
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Di tempat Dayana berada.
"Kau tahu apa yang harus dilakukan, Diana," ucap Jordan seraya mendekati putri Sun yang kini telah tumbuh dewasa di hadapan.
"Kau tak apa jika kutinggal sendiri di sini? Sebaiknya, kau juga menjalani prosedur hypersleep. Kau bisa bangun bersamaan dengan ibu nantinya," saran Dayana terlihat cemas.
"Harus ada yang bangun untuk memastikan kondisi ibumu selama masa pengobatan. Satu tahun bukan waktu yang lama. Aku akan baik-baik saja. Pergilah bersama Junior dan Match," jawab Jordan seraya mengelus kepala gadis cantik itu lembut.
Dayana terlihat sedih, tapi ia mengangguk paham. Jordan memeluk putri tirinya erat terlihat sangat menyayanginya. Junior ikut mendekat dan Jordan memeluknya seraya meninggalkan kecupan di kepala putranya itu.
"Match. Aku percaya padamu. Lindungi mereka," ujar Jordan serius.
"Hem," jawabnya mantap dengan wujud monster.
"Aku akan melakukan prosedur lanjutan dari sini. Tunggulah jemputan di dermaga dan bawa mereka ke Filipina," titah Jordan.
Dayana, Junior dan Match mengangguk paham. Dayana mengajak dua orang itu untuk ikut dengannya keluar dari ruangan tempat Sandara sedang menjalani perawatan. Jordan menatap sang isteri yang tampak pucat dalam tabung berisi cairan hijau dengan wajah sendu. Pria itu mengembuskan napas panjang lalu berjalan menuju ke suatu ruangan yang dipenuhi oleh banyak monitor dan papan kendali layaknya pusat komando. Wajah pria itu tampak serius saat menekan tombol power. Seketika, sistem kelistrikan di tempat itu menyala dan membuat ruangan yang tadinya gelap menjadi terang.
"GIGA," panggil Jordan dengan wajah datar.
"Suara dikenali. Selamat datang, Jordan Boleslav. GIGA siap melaksanakan perintah," ucap sistem tersebut dengan suara Vesper saat masih hidup dulu.
"Lakukan protokol pemberitahuan ke seluruh markas aktif," titahnya yang berdiri di depan sebuah layar dengan wajah Vesper tampil di sana.
"GIGA menganalisis," ucapnya seraya menunjukkan satu per satu markas aktif dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle yang dijaga oleh para mafia. "GIGA siap mengirimkan instruksi," imbuhnya kemudian.
Jordan berdiri tegap menyaksikan kinerja GIGA yang dipercayakan Sandara padanya.
Di markas-markas aktif dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle.
PIP! PIP! PIP!
"Apa itu?" tanya Q bingung karena tiba-tiba terdengar suara dari pusat kendali di Black Castle. Hal serupa juga terjadi di seluruh markas lainnya.
Markas Jeju, Korea Selatan.
"Maksim, apa yang terjadi?" tanya Number 5 dengan wajah masih terbalut perban.
"Aku tak tahu, tapi ... oh, lihat! Layar menunjukkan sebuah instruksi! Seseorang pasti mengirimkannya!" sahut Maksim langsung menunjuk ke layar besar di depannya dengan mata melebar. Number 5 ikut mendekat dan membaca tulisan itu saksama.
Markas Hashirama, Jepang.
__ADS_1
"Kalian baca itu? Ini dikirim oleh Jordan. Cepat, kita harus segera mengambil tabung-tabung yang disimpan dan tak ada penjaga di sana!" seru Lian yang bertugas di pusat kendali.
"Baik!" jawab anak-anak Tora, dan anak-anak dari tiga pion serempak.
Di tempat Jordan berada, pria itu tersenyum. Ia melihat pergerakan para mafia yang meninggalkan markas untuk mengambil tabung-tabung yang dicuri oleh Sengkuni sebelumnya dan disembunyikan olehnya secara acak. Jordan sudah membagi tugas di tiap markas selama Sandara sibuk melihat pergerakan putranya dan antek-antek Sengkuni yang ingin melenyapkan para mafia. Sandara sedih, tapi ia tetap berusaha membantu.
Fisiknya yang semakin melemah karena harus melanjutkan eksperimen terakhir, ditambah ia ingin melindungi para manusia yang berhasil diselamatkan Dayana sebelum Sengkuni mendapatkan mereka, membuat Sandara memiliki tugas penting untuk melindungi para manusia yang tersisa dari kekejaman sang anak. Jordan bisa melihat sang isteri yang membuat perjanjian berisiko dengan pemerintah dunia begitu tertekan. Ia tak pernah meninggalkan Sandara setelah dibangunkan oleh Dayana usai gadis itu menyadari jika Jordan harus mengetahui kondisi sebenarnya dari sang isteri. Jordan saja tak tahu, jika banyak rencana terselubung yang Sandara sudah pikirkan seorang diri tanpa melibatkannya.
"Sampai kau setua ini, kau masih menyimpan banyak misteri, Sandara," ucap Jordan sedih melihat tubuh rapuh sang isteri dalam tabung dari pusat komando.
Jordan melihat ke seluruh layar untuk memantau keadaan dunia melalui satelit perusahaan Elios. Sistem operasi baru mirip GIGA, akhirnya dikembangkan Eiji dan Monica diam-diam atas instruksi Sandara untuk dijadikan GIGA cadangan yang bernama GIGA Vesper. Sandara menciptakan GIGA cadangan usai mengetahui isi pikiran puteranya. Ia berharap agar GIGA Vesper tak pernah diaktifkan jika Sengkuni bisa sembuh dari penyakit halusinasinya, tapi berbuah kegagalan.
Tak disangka, wabah monster menyerang Bumi dalam kurun waktu yang cukup lama. Dayana, Eva dan Melody ditugaskan untuk memasang kamera khusus pemindai monster di beberapa tempat. Alat-alat itu, membuat Jordan tahu pergerakan para monster yang tersisa di seluruh dunia dari sensor panas tubuh. Suhu tubuh para monster di atas 40 derajat.
"Hem, masih ada. Baiklah," ucap Jordan seraya melirik layar dengan sosok Vesper. Entah kenapa, Jordan merasa tak nyaman karena tampilan Vesper seolah-olah ada di depannya. "GIGA. Lakukan protokol deteksi monster ke seluruh markas aktif," titahnya tenang.
"Protokol deteksi monster dijalankan. Pengiriman instruksi dilakukan," jawab GIGA.
BIB! BIB! BIB!
"Oh! Lihat, ada instruksi lagi!" seru Iskra di Markas Camp Militer, China.
Orang-orang yang berada di markas membaca tulisan yang dikirimkan saksama dengan serius.
"Di mana tepatnya benda itu disimpan?" tanya Malek Kolektor seraya melihat isi ruangan di pusat kendali tersebut.
Para mafia itu mendekat dengan kening berkerut. Talora menekan angka seperti password yang dikirimkan oleh GIGA.
"13DHTC," ucap mantan militer asal Arab itu dengan gugup.
BIB! KLEK!
"Terbuka!" seru Etra senang.
Terlihat, ada beberapa gelang hitam dari besi yang langsung memerangkap pergelangan tangan layaknya gelang pemenggal.
BIB! BIB!
"Lihat! Gelang ini menyala merah. Itu berarti ...," ucap Iskra panik saat ia tahu arti dari lampu berkedip itu.
"Masih ada monster di sekitar kita! Waspada dan segera kita habisi!" seru Malek mantap.
Iskra dan lainnya bersiap. Mallika yang terluka, diminta untuk tetap berada di markas. Pemancar fatamorgana telah dinonaktifkan, sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dengan radio berfrekuensi khusus.
__ADS_1
"GIGA. Berapa jumlah monster yang tersisa di seluruh dunia?" tanya Jordan serius usai melihat lampu berwarna biru menyala satu per satu pada sebuah papan yang tertempel di dinding sebagai pertanda, jika jam tangan detektor monster telah digunakan oleh beberapa orang.
"GIGA menganalisis ...." Jordan terlihat serius ketika angka-angka yang dimunculkan oleh GIGA tampil di layar. Jordan memejamkan mata sejenak karena tak menyangka jika jumlah mereka masih banyak. "Jumlah monster terakumulasi. 1579 monster masih berkeliaran di beberapa penjuru dunia," jawab GIGA yang membuat Jordan berwajah tegang seketika.
"Biarkan mereka menyelesaikannya," ucap Jordan yang kembali fokus pada layar-layar di hadapannya di mana kini semua monitor menunjukkan pergerakan para mafia dan monster di beberapa negara.
Keesokan harinya. Markas Bali, Indonesia.
Kapal kargo yang mengangkut tim King D sudah memasuki wilayah markas Vesper di Bali. Senyum Jordan terkembang karena Melody dan Eva yang sudah dididiknya secara diam-diam, mampu menjadi anggota Utusan 13 Demon Heads untuk membantu Sandara merampungkan misi-misi tertundanya.
"Terima kasih untuk kalian bertiga," ucap Jordan sembari melihat wajah Dayana, Eva dan Melody yang berfoto bersama saat mereka melakukan pelatihan khusus.
Jordan dan Sandara melatih tiga gadis itu secara diam-diam di beberapa tempat di seluruh dunia yang menjadi aset keduanya. Jordan menikmati air mineral dari sebuah botol seraya melihat kesibukan para mafia yang berada di beberapa penjuru negara.
"Hei! Hei!" panggil Melody dengan senyum terkembang seraya melambaikan tangan saat ia melihat Dayana, Junior dan Match berdiri di atas sebuah tebing ketika kapal yang ditumpanginya akan merapat.
Saat Zurna yang mengemudikan kapal akan merapat ke dermaga, meski masih jauh dari lokasi Dayana dan lainnya berada, tiba-tiba ....
"Oh, ke mana mereka?" tanya Irina kaget karena Dayana, Junior dan Match menghilang dari pandangan.
"Hai."
"Woaahhh!" teriak Obama histeris karena Dayana, Junior dan Match tiba-tiba muncul di depannya.
Obama Otong kali ini sungguh terkejut sampai ia melotot dan seperti mengalami sesak napas. Ubi dalam genggamannya sampai jatuh ke lantai, tapi pria itu masih berniat untuk memungutnya.
"Woi! Kamu kok kaya dedemit sih Day? Ngagetin orang tua. Dosa kamu. Sungkem sini!" pekik Obama kesal. Dayana merasa bersalah dan mengulurkan tangan, tapi Obama malah menyerahkan ubi ke tangan gadis cantik itu. Dayana bingung. "Sungkem sama si ubi. Gara-gara kamu, dia nyaris gak bisa dimakan," ucap Obama lalu membersihkan ubinya dengan meniup lalu dimakan.
"Dia sungguh aneh," ucap Match menilai, tapi Dayana hanya tersenyum.
"Bagaimana kau melakukannya? Saat itu, aku sampai terbentur tembok," tanya King D heran.
"Jika tak ada penghalang, aku bisa membawa sampai 2 orang. Namun, dengan jarak tertentu. Hanya sampai 300 meter saja," jawab Dayana menjelaskan.
King D mengangguk paham. Junior langsung mendatangi Irina. Terlihat, Irina dan Junior sangat akrab layaknya kakak adik. Romeo tersenyum tipis, begitupula William ketika melihat kedekatan putrinya dengan bocah berkulit pucat itu.
"Bagaimana kondisi ibumu?" tanya Lysa seraya berjalan mendekat.
"Dia sedang menjalani pengobatan dalam tabung, seperti Irina. Sistem dokter mengatakan jika membutuhkan waktu hingga 1 tahun untuk penyembuhan. Mungkin ... karena ibu sudah tua," jawab Dayana sedih.
"Ibumu wanita yang kuat. Doakan saja yang terbaik untuknya. Kami akan membantumu menyelesaikan semua. Bukankah ... ada King D yang akan membereskannya," sahut Arjuna seraya melirik putra Javier tersebut. King D tersenyum kaku.
"Ya, itu benar. Ayo, kita ke Filipina," ucap gadis cantik berambut hitam panjang itu mantap dan diangguki semua orang.
__ADS_1
***
edisi pegel merajalele dan pengen up😆sehat2 semua❤️ lele mau rehat dl ya. jono up kalau king d udh tamat aja. lele masih cakit hati sm sistem mt yg baru😩