KING D

KING D
Penyiksaan Sengkuni


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


King D dibuat panik karena kegilaan Sengkuni. Pemuda itu terlihat begitu gembira karena terus tertawa di atas drone yang ia tumpangi. Darah-darah segar telah menutup tubuh para mafia senior dan junior yang dinaikkan dalam bumper car. Han dan lainnya ketakutan saat melihat sekumpulan para monster berlari dengan buas penuh nafsu ingin menyantap mereka.


"Heggg! Hemm!" erang James dan lainnya dengan mulut disumpal kain sehingga teriakan mereka tak terdengar.


Junior bahkan ikut menjadi umpan bagi para monster buas itu. Sengkuni tak berbelas kasih. Ia tak peduli mereka dulunya tumbuh bersama, berteman, atau masih memiliki ikatan keluarga.


"Heaaaa!" teriak King D yang dengan sigap berlari kencang mengejar para monster yang berpencar karena mobil-mobil itu bergerak tak beraturan, mengikuti bentuk permukaan tanah yang dilewatinya. "Irina! Kau amankan sisi Barat dan Utara! Aku sisi Timur dan Selatan!" teriak King D saat kekasihnya ikut berlari untuk menyelamatkan jajaran.


"Aku mengerti!" teriak Irina lantang dengan mata fokus ke arah Junior yang kini sedang didatangi oleh seekor monster kangguru.


"Hohoho, benar-benar pertunjukkan yang hebat!" ucap Sengkuni senang seraya terbang berputar di sekitar kawasan pertempuran.


King D dan Irina mengabaikan keberadaan Sengkuni karena nyawa orang-orangnya lebih penting. Namun, Sengkuni tak membiarkan aksi penyelamatan itu dilakukan. Ia mulai berbuat nakal dengan mencabut rambut landaknya.


"Hehehe," kekehnya dengan delapan jarum rambut ia apit dalam sela jari di dua tangannya.


SHOOT!! JLEB! JLEB!


"Argh!" rintih Irina saat jarum-jarum itu menusuk dadanya.


"Irina!" teriak King D ketika melihat kekasihnya tiba-tiba berhenti berlari dengan kening berkerut menahan sakit.


"Hahaha! Lemah!" teriak Sengkuni bahagia. "Kalau begitu, aku tambah lagi!" imbuh Sengkuni yang kembali mencabut rambut landaknya.


King D yang sedang bertarung dengan seekor monster anjiing melihat pergerakan dari Sengkuni. Hewan berkaki empat yang kini menjadi lawannya, berusaha untuk membunuh King D dengan gigi tajamnya yang berubah menjadi seperti gergaji, tapi berukuran besar.


"Garrr!"


"Heaahh!"


KRASS!


King D dengan sigap menyabetkan pedang Silent Sharrow ke arah hewan itu saat melompat dan siap menggigit tubuhnya. King D yang kini lebih gesit, dengan cepat mengayunkan pedangnya dan berhasil menebas perut makhluk itu hingga terbelah dua. King D mengambil ekor anjiing tersebut dan digenggamnya kuat dengan satu tangan. Matanya fokus ke arah Sengkuni yang siap meluncurkan rambut jarumnya lagi.


"Tak akan kubiarkan!" teriaknya seraya melemparkan bangkai monster ke arah Sengkuni.

__ADS_1


DUAKK! CRATT!


"Argh!"


Sengkuni yang tak melihat serangan itu karena keriuhan di area pertarungan, ditambah ia sedang fokus untuk mencelakai Irina, membuat tubuh bagian sampingnya terkena potongan bangkai anjiing tersebut. Darah monster mengenai tubuhnya. Sengkuni melotot tajam dan marah. Ia kini membidik King D yang balas menatapnya lekat seperti menyatakan, 'Aku menantangmu!'


"Akan kumusnahkan kau untuk selamanya!" teriak Sengkuni marah yang meluncur dengan cepat menggunakan drone.


King D yang terganggu karena para monster masih bernafsu untuk memangsanya, dibuat kewalahan, sedang Sengkuni mulai meluncurkan serangannya. King D dengan sigap mempersenjatai diri. Rambut jarumnya mencuat dan cakar tajam dikelima jarinya siap untuk melukai Sengkuni.


"Harghhh!" raung Sengkuni kembali mencabut rambut jarum di kepala dan melesatkannya ke arah King D.


Putra Lysa dengan sigap melompat menghindari serangan jarum-jarum itu. Sengkuni terus mengejar King D sembari terus menyerangnya dengan rambut jarum. King D memanfaatkan serangan rambut jarum Sengkuni dengan berlari ke arah para monster yang mengejar mobil-mobil berisi orang-orang dari jajarannya. Jarum Sengkuni yang ditujukan untuk King D, malah mengenai para monster itu. Praktis, para monster meraung dan kini membidik Sengkuni.


"Heh, bagus. Kalian urus dia," gumam King D saat melihat para monster berbalik arah dan kini berusaha menangkap Sengkuni yang masih melayang di udara menggunakan drone.


King D fokus menyelamatkan jajarannya dari serangan para monster. Ia menangkap para monster dan melemparkannya jauh.


"Emph!" keluh Polo saat dirinya yang diikat dan mulut disumpal, sedang berusaha untuk membebaskan diri.


SRETT!!


King D mengangguk paham. Ia melepaskan tali itu dengan kuku tajamnya. Polo yang berlumuran darah, membuat para monster kembali mendatanginya.


"Ambil ini, dan bantu aku membebaskan semua!" pintanya seraya memberikan sebuah belati yang disarungkan dalam lapisan jas pemberian Jordan.


Polo mengangguk paham dan bergegas berlari mendatangi kawan-kawannya. King D melihat Sengkuni masih disibukkan oleh para monster yang kini melawannya. Pria itu dengan sigap berlari mendatangi Loria, siap untuk membebaskannya. Saat King D akan menggunakan pedang tanpa laser ia nyalakan untuk merobek tali yang mengikat tubuh Loria, tiba-tiba, JLEB! CRATT!


"Emph!" teriak Loria dengan suara tertahan saat melihat Sengkuni datang dari belakang dan menyerang pria itu.


"Arghhh! Aggg!" rintih King D melihat ujung ekor seperti tombak itu menembus bahu kanannya.


Praktis, serangan itu membuat pedang Silent Sharrow terjatuh dari genggaman. Sengkuni mengangkat tubuh King D dengan ekornya yang kembali tumbuh. Mata Loria melebar saat melihat tubuh King D terangkat hingga melayang di udara.


"Hehehe, aku hanya mengulur waktu hingga ekorku tumbuh lagi, D bodoh. Kau sepertinya tidak tahu jika Loria memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh yang terpotong. Hehehe, kau tahu? Aku abadi!" teriak Sengkuni bahagia yang kini menghadapkan tubuh King D ke depannya.


Ekor Sengkuni begitu kuat bahkan bisa mengangkat tubuh pria yang ukurannya lebih besar darinya. King D melakukan balasan meski harus menahan sakit teramat sangat karena banyaknya luka yang diterima.

__ADS_1


SHOOT! SHOOT! TANG! TANG!


"Hahahaha! Rambut jarummu tak mempan melawan tangan batuku! Kau lemah dan tidak berguna! Hanya orang-orang buta yang menganggapmu sebagai pemimpin! Orang sepertimu tak pantas hidup! Heaahhh!"


King D tertohok dengan ucapan Sengkuni. Meski demikian, ia tetap berusaha untuk melepaskan tusukan di bahunya. Sengkuni sengaja membuat tubuh King D terombang-ambing dan menggunakannya untuk membuat para monster marah. Tubuh King D ditabrakkan ke para monster saat akan mendekati para manusia yang terkena lumuran darah.


Namun, Sengkuni juga sengaja menabrakkan tubuh King D ke para mafia itu hingga beberapa dari mereka jatuh dari mobil dan bergelimpangan di atas tanah. Setiap usaha King D untuk melepaskan tusukan ekor itu, Sengkuni selalu berhasil mengantisipasinya. Ia bahkan tak segan meremukkan tulang di dua tangan King D saat pria itu akan menggunakan cakar tajamnya untuk merobek tubuh lawan. Tangan Sengkuni yang keras bagaikan batu, praktis membuat King D berteriak hebat merintih kesakitan.


KRAKK!


"ARRGHHH!!"


"Hahahaha! Hahahaha!" tawa Sengkuni gembira.


Darah segar mengucur deras dari luka tusukan itu hingga King D berkeringat hebat. Irina dan para mafia yang berhasil dibebaskan dari ikatan tak bisa menolong putra Javier tersebut. Sengkuni membawa King D terbang melintasi area pertempuran menuju ke pantai.


"Arghh, aggg," rintihnya karena sudah kehilangan tenaga dengan tangan terkulai lemas dan wajah pucat.


"Kau masih memiliki apa yang aku butuhkan," ucapnya menyeringai.


CLEB!


"A-agg," rintih King D saat Sengkuni lagi-lagi menancapkan dua taring panjang ke leher pria bermata hitam itu untuk menghisap kekuatannya.


Perlahan, mata hitam King D memudar dan kembali menjadi cokelat. Tubuhnya langsung terkulai lemas dan pucat. Seolah, jiwanya ikut terserap oleh Sengkuni.


"Agh, lezat sekali. Berbeda! Rasanya berbeda! Aku bisa merasakan kekuatanku memuncak! Hahahaha!" tawa Sengkuni seraya melihat dua tangannya gemetaran karena sensasi baru dari kekuatan King D. "Sampaikan salamku kepada para pendahulu di neraka sana, D. Katakan pada mereka, Sengkuni akan menjaga Bumi dengan segenap rasa cintanya. Hehehe," ucapnya dramatis seraya menatap putra Lysa tersebut penuh rasa iba.


CRAT! SWING! BYURR!!


BLUB! BLUB!


Tubuh King D dilemparkan jauh ke lautan. King D tenggelam perlahan. Kali ini, pria itu pasrah dengan takdirnya untuk mati. King D masih bisa merasakan dan melihat di sekitarnya, tapi tak bisa melakukan apa pun.


Tubuhnya serasa mati dan pandangannya mulai menggelap. Sengkuni kembali menjentikkan jari di atas drone-nya. Seketika, para hiu monster yang masih disiapkan olehnya dilepaskan. Hiu-hiu yang dikurung dalam jeruji besi terbebas, siap untuk menghabisi nyawa putra Javier untuk selamanya.


***

__ADS_1


adeh lele rempong parah hampir seminggu ini dan berakibat flu berat😩 doakan lele cepat sehat biar King D segera tamat sebelum akhir bulan. amin🙏 tengkiyuw, lele padamu😘 dan jangan lupa serahkan semua harta kalian di novel King D ya sebagai bentuk dukungan. kwkwkw😆


__ADS_2