
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Rombongan terakhir tiba dengan kapal dan helikopter. Mereka menaiki kapal kargo tersebut dengan tergesa untuk melihat apa yang terjadi. Terlihat, orang-orang itu tertegun saat mendapati jasad Raden dan Yu Jie dimasukkan dalam kantong mayat. Kedua orang tua King D turut hadir di atas kapal, tapi Lysa dan Javier memilih untuk menyaksikan. Mereka ingin tahu, sejauh mana perkembangan putra sejak mereka ditidurkan.
"Kau lihat gerakannya saat menyerang, Sayang?" tanya Lysa berdiri di kejauhan dengan busur tetap siaga dalam genggaman.
"Hem. Tubuhnya kaku dan kurang kuat. Kulihat berulang kali pedangnya hampir lepas dari genggaman," jawab Javier ikut menilai.
"Bukannya ditolongin malah cuma ditonton. Kalian ini nunggu King D tinggal nama apa gimana?" tanya Jonathan berdiri di belakang pasangan itu.
"Urus anakmu! Sandara terluka parah. Minta Neil untuk segera menyusul Sandara bersama mafia muda lainnya. Sudah cukup mereka ikut dalam peperangan ini. Kita harus menjaga generasi muda untuk melestarikan populasi manusia," sahut Arjuna dengan wajah garang.
"Ha? Minta mereka untuk berkembang biak gitu gantiin para manusia yang udah tewas karena wabah monster?" tanya Jonathan memastikan ucapan Arjuna.
Namun, putra Han menjawabnya dengan lirikan sinis ke putra Erik tersebut. Jonathan mendesis kesal.
"Ayo, aku temani. Kita harus pastikan mereka tiba di Markas Demon Kids dengan aman," sahut Torin menahan sakit di tangannya dan tubuh basah kuyup.
"Markas Demon Kids? Tempat itu sungguh ada?" tanya Cassie memastikan. Naomi mengangguk.
"Kok Nathan gak tau ya?" tanyanya bingung.
"Itu karena kau masa bodoh dan kami malas untuk melibatkanmu," sahut Lysa yang membuat mulut Jonathan menganga lebar.
"Sudahlah. Ayo, kita percayakan saja pada mereka untuk melumpuhkan Sengkuni," ajak Han dan Jonathan mengangguk setuju.
Lysa berlari mendekati tepian kapal di mana William dan Jason masih bersiaga di sana. Lysa meminta mereka untuk segera pergi dan tak lagi terlibat.
"Tidak! Aku akan tetap di sini. Aku tak mau kehilangan putriku lagi," tegas William yang bersikeras untuk tetap tinggal bersama Romeo di lautan dengan kapal.
Lysa memahami kekhawatiran William dan memerintahkan Jonathan yang datang dengan helikopternya untuk segera lepas landas. Jonathan mengangkut jasad Yu Jie dan Raden untuk dikuburkan di Markas Demon Kids nantinya.
Jonathan mengajak serta Neil, Nero, Sig, Cassie, Sarnai, Torin dan orang-orang yang terluka, terbang meninggalkan kapal kargo untuk menyusul Sandara yang diyakini Melody dibawa kembali ke tempatnya bersembunyi selama ini.
Javier, Naomi, Arjuna dan Lysa melindungi helikopter tersebut jikalau Sengkuni berniat untuk menggagalkannya.
__ADS_1
"Mereka sudah aman. Sekarang tak ada lagi yang akan menghalangi kita untuk membunuh bocah tengik itu," geram Arjuna yang bersiap dengan pedang Silent Blue.
Naomi dan Lysa mengambil posisi di tempat tinggi agar mudah membidik Sengkuni saat titik butanya lengah. Javier dan Arjuna fokus menyerang membantu lainnya untuk membuat Sengkuni terdesak.
"Heahhh!" seru King D lantang yang berlari kencang mendekati Sengkuni.
"Waaaa!" teriak Obama saat tubuhnya dilempar oleh Sengkuni ke arah King D yang siap menebasnya.
DUK! BRUKK!
"Wadoh!" rintih Obama karena tubuhnya malah diinjak King D untuk dijadikan pijakan sehingga membuatnya bisa melompat di udara.
Obama jatuh bergulung-gulung di lantai kapal dan baru berhenti menggelinding saat Irina menggunakan kakinya untuk mengerem.
"Cepat bangun!" teriak Irina yang dengan sigap menarik pakaian tempur Obama dan membuat pria itu berdiri meski terhuyung.
Irina memegang pundak Obama dan berbisik padanya. Obama mengangguk paham dan terlihat fokus untuk melakukan sesuatu. King D melompat tinggi dan mengarahkan ujung pedang lasernya ke tubuh Sengkuni saat pemuda itu melemparkan benda-benda ke arah Eva dan Melody dengan tangan batunya.
Dua gadis itu kewalahan karena terus menghindar dan menebas. Hingga pada akhirnya, BRAKK!!
"Argh!"
BYURR!!
"AAAA!"
BYURR!!
King D sengaja tak menyuarakan teriakannya agar Sengkuni tak menyadari pergerakannya. Akan tetapi, PLAKK! BRUKK!!
"Argh!" rintih King D saat ekor Sengkuni seperti memiliki mata dan menampar tubuh pria itu hingga terhempas menabrak kontainer.
King D mengerang kesakitan dan membuat pedang lasernya terlepas. Pria bermata cokelat itu kembali bangkit tak menyerah dan siap menyerang lagi saat Irina datang untuk menyerang Sengkuni dengan belatinya.
"Irina, awas!" teriak King D ketika melihat ujung ekor Sengkuni siap menusuk tubuh sang kekasih.
__ADS_1
Mata Irina melebar karena ujung ekor tajam itu tiba-tiba berhenti tepat di depan matanya. Napasnya sampai tercekat karena kaget. Sengkuni terlihat bingung karena ekornya tak bisa digerakkan seperti ada yang menahan.
KLANG!! BYUR!!
"Agh!" rintih Irina saat belati yang digenggamnya ditampik oleh Sengkuni hingga terlempar jauh dan jatuh ke laut.
Tangan batu yang memiliki kuku tajam di jari-jarinya itu siap untuk mencekik Irina. Namun, Irina dengan sigap berkelit dan memegangi salah satu tangan Sengkuni dengan dua tangannya. Irina dan Sengkuni saling beradu kekuatan. Mata predator Irina bangkit dan ia menancapkan gigi gergajinya ke lengan sengkuni yang tak memiliki lapisan batu.
"Harghhh!" erang Sengkuni saat gigitan itu berhasil membuatnya terluka, tapi tak membunuhnya.
"Hugo!" teriak King D mengerahkan seluruh tenaga termasuk otaknya untuk terus memikirkan cara menjatuhkan Sengkuni.
Ia berlari kencang dan langsung memegangi tangan batu Sengkuni erat. Ia menahan salah satu tangannya yang ingin mencekik Irina karena sudah melukainya. Meskipun King D sudah kehilangan kemampuan dari serum pengubah, tapi ia yakin dengan kemampuan manusianya bisa mengalahkan Sengkuni.
DUNG! DUNG! DUNG!
Hugo yang sudah tiba berlari kencang mendatangi Sengkuni dengan raungan monster. "Harrghh!"
GRAB!!
"Menyingkir!" teriak King D lantang yang langsung melepaskan genggamannya lalu tiarap di lantai bersama dengan Irina.
"AAAA!"
DANG! DANG! DANG!
Obama Otong kembali terlihat dan melangkah mundur bersama yang lain ketika Hugo menangkap tubuh Sengkuni lalu ia benturkan bertubi-tubi ke arah kontainer hingga benda besi berbentuk persegi panjang itu penyok. Ternyata, usaha Hugo berhasil. Sengkuni mengalami luka serius di wajah hingga membuatnya berdarah. Sengkuni tergolek lemas dengan mata masih terbuka.
"Cepat, sebelum ia pulih kembali!" teriak King D dengan sigap mengambil pedang Silent Sharrow miliknya yang terjatuh.
Eva yang kembali naik ke kapal dibantu oleh Zurna, tanpa pikir panjang menyalakan pedang Silent Red pemberian Jordan.
"Heahhh!" teriak King D, Eva dan Arjuna dengan tiga pedang laser menyala terang, siap untuk mengakhiri Sengkuni untuk selamanya.
***
__ADS_1
lagi cemangat ngetik eh si embul oek😩oia lele mau panjangin eps King D biar tuntas krn ini novel penghabisan jajaran Vesper. fans Jono sabar ya😆