KING D

KING D
Reina Mengambil Alih


__ADS_3

Siapa sangka, puteri Sakura dan Alex tersebut mampu menunjukkan kemampuannya dalam memimpin. King D, Irina dan Obama Otong dibuat kaget akan hal tersebut.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"King D, Irina, dan Otong. Kalian memiliki kemampuan khusus tak seperti manusia normal. Kalian hampir sama sepertiku. Aku sudah mengamatinya meski kita baru bertemu. Jadi, ikuti instruksiku," ucap Reina yang membuat tiga orang dewasa itu berwajah serius seketika.


"Yes, Mam!" jawab King D mantap.


"Yes, Mam!" jawab Irina dan Otong menyusul.


"D. Gunakan kemampuan mata perakmu. Seharusnya, kau bisa melihat ranjau-ranjau yang ditanam dalam pasir," perintah Reina yang mengejutkan King D sendiri.


"Oke, akan kucoba," jawabnya terlihat ragu, tapi mulai memejamkan mata seperti fokus untuk mengganti warna matanya.


Seketika, mata merah biru King D berubah menjadi perak. Irina yang masih bisa mengamati pergerakan King D, melihat kekasihnya seperti memindai sekitar.


"Kau benar, Reina! Aku bisa melihat ranjau-ranjau yang terkubur dalam pasir. Bagaimana kau tahu hal ini?" tanya King D heran.


"Saat aku bersama Fara semalam, dia menunjukkan kemampuannya. Kata Polo, kau juga memiliki mata perak sama sepertinya, hanya saja beda kemampuan. Meski demikian, aku rasa kalian tetap memiliki kesamaan. Aku meminta Fara mengembangkan kemampuan itu tak hanya rambut landak. Marco bilang, matamu bisa melihat dibalik asap pekat sebuah pergerakan. Sebenarnya, tanpa benda itu bergerak sekalipun, kau bisa melihat asalkan lapisannya tak tebal seperti dinding beton atau berada jauh di dalam tanah. Dan dugaanku, terbukti," jawab Reina menjabarkan dengan akurat.


"Aku mengerti. Terima kasih kau memberikan petunjuk yang sangat berguna untukku," ucap King D dengan senyuman.


"Jangan senang dulu. Sekarang, gunakan kemampuanmu untuk melewati semua ranjau itu agar bisa masuk dalam vila Giamoco. Aku rasa, hanya kau yang bisa sampai ke sana. Aku dan Irina akan mundur untuk mencoba memutar. Terus hubungi kami," tegas Reina.


"Yes, Mam!" jawab King D kembali fokus.


"Irina, kembali," titah Reina.


"Yes, Mam," jawab Irina langsung melangkah mundur dengan hati-hati menuju ke helikopter. Reina juga melakukan hal yang sama.


King D terlihat melompat secara zig-zag untuk menghindari ranjau yang ditanam di atas pasir.


Reina meminta Irina membidik wilayah yang bertolak belakang darinya untuk mengantisipasi serangan tak terduga dari musuh tak terlihat.


Sedang Obama Otong, diminta oleh Reina untuk menyiapkan pemindai ranjau yang ditanam seperti kejadian bertahun-tahun silam ketika Vesper dan timnya mencoba menerobos Black Castle hingga bertemu dengan Buffalo untuk pertama kali.


"Kau tetap berjaga di helikopter. Pastikan tak ada musuh yang mendekati kita. Jangan kecolongan lagi," tegas Reina menatap Otong saksama.


"Siap, Jeng Reina!" seru Obama dengan hormat.


Irina dengan sigap menggunakan pemindai tersebut untuk mendeteksi keberadaan seluruh ranjau yang ditanam. Benar saja, jumlah peledak itu sangat banyak dan tersebar di berbagai tempat.


"Kita memutar. Jangan gunakan jalan yang sama dengan King D. Kita harus pastikan wilayah lain aman. Ayo," ajak Reina yang kini menjadi pelindung bagi Irina.


"Yes, Mam," jawab Irina yang kini berjalan memutar ke sisi lain dari wilayah pulau di mana belum terjangkau oleh King D atau helikopter Obama.


Di sisi lain, usaha King D berhasil. Ia bisa masuk ke dalam vila milik keluarga Giamoco tanpa terkena ledakan ranjau.


King D memanfaatkan kemampuan dari mata silver-nya untuk memindai sekitar. Ia juga bisa melihat di balik tembok yang tak memiliki lapisan tebal atau penghalang.

__ADS_1


"King D, status," panggil Reina.


"Banyak mayat. Seragam yang mereka gunakan sama seperti anak buah Hope," jawab King D seraya mengamati anak buah Hope yang tewas tergeletak dengan tubuh sudah berbau karena ditinggal lama.


"Masuk ke pusat kendali dan lihat kejadian dari rekaman CCTV. Aku dan Irina melihat pemancar fatamorgana telah rusak akibat ledakan, begitu pula antena untuk komunikasi. Aku akan meminta kepada Otong untuk memasang yang baru," ucapnya.


"Yes, Mam," jawab King D lalu beranjak dari ruang tamu menuju ke pusat kendali di mana ia yakin jika tempat tersebut ada di bawah tanah.


"Otong?" panggil Reina.


"Otewe, otewe!" jawabnya terdengar seperti sedang berlari.


Obama ikut menggunakan pemindai ranjau agar tak terkena dampak saat menyusul Reina dan Irina untuk memasang antena komunikasi yang baru.


"Siap ditugaskan, Jeng Reina!" seru Obama lantang dengan tas besar dalam gendongan seraya melakukan hormat.


"Setelah selesai pasang, singkirkan ranjau-ranjau ini. Non-aktifkan semua dan kumpulkan," tegas Reina saat Obama kini berdiri di hadapannya.


"Siap, Jeng Reina!" jawab Obama mantap dengan hormat lagi.


Irina menahan senyum karena tak biasanya Obama menurut jika diberikan perintah. Ia langsung bekerja dengan sigap.


Obama memanjat dibantu dengan sepatu magnet dan juga sarung tangan magnet sehingga seperti cicak menempel di dinding. Alat itu mampu melekat karena dinding bangunan memiliki fondasi dari besi.


"Reina!" panggil Irina saat matanya menangkap pergerakan di laut.


Reina segera mendekat dan ikut menyipitkan mata. Ia mengambil teropong dari dalam tas ransel dan menggunakannya.


"Hem. Kita harus mengambilnya," jawab Irina menatap Reina lekat.


"Jangan gegabah. Kita harus pastikan itu bukan jebakan. Terbangkan CD," titahnya.


Irina mengangguk mantap. Ia segera mengeluarkan pengendali dalam tas ransel yang selalu ia bawa.


Segera, sebuah CD terbang melayang dari dalam helikopter di mana semua persenjataan dan perlengkapan kembali memenuhi kabin helikopter dari persediaan di markas Jumbo Island.


Kini, kinerja tim King D lebih terkoordinir meski hanya beranggotakan empat orang setelah dipimpin oleh Reina.


CD terbang melayang ke sebuah benda berwarna putih yang diyakini adalah tabung seperti buatan Vesper Industries.


"Ada manusia di dalamnya!" pekik Irina saat kamera CD menangkap sosok di dalam tabung.


"Siapa dia?" tanya Reina dengan kening berkerut.


"Sebentar. Aku akan coba memindai dan mencari tahu dari database," jawab Irina karena wajah orang itu tertutup brewok dan kumis. Serta, kaca penutup terlihat buram karena kotor.


Reina mengamati sekitar dengan memanfaatkan teropong pada senapan laras panjang seperti yang digunakan oleh sniper untuk mengamankan keberadaan mereka.


"Oh!" pekik Irina yang membuat Reina langsung melirik kekasih King D tersebut.

__ADS_1


"Database mengenalinya?"


"Ya! Dia Jonathan Benedict! Bagaimana bisa ada di sini?" tanya Irina terkejut dengan analisis dari database.


"Melihat kondisi tabung masih bagus, sepertinya sistem keamanannya aktif. Jangan sembarangan dibuka. Cari tahu siapa yang memiliki akses untuk membukanya," ucap Reina.


Irina segera mencari tahu lagi menggunakan komputer portabel pada pengendali CD yang terkoneksi dengan database di helikopter.


"Database mengatakan jika tabung hanya bisa dibuka oleh Sierra, Cassie, Lazarus dan Ivan Benedict," jawabnya terlihat pusing.


"Tak ada satu pun dari mereka yang bersama kita. Namun, kita harus mengamankannya," ujar Reina yang diangguki oleh Irina.


"Sorry nyela. Bukannya kita diminta ke Black Castle ya? Kita angkut aja itu tabung ke sana dan minta bukain. Mungkin ini ada hubungannya kita disuruh ke sana," sahut Obama yang masih berada di atap vila.


"Aku juga berpikir demikian. Kalau begitu, tarik benda itu dengan jaring tali jangan logam agar tak dianggap ancaman oleh sistem persenjataan tabung," titah Reina.


"Oke!" jawab Irina bergegas kembali ke helikopter dan menyerahkan pengendali CD pada pemimpin kelompok yang baru.


Puteri Sakura menerbangkan CD untuk memeriksa sekitar yang belum ia jangkau. Saat CD terbang melintasi atap vila, Obama malah melambaikan tangan dengan senyum merekah. Kening Reina berkerut dan mengabaikannya.


CD terus terbang di mana puing-puing dan serpihan sisa pertempuran berserakan di berbagai tempat termasuk mayat-mayat dari kubu Hope dan Black Armys tim Yusuke.


"Hope? Siapa kau sebenarnya?" tanya Reina yang didengar oleh King D, Obama, dan Irina karena tersambung oleh alat komunikasi mereka.


"Reina! Aku menemukan rekaman penyerangan! Hope berhasil membawa sebuah koper hitam dari dalam kamar. Ia lalu kabur dengan kapal selam yang kuyakin milik Ahmed ketika Yusuke melakukan serangan," ucap King D yang kini duduk di sebuah kursi dan melihat tayangan itu dari sebuah layar LCD.


"Bisa kau fokuskan pada koper yang berhasil dibawanya? Mungkin ada penanda seperti logo atau semacamnya," pinta Reina.


"Oke, akan kuselidiki," jawab King D yang merasa Reina cukup cermat dalam menyikapi sebuah situasi. "Dapat! Ada logo G. Aku yakin, itu adalah simbol dari keluarga Giamoco. Sekarang ... bagaimana?" tanya King D penasaran dengan perintah Reina selanjutnya.


"Hubungi semua markas yang bisa terkoneksi. Aku yakin jika para senior cukup dekat dengan keluarga Giamoco. Kirim salinan foto koper ke mereka. Semua koper dari jajaran 13 Demon Heads dibuat khusus di pabrik milik Boleslav dan Vesper. Telusuri dari kerjasama sebelumnya ketika Giamoco melakukan pemesanan. Kita akan tahu apa isinya setelah database dibuka," jawab Reina tenang.


"Pinter weh. Otong gak kepikiran babar blas," sahut Obama malah menikmati hari di atas genteng seraya mendengarkan penjelasan Reina.


"Yes, Mam! Akan kukerjakan," sahut King D merasa kagum dengan pemikiran cepat puteri Sakura tersebut.


"D! Antenanya udah aktif. Cus hubungi semua markas!" seru Obama seraya merapikan perlengkapan.


"Oke! Aku sudah bisa mengirim sinyal. Terima kasih, Otong," jawab King D senang dan segera menghubungi semua markas dalam jajaran.


Namun seketika, wajah King D sendu. Ia melihat dirinya dalam pantulan layar monitor yang padam.


"Aku ... benar-benar amatiran," ucapnya lirih terlihat sedih.


Obama, Irina, dan Reina yang tak sengaja mendengar diam seketika. King D seperti tak sadar jika ucapannya didengar oleh anggota timnya.


Obama dan lainnya memilih diam tak berkomentar seolah tak mendengar hal tersebut.


***

__ADS_1



uhuy makasih tips dendanya🤭 akhirnya update lagi walau pake hp. semoga tipo gak berhamburan 😆


__ADS_2