
Mereka bicara dalam bahasa Inggris dan Rusia. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Bojan dan Nero mengambil sisa dari persediaan yang berada di dalam kapal untuk dipindahkan ke helikopter King D.
Siapa sangka, ternyata dua lelaki itu mendapatkan banyak buah selama mereka berpetualang.
Para perempuan yang menyukai buah, merasa sangat terbantu terlebih Fara mendapatkan pisang untuk dimakannya.
"Dia seperti monyet, Kakek. Lihatlah, dia aneh. Pisang itu disayang-sayang dan ditimang-timang seperti bayi. Bahkan ...," ucapan Nero terhenti saat melihat Fara menciumi pisang-pisang itu seperti sangat menyayanginya. "Ah, sudahlah. Initinya, dia tidak waras. Mungkin dia akan menikahi pohon pisang saat dewasa nanti," bisik Nero, tapi membuat orang-orang yang mendengar terkekeh.
Helikopter akhirnya lepas landas meninggalkan wilayah sungai Reka Anadyr menuju ke airport terdekat untuk pengisian bahan bakar.
Terlihat, Bojan dan Nero bersemangat seperti tak takut dengan ancaman monster di wilayah tersebut.
"What?! Kau sudah membunuh 217 monster selama perjalanan?" tanya Marco sampai matanya melotot.
"Dia mengerikan. Awalnya Nero takut, tapi setelah mengetahui kemampuannya, ia malah menjadi bersemangat untuk membunuh para monster. Bahkan, dia pernah sengaja turun ke daratan untuk mencari para monster. Sungguh, nyalinya sangat besar," ucap Bojan geleng-geleng kepala.
"Aku bisa merasakan ketika dalam mode mata unguku, para monster itu seperti takut padaku. Melihat ketakutan mereka, malah membuatku menjadi semakin berambisi untuk membunuhnya," jawab Nero dengan wajah berbinar, tapi orang-orang yang mendengar menelan ludah.
"Dia bahkan tak menggunakan persenjataan milik Boleslav atau Vesper. Dia melakukannya dengan tangan kosong," imbuh Bojan seraya menikmati apel dalam genggaman tangan kanan.
"Tangan kosong?" tanya Maksim mengulang, dan Nero mengangguk mantab.
"Aku meremukkan kepala mereka. Aku pernah mencoba untuk menguliti tubuh mereka, tapi darahnya malah tersembur. Kakek panik. Dia langsung menyuntikkan serum penawar monster dan memandikanku di sungai yang dingin. Kakek kejam," keluhnya melirik sang kakek tajam.
"Kau membuatku hampir terkena serangan jantung!" pekik Bojan melotot. Nero hanya meringis. "Dia dikeroyok oleh para monster. Sudah begitu, tubuhnya sampai tertutup oleh darah orang-orang sakit itu. Aku hampir tak bisa membedakannya sampai aku nekat melemparkan gas halusinasi. Untung saja mata ungunya menyala jadi kukenali. Kuseret dia dan kuceburkan ke sungai. Saat itu, peralihan musim dingin ke musim semi, dan beberapa wilayah masih membeku. Kapal kami terjebak karena bongkahan es baru mulai mencair. Kami tak bisa pergi ke mana pun. Tentu saja aku khawatir karena para monster bisa melewati sungai yang menjadi lantai es sampai ke kapal kami. Untung saja, saat kapal kami terjebak, para monster tak terlihat," ucap Bojan terlihat kesal.
"Oh, itu karena saat musim dingin, para monster bersembunyi. Mereka tidak tahan dengan udara dingin, Tuan Bojan," sahut Souta yang membuat mulut Bojan dan Nero menganga seketika.
"Ah, aku baru tahu hal itu. Pantas saja tak terlihat banyak monster saat itu, Kek. Kita bertemu paling banyak saat berburu hewan. Mungkin darah-darah hewan yang kita sembelih itu membuat para monster mendatangi kita," ucap Nero, dan Bojan mengangguk setuju.
"Mungkinkah ... para monster di sekitar Rusia sudah habis kalian bunuh? Oleh karena itu, selama penerbangan menuju kemari, tak terlihat satu pun monster di daratan?" tanya Polo menduga.
"Hahaha! Bisa jadi. Salah sendiri muncul di hadapan kami. Cari mati!" seru Bojan bangga, dan Nero ikut tertawa karenanya.
Sungguh, kakek dan cucu itu terlihat kompak seperti saling menyayangi.
Keheningan yang biasanya menyelimuti kabin helikopter mendadak menjadi ramai karena Bojan dan Nero.
Namun, orang-orang tak terlihat terusik malah senang dengan kehadiran mereka. Bahkan, Obama masih bisa mendengkur seperti tak terganggu dari kumpulan orang di kabin belakang.
Beberapa wilayah masih terselimuti salju, tapi menjadi hal biasa bagi beberapa orang yang sering berkunjung ke Rusia terlebih tinggal di negara itu.
"Semuanya, bersiap. Kita akan mendarat," ucap King D saat bandara Anadyr terlihat sepi dan beberapa pesawat serta helikopter tak bertuan berada di beberapa tempat seperti ditinggalkan.
"Kita cari bahan bakar untuk pengisian penuh. Isi semua jeriken agar tak perlu mendarat lagi demi mengurangi risiko berhadapan dengan para monster," tegas King D.
"Yes, Capt!" jawab semua orang serempak, tapi Nero malah berkerut kening.
"Padahal aku berharap bertemu dengan para monster," ujarnya cemberut.
Semua orang di kabin belakang melirik cucu Bojan dalam diam.
"Heish, kau ini. Itulah ciri pemimpin yang bijak. Jangan sampai orang-orang yang ikut dalam kelompoknya tewas. Meminimalisir tingkat kecelakaan dan orang-orang yang terluka, akan menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi tiap pemimpin," tegas Bojan menasihati.
__ADS_1
"Selain itu, musuh kita sebenarnya bukan para monster, tapi Hope. Para manusia sakit itu adalah korban dari para manusia tamak yang ingin melenyapkan populasi jenisnya sendiri demi mencapai tujuan pribadi," sahut Daniel menasihati. Nero terdiam.
"Kau harus bisa membedakannya, Jagoan. Kau belum merasakan penderitaan dan kehilangan atas orang yang kau sayangi. Sedang kami semua sudah. Kematian datang tepat di depan mata kami dan merenggut orang yang kami sayangi dalam pelukan. Itu adalah kenangan pahit yang mengalahkan seluruh mimpi buruk yang pernah mendatangimu," tegas Maksim dengan wajah serius.
Nero menelan ludah.Bojan kali ini tak berkomentar apapun. Nero terdiam dengan pandangan tertunduk.
Pemuda itu memegang tangan sang kakek erat dan menyenderkan kepalanya ke lengan pria tua itu. Bojan tersenyum tipis.
PIP! GREKK!
Pintu helikopter samping Polo duduk terbuka. Pria itu langsung memindai sekitar di mana helikopter masih terbang melayang diketinggian 10 meter.
Marco ikut berdiri di samping pintu yang terbuka itu seraya mengendus.
"Bagaimana?" tanya King D yang suaranya terdengar di kabin belakang dan earphone di telinga masing-masing anggota tim.
"Aman!" jawab keduanya serempak.
Saudara kembar itu sepertinya terkejut karena satu pemikiran. Polo dan Marco langsung melakukan tos atas kekompakan mereka.
Helikopter mendarat perlahan. Tim yang sudah ditugaskan untuk mencari bahan bakar segera bersiap.
Kali ini, Nero ikut bergabung karena kemampuannya bisa membantu anggota tim King D yang hanya manusia biasa.
King D berdiri di atas helikopter untuk mengawasi sekitar. Nero yang menjaga helikopter di luar, tampak kagum melihat sosok King D yang baginya keren dan terlihat tangguh itu.
"Hehe, apa yang kaupikirkan?" tanya Bojan saat melihat cucunya tersenyum ketika melihat King D yang berdiri di atas helikopter.
"Saat besar nanti, aku ingin sepertinya, Kek," jawab Nero dengan wajah sumringah.
"D! Kami menemukan satu tong penuh!" seru Marco yang suaranya terdengar dari sambungan radio.
Tubuh King D langsung bergeser dan terarah ke tempat Marco berada. King D menyipitkan mata untuk memastikan di luar gedung penyimpanan itu tak terlihat monster yang mungkin saja bersembunyi.
"Semuanya bergegas! Kita jangan terlalu lama di suatu wilayah," tegasnya.
"Yes, Capt!" jawab semua orang serempak di mana kali ini Nero ikut menjawab perintah itu.
Lima belas menit kemudian, Fara datang bersama Polo dengan sebuah dorongan besi berisi beberapa jeriken sudah penuh dengan bahan bakar.
Fara terlihat senang saat duduk di atas jeriken itu ketika Polo berlari mendorongnya. Nero terlihat gembira karena mereka mendapatkan bahan bakar.
Nero dibantu oleh Bojan membawa masuk jeriken-jeriken itu ke dalam helikopter bersama Polo dan Fara sebagai persediaan.
Tak lama, Marco datang bersama dengan Irina dan Sakura menggunakan forklift mengangkut dua buah drum berisi bahan bakar untuk helikopter kargo.
Sedang Arthur dan lainnya, tampak masih berpencar di sekitar seperti mencari sesuatu sebagai tambahan perbekalan serta perlengkapan untuk perjalanan mereka.
Polo segera melakukan pengisian bahan bakar ke helikopter dibantu oleh Sakura. Tampak keduanya akrab seperti membicarakan sesuatu. King D mengamati dari atas dalam diam.
"Ah begitu. Baiklah, aku mengerti. Terima kasih atas kepercayaan Anda padaku, Nyonya Sakura," ucap Polo sungkan.
Sakura tersenyum lalu menepuk pundak kanan Polo. Wanita cantik itu lalu pergi setelah satu drum kosong digunakan sebagai bahan bakar helikopter.
Hingga tiba-tiba, "Wow! Kalian dapat dari mana mobil bahan bakar itu?" tanya Marco memekik saat melihat Maksim mengendarai sebuah mobil tangki berisi bahan bakar Avtur dengan menunjukkan senyum tengilnya.
__ADS_1
Daniel dan lainnya berdiri di samping tangki dengan senyum lebar menunjukkan temuan hebat mereka. Marco dan lainnya yang hanya mendapatkan sedikit bahan bakar mendesis kesal.
"Haha! Kerja bagus, Maksim!" seru Bojan gembira.
"Hem, ini akan sangat bagus dan tak perlu berhenti di beberapa bandara untuk pengisian jika tangki terisi penuh," tegas King D dengan senyum terkembang, dan semua orang mengangguk setuju.
"Kalau begitu, kita butuh jeriken dan drum lebih banyak!" seru Fara.
"Aku bantu," sahut Irina dan diangguki lainnya.
Forklift yang dikendarai oleh Marco kini berisi orang-orang yang bersemangat untuk mencari jeriken atau drum kosong untuk memuat bahan bakar.
Mereka kembali ke gudang penyimpanan untuk mencari wadah penampung bahan bakar tersebut.
Fara dan Nero tampak bersemangat sampai masuk ke gedung perkantoran untuk mencari benda dari besi tersebut.
"Aku mendapatkannya!" seru Nero gembira.
"Mana? Mana?" sahut Fara langsung berlari mendekat saat mereka memasuki sebuah ruangan yang ternyata berisi stok dari jeriken besi, persis seperti yang mereka butuhkan. "Ini sangat keren! Bahkan, semua masih baru! Buka kardus-kardus itu! Pasti isinya jeriken semua!" pinta Fara, dan Nero dengan sigap membuka semua kardus berisi jeriken dari besi tersebut.
"Bawa semuanya!" seru Nero semangat dan diangguki oleh Fara.
Nero menenteng sebuah jeriken di tangan kanan dan kiri menuju ke tempat forklift di mana Marco menunggu seraya mengawasi sekitar.
Marco diam saja melihat Fara dan Nero tampak akrab padahal mereka baru saja bertemu. Irina dan Sakura membantu menaikkan temuan mereka ke atas papan forklift yang nantinya akan dibawa ke helikopter sebagai tempat penampungan bahan bakar.
"Kau bawa ini dulu ke helikopter, Marco. Lalu kembalilah ke sini," pinta Sakura dan Marco mengangguk meski wajahnya masam.
Irina dan Sakura berkerut kening karena wajah bahagia Marco seakan lenyap.
"Dia kenapa?" tanya Irina bingung.
"Entahlah, hanya perasaanku saja atau memang itu yang terjadi," jawab Sakura tersenyum.
"Hem? Apa itu, Bibi?" tanya Irina melirik Sakura.
"Sepertinya ... Marco menyukai Fara. Aku bisa melihatnya sejak di Kastil Krasnoyarsk walaupun mereka sering bertengkar. Baguslah. Marco sudah bisa melupakan Irina," jawab Sakura yang membuat Irina malah berkerut kening.
"Irina?" tanya gadis bermata hijau itu bingung.
Sakura tersenyum seraya melirik kekasih King D lekat. "Kau belum tahu? Polo dan Marco pernah berselisih karena menyukai gadis yang sama. Namanya, Irina, tapi ... dia palsu. Dia mengaku menjadi dirimu. Hingga akhirnya saat kutahu jika Irina palsu tewas, aku turut sedih mendengarnya. Dia sebenarnya gadis yang baik, hanya saja ... banyak kebohongan yang ia tutupi," jawab Sakura yang membuat Irina diam seketika.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
uhuy tengkiyuw tipsnya walopun pagi2 langsung badmood. udah badan lagi pegel luar biasa, ketikan belom disave eh mati lampu😑 sabar ... sabar. udah hari senin jangan lupa vote vocernya sebelum hangus ya dan poin koin dr pd ditampung mending sedekahin ke lele biar dapet pahala. amin. lele padamu😍
__ADS_1