
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
King D, Eva dan Kim Arjuna, berlari kencang mendatangi Sengkuni yang tubuhnya masih digenggam oleh Hugo meski sudah tak sekuat tadi. Pemuda itu membuka matanya dengan wajah sudah bonyok dan darah menetes dari mulut serta lubang hidungnya.
"Heahhh!" teriak tiga orang itu lantang, siap untuk menebas putra dari Raden tersebut.
Namun, tiba-tiba, CRATT!!
"Harrghh!" raung Hugo saat Sengkuni tiba-tiba menyemburkan cairan dari dalam mulutnya ke wajah pria besar itu.
Praktis, genggaman tangan Hugo terlepas dan membuat Sengkuni bebas. Pemuda itu dengan sigap berlari menuju ke tepi kapal dan menceburkan diri ke laut.
BYURR!!
"Tidak! Argh!" raung King D kesal karena putra Raden berhasil meloloskan diri dan berenang dengan cepat.
"Dia bisa berenang?" tanya Naomi dengan mata melotot saat melihat pergerakan Sengkuni yang gesit di dalam air seperti ikan.
"Dia menghisap kekuatan Jason," jawab Irina tegas sembari berlari ke tepi kapal untuk melihat arah perginya Sengkuni.
"Kita harus mengejarnya! Jangan biarkan keparat itu lolos!" seru Arjuna marah.
"Ayo!" ajak Zurna agar para mafia itu mengejar menggunakan kapal.
Namun, lagi-lagi, BLUARRR!!
"Shitt!" pekik Melody dengan mata melotot saat kapal yang ditumpangi mereka untuk menuju ke kapal kargo meledak hebat. Beruntung, para mafia itu belum menaiki kapal.
"Hahaha! Kalian tak akan bisa mengejarku!" teriak Sengkuni dengan wajah tengilnya muncul di permukaan dan kembali menyelam.
"Dia meledakkan kapal-kapal kita!" teriak Lysa yang melihat Sengkuni berenang dengan cepat menuju kapal lainnya.
Benar saja, DWUARRR!!
"Harghh! Bocah sialan!" teriak Souta ikut tersulut emosi karena tak bisa melakukan apa pun.
Namun, King D menyadari satu hal. Ia bergerak ke sisi lain dari tempat Sengkuni menceburkan diri dan meledakkan kapal. Seketika, senyumnya terkembang.
"Tuan William!" panggil King D lantang dan mantan agent CIA tersebut seperti peka akan panggilan itu.
"King D!" panggil Melody saat melihat kekasih Irina melompat ke atas kapal yang dikemudikan William.
"King D dan William mengejar Sengkuni!" seru Eva yang ikut melihat aksi dua lelaki itu.
"Jangan diam saja! Bantu dia!" seru Lysa garang.
Semua orang mencari cara untuk membantu King D yang sedang berusaha menghentikan kegilaan Sengkuni.
"Romeo!" teriak Irina yang membuat semua orang berlari ke arahnya.
"Romeo melawan Sengkuni dalam air!" pekik Zurna.
Saat semua orang tegang, tiba-tiba ....
__ADS_1
NGENGGG!!
"Om Junet! Ayo!" teriak Obama yang mendapatkan jet ski di tempat skoci terpasang.
"Bagus!" seru Arjuna yang dengan sigap melompat ke atas motor air itu menggunakan tali yang dipegangi kuat oleh Zurna.
NGENGGG!!
"Lysa, ayo!" ajak Javier yang ikut menggunakan jet ski dari tempat Obama mendapatkan benda tersebut.
Lysa dengan sigap meluncur turun menggunakan tali yang sama dan dipegangi Zurna kuat.
"Masih ada banyak di tempat yang seharusnya untuk skoci! Cepat!" seru Javier menginformasikan.
Melody, Eva dan yang lain segera menuju ke tempat jet ski tergantung di tepi kapal. Hugo yang terluka, tetap berada di atas kapal ditemani oleh Naomi yang mengobatinya.
"Kau beruntung karena kulitmu keras sehingga cairan asam Sengkuni tak langsung membunuhmu," ucap Naomi saat membersihkan luka di wajah pria itu hingga membuatnya harus memejamkan mata.
Beruntung, Hugo tak mengalami kebutaan. Napas Hugo memburu menahan sakit di mana sebelumnya ia kebal terhadap senjata tajam, tapi tidak dengan cairan yang bisa melelehkan logam tersebut. Hugo terpaksa tak ikut membantu karena wajahnya dibalut perban agar lukanya tak infeksi. Naomi mengamati dari atas kapal saat sepuluh jet ski melaju kencang ke tempat Romeo yang sedang bertarung melawan Sengkuni di dalam air.
Di dalam air.
"Herggg!" erang Romeo saat lehernya di cekik oleh Sengkuni dengan kuku tajamnya.
Romeo juga harus menahan pergerakan ekor Sengkuni yang ingin menusuknya. Gelembung-gelembung air muncul dari dalam mulut pemuda yang menjadi manusia ikan itu. Mata Sengkuni menyala terang berwarna kuning layaknya buaya.
"Pengkhianat. Aku sudah curiga padamu saat bersekutu denganku, Romeo. Hem, matilah dan susul Juliet-mu entah dia sapa. Hahahaha!" tawa Sengkuni yang begitu bangga karena menganggap dirinya abadi.
Hingga tiba-tiba, BLUARRR!!
Tubuhnya sampai terdorong, begitupula Romeo. Ledakan itu tak berhenti dan membuat Sengkuni kembali marah karena penyiksaannya diganggu lagi. Ia melihat sebuah benda terapung di atasnya.
"Harghh, pengacau!" teriaknya marah dan melepaskan cekikan di leher Romeo.
Romeo yang masih memegangi ekor Sengkuni, membuat putra Sandara itu semakin kesal.
KRAUKK!!
"Aggg," erang Romeo saat gigi tajam Sengkuni menggigit tangannya.
Praktis, cengkeraman Romeo terlepas. Sengkuni menyeringai dan JLEB!
"Ohok!"
"Hehe, kau masuk dalam daftar kematianku, Romeo. Kini, akan kuhabisi ayahmu yang bodoh itu," kekehnya dengan senyum licik lalu berenang ke atas dengan segera.
Romeo memegangi dadanya yang terkena tusukan ekor Sengkuni. Darah segar menyeruak dari lukanya. Romeo kesakitan karena luka di dada dan lengannya, ia hampir menyerah, tapi mendengar ucapan Sengkuni yang akan membunuh ayahnya dan pernah mencelakai keluarganya, pemuda itu bangkit dan menunda kematiannya.
"Erghh! Tak akan kubiarkan kau melukai keluargaku lagi!" teriaknya marah dan melihat belati yang digunakan ayah dan kakaknya tertancap di terumbu karang.
Romeo berenang dengan cepat mengambil belati itu dan menggenggamnya erat. Namun, saat ia berbalik, matanya terbelalak lebar karena melihat sekumpulan ikan hiu monster yang masih tersisa berenang ke arahnya. Romeo panik seketika. Sedang Sengkuni, terlihat akan melakukan sesuatu karena dua tangannya menggenggam dua buah bom yang bisa ditempel. Mata Romeo melebar.
"Errghhh!" erang Romeo yang berenang dengan cepat ke arah Sengkuni dengan belatinya.
__ADS_1
SRETTT!!!
"Harghh!" rintih Sengkuni saat Romeo menyayat pahanya hingga darah menyeruak ke luar dari luka robekan. "Kau? Harrghh!" teriak Sengkuni marah dan langsung berbalik.
Namun, seketika ....
"ARGHHH! HARGHHH!"
Mata Romeo melebar. Ia yang melihat Sengkuni digigit oleh hewan-hewan ciptaannya sendiri dengan buas segera berenang ke permukaan.
"Romeo!" pekik Lysa yang hampir saja melesatkan anak panahnya ke arah putra William karena berpikir itu adalah Sengkuni.
William dengan sigap menarik tangan Romeo ke atas kapal saat melihat puteranya terluka. Javier dan Lysa turut membantu dengan mengangkat tubuh Romeo dari atas jet ski.
BOOM! BOOM!
Suara ledakan dalam air membuat jet ski dan kapal William berguncang keras hampir menjatuhkan mereka ke dalam lautan. Saat semua orang sedang bingung dengan apa yang terjadi tiba-tiba ....
"HARGHHH! Sialan kau!" teriak Sengkuni garang yang kehilangan satu kaki dan satu tangannya akibat terkoyak gigitan monster hiu.
Terlihat mayat-mayat para hiu monster yang tewas akibat ledakan bom dari Sengkuni terapung di permukaan air. Mata William dan lainnya melebar saat melihat Sengkuni memegangi salah satu kaki Romeo hingga membuatnya naik ke atas permukaan.
Akan tetapi, "Heahhh!"
KRASSS!!
Mata Sengkuni melebar saat melihat King D melompat dari atas kapal dengan pedang Silent Sharrow menyala terang dan sinar laser putih menyilaukan mata. Sengkuni yang tak menyadari serangan itu, pasrah dengan takdirnya kali ini.
BYURR!!
"Hah!" kejut William dan lainnya karena King D ikut tercebur usai membelah tubuh putra Raden tersebut menjadi dua bagian dari ujung kepala sampai ke organ vitalnya.
"Ada hiu monster di dalam sana! King D bisa terbunuh!" teriak Romeo saat akhirnya ia berhasil dinaikkan meski tangan William menjadi gemetar karena melihat Sengkuni tewas mengenaskan.
"Kenapa masih ada yang tersisa? Aku sudah membunuh mereka semua!" pekik William kaget.
"Mungkin karena ledakan yang dibuat sehingga penjara yang memerangkap hiu-hiu itu terbuka. Mereka bebas di lautan!" jawab Romeo yang sudah mengetahui seluk-beluk jebakan Sengkuni di perairan itu.
"King D!" teriak Lysa panik saat Javier memaksanya naik ke kapal karena berisiko jika tetap berada di jet ski.
Romeo mengerang kesakitan karena luka yang dideritanya. William panik dan segera mengobati puteranya dengan peralatan medis seadanya yang ada di kapal. Romeo berusaha untuk bertahan karena ia masih ingin melihat ibunya.
Semua orang panik seketika dan sebagian kembali ke kapal kargo agar tak diserang hiu-hiu monster itu.
"Ikuti cahaya pedangnya!" seru Naomi dari atas kapal yang membuat orang-orang di atas jet ski langsung mengarahkan pandangan ke dalam air.
"Itu dia!" seru Eva saat melihat cahaya putih bergerak-gerak di dalam air seperti melawan sesuatu.
"Cepat tolong King D! Darah monster bisa membunuhnya!" teriak Souta yang membuat semua orang panik seketika.
"King D!" panggil Irina dengan mata berlinang.
***
__ADS_1
krn byk yg minta jgn ditamatin dulu baiklah lele panjangin dikit ya sampai bener2 tuntas. kwkwkw jadi molor lagi kan jadwal tamatnya. wedew😑 oia trims tips koinnya Rana💋 krn banyak bs buat crazy up ya😆