KING D

KING D
Rekaman Mengejutkan


__ADS_3

Wah lele gak nyangka ternyata banyak para LAP yang udh bs nebak alur cerita. Ini PR berat buat lele biar gak cepet ketauan utk next karya. Jaga kesehatan gaes musim mulai baper lagi nih😁 Doain kontraksi pasca melahirkan lele segera berakhir. Menyiksa sumpah jadi gak bisa ngapa2in apalagi ngetik, idenya udh numpuk smg gak meleduk. Kwkwkw😆


------ back to Story :


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Praktis, semua orang dibuat tegang termasuk manusia super lainnya yang melihat Clack tiba-tiba saja menghilang. Mata mereka memindai sekitar mencari keberadaan salah satu bodyguard Jonathan tersebut.


"Jo."


"Waaa!" teriak Jonathan histeris saat Clack tiba-tiba saja muncul di hadapannya dengan sosok baru.


"Wadoh!" pekik Obama karena terinjak Jonathan yang mundur akibat panik.


Mata semua orang melebar saat melihat sosok Clack muncul lalu menghilang dan muncul lagi seperti orang bingung.


"Paman Clack, tenangkan dirimu, jangan panik. Kurasa, aku tahu kemampuanmu," ucap Neil yang membuat semua orang langsung menatap remaja itu lekat.


"Kau tahu?" tanya Clack yang tiba-tiba muncul di hadapan Neil.


Putera dari Cassie tersebut sempat terkejut, tapi kemudian mengangguk pelan. Clack menatap Neil saksama.


"Kau sepertinya memiliki kemampuan dari mahluk tak kasat mata yang pernah dikalahkan Demon Kids ketika menyelesaikan misi level 9 di Planet antah berantah. Namun, melihat ekormu, wujudmu berkolaborasi dengan predator lainnya dari planet yang sama," tegas Neil.


Tentu saja, penuturan pemuda tampan itu membuat mulut semua orang menganga lebar seketika.


"Predator? Makhluk asing? Maksudmu ... aku menjadi seperti alien?" tanya Clack melotot.


"Ya, begitulah," jawab Neil santai.


Clack berjalan mundur dengan terhuyung lalu ambruk di lantai. Lelaki itu tampak shock dengan wujud barunya meski ia sudah siap menerima risiko itu. Hanya saja, ia tak menyangka jika perubahannya akan sedrastis ini. Clack menundukkan wajah dan memegangi kepalanya yang mendadak terasa berat.


"Mm ... Click? Kau baik-baik saja?" tanya Sierra memecah keheningan.


Kepala semua orang kembali pada sosok pria dengan wujud tak kalah uniknya dengan kawan seprofesinya. Clack menatap sahabatnya saksama yang terlihat serius mengamati perubahan dalam dirinya melalui cermin panjang di ruangan itu.


"Lihat! Aku memiliki tanduk! Aku ... seperti Hellboy!" pekiknya seraya mengelus dua tanduk besarnya dengan penuh kekaguman.


"Mm, maaf menyela. Kalau Hellboy tanduknya di dahi, sedang kau di kepala, Paman Click," ujar Sig seraya mengangkat tangan kanan. Semua orang mengangguk membenarkan meski berwajah tegang.

__ADS_1


"Ah ... ya, kau benar. Aku ... aku menjadi apa, Neil? Kau tahu?" tanya Click menatap putera dari Cassie tersebut.


"Kenapa kau bertanya padaku," tanya Neil heran.


"Karena kau seperti kamus yang menyimpan rahasia besar dari serum-serum aneh ciptaan Sandara. Katakan pada kami, jangan tutupi. Serum apa saja yang dimiliki Sandara dan kemungkinan besar diterapkan pada teman-temanku ini," tanya Jonathan menatap puteranya tajam.


Neil terlihat tertekan, tapi kemudian mengembuskan napas panjang. "Aku tak tahu informasi yang kuberikan benar atau tidak. Semua yang kukatakan menurut pengakuan Hihi kala itu," jawabnya seperti tak mau disalahkan.


"Oke. Katakan saja apa yang Hihi sampaikan padamu. Kami ingin tahu," pinta Sierra selaku ibu dari gadis cantik tersebut. Neil mengangguk.


Di Pusat Kendali Black Castle, Inggris.


"Anak-anak setan itu meminta sampel darah para monster yang nantinya akan disuntikkan ke tubuh manusia normal agar memiliki kemampuan seperti makhluk-makhluk seram tersebut? Begitu maksudmu?" tanya Verda yang terhubung dengan sambungan teleconference semua markas aktif.


Neil mengangguk membenarkan. Mulut Verda menganga lebar dan tak lagi bisa berkomentar.


"Saat di Planet Mitologi, Gibson anakku menjadi manusia kera seperti kisah dongeng para dewa?" tanya One menyahut. Neil mengangguk. "Apakah ... Hanoman masuk dalam salah satu sampel darah?" Neil menggeleng.


"Lah terus ... wujud Match gimana? Bukannya Hanoman itu kera putih ya?" tanya Obama bingung.


"Itu sosok Yeti. Wujud Hanoman tak diminta oleh Demon Kids. Yang mereka minta antara lain 4 darah dari makhluk yang berhasil dikalahkan saat misi level 9. Kemampuan makhluk-makhluk itu seperti, kulit anti air dan api, lengkingan yang mematikan ...."


"Junior," sahut Q dan dan diangguki orang-orang yang sepemikiran dengan pria tersebut.


Orang-orang yang mendengar hal itu bergidik ngeri dalam diam, tapi tetap menyimak.


"Oke, aku mengerti," ucap Daniel seraya memijat dahinya dengan dua tangan yang mendadak terasa berat.


Napas semua orang terasa tercekat, bahkan Arthur sampai minum berulang kali untuk mendamaikan hatinya.


"Lalu soal kekuatanku. Siapa yang memilikinya dulu?" tanya Jason penasaran.


"Oh, itu Timo. Dia menjadi Merman saat di Planet Mitologi. Sepertinya, kemampuanmu murni dari dirinya semua, Paman. Kau tak memiliki campuran dengan makhluk jenis lain. Jika Timo ada di sini, mungkin kau bisa berguru padanya. Bagaimanapun, dia masternya," jawab Neil semangat, tapi tidak bagi Jason. Pria itu menghela napas panjang terlihat tertekan.


"Rrrr ..."


Seketika, semua orang terperanjat. Yu Jie tiba-tiba masuk di mana wanita yang telah berubah wujud itu memilih untuk menjaga bagian luar Black Castle dari ancaman serangan musuh ketimbang berkumpul bersama orang-orangnya. Mata semua orang terfokus pada Yu Jie yang berjalan mendekat, tapi membuat orang-orang tegang.


"Ada apa, Yu Jie? Apa kau ingin menyampaikan sesuatu?" tanya Yuki memberanikan diri mendekati sahabatnya.

__ADS_1


"Hok! Hoek! Hoakkk ...."


"Iyuh!" keluh Fara dan gadis-gadis lainnya saat melihat Yu Jie memuntahkan sesuatu dari dalam mulut.


Yuki sampai mematung dengan mata melebar karena kaget akan hal tersebut. Namun, sebuah benda terlihat dalam genangan lendir yang dimuntahkan. Yuki menarik napas dalam dan mengambil benda yang berbentuk mirip sebuah flashdisk. Yu Jie melangkah mundur lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan. Yuki bingung, tapi Reina dengan sigap mengambil benda itu dari tangan seniornya menggunakan beberapa lembar tisu untuk membersihkan.


"Paman Jonathan, tolong," pinta puteri Sakura tersebut seraya menyerahkan.


"Oh, oke," jawab Jonathan sampai ikut terpaku karena fenomena ajaib di depannya.


Jonathan bergegas mencolokkan benda itu ke komputer. Praktis, mata semua mafia melebar. Ternyata, terdapat banyak video rekaman dalam flashdisk berwarna putih tersebut. Jonathan dengan sigap membuka salah satu video di mana terdapat wajah Harun di sana.


"Oke, halo. Aku Harun. Putera dari Seif dan Durriyah. Mm, baiklah. Dokumentasi ini sengaja dibuat untuk memberikan semacam ... yah, mungkin bisa disebut tutorial bagi kalian para pemula yang terkejut akan perubahan unik tersebut. Hehe," jawabnya yang diakhiri kekehan. Semua orang terlihat serius mendengarkan. "Aku tahu kalian masih sulit untuk mempercayai hal ini, tapi ... bagiku ini sangat keren. Bibi Sandara berhasil menerapkan darah para monster yang berhasil kami minta dari pria malaikat. Bahkan, dia bisa menggabungkan kekuatan itu. Namun, ada satu hal yang harus diingat baik-baik," tegas Harun seraya menunjuk.


Suasana hening seketika. Para mafia itu menonton video rekaman tersebut dengan serius termasuk orang-orang yang telah berubah wujud.


"Saat kami menjalankan misi level di Planet Mitologi, Oag menggunakan tubuh kloning dari kami, bukan asli. Sedangkan penerapan yang dilakukan oleh Bibi Sandara adalah untuk manusia sungguhan. Tentu saja akan terdapat perbedaan. Di Mitologi, kami bisa berubah menjadi manusia dan bisa berubah menjadi makhluk Mitologi sewaktu-waktu saat dibutuhkan tanpa ada efek samping. Sedang kalian, tak bisa melakukan hal praktis seperti kami," imbuhnya.


"Apakah ... ini bersifat permanen? Begitukah maksudnya?" tanya Loria terlihat gugup.


"Ssttt ... jangan berisik. Dengerin dulu," sahut Obama. Loria langsung membungkam mulutnya rapat.


"Ada beberapa perubahan yang bisa muncul karena dipicu oleh sebuah emosi entah itu marah, sedih, atau ketika merasakan sakit akibat sebuah luka. Reaksi perubahan itu akan terlihat saat mental kalian ikut terlibat di dalamnya. Namun, jangan khawatir. Dosis yang diberikan oleh Bibi Sandara masih dalam tahap wajar sehingga kalian bisa mengendalikannya. Selain itu, sudah diuji coba kepada para ilmuwan di laboratorium Elios sebelum diterapkan, dan hasilnya, hahahaha, mengagumkan!" serunya senang seraya bertepuk tangan.


Beberapa orang ikut bertepuk tangan meski wajah mereka datar, sedang lainnya masih serius menyimak.


"Oleh karena itu, Bibi Sandara tak ragu ketika menerapkan kemampuan unik itu kepada orang-orang yang terpilih. Jadi, jangan anggap kemampuan hebat itu sebagai petaka, tapi anggaplah sebagai anugerah. Seperti yang pernah kami sampaikan sebelumnya kala itu di Kastil Borka Rusia, kami ... tidak berbohong. Yang kami alami adalah nyata, dan kalian sekarang melihat hasilnya," ucap Harun seraya menunjuk ke arah layar seolah berbicara pada mafia di depannya.


"Ya, kali ini aku terpaksa percaya," ucap Maksim dengan wajah pucat.


"Lalu ... karena kami berpikir nantinya kalian akan kerepotan untuk memaksimalkan kemampuan, jadi beberapa dari kami akan memberikan bantuan. Aku dan beberapa kawan-kawan akan disuntikkan serum yang sama seperti kalian para terpilih untuk memberikan contoh. Perhatikan, pelajari, dan praktikkan. Lalu, hancurkan data ini begitu kalian sudah bisa menerapkannya. Kami yakin, pasti ada pihak tak bertanggungjawab akan memanfaatkan kemampuan ini untuk hal tidak benar. Oleh karena itu, kami percayakan kepada Bibi Yu Jie untuk mengamankannya. Itu saja dariku, dan ... selamat bekerja."


Para mafia dibuat terbengong dengan yang diucapkan oleh Harun tersebut. Bahkan, Jonathan sampai memutar ulang rekaman itu. Semua orang saling memandang seperti berusaha untuk menerima kenyataan.


"Oke. Jadi ... dia meminta kita untuk berlatih seperti yang pernah dikatakan King D sebelumnya jika harus memaksimalkan kemampuan dengan melakukan uji coba. Baiklah, aku siap," ucap Fara dengan polosnya.


Orang-orang yang memiliki kemampuan super mengangguk setuju. Jonathan akhirnya menunjukkan video-video yang telah didokumentasikan kepada para manusia terpilih termasuk 9 orang tambahan. Match yang kabur masih diburu oleh tim Marco-Polo. Sakura diminta untuk terus memantau pengejaran mereka. Sakura merasa jika Match pergi ke Wales di kediaman Ivan Benedict karena pelacak yang dipasang pada pakaian Match bergerak ke lokasi tersebut.


"Apa yang kaupikirkan, Match?" tanya Sakura penuh selidik.

__ADS_1


***



__ADS_2