KING D

KING D
Kapal Selam di Laut Arab*


__ADS_3

King D melihat dari radar di mana celana yang dipakai oleh Jason dilengkapi pelacak. Ternyata, dugaan Talora benar jika kapal tersebut sudah memasuki wilayah Laut Arab dan sengaja menjauh dari perairan dangkal tepian pantai.



Jason bergerak dengan cepat masuk ke dalam air. King D melihat kapal tersebut dari kamera yang terpasang di celana bagian perut Jason saat berenang.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Oh! Itu kapalnya! Yeah, kita menemukannya!" seru Yohanes gembira saat melihat dari layar tablet di mana ia ikut dalam helikopter bersama yang lain.


Jason ternyata mampu menyelinap. Ia bersembunyi di batuan karang agar pergerakannya terlihat alami seperti ikan.


Siapa sangka, Jason bisa bertahan dalam air lebih dari 10 menit. Orang-orang tampak kagum akan hal itu dan berharap agar bisa segera menyergap kapal tersebut saat naik ke permukaan.


Benar saja, saat waktu menunjukkan pukul 2 dini hari, kapal selam tersebut perlahan naik ke permukaan. Jason masih diam mengamati di balik batuan karang.


Hingga seketika, matanya melebar ketika mendapati banyak manusia yang duduk di kursi kapal dalam keadaan terikat dan mulut dibungkam dengan plester hitam.


"Mereka menyandera orang-orang itu!" geram Jason saat melihat beberapa orang bersenjata memakai topeng putih seperti menjaga para sandera tersebut. "Halo? Apa kalian mendengar yang kukatakan? King D?" panggil Jason saat merasa sambungannya terputus.


Jason terlihat panik, hingga matanya menangkap Pemancar Fatamorgana yang terpasang pada kapal dalam kondisi aktif.


"Jadi benar dugaan Yohanes. Hope sialan, dia mencuri barang-barang dari jajaranku. Tak bisa dimaafkan!" ucapnya geram.


Di helikopter.


"Otong! Di mana paman Jason?!" pekik King D karena radar yang terhubung dengan pelacak milik Jason tiba-tiba menghilang.


"Waduh! Gaswat! Apa jangan-jangan paman Jason diserang hiu dan dimakan? Alah hiyung, piye iki?" jawabnya panik.


"Itu sepertinya tidak mungkin. Jika dia diserang, pasti radarnya masih menyala, tapi ini, tiba-tiba hilang. Jangan-jangan ...," sahut Irina menduga.


"Pemancar Fatamorgana!" sahut Yohanes, King D, Fara dan Rohan bersamaan.


"Di mana titik terakhir Jason berada?" tanya Rohan yang menjaga markas Oman.


"Kukirimkan koordinatnya pada semua tim. Bersiaplah!" seru King D dari sambungan komunikasi yang terhubung ke seluruh anggota.


"Yes, Capt!" jawab semua orang serempak.


Segera, setelah mereka mendapatkan titik koordinat terakhir, kendaraan air yang telah dipersiapkan di pinggir pantai melaju kencang.


CD diterbangkan untuk melakukan serangan, tapi tiba-tiba ....


BYUR! BYUR!


"Apa yang terjadi? Drone kita jatuh begitu saja!" seru Edward bingung.


"Berarti kapal itu berada di dekat kalian! Radius pemancar fatamorgana untuk melumpuhkan sinyal sekitar 500 hingga 1 kilometer! Lakukan serangan langsung!" seru King D lantang.


"Ayo!" ajak Bruno, dan semua orang yang telah bersiaga segera mengendarai jet ski ke titik jatuh drone tersebut.


Benar saja, saat jet ski melaju kencang dalam kawanan, tiba-tiba dari bawah air, BRUSHH!!


"Wow! Wow! Wow!"


NGENGG!! BRUKKK! BYURR!!


Tim Bruno yang mengendarai jet ski terjatuh dari motor air tersebut saat bagian bawah kendaraan mereka terhantam oleh badan kapal selam.

__ADS_1


Namun seketika, "Oh! Sinyal paman Jason kembali terhubung!" seru Fara menunjuk pada radar.


"Lihat! Jason membawa sesuatu!" seru Marco dari tempatnya berada.


"Dia mematahkan pemancar fatamorgana!" pekik Irina, Yohanes dan Fara bersamaan.


"Tunggu apa lagi! Serang kapal itu!" titah King D lantang.


"Yes, Capt!"


Seketika, DODODODOOR!!


Tubuh kapal yang baru terlihat bagian atasnya itu kini menjadi amukan dari lontaran peluru-peluru tajam.


Jason menjauh dari kapal saat melihat perahu karet dan jet ski dari dua arah mengepung lalu menembaki kapal selam tersebut.


"Kita berhasil mengenainya! Ledakkan bagian atas kapal!" perintah King D.


Marco dengan sigap membidik bagian palka atas kapal dengan senapan peleleh logam yang diberikan oleh Obama.


SHOOT! SHOOT! CLEB! CESSS!!


"Yeah! Aku berhasil!" seru Marco senang yang kini berdiri di atas jet ski dengan Polo sebagai pengemudinya.


Bruno dan lainnya yang tercebur, segera naik ke atas jet ski untuk ikut menyerang. Lelehan dari senjata peleleh logam berhasil menjebol pintu palka besi dan membuat air laut mulai menggenangi kapal.


Namun tiba-tiba, "Awas!" seru Jason ketika melihat dari dalam air, para pria bersenjata menaiki tangga dan melemparkan granat ke kumpulan tim penyerang.


BLUARR!!


"ARGHHH!"


"Marco! Polo!" seru King D panik karena ledakan granat itu membuat tim dari Marco-Polo terkena dampak dan tercebur ke laut.


Orang-orang bersenjata itu berhasil naik ke bagian atas kapal. Mereka menembaki kumpulan para penyerang dari kubu Marco-Polo yang berusaha menyelamatkan diri dengan berenang.


"Agh! Tak bisa dibiarkan!" geram Jason yang melihat kawan-kawan barunya ditembaki.


Jason yang membawa persenjataan dalam kantong celana ikut membalas. Ia menyelam ke dalam air meski tahu jika kapal tersebut masih banyak sandera.


Jason melihat orang-orang yang tersekap berusaha untuk membebaskan diri. Kapal mulai tenggelam perlahan karena berlubang akibat serangan dari timnya.


"Aku akan selamatkan kalian nanti," ucap Jason yang berenang di samping kaca kapal dan sosoknya terlihat oleh beberapa orang yang duduk dekat jendela.


SWING! KLEK! PIPPIPIPIPI!


Para pria bersenjata yang berdiri di atas dek kapal selam menoleh ke arah suara nyaring tersebut.


Seketika, mata mereka melebar dan, DODODODODOR!!


"Yeah! Bagus, Jason!" seru Yohanes senang karena putera dari Boleslav tersebut melemparkan granat tabung yang mampu melepaskan peluru secara otomatis hingga 200 biji.


Orang-orang itu mengerang kesakitan saat tubuh mereka tertembus peluru tajam mematikan tersebut.


Jason dengan sigap kembali menyelam saat para penyerang terapung di permukaan laut dalam kondisi sekarat.


"Habisi mereka!" seru Marco geram karena dirinya jadi tercebur ke laut dan tubuhnya menjadi perih karena lukanya belum sembuh seutuhnya.


Bruno dan lainnya yang berhasil selamat meski terkena luka tembak melakukan serangan balasan. Pertarungan di dalam air terjadi.

__ADS_1


Bruno dan Robin yang dulunya orang militer terlihat sangat mampu untuk menghajar para penyerang itu.


Tak lama, tim dari Oman merapat. Mereka membantu tim dari Marco-Polo untuk naik ke atas perahu karet.


Mereka dengan sigap melakukan serangan balasan dengan membunuh para penyerang itu dari atas perahu.


"Bagus sekali!" seru Yohanes senang.


"Oh, di mana paman Jason?" tanya Fara saat ia tak melihat keberadaan Jason dari tangkapan layar kamera di helikopter.


Praktis, semua orang kembali cemas dan melihat sekitar permukaan air.


SPLASH!!


"Ada sandera dalam kapal! Jason sedang menyelamatkannya!" seru Polo yang muncul dari dalam air karena menyelam.


"Cepat tolong dia!" seru King D yang bersiap untuk melompat.


"Hati-hati, D," pinta Irina saat mengantarkan kepergian sang kekasih.


King D dengan sigap melompat dari pintu helikopter dan menyelam. Ia melihat kapal tersebut tersangkut batuan karang.


Jason mencoba membebaskan para sandera yang kini harus berjuang untuk melawan air yang ingin menenggelamkan mereka.


Tak lama, Polo datang dibantu oleh Robin dan lainnya. Mereka memasuki kapal melalui celah dari senjata peleleh logam.


Irina dan Fara dengan sigap menurunkan tali untuk mengangkut orang-orang itu karena kapal karet tak muat jika harus menampung para sandera yang diyakini ada 10 orang.


Satu per satu, terlihat orang-orang terapung di permukaan. Jaeda dan Etra membantu orang-orang itu naik ke kapal karet lalu mengarahkan tali menuju ke helikopter untuk dipanjat.


"Percayalah. Kami bukan orang-orang seperti Hope. Kami orang-orang militer pemerintah. Ayo!" tegas Shamsa karena orang-orang yang berhasil diselamatkan tampak ragu.


"Hei!" panggil Yohanes tiba-tiba saat wajahnya muncul di pintu helikopter.


"Yohanes?" sahut salah satu lelaki berkumis yang mengenali lelaki asal Meksiko itu.


"Aku membawa bala bantuan! Mereka kawan-kawanku! Cepat naik! Sebelum Hope menemukan kita!" seru Yohanes dengan wajah berbinar.


Segera, orang-orang itu memanjat secara bergantian. King D lega karena keberadaan Yohanes membuat orang-orang itu mau bergerak karena sebelumnya tampak ragu dengan pertolongan mereka.


Semua sandera berhasil diselamatkan. Polo dan lainnya segera dinaikkan ke atas perahu karet karena jet ski mereka terbakar akibat ulah anak buah Hope.


Namun, Jason belum terlihat. King D yang masih berada di samping perahu karet kembali menyelam untuk melihat apa yang terjadi.


Ia mendapati Jason seperti membawa sebuah koper entah berisi apa. Jason berenang dengan cepat ke permukaan dan membiarkan kapal tersebut tenggelam.


SPLASH!


"Hah, Paman. Apa itu?" tanya King D saat ia dan Jason berada di permukaan.


"Entahlah, tapi ... lihat," jawab Jason seraya menunjukkan label pada bagian luar koper. Praktis, mata King D melebar. "Mungkinkah ... pengkhianatnya dari jajaran ayah atau ibuku?" tanya Jason dengan napas tersengal.


King D terdiam dan terlihat kaget dengan hal tersebut. Ia meraba simbol di koper tersebut yang bertuliskan 'Boleslav Industries'.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



Uhuy makasih tipsnya diriku😆 Lele padamu😘


__ADS_2