KING D

KING D
Dibodohi*


__ADS_3


Kali ini, usaha tim King D berhasil untuk mengamankan kediaman Jason. Anggota tim Marco-Polo tak menyangka jika ternyata para wanita Red Skull juga ikut dalam tim Sakura-Maksim.


Para lelaki itu terlihat senang karena bertemu dengan kekasih mereka, tapi tak semuanya karena sebagian ikut dalam misi penjemputan di Irkutsk, Rusia.


Helikopter yang membawa orang-orang mendarat dengan mulus di wilayah kastil Krasnoyarsk luar terowongan.


Para pengungsi asal Mongolia terlihat begitu senang karena akhirnya mereka aman dan para monster yang tersisa di tempat itu berhasil dibasmi.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris dan Mongol. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Jadi, saat kalian datang kemari, kastil ini sudah kosong, tapi dihuni oleh beberapa monster yang menurut dugaan sengaja dikurung? Begitu maksud Anda, Bibi Sakura?" tanya Irina saat lukanya diobati oleh Amy—kekasih Chen.


"Ya. Herannya, semua sistem persenjataan aktif, termasuk pemancar fatamorgana. Maksim yang memiliki akses masuk, membawa kami ke dalam dengan mudah. Namun, saat kami sudah berada di dalam, jumlah para monster mencapai puluhan mulai dari manusia hingga binatang. Sungguh mengerikan," jawab Sakura terlihat pucat dengan pakaian sudah robek-robek dan berbau busuk karena darah monster melumurinya.


Praktis, semua orang yang mendengar di ruang medis itu tegang seketika.


"Setiap kami membuka pintu, ada monster disekap dalam sana. Jadi bisa dibilang, mereka seperti sengaja dikurung dalam tempat ini. Beruntung kami tak tewas meski terlihat banyak bangkai orang-orang dalam jajaran kalian yang dibeberapa tempat. Tampaknya, mereka menjadi santapan para monster itu. Ergh, kanibal," keluh Pinky—kekasih Bruno.


"Lalu ... selama ini kalian bersembunyi di mana?" tanya Jason yang akhirnya menunjukkan perubahan dalam dirinya, dan hal itu cukup mengejutkan beberapa orang.


"Ingat saat William disekap? Nah, kami berhasil lolos di tempat itu setelah melumuri tubuh dengan darah monster yang berhasil dibunuh," sahut Maksim seraya mengamati King D yang mulai pulih dan kembali ke wujud manusianya meski masih berbaring tak sadarkan diri.


"Kalian luar biasa bisa bertahan dari serangan monster di dalam kastil," ucap Sarnai terlihat kagum, dan sekumpulan orang-orang itu tersenyum.


"Aku lapar sekali. Kalian membawa makanan?" keluh Amber—kekasih Robin.


"Akan kami siapkan," sahut salah seorang wanita asal Mongolia.


Anggota Red Skull, Maksim dan Sakura berterima kasih karena kini mereka dilayani usai berpuasa dua hari lamanya tanpa makan dan hanya minum karena di kamar William dulu ada kamar mandi. Mereka terpaksa meminum air keran untuk bertahan hidup.


Jason mengantarkan kumpulan orang-orang Mongol ke dapur untuk mengolah bahan makanan dari persediaan mereka.


Sedang para anggota Marco-Polo bergegas membersihkan bangkai para monster yang bergelimpangan di beberapa sudut ruangan dalam kastil lalu membakarnya.


Maksim segera mematikan pemancar fatamorgana agar bisa menghubungi markas-markas yang sudah diamankan oleh beberapa mafia dalam jajaran 13 Demon Heads di Pusat Kendali.


"Syukurlah kalian selamat. Jadi, King D dan timnya kini berada di Krasnoyarsk?" tanya Dominic dari Pusat Komando Kastil Borka.


"Ya. Kata Otong, mereka nantinya akan terbang ke Jumbo Island, tapi menunggu kedatangan tim kedua yang pergi menggunakan mobil. Hah, semoga mereka baik-baik saja," jawab Maksim seraya mencukur brewoknya karena ia terlihat seperti singa.


Dominic mengangguk paham. Tak lama, King D muncul usai sadar dari pingsan akibat bius yang ditembakkan Maksim.


"Hei, manusia serigala. Jadi ... kau sudah lebih baik, atau ... masih berkeinginan untuk menerkam dan mencabik-cabik?" tanya Maksim menyambut kedatangan pria bermanik merah dan biru itu santai.


"Aku minta maaf, Paman, dan aku juga berterima kasih. Jika kau tak sigap menembakku, mungkin Irina sudah tewas dan aku akan menyesali perbuatanku seumur hidup," jawab King D dengan wajah sayu.

__ADS_1


"Sudah kubilang, aku tak apa," jawab Irina dengan perban di lengannya.


King D mengangguk pelan, meski masih terlihat seperti bersalah. Irina lalu pamit untuk menyiapkan tempat istirahat bagi orang-orang yang kini berkumpul di rumah keluarga besarnya.


"Sepertinya, kita harus membangunkan Yu Jie. Hanya saja, uhuk!" Semua orang terdiam saat Dominic batuk seraya mengusap mulutnya dengan sapu tangan hitam. "Ehem, maaf. Aku tak bisa melacak keberadaan tabung miliknya. Mungkin setelah misi ke Jumbo Island, kau bisa berkunjung ke Italia, ke laboratorium farmasi Elios," tegas Dominic menunjuk King D.


Putera Javier tersebut mengangguk paham.


"Oia, D. Bagaimana dengan para manusia itu? Tak mungkin kau membawa mereka selama menjalankan misi. Mereka warga sipil dan tak memiliki pengalaman bertempur," tanya Sakura yang berdiri menyender pada bingkai pintu pusat kendali.


"Oleh karena itu, aku minta tolong pada kalian. Aku akan meninggalkan mereka di kastil ini nantinya. Paman Jason tak keberatan dengan hal itu," jawab King D.


Sakura dan Maksim saling memandang lalu tersenyum bersama.


"Baiklah kalau begitu. Aku dan Maksim akan menjaga tempat ini bersama para gadis Red Skull. Mereka cukup tangguh saat menghadapi para monster," sahut Sakura, dan diangguki oleh Maksim.


"Sungguh? Kalian tak keberatan? Aku sangat berterima kasih," sahut King D terlihat lega.


"Santai saja. Ah, rasanya seperti kembali ke rumah," ucap Maksim yang duduk di kursi kerja dan bisa berputar itu.


Semua orang tersenyum karena Maksim terlihat santai menanggapi kekacauan ini. Sakura dan Maksim pamit untuk membersihkan diri karena mereka tak sanggup menahan bau monster lebih lama lagi.


King D mempersilakan dua seniornya untuk undur diri. Tak lama, Obama Otong datang dengan sebuah kentang rebus yang masih panas karena terlihat asap mengepul saat ia menggigitnya.


King D mempersilakan kawannya untuk ikut bergabung di pusat kendali dan berkomunikasi dengan Dominic.


"Bagaimana kabar Fara dan lainnya, Paman?" tanya King D seraya duduk di bangku tempat Maksim tadi.


"Uhuk! Uhuk! Emph ... mereka belum memasuki Rusia. Namun, tim penjemput sudah diberangkatkan. Kudengar dari Maksim dan Sakura jika anggota bentukan Marco-Polo cukup tangguh. Mungkin kau bisa pergi lebih dulu ke Jumbo Island tanpa harus menunggu mereka, D. Yusuke dan timnya tak bisa dihubungi dan hal itu membuatku cemas," jawab Dominic terlihat sakit karena batuk-batuk sedari tadi.


"Pakde. Udah cek kesehatan belum? Kata om Sota, pakde Dodo sakit loh setelah keluar dari tabung," tanya Obama cemas sembari memegang kentang yang sisa setengah.


Pria tua itu mengangguk pelan tanpa bicara hanya menunjukkan jempolnya saja.


"Aku sudah tua. Batuk adalah hal biasa. Jadi, bergegaslah dan kita selesaikan wabah ini. Lelaki bernama Hope ini membuatku cemas. Aku merasa, dulunya dia orang dalam jajaran kita. Hanya saja, aku tak tahu siapa. Namun, hal ini bisa kita cari tahu dengan cara—"


DOR! CRAT! BRUK!


Praktis, mata King D dan Obama melebar saat tiba-tiba saja terdengar suara tembakan. Darah Dominic terciprat pada kamera layar.


Mata lelaki itu terbelalak lebar seperti terkejut saat tak menyadari jika dirinya ditembak dari belakang tepat di bagian kepala yang membuatnya langsung ambruk di tempat.


"Paman!" teriak King D dengan mata melotot saat wajah Dominic tak terlihat lagi dari layar, tapi sosok dengan pakaian serba putih muncul.


Mata Obama dan King D melebar saat melihat seseorang memakai topeng putih dengan tato di dua tangannya berwarna hijau. Keduanya tahu siapa sosok itu.


"Hope," ucap King D dan Obama bersamaan dengan napas memburu.

__ADS_1


Hope tak menjawab. Ia malah berjoget saat beberapa orang mendatanginya dengan beberapa kotak besar dinaikkan dalam sebuah dorongan besi.


Hope membuka peti kayu tersebut dan mengambil sebuah benda. Lagi-lagi, King D dibuat tercengang saat pria yang dianggap musuh itu mendapatkan senjata DOMINO.


Obama sampai meremat kentang dalam genggaman terlihat begitu marah, tapi tak bisa melakukan apapun.


Tak hanya Domino, tapi Hope juga merampas beberapa persenjataan milik Vesper Industries dalam peti-peti besar.


Hope mendatangi kamera yang terkena noda darah Dominic. Ia menuliskan sesuatu pada sebuah kertas dengan telunjuknya yang sudah terlumuri darah dari Dominic.


"Спасибо."


Hope melambaikan tangan usai mengucapkan "Terima kasih" dalam bahasa Rusia. Hope berjoget saat melangkah meninggalkan pusat komando Kastil Borka di mana terlihat beberapa orang bertopeng putih sepertinya mendorong beberapa peti entah ke mana.


"HOPE!" teriak King D marah dan bergegas keluar dari pusat kendali.


Ternyata, Obama juga tersulut emosi. Saat mereka bergegas keluar ruangan menuju ke pintu masuk utama bangunan megah itu, tiba-tiba saja, PIPIPIPI!


Seketika, langkah King D dan Obama terhenti. Ternyata, beberapa orang juga mendengar suara mirip alarm peringatan tersebut karena berbunyi nyaring.


Mata King D menajam saat ia berjalan dengan tergesa mendatangi lukisan besar bergambar Antony Boleslav di dinding ruangan.


Seketika, BLUARRR!! DOOM! DOOM! DOOM!


"Arrghhh!" erang orang-orang terdengar di beberapa sudut bangunan saat ledakan besar terjadi.


Dinding Kastil megah itu runtuh karena bom terpasang di beberapa ruangan seperti sengaja ditinggalkan.


Hope meledakkan dengan pengendali jarak jauh saat pemancar fatamorgana dinonaktifkan oleh Maksim.


Mereka bicara dalam bahasa Rusia. Terjemahan.


"Kita sudah mengubur mereka hidup-hidup, Papa," ucap seorang lelaki dengan topeng putih menutup wajahnya.


"Hem," jawab Hope dengan anggukan seraya mengelus senjata ciptaan BinBin dulu, 'TEMPURUNG' yang pernah digunakan untuk meluluhlantahkan hangar milik Smiley di Perancis kala itu.


Hope kini menggunakannya untuk meruntuhkan kastil peninggalan Boleslav dengan para penghuninya di dalam sana.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya😍 Ditunggu sedekah tips lainnya. Lele padamu❤️ visual bang Maksim eke ganti ya biar familiar😁

__ADS_1


__ADS_2