
Malam itu, di tepi pantai. Seward, Alaska.
Para manusia selamat yang berjumlah hingga 25 orang itu dikumpulkan. Maksim dan Souta gagal meyakinkan para manusia itu untuk ikut dengan mereka ke Rusia karena trauma dengan janji palsu anak buah Hope yang menimpa mereka sebelumnya.
Kini, King D turun tangan langsung untuk meluruskan hal tersebut.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Mata para manusia yang sedang dalam masa pengobatan usai terkena dampak serum monster dan gas halusinasi terkunci pada sosok King D yang bagi mereka tak lazim karena memiliki dua warna mata yakni merah dan biru.
"Ini adalah detektor kebohongan. Dengan ini, kalian bisa mempercayai kami. Silakan buktikan sendiri kebenarannya," tegas King D seraya menunjukkan alat itu dihadapan 25 orang tersebut.
"Bagaimana teknis kerjanya?" tanya salah seorang lelaki tampak penasaran.
"Tanyakan apa pun dan aku akan menjawabnya. Jika alat ini berbunyi, tandanya aku berbohong. Jika tidak, aku jujur," jawab King D tenang seraya meletakkan alat itu di atas pasir.
"Oke. Aku coba," tanya salah seorang lelaki berkulit hitam. King D mengangguk. "Apakah ... kau memiliki penyakit karena matamu berwarna merah dan biru?"
"Tidak."
TRINGGG!!
Seketika, semua orang tertegun karena benda itu berbunyi nyaring. Orang-orang yang berada di helikopter dan bangunan sampai melongok keluar. King D kaget sendiri.
"Aku tak tahu jika dua mata ini disebut penyakit," ucap King D bingung.
"Ulangi pertanyaanmu agar alat itu berhenti berbunyi!" teriak Maksim. Lelaki itu mengangguk cepat.
"Apakah mata biru dan merahmu itu penyakit?"
"Ya! Ya! Ini penyakit! Meski aku baru mengetahuinya detik ini juga!" jawab King D lantang. Seketika, suara nyaring itu berhenti. Semua orang tampak kaget, terlebih King D. "Paman! Mata ini ternyata sebuah penyakit. Jika demikian, aku harus segera disembuhkan," ucap King D menatap Souta dan Maksim tajam. Dua lelaki itu mengangguk dengan wajah serius.
Orang-orang saling berpandangan terlihat tegang. Lalu, seorang wanita mengangkat tangan ke atas. Kini, mata semua orang tertuju padanya.
"Aku dulu seorang psikiater. Aku tahu perbedaan saat orang itu berbohong atau tidak meski tanpa alat itu. Aku akan mengujimu," tegas wanita itu dengan rambut sebahu. King D mengangguk. Semua orang serius menyimak. "Apakah kau orang militer pemerintah?"
"Bukan."
Semua orang melirik detektor kebohongan itu saksama yang tak mengeluarkan bunyi nyaring. Wanita itu masih menatap King D seperti mencari kebohongan dari matanya.
"Apakah kau salah satu anak buah para penjahat yang menipu kami?"
"Bukan."
Lagi, alat itu tak berbunyi. Semua orang mulai bernapas lega.
"Lalu, kau siapa? Kenapa ingin menolong kami?"
__ADS_1
King D menarik napas dalam. "Aku adalah King D. Putera dari Sultan Javier dan Lysa Herlambang. Bisa dikatakan, aku pemimpin kelompok ini. Alasanku ingin menolong kalian karena semua tragedi ini ulah dari seorang pria yang kami yakini bernama Hope. Kami ingin mengembalikan perdamaian dunia secara nyata, bukan janji belaka. Orang-orang yang menjanjikan keselamatan dan perlindungan pada kalian adalah anak buahnya. Sejauh ini, kami masih memburu Hope. Bukan hanya kalian saja. Sudah banyak orang-orang yang kami selamatkan dari aksi gila Hope dan kini tersebar di beberapa markas kami di seluruh dunia," tegas King D yang membuat mata orang-orang melebar.
"Markas? Apa maksudmu?" tanya seorang lelaki dengan pakaian layaknya seorang karyawan.
"Kami dulunya mafia."
Praktis, mata semua orang itu melebar.
"Dia berkata jujur! Dia mengaku penjahat! Lihat, alat itu tak berbunyi!" seru seorang laki-laki histeris.
Seketika, suasana riuh seketika. Orang-orang itu menjauh dari King D, Maksim dan Souta.
"Memang kenapa jika dulunya kami mafia? Apakah kami menyakiti kalian? Tidak! Buktinya kami malah terluka karena menyelamatkan kalian dan masih harus memikirkan nasib kalian serta mengobati kalian dari dampak serum monster!" teriak King D marah, dan seketika, matanya seperti akan berubah menjadi predator lagi.
Mata Maksim dan Souta melebar. Saat mereka panik karena perubahan King D yang ternyata terpacu karena emosi, Irina dengan sigap datang dan berdiri di hadapan kekasihnya.
"King D! King D!" panggil Irina langsung memegang kepalanya dan mata hijaunya langsung menyala.
Souta meminta semua orang tenang jangan panik, begitupula Maksim. Saat Irina sedang mencoba meredakan amarah King D, Obama Otong kembali datang dengan wujud misteriusnya.
Ia berdiri di belakang King D dan menyelipkan kedua tangannya di ketiak seperti menahan pergerakan pria itu agar tak mengamuk.
"Lihat mereka bertiga! Mereka seperti memiliki kemampuan aneh," tunjuk salah seorang pemuda ketika melihat Irina, King D dan Obama Otong menunjukkan sisi lain.
"Itulah yang membedakan kami dengan Hope. Kami dulunya penjahat, tapi kini menjadi pahlawan. Sedang Hope, dulunya orang militer, tapi berubah menjadi penjahat. Sekarang, terserah kalian. Ikut kami atau berpetualang sendiri. Namun, jangan harap ada kesempatan kedua. Kami tak akan datang untuk menolong lagi karena masih banyak orang-orang di luar sana yang menunggu untuk diselamatkan. Bahkan, demi kalian, tujuan kami tertunda untuk sampai ke Kanada," tegas Maksim terlihat kesal menatap orang-orang itu tajam.
Para manusia itu terlihat gugup. Mereka saling berbisik seperti berdiskusi seperti mencari kesepakatan bersama untuk keputusan akhir.
"Ka-kami masih bisa disembuhkan? Sungguh?" tanya seorang wanita dengan pakaian sipil.
"Lihat saja diri kalian sekarang. Itu pertanda, kalian masih bisa disembuhkan. Jika tidak, darah kalian akan berubah menjadi hitam kehijauan. Jika kalian bertemu monster dengan darah seperti itu, bunuh saja. Sudah tak ada harapan baginya untuk pulih kembali. Kalian beruntung," tegas Maksim.
"Sepertinya, tak perlu menunggu fajar. Aku ikut. Kali ini, aku percaya karena kulihat, alat pemindai kebohongan tak berbunyi," ucap salah satu lelaki dengan dasi melingkar di leher langsung berdiri.
"Kami tidak. Maaf. Kami memilih untuk berpetualang sendiri," ucap salah seorang lelaki dengan empat orang di sisi terlihat gugup.
"Kalian tak ikut?" tanya seorang wanita, tapi para lelaki itu menggeleng.
"Jangan paksakan. Semoga kalian beruntung. Baiklah, kalian sekarang pergilah ke helikopter itu. Temanku bernama Sakura sudah menyiapkan perbekalan. Katakan pilihanmu dan ... semoga kalian selamat sampai kami berhasil menyelesaikan petaka ini," tegas Souta, dan kelima orang itu mengangguk.
Lima orang itu pergi meninggalkan kerumunan menuju helikopter. Terlihat Sakura seperti berbicara sesuatu pada mereka.
Sakura memberikan sebuah kunci mobil dan juga koper hitam entah berisi apa. Orang-orang itu mengangguk seperti berterima kasih, dan Sakura tersenyum tipis.
"Aku ... aku terlalu pengecut untuk berpetualang. Aku ikut saja. Kali ini, aku pasrah dengan takdirku. Aku mencoba untuk percaya sekali lagi pada orang asing. Tolong, jangan khianati kami," ucap salah seorang gadis muda tampak sedih.
"Pegang janji kami. Aku juga ingin semua hal buruk ini berakhir. Aku sudah kehilangan isteriku, dan itu pukulan yang menyakitkan," tegas Maksim, dan orang-orang yang baru mengetahui hal itu mengangguk pelan.
__ADS_1
Sedang King D, tampak berhasil mengendalikan emosinya. Irina terus memberikan pengertian pada sang kekasih hingga manik mata King D kembali menjadi merah dan biru. Mata hijau Irina memudar dan Obama kembali menjadi normal.
"Eh?" pekik Obama yang baru sadar memeluk King D dari belakang. "Kenapa Otong ada di sini weh? Terus, ngapain nih peluk-peluk bos D segala?" tanya Obama yang bingung dengan dirinya sendiri.
"See? See? Itu yang kumaksud kau tak sadar dengan kemampuan yang kau miliki!" seru Maksim menunjuk lelaki gundul itu.
Obama mengedipkan mata terlihat bingung, tapi kemudian ia menyingkir begitu saja. Obama menjauh dari kerumunan seraya mengelus kepalanya yang masih diperban.
"D, kau tak apa?" tanya Irina tampak lesu.
"Ya. Aku ... bisa mendengar suaramu saat memanggilku, Irina. Sepertinya, aku kini paham pemicu dari sisi predatorku," jawab King D seraya mengedipkan mata berulang kali mencoba untuk memulihkan kesadarannya.
"Sebaiknya, kau istirahat. Kau tampak pucat dan lelah," ajak Irina, dan King D mengangguk.
"Serahkan hal ini pada kami, D. Kau fokuslah pada misimu ke Jumbo Island esok hari. Semoga, kita selamat dan bertemu kembali," ucap Souta dengan senyuman.
King D mendatangi lelaki asal Jepang itu lalu memeluknya, begitupula Maksim. Dua senior mereka itu tampak sigap saat meminta agar para manusia yang bersedia ikut dengan mereka ke Rusia untuk bersiap.
Keesokan harinya. Bandara Seward. Alaska.
Lima orang yang memutuskan untuk melepaskan diri dari kelompok, dibekali sebuah mobil dan juga perbekalan selama mereka berkelana.
Para manusia yang selamat tampak cemas mengingat lelaki bernama Hope serta para monster masih berkeliaran di luar sana, dan bisa jadi, lima orang itu akan menjadi incaran mereka.
"Itu sudah keputusan mereka. Kalian harus menghormatinya. Sekarang, bersiaplah. Kalian akan berlayar sampai ke titik penjemputan yang nantinya akan ada helikopter militer beranggotakan anggota tim kami. Maksim dan Souta akan meninggalkan kalian karena mereka harus menyusul kami ke Jumbo Island," tegas Sakura saat sudah membekali orang-orang itu perlengkapan selama berlayar.
"Terima kasih," jawab orang-orang itu seraya mengangguk.
Meski kapal tersebut tak begitu besar, tapi muat untuk menampung orang-orang itu. Maksim dan Souta meninggalkan Seward menuju ke hotel tempat Maksim dan Sakura dulu tinggal sementara waktu bersama anggota Red Skull, anggota tim Marco-Polo serta anak-anak yang berhasil diselamatkan saat di Boston.
Maksim akan singgah di sana untuk mengisi bahan bakar sekaligus mengganti kapal dengan yang lebih besar.
Terakhir kali ia pergi, tempat itu memiliki perlengkapan yang cukup untuk melanjutkan pelayaran sampai ke Pelabuhan Saint Paul di Alaska.
Maksim dan kelompok barunya akan terus berlayar tak menggunakan kendaraan darat karena dirasa lebih aman.
Selain itu, mereka bisa memancing dan mengkonsumsi ikan selama pelayaran. Mereka akan bertemu dengan anggota tim Marco-Polo dititik penjemputan di Pelabuhan *****, Alaska.
Selanjutnya, orang-orang itu akan menyeberang ke Rusia menggunakan helikopter.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
kwkwkw eps dari bonus tips koin denda stiker di GC WA ya. lele padamu😆 lagi banyak pelanggaran nih😁