KING D

KING D
Kami Berhasil


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Hadi yang terluka ditemani Yono menjaga perusahaan farmasi tersebut. Naomi, Arjuna dan The Kamvret terbang menggunakan helikopter sampai ke bandara terdekat. Mereka akan terbang menggunakan pesawat menuju ke Turkey. Naomi dan Arjuna akan menurunkan orang-orang itu di sana yang selanjutnya terbang menuju Australia sesuai rencana. Namun, saat orang-orang itu sedang menaiki tangga untuk masuk ke pesawat, Yono dan Hadi muncul mengendarai mobil.


"Gak jadi! Gak jadi! Otong barusan kasih kabar kalau Black Stone aman! Mereka berhasil merebut markas!" teriak Hadi dengan toak pengeras suara ketika mobil Jeep dengan atap terbuka itu melaju memasuki landasan.


Naomi dan Arjuna tersenyum tipis. The Kamvret yang akan pergi ke Turkey bernapas lega, tapi tujuan ke Australia tetap menanti seperti jadwal sebelumnya.


"Kita harus cepat. Ayo!" ajak Naomi, dan orang-orang tua itu mengangguk mantap.


"Hati-hati! Jangan mati! Nanti diomelin Nyonya Vesper!" teriak Yono.


"Nanti diledek si Uasu Eko lho kalau sampai wasalam," imbuh Hadi, dan diangguki Yono.


"Siap!" jawab para lelaki itu dengan hormat.


Pesawat terbang meninggalkan bandara dengan tujuan Australia, kediaman Victor. Hadi dan Yono bergegas kembali ke markas di mana mereka masih terhubung dengan Black Castle saat kastil megah itu mulai melakukan pembersihan usai berhasil melenyapkan para monster dan juga tiga pesawat kargo pengangkut.


Black Stone, Turkey.


"Dikit lagi ... dikit lagi! Bertahan!" teriak Obama Otong tetap tak bisa menggunakan kemampuan uniknya dan memilih bertarung dengan cara layaknya pria sejati.


"Waaaa! Waaaa!" teriak P-K yang tak kalah hebohnya dalam melawan para monster menggunakan senapan gatling di menara usai Zurna berhasil menjatuhkan pengawas di bangunan tinggi tersebut.


"Goarr!" raung para monster yang kini fokus menyerang 6 manusia di hadapan penjaga Black Stone.


Zurna, Obama, dan 4P masih sanggup bertahan usai menumbangkan anak buah Hope. Namun, disaat mereka sudah bersorak sorai merayakan kemenangan, bahkan menghubungi Black Castle jika berhasil merebut kembali markas, ternyata para monster yang dikurung di ruang bawah tanah tempat Jonathan dulu menemukan peninggalan Flame dalam gua, dilepaskan oleh salah satu dari pria bertopeng karena gagal mempertahankan Black Stone.


Kini, Obama dan lainnya dibuat kerepotan karena persenjataan mereka menipis. Namun, Zurna menerapkan teknik bertempur Vesper yakni mengakuisisi senjata lawan untuk membalas serangan. Ya, senjata makan tuan.


"Bibi! Sisi Selatan! Ada monster yang berhasil memanjat dinding Black Stone!" teriak Jonathan dari helikopter di mana ia kini ikut diincar dan diserang oleh para monster yang mencoba menggapai kendaraan terbangnya.


Zurna yang berada di bagian atas kastil bersama anggota timnya bergegas menuju ke sisi Selatan. Benar saja. Seekor monster monyet muncul dari tepi bangunan.


"Ak! Ak! Ak!"


"Harrghh!" raung Zurna yang dengan sigap mengambil senapan laras panjang, tapi telah habis amunisi menjadi sebuah pemukul.


Monyet monster itu dengan sigap melompat menunjukkan gigi tajam serta kukunya yang runcing, siap merobek kulit Zurna. Namun, wanita itu dengan gesit mengayunkan gagang senapan itu layaknya pemain base ball ke arah monyet tersebut.


BUAKK!!


Monyet tersebut langsung terlempar usai terkena pukulan kuat Zurna, tapi belum tewas. Zurna dengan sigap menangkap ekor beracun monyet itu dan mengarahkan ke kumpulan monyet monster yang sedang memanjat dinding dari sisi yang sama.


"Akkk!" erang monyet monster yang tak bisa melawan kekuatan super Zurna karena kepalanya diinjak.


Zurna mengarahkan ujung ekornya ke para monyet itu. "Heahh!"


CRAT! CRAT!


"Akk! Akk!" teriak para monyet ketika mereka terkena semburan dari zat asam yang dilontarkan oleh jenisnya.


Satu per satu para monyet berjatuhan. Zurna menggunakan kemampuan dari lawan untuk menjatuhkan lawan. Monyet itu terus menyemburkan zat asam karena merasa terancam akibat Zurna terus menekan kepalanya.


"Ide bagus, Bibi!" teriak Jonathan kerepotan mengganti segala jenis senjata agar para monster yang berada di daratan tak bisa naik ke bagian atas Black Stone tempat kawan-kawannya berada.


"Abis! Abis! Amunisi abis!" teriak P-C panik dan langsung meninggalkan menara.


Jonathan melihat sisi Timur yang dijaga P-C mulai didatangi oleh para monster. Jonathan mengarahkan helikopternya ketika P-C berlari kencang menuju ke arah Obama untuk meminta perlindungan.

__ADS_1


"Sial! Aku sengaja menyimpan misil ini agar tak digunakan kecuali terdesak!" pekiknya kesal dan ragu untuk menekan tombol.


"Ini udah terdesak! Udah sekarat! Bom aja!" teriak P-I yang ikut meninggalkan pos karena senapan gatling sudah kehabisan amunisi.


"Jangan! Nanti rumah bapak rusak!" sahut Obama sampai berhenti menembak.


"Gak papa, nanti Bos Nathan bakal ganti rugi! Tenang aja," sahut P-M yang ikut merapat di sisi Obama karena amunisinya juga telah habis.


Jonathan merasa tertekan karena harus mengganti biaya pembangunan jika kastil bersejarah bagi para mafia dalam jajarannya itu sampai hancur. Jonathan ragu-ragu saat akan menekan tombol. Namun, melihat Zurna juga mulai kewalahan, ia akhirnya nekat.


"Iya! Aku ganti! Aku ganti! Aku kaya!" teriaknya kesal dan seketika, KLIK! SWOOSH!


"Eh?" pekik Obama saat melihat misil itu melintas di depannya menuju ke sisi lain.


BLUARR!!


"Wedyan! Om, yang bener dong!" pekik Obama kesal karena jarak ledakan itu sangat dekat dengannya bahkan membuat bangunan yang dipijak berguncang.


Namun, siapa sangka, ledakan itu membuat tanah yang terkena ledakan retak dan menjalar sampai ke bangunan.


"Gempa! Gempa!" teriak P-I karena lantai batu di atap Black Stone bergetar layaknya gempa bumi.


"Tinggalkan tempat ini! Black Stone akan runtuh!" teriak Zurna yang membuat mata kelima pria itu melotot seketika.


"Ups," ucap Jonathan meringis karena tak menyangka jika serangannya akan berdampak buruk bahkan bisa menenggelamkan bangunan itu ke dalam tanah.


"Waaa!" teriak 4P langsung bergegas menuju ke tangga, akan tetapi ....


BRAKKK!!


"P-K!" teriak P-C saat melihat kawannya terperosok karena lantai batu yang dipijaknya runtuh.


"Heahhh!" seru Zurna tiba-tiba berlari ke arah mereka.


"Huwaaa!" teriak mereka saat Zurna melemparkan empat pria itu satu per satu dari atas bangunan yang digunakan sebagai landasan helipad.


Mata Jonathan melebar dan bergegas mendatangi para pria yang terbang di udara, tapi siap menghantam tanah dengan keras. Zurna dengan sigap melompat turun untuk menyelamatkan P-K yang tertimbun puing bangunan dan terhimpit. Ia memiringkan benda terbang itu dalam posisi horisontal ketika para pria tersebut terjun dari ketinggian usai dilempar Zurna.


BRUKK! BRUKK!


"Arghh!"


"Hahahaha!" tawa Jonathan saat ia berhasil memasukkan empat orang itu ke dalam helikopter layaknya bola basket masuk ke dalam jaring.


Empat pria itu saling menindih dan mengerang kesakitan, tapi selamat. Jonathan bergegas menutup pintu saat ia memposisikan helikopternya kembali normal lalu membasmi para monster yang tersisa dengan meluncurkan misil sebagai serangan terakhir. Namun, hal itu semakin membuat bangunan Black Stone runtuh di mana Zurna dan P-K masih berada di dalam sana.


"Heahh!"


BRUKK!


"Hah, makasih, Bude," ucap P-K dengan tubuh sudah dipenuhi debu saat puing besar yang menindih dua kakinya diangkat dengan mudah oleh wanita perkasa itu.


P-K digendong di punggung saat Zurna berusaha memanjat. Namun, siapa sangka jika para monster yang berhasil selamat dari ledakan misil, kini mengerubungi bangunan yang mulai runtuh karena melihat dua manusia terperangkap di sana.


"Waaa! Monster!" teriak P-K panik dalam gendongan Zurna.


"Hargg!" raung Zurna yang membuat P-K kaget karena terlihat sama ganasnya dengan para monster. P-K pucat seketika. Namun, para monster terlihat tak takut dan tetap menyerang. "Pegangan!" teriak Zurna yang bersiap dengan dua kepalan tangan.


P-K langsung memeluk Zurna erat bagaikan koala. Zurna meninju dan menendang para monster itu hingga para makhluk buas itu jatuh terkapar di lantai usai menghantam dinding dengan kuat. Namun, hal itu membuat bangunan tersebut semakin rentan dan kembali runtuh.

__ADS_1


"Bude! Bude! Kita akan terjebak!" teriak P-K panik dan tak bisa pergi sendiri karena merasakan sakit di dua kakinya seperti retak.


Zurna melihat tangga menuju ke atas tak bisa dipijak lagi karena sudah ambles. Bangunan terus bergoyang dan para monster kembali berdatangan dari lubang. Zurna melihat kaca jendela di samping seekor monster retak. Zurna menarik napas dalam dan membungkukkan tubuh seperti siap untuk menerjang.


"Bu-Bude mau ngapain?" tanya P-K gugup.


"Goarrr!"


"Heahhhh!"


"Waaaa!" teriak P-K panik saat Zurna berlari kencang dan malah beradu dengan seekor monster anjiing yang siap menerkamnya dari depan.


P-K memejamkan matanya rapat karena tak sanggup melihat hal mengerikan di depannya. Zurna tak terlihat gentar dengan dua tangan mengepal siap untuk meninju makhluk tersebut.


Benar saja, BUAKK! PRANGG!


"Harghh! Harrr!" raung monster anjing itu saat Zurna memukul wajahnya lalu menangkap tubuh hewan itu.


Zurna menjadikan tubuh lawannya sebagai perisai ketika ia sengaja menabrakkan diri ke kaca. Usaha Zurna berhasil dan membuat kaca itu pecah, tapi mereka terjun bebas dari ketinggian, siap menghantam tanah dengan keras.


"Om Jojon!" pekik Obama yang berhasil diselamatkan bersama 3P ketika Jonathan melakukan manuver dengan membuka pintu helikopter lebar.


"Aku akan melakukan hal yang sama! Tangkap mereka!" titah Jonathan.


Obama dan 3P bersiap untuk menangkap dua orang itu yang sedang terjun dari ketinggian. Zurna melihat Obama dan 3P menyiapkan tangga tali untuk digapainya.


"Tante! Tangkap!" teriak Obama melemparkan tangga tali karena posisi helikopter Jonathan kurang menguntungkan akibat jarak helikopternya berdekatan dengan dinding Black Stone, di mana tempat itu kini dikerubungi oleh para monster. Para makhluk buas itu berusaha untuk menggapai helikopter Jonathan, tapi keturunan Benedict tersebut tidak mengizinkan.


"Haaa!" teriak Zurna saat berusaha menangkap tangga tali yang dilemparkan oleh Obama, tapi tak bisa digapainya.


Namun, 3P lainnya dengan sigap melakukan melemparkan tangga tali cadangan ke arah Zurna secara terus menerus.


"P-K buka matamu! Tangkap tali itu atau kalian akan mati!" teriak Jonathan yang suaranya terdengar dari pengeras suara di luar helikopter.


Seketika mata P-K terbuka lebar. Ia melepaskan salah satu tangannya di tubuh Zurna dan menangkap tangga tali yang dilemparkan oleh P-M.


"Yeahh!" seru orang-orang itu gembira, tapi kini, Zurna yang berbalik berpegangan pada P-K karena ia hampir terperosok akibat gagal menangkap tali.


"Bu-Bude. Sakit!" teriak P-K karena Zurna memegangi pergelangan kakinya. Zurna dengan sigap menarik celana P-K, tapi membuat pria itu mengeluh lagi. "Aduh, jangan celana. Melorot!" ucap P-K yang berpegangan kuat pada tangga tali dengan dua tangannya.


"Lemparkan tali lainnya!" pinta Zurna ke arah helikopter dan Obama dengan sigap melemparkan tangga talinya lagi usai ditarik karena gagal pada percobaan sebelumnya.


"Heh, kerja bagus," kekeh Jonathan yang terlihat berantakan meski tak terjun langsung ke lapangan karena melakukan serangan dari helikopter.


Para monster yang mengerubungi Black Stone tewas tertimbun reruntuhan. Obama, Zurna, dan 3P yang tak terluka memastikan musuhnya tak bangkit lagi dengan membunuh mereka jika masih terlihat mampu bergerak. Obama terlihat sedih karena Black Stone sudah menjadi puing. Namun, Jonathan meyakinkan jika akan membangun tempat itu kembali persis seperti sedia kala dengan uangnya.


"Q berhasil menghubungi kita. Sierra meminta agar beberapa dari anggota tim yang selamat menjaga markas. Sepertinya usaha Q untuk menyusup ke jaringan mansion Victor belum berhasil. Kita tak tahu yang terjadi di sana. Aku khawatir, jika hal buruk menimpa tim penyelamat," ucap Zurna dengan tubuh berkeringat hebat di depan tumpukan para monster yang siap dibakar.


"Kalian pergi aja sesuai misi awal. Biar kita berempat yang jagain Black Stone," ujar P-I kelelahan yang duduk di atas puing besar sembari mengelap tubuhnya dengan pakaian tempur karena basah oleh keringat.


"Ya. Biar kita aja yang rampungin pembersihan bangkai monster. Australi jauh lho. Buruan, takut keburu mampus semua itu manusia yang tersisa," sahut P-C sembari mengobati P-K karena mengalami retak di pergelangan kakinya akibat tertimpa puing.


"Hem, saran bagus. Ayo!" ajak Jonathan yang kembali berdiri saat orang-orang itu berkumpul di luar bangunan Black Stone usai membunuh semua monster dan juga anak buah Hope yang tersisa.


Obama kali ini mengambil alih sebagai pilot. Jonathan yang kelelahan tidur di dalam tabung menanggalkan pakaian tempur dan hanya menyisakan boxer saja. Zurna mencoba menghubungi markas lain dari jaringan komunikasi helikopter, tapi semua seperti diblokir. Wanita perkasa itu merasa beruntung karena jajarannya memiliki pria cerdas seperti Q.


"Semoga kau baik-baik saja, James," ucap Zurna cemas.


***

__ADS_1



makasih tipsnya. Puanjang nih epsnya semoga puas ya karena lele lemas😆 mau pijet refleksi dulu sebelum tepar menerjang. jangan lupa vote vocernya keburu angus gaes❤️ tengkiyuw lele padamu 💋


__ADS_2