
Keterangan :
Gegara baca komen banyak yang bingung soal tangan buntung si Match, lele sampai bikin beginian. Ya salam. Jadi, ini ya keterangannya gaes. Yang buntung itu bagian depan alias si telapak tangan berikut jari-jarinya ilang. Bukan seluruh tangannya. Kan disitu ada keterangan dibalut perban dan Match sedih liat tangannya yang buntung dengan pandangan tertunduk. Jadi itu seharusnya udah bisa dibayangin kalau masih ada sisa tangan alias lengan. Terus lele perkuat dengan adegan aksi si Match yang nahan tubuh si Torin. Kan kalau ada lengannya masih bisa ditahan gaes posisi tengkurap gitu, alias ditindih bukan dicengkeram ya. Beda. Jadi itu penjelasannya. Kalau gak paham ya udah jangan maksain diri😑
---- back to Story :
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Mata lelaki yang diduga adalah Torin terbelalak lebar saat melihat ujung pedang itu siap menusuk wajahnya. Match menahan pergerakan lelaki itu dengan menjadikan tubuhnya yang besar sebagai penahan agar buruannya tak kabur.
"Heyah! Oh! Agh!"
Reina terkejut saat ia siap menusuk, tiba-tiba saja pergelangan tangannya yang menggenggam pedang ditangkap oleh sesuatu berwarna merah, bertekstur lunak dan berlendir. Mata Reina melebar saat ia menoleh dan mendapati Sakura, Yusuke, Lucy dan Venelope tergantung di menara pemancar fatamorgana dengan posisi terbalik. Kedua kaki dan tangan mereka diikat kuat dengan tali. Match yang ikut terkejut sampai tak sadar jika lelaki yang sedang ditindihnya sudah melepaskan masker penutup wajah.
"Heh, heh, heh," kekehnya dengan napas tersengal.
Sontak, Match langsung berdiri, tapi pria itu dengan cepat mengurung tubuh pria besar tersebut dengan dua tangan seperti melilitnya layaknya sulur pohon. Pria garang itu kembali roboh dan kini matanya saling beradu dengan mata Torin yang telah berubah menjadi hitam sepenuhnya. Mata Match melebar begitupula Reina karena melihat kemampuan tak lazim dari dua orang manusia karena wujud mereka bagaikan monster.
"Hentikan!" teriak seseorang dari kejauhan yang membuat Reina, Match, wanita berlidah panjang serta lelaki yang bisa membuat dua kaki dan dua tangannya lentur bagaikan karet menoleh ke asal suara.
"Ka-kau?" ucap Match sampai tergagap.
__ADS_1
"Maaf, mereka ... agh, susah bagiku mengatakannya. Intinya, jangan melawan, biar aku yang mengurusnya. Percaya padaku," ucap wanita berwajah Asia dengan rambut merah muda muncul dari gerbang luar mansion.
Match dan Reina mengangguk pelan meski wajah mereka tegang. Wanita cantik berkulit putih itu berjalan mendekat dengan dua tangan terjulur ke depan. Wajahnya terlihat begitu serius saat matanya bergantian melihat dua manusia aneh di hadapannya.
"Yu Jie, Torin, mereka kawan kita. Dia Match, kalian ingat? Algojo Amanda Theresia. Bodyguard kepercayaan Jordan Boleslav. Dia orang dalam jajaran kita, Demon Heads. Lepaskan Match, kau melukainya, Torin sayang," ucap Yuki mencoba memberikan pengertian.
Match menatap tajam mata Torin yang berubah menjadi hitam sepenuhnya tanpa bola mata. Jantung Match berdebar kencang saat rahang Torin bergerak hingga gigi atas dan bawahnya saling beradu yang menimbulkan suara gemeletuk nyaring. Perlahan, dekapan tangan dan kaki Torin melemah. Match masih diam saja dengan wajah pucat karena melihat hal tak masuk akal di depan matanya.
"Yu Jie, dia Reina, puteri dari Alex dan Sakura. Lepaskan dia. Reina hanya berusaha untuk melindungi diri. Bukan dia yang membunuh Damian, tapi Hope dan anak buahnya. Bebaskan dia dan aku berjanji akan membantumu membalaskan dendam kematian Damian," ucap Yuki dengan sorot mata tajam menatap wanita yang sudah berubah menjadi mengerikan layaknya monster karena wujud barunya.
Match dan Reina sampai terkejut karena perubahan Yu Jie yang begitu drastis entah apa yang terjadi. Perlahan, lidah panjang yang mencengkeram pergelangan tangan Reina melemas. Wanita berambut putih panjang itu langsung merangkak mundur dengan wajah sendu. Lidahnya kembali masuk ke dalam mulut berikut kuku tajamnya yang siap mencabik tubuh Reina jikalau Yuki tak datang tepat waktu.
"Reina. Letakkan pedangmu. Pastikan kalian tak dianggap ancaman oleh mereka. Tolong," pinta Yuki dengan sangat.
Reina mengangguk paham dan meletakkan semua senjatanya di lantai halaman mansion. Yuki dan Reina membantu Match berdiri dari tubuh Torin. Pria berambut gondrong ikal itu lalu bergulung ke samping, tapi sikapnya tak wajar. Torin seperti orang linglung. Matanya kembali berubah normal berikut tubuhnya yang tadi bisa memanjang. Torin duduk berjongkok menyender pada dinding bangunan seraya memeluk lututnya. Sedang Yu Jie menaiki menara dan mengendus tubuh sanderanya yang ia gantung.
Yuki memejamkan mata sejenak lalu mengembuskan napas panjang. "Semua karena Hope dan anak buahnya. Awalnya Yu Jie dan Damian membangkitkan aku serta Torin. Mereka mengatakan jika ada sekelompok orang yang ingin mencuri orang-orang dalam tabung. Mereka lalu meminta bantuan kami berdua untuk memindahkan seluruh tabung yang berada di mansion ini ke tempat aman. Aku dan Torin menyanggupi hal tersebut. Namun, saat kami baru melakukan pemindahan sampai terowongan evakuasi, anak buah Hope datang. Dia tahu seluk beluk mansion Axton. Kami diserang secara brutal. Mereka bahkan menggunakan para monster untuk menggagalkan aksi kami," jawab Yuki yang membuat Reina dan Match tertegun.
"Hope bahkan sudah melakukan penyerangan ke tempat ini? Siapa sebenarnya orang itu?" kejut Reina tak menyangka jika pergerakan Hope sangat cepat. Yuki mengangguk membenarkan.
"Karena serangan brutal itu, Yu Jie nekat berubah dengan menyuntikkan serum aneh ke tubuhnya, dan ... begitulah dia sekarang. Wujudnya ternyata membuat sisi kemanusiaannya ikut memudar. Terlebih, setelah Damian tewas akibat penyerangan itu. Yu Jie begitu terpukul. Ia melampiaskan kesedihannya dengan membunuh semua monster dan anak buah Hope hari itu. Hanya saja, serangan itu membuat Torin ikut terluka parah dan hampir tewas. Yu Jie memberikan serum obat padaku sebagai antisipasi jika hal buruk terjadi pada kami. Aku tak tahu jika akan berdampak seperti itu pada Torin. Aku yang takut jika Torin tewas akhirnya menyuntikkan serum itu. Akan tetapi, dampak serum itu membuat dia hampir tak mengenaliku. Dia ingat padaku karena suara dan rambut merah mudaku," jawab Yuki terlihat sedih meski tetap berusaha tegar.
Reina dan Match kini memandangi dua orang yang telah berubah karena serum aneh yang disuntikkan ke tubuh.
__ADS_1
"Yuki. Katamu tabung-tabung itu akan dipindahkan ke tempat aman. Di mana tepatnya?" tanya Match penasaran.
Yuki melihat sekitar seperti memastikan keadaan. "Kita bicara di dalam saja. Kau juga terlihat buruk, Match. Aku tak menyangka, algojo Theresia bahkan sampai bisa kehilangan tangannya," ucap Yuki seraya melihat dua tangan Match yang sudah kehilangan telapak.
"Sepertinya ini juga ulah Hope," jawab Match dengan wajah datar.
"Aku harus membebaskan ibu dan lainnya. Sikap Yu Jie mengingatkan akan diriku saat menggantung Yusuke dan lainnya kala itu di markas Jumbo Island," ucap Reina seraya memandangi Yu Jie yang menjilati wajah sanderanya satu per satu entah apa maksudnya.
"Kita harus saling bertukar informasi. Ayo," ajak Yuki. Reina dan Match mengangguk setuju.
Yuki meminta Torin dan Yu Jie untuk ikut masuk ke dalam mansion. Dua orang itu menuruti perintah Yuki tanpa harus ada perlawanan. Sedang Reina, tampak sibuk membebaskan satu per satu anggota timnya yang masih tak sadarkan diri. Meski Match telah kehilangan dua telapak tangannya, tapi ia masih sanggup membopong Venelope pada dua lengannya. Reina dibantu oleh Yuki memasukkan satu per satu kawan-kawannya ke dalam mansion untuk diamankan.
Sakura, Lucy, Venelope dan Yusuke dibaringkan pada ranjang kosong di kamar mansion Axton. Yuki membiarkan Torin dan Yu Jie berkeliaran di dalam mansion karena menurutnya, tempat itu akan lebih aman karena diawasi secara langsung oleh mereka. Meski sikap dan wujud dua orang itu aneh, tapi insting mereka akan bahaya sangat bisa diandalkan dan bisa mengantisipasinya.
Sedang Yuki, Match dan Reina saling bertukar informasi. Yuki yang akhirnya tahu jika banyak diantara mereka selamat bergegas mengaktifkan sistem komunikasi di pusat kendali. Yuki tersambung ke seluruh markas dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle. Tentu saja, bertambahnya orang dalam jajaran yang selamat membuat para mafia itu gembira meski terselip duka karena lagi-lagi harus kehilangan orang-orang yang berjasa pada zamannya.
"Selamat bergabung, Yuki. Kami sangat senang karena kau dan beberapa orang yang menjadi anggota timmu selamat," ucap Verda dari sambungan teleconference.
"Terima kasih, Verda. Terima kasih semua. Aku tak menyangka bisa berkomunikasi dengan kalian lagi setelah kuputuskan untuk menutup diri. Namun, sekarang tak lagi. Aku siap bertempur bersama kalian," tegasnya dengan senyuman.
Semua orang memberikan jempol akan semangat adik dari Eiji tersebut.
"Kita akan lakukan rapat khusus begitu tim dari Maksim sudah memberikan kabar jika Colombia aman, berikut tim dari Daniel di Prancis dan tim Jonathan di Black Castle Inggris. Banyak hal yang harus kita bahas mengenai insiden tak berkesudahan ini akibat Hope. Dia dan anak buahnya telah merenggut orang-orang kita dengan cara yang licik. Segera, kita harus hentikan dan lenyapkan Hope serta orang-orangnya untuk selamanya," tegas Arthur dan semua orang mengangguk setuju.
__ADS_1
***
Sudah tanggal 26 tapi blm ada tanda2 brojol😩 Sabar2. Doain smg nanti pas waktunya tiba lahirannya normal, debay lengkap dan sehat berikut lele yg cepat pulih. Amin❤️Ini badan rasanya udh gak karu2an gaes pengen cepet-cepet plong. Jangan lupa vote vocer ya udah hari senin sebelum angus kuy💋