
Tim Barracuda ikut memberikan laporan selama helikopter King D melintasi beberapa kota di bawahnya meski tak terlihat kehidupan baik dari para monster atau manusia yang selamat.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Kami sudah menyusuri perairan menuju ke Korea Selatan sampai ke Jeju, tapi tak menemukan kapal selam milik Ahmed yang kalian yakini dicuri oleh Hope," ucap Number Six melaporkan.
"Terima kasih atas informasimu, Paman. Lalu ... bagaimana dengan markas di Jeju? Apakah aman? Siapa yang mengoperasikan tempat itu?" tanya King D dengan sambungan komunikasi didengar oleh seluruh awak helikopter.
"Tak ada. Pemancar Fatamorgana diaktifkan berikut sistem persenjataan saat kami datang kemari. Beruntung kapal dan data diri anggota Barracuda dikenali oleh sistem sehingga kami bisa memiliki akses masuk dengan aman. Aku terpaksa mematikan pemancar untuk menghubungi markas-markas yang telah aktif. Hanya saja, kami melihat ada tabung yang terbuka, tapi tak ada manusianya. Kami tak bisa mendeteksi siapa pemilik tabung itu karena datanya dihapus. Ini sungguh aneh," jawab Number Six yang membuat semua orang dalam helikopter serius seketika.
"Apakah kalian sudah menyisir seluruh pulau atau sekitar pesisir?" tanya King D makin mendetail.
"Sedang kami lakukan. Aku menduga jika ada seseorang yang sudah bangun. Hanya saja, kami tak bisa mengakses data di pusat kendali penyimpanan tabung. Namun, bisa kami simpulkan jika orang-orang yang disimpan dalam tabung dalam keadaan aman dan sistem dalam tabung bekerja secara optimal. Ada 15 tabung di markas ini dengan manusia hidup di dalamnya," tegas Number Six.
"Tunggu! Bukannya Seif ada di Jeju?" tanya Souta yang membuat semua orang menegakkan dudukkan.
"Oh! Kau benar! Mungkin saja orang yang bangun itu adalah Seif. Terima kasih atas informasimu, Souta. Baiklah, aku tutup komunikasi kita untuk memastikan hal itu," sahut Number Six yang langsung memutus panggilan.
"Semoga memang benar Seif yang bangun dari tabung. Jika bukan, siapa? Kenapa aku tak ingat siapa saja orang-orang yang disimpan dalam markas Jeju?" tanya Daniel terlihat berpikir keras.
"Markas kita kebanyakan, Om Daniel! Otak Otong yang super besar ini aja sampai gak sanggup nyimpen semua database orang-orang dalam jajaran," sahutnya pamer, tapi membuat kening semua orang berkerut kening.
"Fokus saja pada kemudimu itu. Jangan sampai kita tersesat atau terdampar di suatu wilayah tak dikenal," sahut Maksim dengan mata terpejam siap untuk kembali tidur.
Obama Otong memonyongkan bibir terlihat sebal, tapi tak bisa protes. Semua orang menahan tawa dan kembali fokus pada pengamatan mereka menggantikan tugas anggota tim Marco-Polo sebagai pengawas kamera yang terpasang pada bagian luar helikopter.
Helikopter terus terbang seraya melakukan pengisian bahan bakar dari bagian dalam menghabiskan stok dari jeriken.
Sayangnya, bahan bakar itu hanya cukup sampai ke Anadyr, Rusia sebelum menyeberangi Laut Bering yang berbatasan dengan wilayah Amerika.
"Kita akan mendarat di Anadyr Airport untuk pengisian bahan bakar. Belum pernah satu pun dari kita singgah di bandara itu. Jadi ... bersiaplah," tegas King D dari tempatnya duduk, dan semua orang mengangguk paham.
Keesokan harinya, mereka akhirnya tiba di kota tempat pengisian bahan bakar. Sensor pemindai tak menemukan satu pun manusia selama mereka melintasi permukaan.
__ADS_1
Padahal, Rusia sangat luas dan hal itu dianggap aneh oleh para mafia senior tersebut. Saat melintasi suatu kota, helikopter sengaja terbang rendah.
Obama terlihat fokus pada pergerakan helikopternya agar tak tertabrak gedung-gedung tinggi yang dilewati.
"Apakah benar jika manusia yang hidup tinggal segelintir saja? Ini sungguh mengerikan," tanya Sakura miris seraya melihat dari luar jendela.
"Entahlah. Namun, melihat kasus yang terjadi pada sebagian orang, mungkin saja mereka sengaja bersembunyi karena mengira kita kelompok Hope," sahut Arthur.
"Ya, bisa saja mereka menganggap Hope sebagai ancaman sehingga orang-orang yang sudah tahu niat busuknya memilih untuk tak terlihat di permukaan. Jika itu benar, setidaknya aku lega karena masih ada manusia yang—"
TET! TET! TET!
Ucapan Jason terputus seketika. Mata semua orang melebar karena sistem detektor serangan pada helikopter terdengar begitu nyaring dan membuat kabin bercahaya merah dari lampu yang berkedip.
"Siapa yang menyerang kita?!" tanya Marco memekik karena tak mendapati apa pun dari kamera pengawasnya.
"Aku melihatnya! Ada kapal melaju kencang di sungai seperti mengejar kita!" seru Polo saat membuka pintu samping kiri helikopter dan melihat sebuah pergerakan di aliran sungai Reka Anadyr.
Praktis, mata semua orang melebar. Ternyata, orang di kapal itu menembakkan panah ke arah helikopter, tapi tak menimbulkan kerusakan pada badan helikopter sehingga tak membuat sistem persenjataan melakukan serangan balasan.
"Bos D! Samperin gak manusia purba itu?" tanya Obama terlihat ragu saat mengarahkan laju kendaraan terbangnya.
Semua orang menunggu keputusan dari lelaki dengan manik mata berbeda warna tersebut.
"Ya. Daratkan! Sekecil apapun peluang kita, jangan abaikan tiap manusia selamat," tegasnya mantap.
"Asiap!" jawab Obama memutar laju helikopternya mendekati sungai tersebut.
Kapal yang ditumpangi oleh dua orang manusia berjaket tebal ikut merapat ke tepian. Polo melihat dari balik jendela helikopter saat dua orang itu masih membawa senjata kuno yang tak bisa membunuh sama sekali.
"Hati-hati," pinta Irina saat King D bersiap turun bersama Souta, Marco dan Polo.
King D mengangguk dan terlihat siap. Ia hanya membawa pedang Silent Blue yang disarungkan pada punggungnya.
KLEK! PIP!
__ADS_1
Saat pintu helikopter sisi kanan terbuka, tiba-tiba ....
SWINGG! BUZZ!!
"Gas! Gas!" pekik Jason panik karena dua orang yang berlari mendekati helikopter itu tiba-tiba saja melontarkan sebuah tabung berisi gas berwarna putih pekat hingga menyelimuti seluruh kabin tengah helikopter tempat orang-orang duduk.
Sakura dan lainnya batuk-batuk, tapi Irina menyadari sesuatu. "Gas ini ...," ucapnya dengan mata melebar.
"Ini gas halusinasi! Dia menggunakan Rainbow Gas!" pekik Fara yang ternyata juga mengenali jenis gas tersebut.
Semua orang yang sudah menyiapkan serum penawar pada seragam tempur bergegas memakan kapsul gel tersebut.
King D yang bisa melihat pergerakan lawan meski dalam kepulan asap pekat tak gentar dan terus maju menembus asap.
"Dia bukan manusia biasa! Matanya menyala, Kakek! Dia monster jenis baru!" seru seorang anak lelaki dengan bahasa Rusia.
"Jangan takut! Kakek akan ... eh?" jawabnya dengan sigap melindungi sang cucu yang ketakutan, tapi langsung melebarkan mata ketika melihat sosok King D.
"Oh! Anda ...," kejut King D sampai mata silver-nya langsung memudar.
"Mbah Bojan!" pekik Obama yang sosoknya muncul dari bagian atas helikopter ikut mengenalinya.
"Hahahaha! Itu kawan-kawan, Kakek! Mereka sudah bangun! Kita selamat!" seru Bojan senang dan anak lelaki yang disebut cucu itu ikut gembira sampai melompat-lompat kegirangan.
Dua orang itu segera berlari menuju helikopter dengan wajah sumringah.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
makasih tipsnya😘ditunggu tips lainnya dari para LAP yang belom sempet masuk SS. jangan lupa vote vocer, poin, dan koin ya. jangan lupa like audio book vesper ya. lele padamu❤️ sekalian info. lele mau fokus tamatin Monster Hunter yg kudunya selesai di akhir bulan ini. Jadi dobel epsnya di MH ya. King D ngalah dl 1 eps perharinya. Tengkiyuw 💋
__ADS_1