KING D

KING D
Ada Yang Terbangun Lagi*


__ADS_3

Selama kurang lebih 8 jam penerbangan, tim King D melintasi negara Bangladesh, Myanmar, dan beberapa kota di China untuk tiba di Camp Militer.


Sayangnya, mereka tak melihat pergerakan baik para manusia yang selamat atau monster di beberapa wilayah tersebut.


Padahal, mereka berharap jika menemukan manusia yang selamat, hal itu akan mengurangi risiko orang-orang itu terjangkit atau diculik oleh Hope.


Menjelang tengah hari, helikopter King D yang sudah dikenali oleh sistem pemindai di Camp Militer, membuat benda terbang itu mendarat dengan mulus di helipad.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Sepi sekali," ucap Fara saat melihat dari balik jendela helikopter.


King D tersenyum tipis dengan Obama Otong yang sudah menggantikan tugas Ritz di sebelahnya. Baling-baling dimatikan dan pintu helikopter terbuka.


Anggota dari kelompok King D keluar dari benda terbang tersebut untuk mengamankan lokasi dengan senapan laras panjang dalam genggaman.


Saat mereka berpencar untuk melihat situasi karena sepi seperti tak berpenghuni, tiba-tiba saja ....


"Wow!" pekik Edward langsung memekik saat muncul beberapa orang dari bawah tanah mengenakan pakaian serba hitam ciri khas seragam tempur Black Armys.


Orang-orang itu mengarahkan moncong senapan laras panjang ke tubuh anggota Marco-Polo yang baru saja tiba.


Chen dan lainnya terkepung bahkan tak bisa berkutik karena mereka diserbu dari segala sisi.


"Paman Drake!" seru Fara riang saat keluar dari helikopter dengan melompat-lompat.


"Fara?" tanya Drake dengan mata melotot dan malah tertegun melihat kemunculan puteri dari salah satu anak mendiang majikannya dulu.


"Aku punya taring baru. Baguskan?" ucapnya malah memamerkan giginya yang runcing itu seraya menggoyangkan tubuhnya dengan manja.


"O-ke," jawab Drake mengedipkan mata terlihat bingung dalam bersikap. "Jadi ... mereka teman-temanmu?" tanya Drake seraya melirik para lelaki yang terlihat tegang dan tetap mengarahkan moncong senapan ke semua orang berseragam hitam.


Fara mengangguk dengan wajah berbinar. Drake melengkungkan senyuman seraya memberi kode untuk menurunkan senjata kepada anak buahnya.


Seketika, senjata-senjata pembunuh itu diturunkan baik dari kubu Marco-Polo atau pun Drake. Tak lama, King D, Obama Otong, Souta, Jason dan Irina keluar.


"Hei!" panggil Drake terlihat kaget karena tak percaya jika akan bertemu orang-orang itu.

__ADS_1


"Paman Drake!" panggil King D senang dan berlari kecil menghampirinya.


Drake menyambut sapaan itu dengan pelukan erat kepada putera dari Lysa Herlambang. Lelaki berkulit hitam dan masih terlihat sangat mampu bertarung itu ikut memeluk Obama Otong serta lainnya bergantian.


"Aku sungguh tak menyangka akan bertemu kalian semua. Yah, walaupun kudengar kabar dari Oman jika banyak diantara kita yang tewas dan bangkit sebelum waktunya. Sepertinya, tabung-tabung itu bermasalah," ucap Drake menilai, dan diangguki orang-orang yang setuju dengan pemikirannya.


"Oh! Ada banyak orang di sini. Mereka Black Armys?" tanya Jason heran karena orang-orang berseragam hitam memakai setelan lama dan menutup wajah mereka.


Drake tersenyum lalu melirik ke arah anak buahnya. Saat orang-orang itu membuka masker wajah, mata King D dan lainnya melebar seketika.


"Oh!" pekik King D sampai terperanjat.


"Halo, King D," sapa seorang lelaki seraya berjalan mendekat mengajaknya bersalaman.


"Paman Two? Kau ... anggota tim Barracuda bukan?" tanya King D seperti ragu karena lelaki itu menua tak seperti Drake yang masih terlihat muda.


"Yah. Semua anggota Barracuda terbangun," jawab Number Two dengan senyum tipis.


Anggota tim Marco-Polo tampak bingung saat melihat para lelaki yang terlihat sudah berumur, tapi masih tangguh seperti jebolan militer.


"Entah apa yang terjadi, saat itu tabungku terbuka. Aku juga heran ketika berada di sebuah kontainer kapal kargo yang berlabuh di salah satu dermaga negara Vietnam. Aku terkurung, tapi mencoba mencari tahu saat itu juga. Ternyata, ada banyak tabung bersamaku dan mereka adalah anggota tim Barracuda," tegas Number Nine yang membuat anggota tim King D serius menyimak.


"Nine lalu membangunkan kami satu per satu. Kami mencoba keluar dari kontainer tersebut yang ternyata tak dijaga dan tak dikunci. Beruntung, tabung kami dilengkapi sistem penyimpanan. Ada seragam tempur Black Armys dan juga beberapa senjata," sahut Number Seven.


"Sepertinya, kami dipindahkan entah oleh siapa. Namun, kami melihat orang-orang itu mengenakan topeng berwarna putih dan membawa senjata. Kami mencoba melumpuhkan salah satu dari mereka saat orang itu masuk ke dalam kontainer seperti memeriksa kondisi tabung kami. Saat kami buka penutup topengnya, kami tak mengenalinya. Kami merampas alat komunikasi orang itu untuk menghubungi markas dalam jajaran yang terdekat. Namun, tak ada yang merespon," imbuh Number Ten.


"Lalu, kami menyelinap keluar dari kapal setelah menemukan alat selam dalam kapal tersebut. Kami meninggalkan dermaga dengan menyelam sampai ke pesisir pantai dan memasuki wilayah yang ternyata dipenuhi oleh para monster. Saat kami terdesak, Camp Militer menjawab panggilan. Waktu itu, Drake membuka pemancar fatamorgana. Drake lalu menjemput kami di Vietnam dan dibawa kemari," ungkap Number Three yang mengejutkan semua orang.


"Apakah ini ulah Hope?" tanya Polo menduga, tapi semua orang menggeleng tidak tahu.


"Kalian dibangunkan paksa, atau ... bangun dengan sendirinya?" tanya Jason terlihat bingung, tapi para anggota Barracuda tersebut kembali menggelengkan kepala.


"Mungkin, tabung mengalami kerusakan. Hanya saja, kami bukan orang yang paham teknis pengoperasian dari mesin tabung tersebut. Selama kami baik-baik saja tak mengalami kerusakan organ, anggap saja semua selamat," jawab Number Four tenang, tapi tidak bagi orang-orang yang tak sependapat seperti King D.


"Kudengar ada musuh baru bernama Hope. Sepertinya, dia akan menjadi ancaman. Bisa jadi, para pria bertopeng putih yang kami lihat itu adalah anak buahnya," ucap Number Five serius.


"Begitulah. Jason menduga jika pengkhianat tersebut dari jajarannya, entah Boleslav atau Amanda," tegas Souta, dan Jason mengangguk membenarkan.

__ADS_1


"Kita bahas ini di dalam saja. Aku mengaktifkan kembali pemancar fatamorgana demi keamanan," ajak Drake dan semua orang mengangguk setuju.



Di dalam Markas Camp Militer. Bawah Tanah. China.


"Lalu ... apakah kalian sudah mengecek markas Sarang Semut di Grey House?" tanya King D serius seraya menikmati kentang panggang masakan Irina untuk semua orang siang itu.


"Ya. Kami lalu membangunkan Verda dan One karena keadaan memaksa. Kini, mereka berdua menjaga markas. Hanya saja, Pemancar Fatamorgana tetap diaktifkan demi keamanan. Seminggu dua kali, mereka membuka sinyal agar bisa dihubungi tiap Senin dan Jumat," jawab Number Six seraya menikmati apel dalam genggaman.


"Kenapa tak membangunkan para SLYPH?" tanya Fara heran seraya mengunyah jagung rebus.


"Lebih baik aku berurusan dengan para monster ketimbang para wanita beringas itu," tegas Number Two, tapi membuat semua orang yang mengenal para wanita garang tersebut terkekeh.


"Jadi, beberapa markas kita sudah ada yang menjaga. Baguslah kalau begitu," ucap Irina terlihat lega.


"Ya, ada baiknya juga meski sisi buruknya, orang-orang terbangun lebih cepat. Selain itu, aku cemas mengingat tabung-tabung yang digunakan oleh anggota Barracuda ditinggal dalam kontainer tersebut. Aku takut jika disalah gunakan oleh orang bernama Hope," ucap Drake yang membuat wajah semua orang serius seketika.


"Kita harus lakukan sesuatu kepada lelaki bernama Hope ini," ujar Souta, dan semua orang mengangguk setuju.


Anggota tim Marco-Polo yang tak begitu paham duduk permasalahan hanya bisa diam seraya menikmati sajian.


Sedang anggota tim Barracuda, Drake, Irina, Fara, Souta, Jason, Obama, dan King D terlihat serius membicarakan kejadian ini.


"Kita seperti kerikil diantara tumpukan batu besar fondasi," bisik Lucas, dan diangguki oleh Fabio yang duduk di sebelahnya.


"Aku bahkan tak mengerti dan sulit untuk membayangkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Aku menurut saja seperti anak bawang," sahut Fabio, dan diangguki Lucas serta Hugo yang duduk mengapit lelaki itu.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya diriku😆 Lele padamu❤️ Pilek melanda uyy😩

__ADS_1


__ADS_2