KING D

KING D
Para Monster Menggila*


__ADS_3

Maap gaes kalau gak up dari kemarin. Baby Z lagi manja banget minta gendong mulu. Giliran ditaruh melek dan oek. Jadi kalau lele belom up harap maklum ya dan semoga jadwal tamat gak molor lagi. Amin. Oke lanjut!


----- back to Story :



Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Motor trail yang dikendarai King D melaju kencang mengikuti arahan dari seekor burung. Mereka melintasi jalan tanah yang ditumbuhi rerumputan. Beruntung, Polisi Lee akhirnya terbebas dari sistem cuci otak Sengkuni meski wajahnya kini harus terluka karena cakaran kuku tajam King D. Lee berpegangan kuat pada pundak King D meski harus menahan sakit di wajahnya.


"Tunggu! Aku sepertinya mengenal wilayah ini," ucap King D menyipitkan mata karena cuaca yang cukup terik.


"Kau tahu kita di mana?" tanya Polisi Lee ikut melihat sekitar.


"Alice Spring! Ya, aku yakin itu! Mimi pernah mengajakku ke resort-nya meskipun baru 3 kali. Jika benar begitu, seharusnya—"


"Oh! Ada pesawat! Jumlahnya banyak sekali!" potong Polisi Lee saat ia mendengar deru mesin di langit.


Praktis, mata King D melebar. Siapa sangka, mata hitam dengan corak beragam pada lensa merupakan gabungan dari semua kemampuannya. Meskipun kemampuan mata merah dan biru telah diambil oleh Sengkuni, tapi hal itu tak membuat kemampuan King D sirna karena semuanya bercampur menjadi satu hingga membuat matanya hitam menyeluruh.


"Hempf, aku mencium bau monster dan ...," ucapnya dengan lubang hidung bergerak.


"Apa yang terjadi dengan rambutmu? Agh! Tajam, seperti duri!" pekik Polisi Lee saat melihat rambut King D tiba-tiba berdiri seperti landak dan memiliki ujung tajam.


Polisi Lee yang penasaran malah memegangnya dan membuat jarinya terluka. Pria tua itu spontan menghisap ujung jarinya yang mengeluarkan darah karena tertusuk.


"Benarkah? Mungkin ... karena mata silver-ku. Aku memiliki kemampuan hampir sama dengan Fara. Aku bisa merasakan bahaya mengancam dari pesawat-pesawat itu," ucap King D dengan terus melaju motornya kencang meski matanya mengikuti pergerakan pesawat yang melintas di atasnya.


Namun tiba-tiba, "Lihat! Pesawat itu menjatuhkan muatan! Awas!" teriak Polisi Lee menunjuk sebuah pesawat kargo membuka palka belakang dan menjatuhkan sebuah kotak besi berjeruji berisi makhluk hidup yang tak diketahui karena berjumlah banyak.


Mata Polisi Lee menajam begitupula King D.


"Oh, itukan ...," ucap King D dengan mata membulat penuh. "Monster!" teriaknya yang langsung menghentikan laju kendaraan saat kerangkeng besi tersebut jatuh dengan keras di atas tanah dan terbuka.


Seketika, makhluk-makhluk yang terkurung di dalamnya berhambur keluar. Pergerakan motor King D tertangkap oleh mereka dan langsung berlari mendatangi dengan buas.


"AAAA! Pergi dari sini!" teriak Polisi Lee panik dan memukul lengan King D kuat.


King D merasakan bahaya karena rambut landaknya semakin meruncing dan membuat jantungnya berdebar. Pria bermata hitam itu segera memutar arah dan melaju motornya kencang menjauh dari sekumpulan orang yang tampak begitu mengerikan karena sudah berwujud lain.


"Apa itu? Mengerikan sekali! Cepat!" teriak Polisi Lee menoleh ke belakang saat melihat beberapa orang dengan taring mengejar mereka menggunakan dua tangan dan kaki layaknya binatang.


King D bisa melihat dari kaca spion saat para monster yang terkena serum tambahan mengejar dengan raungan mengerikan.


"Harghhh!"

__ADS_1


NGENGG!! BRAKK!!


"Aargghh!" erang Polisi Lee saat punggungnya tertangkap dan membuat dirinya bersama King D jatuh dengan keras di atas tanah.


Mereka berdua jatuh bergulung-gulung di atas rumput sebuah gurun. Saat Polisi Lee dan King D berusaha untuk bangun, tiga manusia monster sudah siap menerkam mereka.


"AAA!" teriak Polisi Lee saat seorang monster melompat ke arahnya dengan taring mencuat siap menusuk lehernya. "AAAA! AAAA!"


"Polisi Lee!" teriak King D saat dua orang monster ikut melompat ke arahnya siap menerkam. Hanya saja, King D yang memiliki kemampuan lebih dengan sigap mempersenjatai dirinya dengan perubahan wujudnya. "Harghh!"


"Hoorr! Hog, hog!" rintih dua manusia sakit itu saat King D dengan sigap menjulurkan dua tangannya ke depan berwajah bengis.


Kuku tajamnya langsung menancap di leher bagian depan dua orang itu. Lawannya menyemburkan darah hitam ke tangan King D dengan tubuh mengejang. King D berdiri tegap seraya mengangkat dua manusia yang masih bergerak meski sudah sekarat karena leher mereka tertusuk kuku-kuku jari runcing pria bermata hitam itu.


"Heyah!"


BRUKK!!


King D melemparkan dua manusia sakit itu dengan kuat ke tempat kosong. Ia bergegas berlari ke arah Polisi Lee yang sedang berusaha menyelamatkan dirinya dari serangan seorang monster.


DUAKK!!


"Harghh!" erang manusia monster itu ketika King D menendangnya kuat dengan sepatu magnet yang ia kenakan. Polisi Lee dibuat panik hingga napasnya tersengal dan matanya melotot.


"Matamu ... kau ... kau," ucapnya sampai tergagap seraya menunjuk.


"Aku sakit seperti mereka, tapi aku bisa mengendalikannya. Cepat! Darah segarmu mengundang para monster itu. Pergilah, dan selamatkan Haru!" perintah King D dengan sigap menarik motornya yang jatuh lalu menyalakan mesin.


Ia juga meletakkan tas ransel berisi persenjataan pada bagian stang sebagai bekal polisi asal Korea Selatan tersebut untuk melindungi diri. Polisi Lee masih bingung, tapi mengangguk. Ia segera mengendarai motor itu lalu mengikuti burung yang menunjukkan jalan padanya. King D berlari melindungi Polisi Lee karena ia harus menerjang sekumpulan monster. Para manusia sakit itu mengincarnya karena bau darahnya sangat menggiurkan.


"Terus jalan! Jangan tengok ke belakang! Aku akan melindungimu!" teriak King D seraya berlari kencang.


Ia merasakan kemampuan dari mata merah kala itu masih tersisa di tubuhnya. King D menduga, meskipun Sengkuni telah menghisap kemampuannya, tapi serum itu telah menyatu dengan tubuhnya sehingga tak hilang sepenuhnya. Seringai King D terpancar dan ketakutannya selama ini lenyap seketika.


"Heyah!"


KLANG! PIPIPIPIPI! DWUARRR! SHOOT! SHOOT!


"Harghhh!" erang para monster saat tubuh mereka terkena tembakan dari peluru-peluru tajam yang dilemparkan oleh Polisi Lee ketika berkendara.


King D tersenyum tipis karena tak menyangka jika Polisi Lee mengingat bagaimana menggunakan persenjataan dari Vesper Industries. King D terus berlari mengikuti Lee dari belakang seraya melawan para monster yang berusaha untuk menangkapnya. Putra Javier benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan dari kelima matanya di mana ia sudah bisa mengendalikan semua.


"Sengkuni gila! Dia membuat kalian lebih buruk lagi. Tak bisa dimaafkan!" teriak King D lantang dengan darah monster yang sudah berwarna hitam pekat mulai melumuri tubuhnya.


King D berusaha agar darah itu tak masuk ke mulutnya karena khawatir dirinya bisa tewas sedangkan masih harus menyelamatkan sang kekasih, Irina. Polisi Lee melemparkan semua persenjataan dari dalam tas ke sekumpulan manusia-manusia sakit itu seraya mengikuti arahan dari burung tersebut. King D menyalakan laser Silent Gold untuk mempercepat proses pembantaian demi menyelamatkan Polisi Lee dari kejaran para monster yang bernafsu menyantapnya.

__ADS_1


Pesawat kargo telah terbang meninggalkan wilayah gurun usai menjatuhkan muatan mereka. King D yakin jika pesawat-pesawat itu menuju ke suatu tempat dan hal itu bukan pertanda baik karena berisi para monster yang telah menggila.


"Harghh!"


"Agg!" erang King D saat para manusia monster itu mulai mengeroyoknya.


King D kalah jumlah, ditambah para monster itu lebih beringas karena memiliki kemampuan baru. King D menjatuhkan pedang laser saat tangannya digigit dengan rakus hingga pakaian tempurnya robek. Pria itu mulai kewalahan dan merasakan sakit di beberapa bagian karena digigit hingga kulitnya terkelupas.


"Arghh! Aggg!" rintihnya saat tubuhnya dirubungi hingga tak terlihat dan hanya dua mata hitamnya saja yang tampak sedang melotot menatap langit biru.


Namun tiba-tiba, "Harghhh!" erang salah satu monster ketika punggungnya tertancap sebuah tombak yang terikat dengan tali tambang warna hitam panjang.


SYUTTT! BRUKK!!


SHOOT! SHOOT! JLEB! JLEB!


"Harghh!"


Satu per satu, tombak-tombak itu dilesatkan dan menembus punggung para monster. Tubuh manusia-manusia sakit itu tertarik ke belakang hingga mereka jatuh tersungkur di atas tanah.


"Hah, hah, agh," rintih King D saat ia merasa beberapa monster yang menggigitnya jatuh satu per satu sehingga bisa bernapas lagi.


King D sampai jatuh berlutut karena dikerubungi dan menahan beban berat sekaligus menjaga nyawanya agar tak melayang meski sudah memiliki kemampuan berlipat. Namun, ia yang kalah jumlah, tetap tak bisa melawan para monster itu sekaligus.


"Oh, mereka ...," engah King D saat melihat segerombolan orang muncul sedang menembaki para monster dengan senjata panah. Senjata itu terlihat kokoh dan kuat layaknya tombak JERA, tapi berukuran kecil.


King D kembali fokus pada penyembuhan lukanya meski pakaian tempurnya sudah tak utuh lagi. Ditambah, tubuhnya terkoyak hingga ia tak sanggup melihat dirinya sendiri karena tampak daging segar berselimut darah kental menutupi raganya.


"Hah, hah, sial, sakit sekali. Jika tak ada kemampuan ini, pasti aku sudah mati," erangnya dengan mata terpejam erat dengan keringat bercucuran saat akhirnya terbebas dari para monster yang mengerubungi tubuhnya.


"D! King D 'kan?" tanya seseorang seraya berlari ke arahnya menggunakan bahasa Indonesia, tapi berlogat Jawa.


King D menaikkan pandangan dengan tubuh berkeringat hebat dan wajah pucat. Ia mengangguk pelan dengan napas tersengal mencoba mengenali sosok itu.


"Eh? Anda ... oh! Kalian sudah bangkit?" tanya King D langsung melotot saat melihat salah satu anggota dari Red Ribbon menunjukkan gigi kuningnya dan tersenyum lebar.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



kuy yg belom join GC WA Family Mafia segera ya dan ikuti acara giveaway. tengkiyuw

__ADS_1


__ADS_2