
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
King D yang sedang melakukan pertarungan sengit satu lawan satu melawan Sengkuni, membuat para hewan di sekitar tempat itu menghindar karena merasakan ancaman dari aura monster dalam tubuh dua manusia tersebut. Saat King D siap meluncurkan cakaran dari kuku tajamnya, tiba-tiba ....
JLEB!!
"Arghh!" raung King D yang langsung memegang batang ekor Sengkuni dengan kuat.
Seringai putra Raden terpancar saat ujung ekornya yang bagaikan tombak berhasil menusuk bahu samping putra Javier hingga menembus pakaian lapis ciptaan Jordan. King D mengerang dan berusaha mencabut ekor tajam itu karena darah mulai menyeruak.
"Hahaha! Hahaha!" tawa Sengkuni penuh kemenangan hingga kepalanya mendongak.
"Arrghh!"
KRASS!
"AAAAAA! Harghhh!" raung Sengkuni ketika King D berhasil menarik pedang Silent Sharrow di pinggul dan menebas ekor yang selama ini disembunyikan pemuda itu di balik celana tempur Black Armys.
Sengkuni merintih kesakitan. Darah merah bercampur hijau menyembur dari luka tebasan. King D menahan sakit di mana ia yakin jika kemampuan penyembuh di tubuhnya tak akan membiarkan sang induk tewas. Pria bermata hitam itu tak ingin hilang kesempatan. Ia berusaha melumpuhkan Sengkuni tanpa harus membunuhnya.
"Sadarlah!"
CRATT!!
"Harghh!" raungnya saat tak menyadari serangan King D ketika pria itu melompat sembari menggores dadanya dengan cakar tajam.
Baju tempur Sengkuni robek dan membuat kulit di dadanya terluka. Namun, hal itu membuat mata King D melebar. Tubuh Sengkuni benar-benar sudah tak terlihat layaknya manusia pada umumnya. Kulitnya menjadi bersisik seperti ikan.
"Kau pasti menghisap kekuatan Paman Jason!" teriaknya.
"Yeah, kau benar. Dan ... terima kasih, ucapanmu mengingatkanku akan satu hal," ujar Sengkuni yang membuat mata King D melebar seketika.
Benar saja, "AAAAA!"
"Oh, suara itu ...," ucap King D langsung melotot saat ia mendengar suara yang akrab di telinga. Sengkuni tersenyum licik. "Fara!"
King D mendengar Fara terus berteriak. Naluri sebagai seorang kakak bangkit. King D berlari menjauh dari Sengkuni dan berhasil sampai ke lubang ledakan yang dibuat lawannya itu. Mata King D melebar saat melihat Fara digantung dengan posisi terbalik pada helikopter dan di bawahnya terdapat kurungan besi berisi para monster yang siap mencabik tubuhnya.
"Fara!" panggil King D panik dan bersiap keluar dari lubang untuk berlari. Namun, "Argh!"
__ADS_1
BRUKK!!
King D jatuh terjerembab saat ia merasakan salah salah satu kakinya ditarik. Tubuh King D ditarik hingga ia kembali masuk ke dalam ruangan. Mata pria itu melebar ketika melihat Sengkuni membawa senjata layaknya cambuk dengan ujung berbentuk cakar emas. King D berusaha melepaskan cakar emas yang menancap di betisnya itu, tapi ....
CRETTT!!
"Arghhh!"
"Hahahaha! Hahaha!" tawa Sengkuni saat ia menekan tombol pada gagang cambuk besi itu.
Sengatan listrik membuat tubuh King D mengejang disertai raungan. King D menahan kesakitannya dan kembali menarik pedang pemberian Dayana dengan menyalakan laser.
SRINGG!!
"Hah!" kejut King D saat cakar besi itu terlepas dari kakinya dan ditarik oleh Sengkuni.
Mata King D menyipit ketika ia merasa jika Sengkuni tahu bila senjata laser putih miliknya bisa memotong senjata cambuk listrik.
"Kau bahkan bukan anak ibuku, tapi kau mendapatkan barang-barangnya! Kau tahu, D? Hal ini membuatku semakin membencinya! Harghhh!" raung Sengkuni marah dan makin agresif dalam menyerang.
Sengkuni mencambuk lantai yang dipijak King D dengan kuat hingga keramik-keramik itu pecah. Putra Lysa menghindar dengan susah payah ke segala tempat. Ia tahu jika lawannya sedang diselimuti amarah dan dirinya menjadi imbas akan hal itu. Beruntung, sepatu magnet membuat dirinya bisa berlari di atap ruangan sehingga terhindar dari cambukan besi tajam tersebut.
"AAAAA!! King D!" teriak Fara melihat di kejauhan dari balik dinding ledakan saat sang kakak sedang bertarung dengan Sengkuni.
King D yang mencemaskan keadaan Fara karena ia terus diturunkan secara perlahan dan hampir menyentuh jeruji besi berisi para monster, membuat pria itu tak fokus dengan serangannya. King D tak diizinkan pergi oleh Sengkuni untuk menolong adiknya.
"Kau keterlaluan, Gusti! Kita keluarga!" teriak King D marah, tapi hal itu membuat Sengkuni semakin murka.
"Keluarga katamu? Tahu apa kau soal keluarga, ha!" jawabnya berteriak dan kini mencabut rambut jarum di kepalanya.
Namun bedanya, Sengkuni masih belum bisa melepaskan rambut jarum seperti King D dengan kemampuan pengendali pikiran. King D yang bisa melihat pergerakan Sengkuni saat melesatkan rambut jarum ke arahnya, dengan cepat menghindar. Fara yang terus berteriak meminta tolong membuat King D terpikirkan strategi baru.
BUZZ!!
"Hah!" kejut Sengkuni ketika King D melemparkan Rainbow Gas tanpa bom.
Seketika, gas merah muda menyeruak di ruangan itu. Sengkuni melangkah mundur seraya menajamkan matanya. Sayang, kemampuan mata silver tak didapatkan padahal sudah menghisap kemampuan Fara. King D memanfaatkan kepekatan asap dengan melarikan diri meninggalkan Sengkuni yang masih berambisi untuk membunuhnya.
"Hargh! King D!" teriak Sengkuni marah seraya menerobos asap merah muda itu.
__ADS_1
Saat ia melangkah menuju pintu keluar, tiba-tiba, PIPIPIPIPI!
"Ha?"
BLUARRR! DWUARRR!! BRUGG!!
King D tersenyum miring saat usahanya berhasil dengan menempelkan peledak Tempurung di dinding bangunan. Tempurung hasil modifikasi Jordan sekarang bisa meledak sendiri hanya dengan menangkap pergerakan dari sensor berjarak 1 meter. Satu Tempurung seukuran bakpao, daya ledaknya hampir setara dengan C4. Praktis, empat Tempurung yang King D tempelkan pada dinding pintu keluar, membuat bangunan itu runtuh dan puingnya menimbun tubuh monster Sengkuni. Namun, King D menduga, jika bom itu tak membunuh putra Sandara tersebut dan hanya melukainya saja.
"AAAA! King D! Tolong aku!" teriak Fara histeris dengan kepala sudah berada di bawah dan tangan para monster siap mencabik dari sela sel.
"Heaaaa!"
BUZZZ!!
King D melemparkan Rainbow Gas merah muda ke dalam jeruji besi hingga kepulan gas itu menutup keberadaan para monster. Fara bingung saat melihat kakaknya bukan menolongnya, tapi malah memanjat tali yang menggantung tubuhnya menuju helikopter.
"Hei!" panggil Fara marah. Namun, sang kakak mengabaikannya.
Hingga tiba-tiba, SRINGGG!!! KRASS!!
"Wah!" kejut Fara ketika melihat King D menapakkan sepatu magnet ke badan helikopter lalu menebas bagian ekor menggunakan pedang laser bercahaya putih.
Namun seketika, Fara melebarkan mata saat King D melompat turun lalu menebas tali pengait hingga ia meluncur dengan cepat ke bawah, siap disambut tangan para monster.
"AAAA!" teriak Fara lagi ketika tali di kakinya ditarik King D dan malah membuatnya seperti digulung dalam lilitan tali.
"Kau berisik sekali. Kau membuatku tak bisa berpikir," ucap King D melotot saat Fara sudah berada dalam dekapan di atas tanah.
"Aku hampir mati ...," jawabnya dengan bibir bergelombang siap menangis.
"Fara!" panggil seseorang di kejauhan yang membuat mata adik King D melebar.
"Paman Toras!" jawabnya dengan tubuh terlilit layaknya kepompong. "D! Sengkuni masih hidup! Serahkan Fara padaku!" ucapnya lantang.
King D mengangguk, tapi matanya tertuju ke para monster yang masih meraung dalam jeruji. Ikatan Fara berhasil dilepaskan oleh Toras. Pria itu membawa Fara pergi dengan motor trail, menjauh dari pertempuran. Fara yang sudah kehilangan kekuatannya merasa sedih dan cemas karena tak bisa menolong sang kakak yang bertarung sendirian.
King D mengeluarkan granat tabung dari saku jas di mana terdapat banyak persenjataan tersimpan di sana. Ia bermaksud untuk melenyapkan para monster yang tersisa dengan benda modifikasi berpeluru ledak. Saat King D akan melemparkan benda tersebut ke dalam jeruji besi, tiba-tiba ....
***
__ADS_1
... tiba-tiba si embul oek dan lele gagal lanjutin cerita. next eps aja. Kwkwkw tebakan Taramia benar😆 Jono nyusul upnya krn lele lagi rempong ngurus tukang ditambah bibi sakit 2 hari ini sehingga rumah berantakan! lele menggila gaes😩