
Halo LAP. Maaf lele baru aja selesai brojolan jadi masih tahap recorvery dulu ya. Alhamdulillah lele next generation lahir dg persalinan normal meski kudu induksi dan amazing lah kalo diceritain. Jadi King D akan slow update sementara waktu krn jebule gak keburu buat ditamatin akhir bulan ini. Ya wes lah gpp ya😁
Doain lele dan baby Zacky selalu sehat, amin. Smg dengan lahirnya Z yg akan menambah kerempongan lele dan menemani hari2 luar biasa, lele tetep bs menghadirkan cerita yg keren. Amin~ smg ide liarnya makin membahana. kwkwkw amin❤️
------ back to Story :
Praktis, Sengkuni yang tiba-tiba berlari kencang membuat King D spontan mengejarnya. Entah Sengkuni menyadari hal itu atau tidak, tapi tiba-tiba ....
BRUKK!
"Agh!" erang putera Raden tersebut saat King D berhasil mengejar dan mendorongnya kuat hingga Sengkuni jatuh ke samping dengan keras.
Pemuda itu jatuh bergulung-gulung di atas pasir. Kali ini, King D tak membiarkan buruannya lepas.
SRAKK!
"Agh!" erang King D saat Sengkuni tiba-tiba saja melemparkan pasir tepat ke wajahnya.
King D yang tak siap dengan gerakan licik itu terkena dampak. Ia mundur dengan cepat seraya mencoba menghapus butir pasir yang mengenai matanya.
KRAUK!
"Arghh!" rintih King D saat ia merasakan lehernya digigit dan dihisap oleh benda tajam.
Dua tangan pria itu dengan sigap memegang kepala yang kini berada di leher samping kirinya. King D berusaha melepaskan gigitan menyakitkan itu, tapi ternyata Sengkuni sungguh tangguh dan malah makin kuat menghisap darahnya.
"Herr!"
"Agg, ah ...."
BRUKK!
__ADS_1
King D lemas seketika dan jatuh ke atas pasir pantai dengan mata berkedip tak terkendali, berikut tubuhnya yang seperti mengejang. Sengkuni melompat turun dari tubuh pria yang ukurannya lebih besar darinya itu dan memutarinya.
"Heh, hehehe ...," kekeh Sengkuni seraya membersihkan taring yang mencuat dari barisan gigi menggunakan lidah.
Hebatnya, taring itu bisa kembali ke wujud taring manusia normal tak seperti Fara. Sengkuni berjongkok di samping wajah King D ketika perlahan, pria itu mulai kehilangan mata merah birunya. Warna mata lelaki itu menjadi cokelat kembali seperti saat ia dalam wujud manusia biasa.
"Hehe. Dasar bodoh. Kali ini aku berhasil membuktikan ucapan ibu jika kau memang tak pantas menjadi pemimpin penerus dalam jajaran. Sudah kukatakan jika kau itu lemah, tapi ibuku tetap bersikukuh dengan pemikirannya. Heh, dasar wanita egois. Meskipun oma Vesper menaruh harapan besar padamu, tapi ... itu hanya harapan. Jadi, kau bebas, King D. Aku akan menggantikan tugas beratmu sebagai pemimpin," ucap Sengkuni dengan wajah licik seraya menepuk pipi putera Lysa tersebut.
King D tak bisa bergerak. Ia merasa tenaganya sirna. Pandangannya perlahan meredup saat melihat langkah kaki Sengkuni bergerak meninggalkannya menuju pantai. Tak lama, King D memejamkan mata dan tak sadarkan diri.
BROOM!
Sekumpulan mobil mendatangi Sengkuni yang berdiri di samping sebuah perahu sembari mengedip-ngedipkan mata terlihat seperti beradaptasi dengan kemampuan barunya itu.
"Tuan," panggil salah satu pria bertopeng saat turun dari sebuah mobil.
"Hem, ayo berangkat," jawabnya dengan wajah licik dan memamerkan mata baru yang berwarna biru merah seperti King D.
"Kau mendapatkannya?" tanya pria bertato hijau.
"Mudah," jawab Sengkuni saat turun dari mobil ketika ia dan kelompoknya sudah masuk ke sebuah ruangan khusus penyimpanan dalam kapal.
Pria bertato hijau yang diyakini para mafia adalah Hope mengangguk pelan. Sengkuni berjalan dengan gaya tengilnya seraya melepaskan pakaiannya yang basah dan kotor satu per satu. Ia juga melepaskan pakaian khusus berwarna seperti kulit hingga terlihat wujud aslinya yang memiliki tato dengan corak persis pria bertato hijau tersebut.
"Yeah! Mudah! Seperti kataku, mudah. Kita sudah berjalan menuju titik kemenangan akan kepemimpinan absolut! Kepemimpinan di bawah tangan seorang penguasa sejati. Gusti Pangeran Brawijaya atau ... sebut saja Sengkuni. Yeah, dari semua perkataan membosankan ibuku Sandara Liu, ada satu yang benar darinya. Nama Sengkuni memang cocok untukku. Hehehe," kekehnya seraya bertepuk tangan.
Semua pria bertopeng ikut bertepuk tangan. Hope diam saja melihat Sengkuni seperti begitu senang dipuji dan dielu-elukan.
"Bersiap! Lalu ... kita perbudak mereka semuanya. Kerjakan!" titahnya lantang.
"Baik, Tuan!" jawab semua orang bertopeng putih.
Sekumpulan orang itu terlihat sibuk saat membongkar peti-peti dengan logo Vesper dan Boleslav Industries. Senjata-senjata besar itu dipersiapkan seperti untuk sebuah tujuan. Saat Hope diam mengamati, tiba-tiba datang seseorang mengenakan pakaian warna serupa dengan topengnya, putih.
__ADS_1
"Ayah," panggilnya lirih. Hope menoleh dan menatap lelaki yang memanggilnya 'Ayah'.
"Itu benar dia. Itu Irina Tolya," sambungnya yang membuat Hope langsung memegang dua lengan anaknya erat.
"Kau yakin jika dia kakakmu? Kau tak dibodohi olehnya?" tanya Hope tampak terkejut. Anak lelaki itu mengangguk mantap.
Saat Hope akan melangkah pergi, tiba-tiba, WHUSS!
"Oh!" kejut Hope ketika Sengkuni tiba-tiba saja berada di depannya. Lelaki dengan pakaian putih itu ikut tertegun dan segera berlindung di belakang Hope.
"Ah, aku lupa jika memiliki hadiah atas jerih payah kalian dalam usaha membantuku mewujudkan mimpi. Mari kutunjukkan. Sudah lama sekali aku menyimpannya untuk kalian berdua," ucap Sengkuni seraya merangkul pundak Hope dan lelaki berpakaian putih dengan dirinya diantara mereka.
Dua lelaki bertopeng tampak waspada saat Sengkuni membawa mereka ke tempat tabung-tabung kosong dikumpulkan. Hope menoleh ke arah lelaki berpakaian putih saat Sengkuni menghentikan langkah di depan dua buah tabung yang telah terbuka.
BUAKK!
"Argh!" erang Hope dan lelaki berpakaian putih saat Sengkuni tiba-tiba saja memukul tengkuk mereka hingga membuat keduanya jatuh berlutut tak berdaya.
BRUKK! BRUK!! KLEK!!
DOK! DOK! DOK!
"SENGKUNI!" teriak Hope dan lelaki berpakaian putih saat keduanya menggedor penutup tabung yang kini memperangkap tubuh.
"Terima kasih atas bantuan kalian selama ini. Namun, kalian sudah tak berguna. Sampai jumpa," ucapnya dengan senyum licik dan lambaian tangan.
GREEKK!!
"HOPE!"
BYUR!
Dua buah tabung diluncurkan keluar dari kapal selam. Dua benda itu bergulung-gulung di kedalaman air laut saat terkena hempasan kuat dari mesin pendorong kapal. Hope terlihat panik, begitupula lelaki berpakaian putih. Tabung mereka diberikan pemberat sehingga tak bisa mengapung ke permukaan. Perlahan, dua tabung itu tenggelam ke dasar lautan.
__ADS_1