggantikan tugas Sierra, dan wanita cantik itu mengangguk siap.
***
__ADS_1
uhuy makasih tipsnya😍 lele padamu💋 sudah hari senin dan jangan lupa sedekah poin, koin, vote vocer sebelum hangus, rate bintang 5 bagi yang belum, komen dan like kalian ditiap eps ya. semoga King D tamat sesuai jadwal akhir bulan. amin❤️