
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Maksim panik karena Obama Otong diam saja. Namun, ia melihat jika kawan-kawannya berhasil tiba di kapal untuk menyelamatkan diri.
"Hargghh!!"
DUAKK!
"Agh!" rintih Irina saat King D membenturkan kepalanya ke wajah wanita cantik itu saat berusaha untuk mengendalikan pikiran sang kekasih.
Irina jatuh terlentang dengan hidung berdarah. King D makin mengamuk dan menghempaskan tubuh Arthur serta Daniel yang mencoba untuk menahannya.
BRUKK!!
"Agh!" rintih dua lelaki itu saat mereka jatuh tersungkur di lantai.
Maksim panik saat akan melesatkan peluru biusnya untuk menghentikan amukan King D. Pemimpin tim yang seolah lupa akan orang-orang terdekatnya, membidik Maksim yang gugup ketika mengarahkan moncong senapan itu.
Namun tiba-tiba, "Hargghh! Haggg!" erang King D yang tak bisa mendekati Maksim seolah ia tak tahu jika ada Obama yang berdiri menahan tubuhnya.
Mata Maksim melebar saat melihat Obama menahan tubuh King D layaknya pemain American Softball dengan mendekapnya kuat dari depan.
"O-Otong?" panggil Maksim tergagap karena King D terus mengarahkan kuku tajamnya seperti ingin mencakar Maksim.
Maksim kebingungan padahal ia melihat dengan jelas Obama berada di depannya, begitupula Arthur dan Daniel.
Mata Irina masih menyala hijau sembari mengelap darah dari lubang hidungnya dengan tangan.
"Maksim!" panggil Daniel seraya berdiri dan mengulurkan kedua tangannya.
"Tangkap!" jawab Maksim sembari melemparkan senapan biusnya.
Daniel membidik dan CLEB! CLEB!
"Harrghh!" erang King D langsung menoleh, tapi lagi-lagi ia tak bisa meraih Daniel serta Arthur. Dua lelaki dari jajaran Boleslav tersebut tampak bingung.
Irina berjalan mendatangi King D dengan sorot mata tajam menatap mata kekasihnya. "Arrghh!" erangnya saat memegang kepala King D lagi.
Entah apa yang Irina lakukan, tapi perlahan keagresifan King D mulai melemah. Mata dengan campuran warna itu mulai memudar.
Kuku tajam King D mulai menyusut dan kembali normal, termasuk gigi tajamnya. Luka bakar dan luka pada kejadian sebelumnya ikut menghilang seperti kemampuan matanya itu mampu memulihkan luka.
Obama masih memeluk King D dari belakang dengan pandangan tertunduk dan wajah datar tanpa ekspresi.
Irina melepaskan cengkeraman kedua tangan di kepala King D lalu berjalan mundur sempoyongan hingga akhirnya ia ambruk.
Beruntung, Daniel dengan sigap menangkapnya. King D ikut lemas dan pada akhirnya jatuh di lantai tak sadarkan diri. Obama diam saja dan hal itu membuat semua orang bingung.
"Otong. Kau tak apa?" tanya Arthur mendekati Obama yang tampak pucat sedang berdiri dengan pandangan tertunduk.
"Otong? Di mana dia?" tanya Irina dengan napas tersengal yang ikut duduk di lantai dengan tubuh lemas.
"Dia di depanmu. Kau tak melihatnya?" tanya Daniel heran.
Irina menggeleng pelan seraya melihat sekitar dengan mata hijau masih menyala. Daniel mendekap Irina erat seraya mengelus kepalanya lembut karena wanita cantik itu berkeringat.
Perlahan, mata hijau Irina meredup dan kembali normal tak bercahaya lagi. Saat itu juga, kulit pucat Obama layaknya patung memudar dan kembali menjadi layaknya manusia normal.
__ADS_1
"Otong?" panggil Maksim ikut mendekat seraya melihat lelaki botak itu dari atas sampai bawah dengan saksama.
Namun tiba-tiba ....
"Agh! Agh! Aduh, sakit! Ini King D nginjek kaki Otong. Tolong!" teriak Obama langsung histeris seraya menahan sakit di punggung kaki kirinya karena tangan kanan King D berada di salah satu kaki lelaki gundul itu.
Maksim dan Arthur segera menyingkirkan tangan King D dengan sekuat tenaga karena tubuh orang itu saat pingsan sungguh berat.
Obama meraung-raung di atas lantai seraya memegangi kakinya yang seperti tertindih batu besar.
Namun, Arthur dan Maksim menyadari sesuatu akan hal aneh yang barusan mereka lihat dari putera Eko tersebut.
"Otong. Apa yang kaulakukan pada King D tadi?" tanya Arthur menatap Obama yang masih memegangi salah satu kakinya yang berdenyut.
"Ha? Emang Otong ngapain? Gak tau, gak inget," jawabnya spontan, tapi kemudian meraung lagi karena baru menyadari jika dua tangannya juga terluka.
Maksim dan Arthur saling melirik seperti memiliki sebuah pemikiran. Saat keadaan mulai terkendali, lagi-lagi ....
"Suara apa itu?" tanya Daniel saat mendengar orang-orang berteriak di luar.
Maksim dan Arthur segera keluar dari ruangan untuk melihat keadaan. Ternyata, Polo dan Marco berlari ke arah mereka karena muncul para monster baru entah datang dari mana.
"Darah helikopter! Mereka menjadi agresif karena darah segar itu!" teriak Marco menunjuk ke arah helikopter di mana para monster berkerumun di sana.
"Berikan gas halusinasi lagi!" teriak Polo seraya berlari dan menahan sakit dari luka yang belum pulih.
Saat Maksim akan pergi ke arah helikopter, tiba-tiba saja muncul segerombolan rusa dari dalam hutan seperti sudah terkena dampak dari serum tersebut.
"Maksim!" panggil Arthur panik karena Maksim kini dikejar saat ia putar balik tak jadi mendatangi helikopter.
"Mana Fara dan lainnya?" tanya Arthur panik seraya membidik para rusa dengan senapan bius milik Maksim tadi.
"Kita harus segera pergi dari sini, tapi ... King D masih pingsan!" jawab Daniel panik karena jumlah para monster itu cukup banyak baik manusia atau pun rusa.
Marco menembaki para rusa dengan senapan laras panjang yang ia bawa dari kapal begitupula Polo.
Lelaki bermanik biru itu terus menembak seraya berlari untuk melindungi Maksim sampai ke bangunan.
Saat orang-orang dalam gedung dibuat kebingungan karena Irina yang tergolek lemas begitupula King D yang tak sadarkan diri, lagi-lagi Obama menjadi aneh dengan kulit pucatnya.
Lelaki gundul itu keluar dari dalam ruangan dengan pandangan tertunduk dan tanpa ekspresi.
Maksim berhasil sampai ke bangunan, tapi ia kembali kaget karena Obama malah mendekati sekumpulan monster yang berusaha untuk menyerang mereka.
"Otong!" teriak Maksim panik karena Obama berjalan begitu saja dengan wajah datar menatap jalanan.
GRUDUK! GRUDUK! GRUDUK!
Sekumpulan rusa kini mendatangi Marco dan Polo yang terus menembaki hewan-hewan bertanduk itu.
Obama terus berjalan mendekat dan herannya, keberadaan pria gundul itu seperti tak diketahui oleh Marco, Polo dan para monster tersebut.
Tiba-tiba, BUAKK!!
"Ngookkk!" rintih seekor rusa saat Obama meluncurkan kepalan tangan kanannya tepat ke wajah salah satu rusa hingga binatang itu jatuh dan menimpa jenisnya.
Obama terus meluncurkan pukulannya yang tampak begitu kuat ke arah para rusa saat mereka berusaha untuk menyeruduk pria kembar itu.
__ADS_1
Marco dan Polo tampak kebingungan karena mereka melihat rusa-rusa itu tiba-tiba saja ambruk saat mereka berlari.
Arthur, Daniel, dan Maksim yang melihat fenomena antik itu terheran-heran karena mereka bertiga bisa melihat dengan jelas yang dilakukan oleh Obama.
"Jangan-jangan, dia memiliki kemampuan juga, tapi entah apa. Hebat, Otong! Hajar mereka!" seru Maksim di kejauhan dan disambut tepuk tangan oleh Arthur dan Daniel.
Namun, kening Marco dan Polo berkerut. Dua lelaki itu saling memandang karena sosok Obama tak terlihat di mata mereka.
"Otong yang melakukannya? Namun, di mana dia?" tanya Polo sampai melotot untuk memastikan penglihatannya.
"Aku tak bisa mencium baunya. Ini sungguh aneh. Namun, mendengar paman Maksim, Daniel dan Arthur berteriak, sepertinya ... Otong memang ada di antara sekumpulan para monster itu," jawab Marco seraya mengendus.
Satu per satu, rusa-rusa itu jatuh di atas landasan pacu. Maksim melihat peluang untuk segera berlari ke arah helikopter.
Daniel membantu dan terpaksa meninggalkan Irina yang ia rebahkan di sebuah tandu karena wanita cantik itu tampak letih usai menggunakan kekuatannya.
"Kita harus lumpuhkan para monster manusia itu. Cepat!" seru Arthur dari pintu dan tak bisa ikut bergabung karena harus melindungi King D serta Irina yang masih berada di dalam.
Marco dan Polo mengangguk paham. Mereka berlari mendatangi helikopter saat Maksim dan Daniel menyiapkan senapan pelontar granat berisi gas halusinasi.
"Kita masih bisa menyelamatkan mereka dengan serum anti-monster," ucap Daniel dengan keringat bercucuran.
Tiba-tiba, Obama muncul seraya mengambil kotak berisi serum anti-monster tersebut usai menghajar para rusa.
Maksim dan Daniel kembali dibuat kaget karena Obama tak bicara sama sekali padahal ia dikenal berisik.
Obama berjalan seraya mendekap kotak serum tersebut menuju ke arah kumpulan para monster manusia yang masih mengerubungi bangkai dari serpihan daging segar karena ledakan di helikopter.
"Otong di pihak kita. Dia akan menyuntikkan serum-serum itu. Ayo, kita bantu dia!" ujar Daniel dan diangguki Maksim.
"Hah, Paman! Kalian mau ke mana?" tanya Polo saat baru saja tiba, tapi Daniel dan Maksim malah pergi meninggalkan helikopter.
"Kalian siapkan peti es untuk mengobati para manusia sakit itu. Cepat!" titah Maksim.
Marco dan Polo saling berpandangan, tapi mereka mengangguk paham. Peti-peti berisi balok-balok es segera di buka untuk mendinginkan tubuh para monster manusia yang diyakini baru saja terjangkit.
Dengan sigap, BUZZZ!!
Kepulan asap dari Rainbow Gas Halusinasi langsung menyeruak di tengah kumpulan manusia sakit itu.
Obama terus berjalan mendekati para monster yang terkepung oleh asap putih tersebut. Maksim dan Daniel tampak cemas karena sosok Obama tak terlihat.
Polo dan Marco sudah menyiapkan peti berisi balok-balok es untuk mendinginkan tubuh calon pasien baru mereka.
Hingga akhirnya, kepulan asap putih itu memudar. Para monster menggelepar di landasan aspal begitupula Obama yang ikut terlentang di antara mereka.
"Itu Otong!" seru Maksim menunjuk.
Segera, Maksim dan Daniel mendekati Obama yang tampak linglung. Maksim dengan sigap menyuntikkan serum penawar gas halusinasi ke lengan Obama lalu keduanya membopong lelaki gundul itu yang berhasil melakukan tugasnya.
"Sejak kapan Otong berada di sana? Apa kau melihatnya, Polo?" tanya Marco heran, tapi Polo menggeleng dengan kening berkerut.
"Marco! Polo! Pastikan para manusia itu masih bisa disembuhkan. Cepat!" titah Daniel seraya berlari dengan memegangi kaki Obama karena lelaki gundul itu malah seperti orang mabuk yang mengigau.
"Yes, Sir!" jawab keduanya sigap dan bergegas berlari mendatangi sekumpulan manusia yang sedang linglung karena pengaruh gas serta dampak serum anti-monster yang mulai bekerja.
***
__ADS_1
makasih tipsnya❤ lele padamu💋ini adalah tips koin karena ada yang denda di gc wa. kwkwkw nakal sih😆