KING D

KING D
21 Februari 2023


__ADS_3

Pagi semua. Salam.


Maaf para LAP lele up bukan eps, tapi lebih sebagai info untuk mengabarkan berita duka.


Mohon doanya utk babe Lele smg amal ibadah selama di dunia diterima Allah SWT, amin๐Ÿ™


Diampuni segala dosanya baik yang disengaja atau tidak, amin ๐Ÿ™


Semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan selalu mendoakan almarhum dalam tiap kesempatan, amin๐Ÿ™


Sedikit cerita.


Awalnya Lele anggap orang-orang yang pernah bilang kalau didatangi almarhum saat akan meninggal hanya cerita boongan aja karena belum pernah ngalami sama sekali, termasuk ketika nenek, kakek dan adik meninggal kala itu.

__ADS_1


Namun, ternyata itu benar dan terjadi pada Lele. Jadi, saat subuh tadi lele ngantuk berat padahal udh niat mau koreksi naskah kurang 6 author lagi. Rencana mau lele selesaikan hari ini, tapi kehendak Allah berkata lain. Lele cm bs minta maaf kepada author-author yg bersangkutan dan Alhamdulillah bisa maklum.


Jika dikisahkan seperti ini. POV 1.


Entah bagaimana, aku bisa datang ke tempat ayahku dirawat saat pertama kali jatuh sakit. Tepatnya di Rumah Sakit UII Bantul, Yogyakarta. Hanya saja, ruangan yang kudatangi berbeda dengan yang pernah kudatangi sebelumnya. Selain itu, yang membuatku bingung adalah, ayahku ada di ruang perawatan tersebut. Tanpa selang infus, masker oksigen dan alat-alat medis penunjang lainnya. Ayah yang kupanggil 'Babe' terlihat santai. Masih dengan tubuh gemuknya, senyum terkembang saat berbincang bahkan lincah ke sana kemari untuk menikmati sajian di meja tamu.


Namun, ada yang janggal di sini. Aku tahu dari mami jika babe sedang berada di ruang HCU dan tidak boleh dibesuk. Lalu, yang di depanku ini siapa? Jelas-jelas pria bertubuh gemuk dengan suara khas serta tingkah polah jenakanya adalah ayahku. Saat itu, mami dan papa monster bilang jika orang tersebut adalah Om Ambar. Om Ambar? Siapa itu? Aku tidak pernah mendengar ada kerabat atau keluarga bernama Om Ambar. Aku yang merasa aneh memilih diam enggan berdebat, tapi kutatap dalam sosok pria di depanku yang kuyakini 1 Triliun persen adalah ayahku.


Sayangnya, aku tak ingat obrolan apa yang kami bicarakan sebab aku terlalu fokus dengan sosok di depanku untuk memastikan jika benar ayahku. Lalu setelahnya, mamiku terlihat sibuk mengurus banyak hal sampai makan donat dengan taburan mesis berwarna toska sambil berdiri. Aku hanya bisa memaklumi hal itu karena ia memang terlihat sangat lelah.


Aku yang ingin kencing pamit untuk buang hajat. Namun, lagi-lagi hal aneh terjadi. Kamar mandi itu lebih mirip dengan Mushala. Bagaimana bisa aku pipis di tempat ibadah. Ketika aku memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, tiba-tiba saja mataku terbuka. Aku kaget saat melihat si Embul Jaki dan Papa Monster ada di sebelahku. Aku baru sadar jika tadi adalah mimpi. Ya, aku yakin itu.


"Mah, Babe kritis. Diminta pulang sama Mami," ucap suamiku tiba-tiba.

__ADS_1


"Ha? Gimana-gimana?" tanyaku bingung karena masih mengantuk dan juga kaget.


"Iya. Ini Mami WA," sahutnya sambil menyodorkan ponsel.


Aku mengerjapkan mata beberapa kali lalu kuiyakan permintaannya. Lalu tiba-tiba, dering ponsel suamiku berbunyi. Aku duduk diam menatap ponsel yang disandarkan pada gulungan bedcover dan suaranya diperdengarkan.


Dengan tangis terisak mami berkata, "Innalilahi wa innailaihi rojiun. Bapak meninggal, Nak."


Selanjutnya aku tak mendengar dengan jelas ucapan mami karena tangisannya. Saat itu aku teringat akan mimpi barusan. Ketika itu pula aku sadar, "Babe pamit sama aku."


Jadi di sinilah kami sekarang. Aku, Papa Monster, Zacky, Lysa dan kakak dari ayahku sedang dalam perjalanan ke Yogyakarta untuk takziah memberikan penghormatan, doa, dan salat untuk babeku Nasirudin.


Maaf jika lele belum bisa up untuk sementara waktu. Trims atas pengertiannya โค๏ธ

__ADS_1


__ADS_2