KING D

KING D
Dia Abadi


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Mata semua orang di atas kapal itu melebar saat melihat Sengkuni menancapkan kuku tajamnya ke leher sang ibu hingga Sandara langsung menyemburkan darah dari mulutnya.


"Dara!" panggil Jordan dengan mata membulat penuh dan segera berlari ke arah sang isteri.


Praktis, kemarahan menyulut hati semua orang karena perbuatan keji Sengkuni pada ibu kandungnya sendiri.


"Sengkuni!" teriak King D murka dan segera bangun lalu berlari mendatanginya.


"Hahaha, hahahaha! Kau mati! Kau mati!" teriak Sengkuni bahagia, tapi air matanya menetes saat melepaskan cengkeraman di leher Sandara. Sengkuni menghisap darah sang ibu di ujung kukunya.


"Ibu!" teriak Dayana memegangi leher ibunya yang meneteskan darah segar terus-menerus tanpa henti hingga membuat mata Sandara bergerak tak beraturan dengan tubuh roboh ke belakang.


"Huu ... huu ...," tangis Junior saat melihat tubuh ibunya mengejang entah apa yang terjadi padanya.


"Harrghh!" teriak orang-orang mengarahkan seluruh senjata mereka ke tubuh Sengkuni ketika tangan pemuda itu masih dipegangi oleh Raden dalam wujud monster.


Namun, JLEB! JLEB!


"Ha?" kejut King D dan Eva saat Raden menjadikan tubuhnya sebagai perisai.


Mulut Raden langsung menyemburkan darah karena terkena tusukan pedang di punggungnya yang menembus sampai ke dada. Sinar laser dari pedang Silent Sharrow dan Silent Red membuat ayah dari Sengkuni ambruk seketika.


"Raden!" teriak Jordan karena pria itu merelakan hidupnya agar puteranya tak tewas.


King D melangkah mundur bersama Eva yang tak menyangka dengan hal tersebut. Sengkuni menatap ayahnya lekat dan berjongkok di sampingnya saat Raden tampak kesakitan akibat luka tusukan mematikan itu.


"Terima kasih sudah melindungiku, Ayah. Aku tahu kau sakit, jadi ... istirahatlah. Aku akan baik-baik saja tanpamu," ucap Sengkuni seraya memegangi wajah ayahnya lalu mencium keningnya lembut.


Raden memejamkan mata dan tergeletak di atas lantai kapal bersimbah darah.


"Gusti, kau gila! Hentikan!" teriak Dayana tak habis pikir dengan jalan pikiran saudaranya yang bahkan tak berduka sedikit pun atas kematian sang ayah.

__ADS_1


"Kau makhluk terkutuk! Kau harus mati!" teriak Sarnai yang ikut tersulut amarah karena Raden tewas demi anaknya.


Namun, Sengkuni yang tak tahu diri terlihat biasa saja usai membuat ibunya sekarat dan sang ayah tewas.


"Majulah kalian semua! Aku abadi dan tak akan mati!" teriaknya lantang dengan tangan dan ekor yang terpotong mulai tumbuh kembali.


"Kali ini kau akan mati! Haarghh!" raung King D dengan pedang Silent Sharrow menyala terang dalam genggaman.


Semua orang ikut maju untuk menyerang Sengkuni. Namun, pemuda itu sungguh gesit bahkan terlihat lebih kuat dari sebelumnya. Sengkuni mampu menghindari serangan dari sabetan Silent Sharrow King D dan Silent Red milik Eva.


"Oh, apa itu? Sepertinya hal buruk terjadi di kapal," ujar Sig yang membuat para mafia yang masih berada di pantai menoleh ke arah kapal kargo.


Benar saja, SHUW! DAR!


"Itu suar tanda bahaya! Cepat, kita harus ke sana!" pekik Melody yang membuat semua orang panik seketika.


Helikopter dan kapal-kapal dengan berbagai jenis bergegas meninggalkan pantai menuju kapal kargo. Para mafia yang memiliki kemampuan khusus, didampingi anak-anak Vesper menuju kapal. Para mafia yang sudah kehilangan kemampuan serum pengubah dan mafia senior diminta untuk segera meninggalkan Australia menuju ke lokasi yang sudah diinformasikan oleh Dayana saat ia menemui mereka di pantai.


"Ayo!" ajak Victor yang akan membawa mereka dengan helikopter kargo miliknya.


Di kejauhan, terlihat sebuah helikopter berhasil lepas landas dari kapal kargo.


"Itu Dayana dan Junior. Lalu ... itu Jordan dan Match! Mereka meninggalkan kapal!" seru Melody melihat dari pintu helikopter yang terbuka menggunakan teropong.


"Cepat, cepat! Hal buruk pasti sedang terjadi!" seru Souta panik.


Benar saja, pertempuran hebat terjadi di atas kapal. Sengkuni yang diserang dari berbagai arah mengamuk dan menggunakan barang-barang di sekitarnya sebagai senjata serta tameng untuk melindungi diri. Bahkan, ia tak segan melempar jasad ayahnya.


"King D, awas!" teriak Irina saat King D akan menebas ekor tajam Sengkuni, tapi pemuda itu malah menarik jasad ayahnya dan melemparkannya ke arah putra Lysa tersebut


Mata King D melebar. Dengan sigap, King D menjatuhkan dirinya ke lantai kapal dan mematikan laser pedangnya untuk menghindari tubuh Raden yang hampir ditebasnya.


BYURR!!

__ADS_1


"Raden!" teriak Sarnai karena jasad Raden tercebur ke lautan.


Sarnai berlari ke arah tepian kapal bersama Irina dengan panik. Hingga mereka melihat pergerakan dalam air ada sosok seperti manusia ikan yang bergerak dengan cepat.


"Itu Romeo!" seru Irina dengan senyum terkembang karena sang adik dengan sigap menangkap tubuh Raden yang tercebur dalam lautan lalu dinaikkan ke atas kapal yang dikemudikan oleh William.


"Dia benar-benar bajiingan! Raden bertahan hidup demi anaknya, tapi ini balasannya! Aku tak terima!" teriak Sarnai marah besar dan membidik Sengkuni dengan pistol berpeluru ledak.


Sengkuni yang fokus dengan orang-orang di sekeliling, sadar jika Sarnai membidiknya.


"Arghh!" erang Torin saat tangan sulurnya yang sedang melilit tubuh Sengkuni terkena tusukan dari ujung ekor tajam itu.


Praktis, cengkeraman Torin melemah. Sengkuni melemparkan tubuh Torin ke arah Sarnai dan membuat dua orang itu tercebur ke lautan.


"Torin! Sarnai!" teriak Irina dengan mata melotot karena tak menyangka jika Sengkuni sungguh kuat bahkan kemampuannya berlipat.


Beruntung, ada Romeo yang berjaga dalam air ditemani sang ayah di atas kapal. Mereka bersiaga di tepi kapal kargo untuk membantu menolong orang-orang yang terluka akibat kegilaan Sengkuni.


Kali ini, King D tak memberikan ampun. Ia mengincar seluruh tubuh Sengkuni yang bisa dijangkau oleh pedangnya. Eva juga begitu lincah saat menyerang Sengkuni dan berhasil menyabetkan pedangnya hingga tubuh pemuda itu terluka di beberapa bagian, tapi tak membunuhnya karena selalu sembuh.


"Dia tak bisa mati!" pekik Eva geram dengan napas tersengal.


"Potong kepalanya dan semua akan berakhir!" teriak King D yang sudah tak bisa memberikan maaf pada pemuda itu karena dinilai sakit jiwa.


"Potong saja! Potong saja kalau kalian bisa! Hahaha!" jawab Sengkuni menantang tak terintimidasi sedikit pun.


"Kesombonganmu akan menjadi kematianmu, Sengkuni! Heahhhh!" teriak King D lantang saat pemuda itu menjerat leher Obama Otong hingga pria gundul itu melayang di udara.


King D sudah bisa menebak saat ekor Sengkuni bergerak seperti ingin melemparkan Otong padanya.


"Irina!" panggil King D saat ia tahu jika sang kekasih berlari di belakangnya mengikuti.


"Aku tahu!" jawabnya lantang dan siap dengan belati pemberian William yang ia gunakan untuk menusuk Sengkuni.

__ADS_1


***


rem dl😆 laper uyy smg hari ini bs selesai dan tamat ya. amin. jono di up bulan depan aja deh😁


__ADS_2