
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Mataku sangat berfungsi saat malam hari. Jadi, aku mau istirahat dulu. Jangan menggangguku," tegas Marco menunjuk Irina, Fara dan Polo yang berdiri di depan pintu kamar salah satu awak kapal terdahulu. "Terutama kau," imbuhnya menunjuk Fara.
Gadis itu tak terintimidasi dan malah menunjukkan taringnya untuk menakut-nakuti.
"Oke, selamat tidur, Lazy boy," sindir Fara seraya menutup pintu meski tak rapat.
Marco tak peduli dan segera merebahkan tubuhnya di kasur. Para binatang sepertinya merasa nyaman dengan tuan baru mereka. Para hewan tidur bersama Marco di kamar tersebut.
Fabio, Lucas, Chen, dan Hugo ikut tidur pagi hari itu di kamar yang mereka temukan. Sedang Polo, Edward, Ritz, Bruno, dan Robin berjaga di sekitar dermaga sembari mengumpulkan persediaan.
Usai Fara dan Irina menjelajahi sekitar kapal ditemani oleh Polo, tiga orang itu menuju pantai menemui Jason dan Yohanes karena dua orang itu terlihat seperti melakukan sesuatu.
"Hei, apa yang kalian lakukan?" tanya Irina dengan mata menyipit karena silau matahari di hari yang cerah.
"Jason sedang mencoba kemampuannya. Lihat!" jawab Yohanes senang seraya menunjukkan ember berisi ikan.
"Woho! Jangan bilang itu tangkapan tuan Jason," ucap Polo menduga.
"Yep. Ternyata, kemampuan Jason cukup hebat," jawab Yohanes terlihat bangga.
"Boleh kumasak untuk sarapan?" tanya Irina.
"Ya, tentu saja. Memang itulah tujuannya," jawab Yohanes seraya memberikan ember berisi tiga ikan berukuran sedang kepada Irina.
"Aku bantu!" sahut Fara senang.
Dua orang itu lalu pergi menuju ke kapal. Mereka bertemu Edward, dan lelaki itu tampak kagum dengan hasil tangkapan Jason. Polo mendekati Yohanes yang menunggu Jason di tepi pantai.
"Paman. Jika Jason bisa menyelam dengan waktu yang cukup lama, bisakah ... dia mencari keberadaan kapal selam itu?" tanya Polo yang membuat mata Yohanes menajam seketika.
"Ahh, kau benar. Selain itu, seingatku, kapal selam buatan Ahmed memang tak bisa menyelam dalam waktu yang lama. Mereka tetap akan muncul ke permukaan. Selain itu, kapal itu jenis wisata jadi tak bisa menampung banyak orang. Tak bisa memasuki perairan dalam seperti kapal selam militer. Seharusnya, kita akan mudah menemukannya!" jawab Yohanes semangat.
"Hem, itu bagus. Mungkin, kita bisa memetakan sekitar wilayah dengan bantuan satelit helikopter. Setahuku, Obama pernah mengatakan jika helikopter King D tersambung dengan satelit milik Marlena di Jerman," sahut Ritz seraya berjalan mendekat.
"Baiklah, kalian duluan. Aku akan memanggil Jason dan memintanya segera bergabung. Aku masih was-was jika kita diawasi oleh Hope. Dia sungguh licik dan cerdik," ucap Yohanes, dan semua orang mengangguk paham seraya melihat sekitar.
Polo dan Ritz berjalan mendatangi helikopter untuk memetakan wilayah. Tak lama, Jason kembali seraya membawa jaring dan mendapatkan banyak tangkapan. Yohanes terlihat senang dan bertepuk tangan.
"Kau sungguh mengagumkan, Jason!" ucap Yohanes seraya menepuk pundak lelaki itu.
"Yah, aku ... mulai terbiasa dengan wujud baruku. Meski aku masih berharap bisa menjadi manusia normal seutuhnya," jawab Jason seraya melihat kakinya yang berselaput.
"Aku rasa tangkapan kita sudah cukup banyak. Ayo, kita bergabung dengan yang lain. Ada hal penting dan kurasa, tugas ini akan sangat cocok untukmu," ucap Yohanes.
Jason terlihat tak sabar. Ia berjalan bersama Yohanes mendatangi kapal untuk menyerahkan hasil tangkapannya pagi itu.
Semua orang terlihat senang karena mereka akan makan ikan lezat dan masih segar.
Yohanes dan Jason segera keluar kapal untuk ikut bergabung bersama Ritz serta Polo untuk mempersiapkan misi selanjutnya.
Di helikopter King D.
"Jadi ... awalnya kau terdampar di Qatar. Lalu ... kau bertemu dengan pria bernama Hope ini di mana?" tanya Polo mulai menyusuri.
"Bahrain," tunjuk Yohanes ke layar tablet.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau bertemu dengannya di tempat itu?" tanya Jason yang hanya mengenakan celana pendek selutut karena merasa lebih nyaman dengan tubuh barunya.
"Saat itu, aku dan para nelayan sedang memancing. Aku yang mengetahui banyak tentang perilaku para monster, membuat orang-orang menaruh harapan besar padaku. Kami memilih untuk tinggal di atas kapal karena sewaktu-waktu bisa berlayar. Setahuku, para monster tak bisa berenang. Kalaupun bisa, mereka akan mati tenggelam jika jaraknya terlalu jauh," jawabnya memaparkan.
"Hem, pemikiranmu bagus, Yohanes," ucap Jason memuji. Lelaki asal Meksiko itu tersenyum tipis.
"Lalu suatu hari, ada sebuah kapal mendatangi kami. Saat itu, bukan Hope, tapi anak buahnya. Orang-orang itu mengatakan jika mereka adalah tim penyelamat dari bencana wabah monster. Dia menanyakan ada berapa orang dari kami yang masih selamat dan bagaimana bisa bertahan selama ini. Lalu, para nelayan menunjukku. Orang-orang itu tampak meyakinkan dan terlihat baik. Kami percaya lalu ikut dengan mereka ke Bahrain. Sampai di sana, kami dikumpulkan. Ternyata, tak hanya kami, ada banyak manusia selamat dari beberapa negara di sekitar Asia Barat," sambung Yohanes yang mengejutkan semua orang.
"Wow! Jadi ... masih ada banyak manusia yang selamat? Selama ini, mereka disembunyikan. Pantas saja, timku tak bisa menemukan orang-orang itu. Seandainya kami bisa lebih cepat," sahut Polo terlihat kesal.
"Ya, aku juga cukup kaget saat mengetahuinya. Mungkin ... sekitar 150 orang dalam kapal. Saat itu, aku merasa orang yang disebut Hope ini memang seorang penyelamat. Dia memberi kami makan, tempat tinggal, dan pekerjaan agar bisa bertahan hidup. Hingga suatu hari, satu per satu dari kami dikirim ke suatu wilayah dengan alasan untuk menyelamatkan manusia yang tak terjangkit. Namun, aku mulai curiga karena mereka tak kembali hingga berbulan-bulan lamanya. Perlahan, orang-orang di dalam kapal mulai sedikit hingga orangku saja yang tersisa. Saat itulah, aku baru tahu kebusukan dari Hope selama ini," ucap Yohanes menceritakan.
Praktis, orang-orang yang mendengar hal itu terkejut seketika.
"Pantas saja. Aku sudah curiga sejak awal. Terlebih, setelah tahu jika serum monster tidak menular. Seharusnya, wabah ini bisa berhenti karena tak menjangkit orang-orang sehat. Namun, aku heran kenapa begitu banyak para monster bermunculan di tiap kami mendatangi suatu negara. Ternyata, Hope biang kerok selama ini," ucap Ritz terlihat begitu marah.
"Aku rasa, Hope kembali mengumpulkan orang-orang yang selamat. Kita harus menghentikannya untuk merubah orang-orang itu menjadi monster," tegas Jason, dan disetujui semua orang.
"Hope tak mungkin berada di teluk itu untuk menetap karena pasti akan diserang oleh kita. Dia pasti bergerak meninggalkan teluk untuk pindah ke negara lain yang sulit ditemukan," imbuh Polo seraya melihat peta.
"Lalu ... bagaimana cara kita menemukannya?" tanya Ritz terlihat bingung.
"Ada sistem pemindai di helikopter. Kita bisa pakai itu," sahut Obama yang suaranya tiba-tiba terdengar di kabin helikopter. Praktis, semua orang terkejut.
"Ka-kau mendengar pembicaraan kami?" tanya Polo kaget.
"Pastinya. Walaupun mata Otong terpejam, tapi telinga Otong peka. Itu 'kan helikopter sistemnya nyala ya. Kalian ini bloon apa gimana?" jawabnya masih terdengar seperti orang baru bangun tidur.
"Kau sama saja seperti kami. Menguping," sindir Ritz.
Semua orang meringis terlihat tak enak hati karena mengganggu waktu istirahat dua orang itu.
"Yah setidaknya, kita jadi tahu kinerja dari lelaki bernama Hope ini. Baiklah, malam nanti kita akan terbang meninggalkan dermaga. Sensor pencari panas tubuh manusia akan sangat efektif ketika malam hari karena udara luar lebih dingin ketimbang suhu tubuh. Panas dari para monster juga akan terlihat jelas di mana kami sudah membedakan ciri tersebut dari alat pemindai," sahut King D dengan suara parau seperti habis bangun tidur.
"Baik, kami mengerti. Maaf, menganggu tidur kalian. Baiklah, aku rasa pembahasan kita sudah cukup. Aku merasa jika Hope telah meninggalkan sekitar Teluk Persia usai aku tertangkap. Mungkin mereka bergerak ke Laut Arab dan entah akan singgah di mana," tegas Yohanes.
"Hem, kami mengerti," sahut King D.
"Namun, aku merasa mereka belum pergi sejauh itu. Bagaimana jika saat kalian terbang, aku berenang saja mengikuti di dalam air? Siapa tahu aku bertemu dengan kapal selam itu. Seingatku, kapal itu hanya bisa sampai di kedalaman 50 meter. Akan mudah untuk melihatnya," ucap Jason.
"Weh, om Jason inget? Apa udah sembuh amnesianya?" tanya Obama kaget.
"Ya, sepertinya begitu. Aku ... mulai mengingat banyak hal. Mungkin, dampak dari serum itu ada nilai positifnya juga," jawab Jason dengan senyum tipis.
"Alhamdulillah. Otong sampai nyebut loh saking terharunya. Nyaris Otong jadi atheis kaya oma. Jebule masih dikasih petunjuk sama Yang Maha Kuasa. Semoga bisa tobat lagi," ucap Obama yang membuat semua orang geleng-geleng kepala.
"Amin," sahut King D.
"Namun ... sungguh? Kau mau melakukannya, Paman? Kau yakin?" tanya Polo terkejut menatap Jason lekat.
"Ya. Tadi saja aku menangkap ikan sampai kedalaman 100 meter. Aku mengetahuinya dari jam tangan keren yang kudapat dari perlengkapan kalian," jawab Jason seraya menunjukkan pergelangan tangannya.
"Woo, om Jason nakal main ambil-ambil aja. Untung sistem keamanan di peti gak Otong aktifin. Coba iya, bisa kesetrum jadi ikan gosong sampeyan," ucap Obama yang membuat semua orang terkekeh.
"Jika benar Hope dan orang-orangnya akan meninggalkan Teluk Persia, seharusnya mereka melewati kita. Ini akan jadi kesempatan bagus. Bisa jadi, mereka sengaja menunggu kita pergi dari Pakistan, atau mereka akan menyelinap saat kita lengah. Baiklah kalau begitu, kita segera bersiap," ucap King D mantap. "Aku akan membagi tim menjadi beberapa kelompok untuk mengintai dan menyerang. Bersiaplah," tegasnya.
__ADS_1
"Yes, Sir!" jawab semua orang serempak.
Siang itu, usai mereka menyantap ikan hasil masakan Irina dan Fara, semua tim berkumpul di ruang makan kapal kargo untuk membahas misi menangkap Hope.
Mereka memecah tim menjadi beberapa kelompok untuk mencegat kapal selam Hope yang diyakini akan melintasi perairan dekat mereka berlabuh.
Malam itu, helikopter kargo milik King D terbang meninggalkan dermaga sesuai dengan instruksi misi.
Helikopter sengaja terbang di sekitar pesisir pantai untuk melakukan pemindaian sampai ke Karachi, Pakistan, dan terus menelusuri sampai India.
Souta dan timnya yang telah diinformasikan tentang dugaan musuh baru bernama Hope segera bersiaga.
Souta dan lima orang Rusia gencar melakukan pelenyapan para monster di kota-kota negara India yang diduga tak bisa diselamatkan karena sudah melewati fase pertama dan tak bisa disembuhkan.
"Baiklah. Kita akan bertemu di pelabuhan Nhava Sheva. Terus hubungi kami dan semoga keselamatan selalu menyertai kita," jawab Souta dari sambungan komunikasi.
"Siap, Om!" jawab Obama mantap.
Rohan dan para anggota militer gabungan yang mendapatkan informasi tentang Hope ikut bersiap.
Mereka akan ikut menjaga sekitar pantai wilayah Oman untuk mencari keberadaan kapal selam tersebut.
"Kami sudah di posisi. Oman-1 siap," ucap Shamsa dari tempatnya berada.
"Oman-2 siap," sahut Gibran.
"Oman-3 siap," sambung Irsyad.
"Oman-4 siap," imbuh Amir.
"Good. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama kalian. Kita akan tangkap Hope hidup-hidup dan berikan gas halusinasi agar mengetahui rencana busuknya," tegas King D.
"Yes, Capt!" jawab semua tim di lapangan.
Hingga tengah malam, tak terlihat pergerakan dari kapal selam yang muncul ke permukaan di mana orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads yakin jika kapal buatan Ahmed tersebut seharusnya tak bisa menyelam dalam waktu lama.
"Jika mereka sudah meninggalkan Laut Arab, ini akan sangat menyulitkan. Kita tak memiliki peralatan untuk melakukan pengejaran dalam air," ucap Talora yang satu kelompok dengan tim Oman-1.
"Kita tunggu saja. Pengintaian memang membutuhkan waktu lama. Terlebih, musuh kita berada dalam air," tegas Attaya yang satu tim dengan Shamsa dan Talora.
Suasana kembali hening, hingga tiba-tiba ....
"Oh! Aku melihatnya! Ada cahaya di bawah air!" seru Jason yang dirinya terlihat mengapung di permukaan karena melakukan panggilan.
"Apakah itu kapal selamnya, Paman?" tanya Fara yang ikut dalam helikopter karena sedang menstruasi.
"Entahlah, tapi benda itu bergerak. Aku akan mengikutinya. Jangan sampai kehilangan jejakku dan tetap jaga jarak agar tak dicurigai," tegasnya.
"Siap!" jawab semua orang yang terhubung dengan Jason.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Uhuy makasih tipsnya diriku😆Semoga hari ini bisa dobel eps ya mumpung agak mendingan ini badan. Amin. Ditunggu sedekah koin lainnya. Lele padamu😍