KING D

KING D
GIGA Palsu?*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Rusia dan Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"D! Muatan penuh!" seru Polo usai mengecek seluruh jeriken cadangan sudah terisi bahan bakar.


"Bagus. Semuanya, bersiap!" seru King D dan orang-orang mulai memasuki helikopter untuk meninggalkan bandara tersebut.


Obama Otong terpaksa dibangunkan karena dengkurannya membuat orang-orang yang duduk di kabin depan merasa tidak nyaman.


"Yah, lumayan bisa bobo ganteng," ucapnya seraya merenggangkan tubuh.


"Ish, mulut bang Otong bau! Sikat gigi dulu sana! Cuci muka!" seru Fara kesal dan langsung menutup mulut.


Obama yang terlihat masih mengantuk itu menurut. Ia beranjak menuju ke kabin belakang di mana terdapat kamar mandi dalam meski berukuran kecil.


Semua orang sabar menunggu pilot mereka siap sebelum helikopter lepas landas. Hingga tiba-tiba, panggilan masuk dari Kastil Krasnoyarsk, Rusia menjelang sore hari.


"Ya, Robin. Ada apa?" tanya King D di mana sambungan komunikasi tersebut disiarkan ke seluruh ruangan dalam helikopter.


"Sebelum pergi, tuan Jason memberikan akses pada kami ke Pusat Komando di Kastil Krasnoyarsk untuk mencari tahu keberadaan tabung-tabung dari seluruh jajaran menggunakan GIGA DARA. Hanya saja, ada yang aneh. Sistem operasi ini bukan GIGA. Mirip, tapi kurasa bukan," jawabnya yang membuat Jason dan orang-orang dalam jajaran Boleslav-Theresia melebar.


"Apa maksudmu mirip?" tanya Jason langsung menyahut.


"Begini, Tuan. Saat Anda menginputkan data-data kami untuk bisa mengakses Pusat Komando yang terhubung dengan GIGA, memang dia bisa memproses beberapa perintah. Namun, ada kejanggalan ketika ada beberapa perintah yang kami minta dan tak dieksekusi oleh GIGA. Hingga mesin itu menjawab seperti ini, dengarkan," jawab Robin yang membuat semua orang serius seketika.


"File tak ditemukan. Silakan sinkronkan data dengan GIGA DARA," jawab mesin dengan suara gadis yang tak lain adalah Sandara Liu ketika sudah dewasa.


"What? Lalu ... sistem operasi yang berada di kastil selama ini apa? Bukan GIGA DARA? Lalu ... di mana dia?" tanya Jason melebarkan mata.


"Soal itu, kami tak tahu. Beberapa perintah memang bisa ia proses. Hanya saja, yang berkaitan dengan pelacakan keberadaan tabung, atau tabung mana saja yang sudah terbuka atau belum, dia selalu menjawab dengan kalimat seperti tadi," jawab Robin yang membuat Jason kebingungan seketika.


"Apakah Sistem Operasi GIGA bisa dicuri?" tanya Polo angkat bicara.


"Tidak bisa. Sistem itu diterapkan dan hanya beberapa orang saja yang memiliki akses untuk mengoperasikannya. Dia memiliki server induk yakni GIGA SIA yang dikendalikan langsung oleh tiga orang dari jajaranku. Ibuku, paman Q dan Jordan," tegasnya.


"Jadi maksudmu ... GIGA DARA seperti anak dari GIGA SIA?" tanya Marco, dan Jason mengangguk membenarkan. "Lalu ... siapa yang bisa mengakses GIGA DARA?"


"Paman Eiji, ibuku, dan Sandara Liu. Namun, menurut kabar dari paman Dominic terakhir kali, paman Eiji masih tertidur dalam tabung. Ibuku tak diketahui keberadaannya. Lalu soal Sandara ... oh iya? Di mana tabungnya disimpan?" tanya Jason terlihat serius berpikir.


"Sandara Liu ditidurkan bersama Jordan. Mereka berada di Laboratorium Farmasi Elios Italia bersama dengan Yu Jie dan beberapa orang. Kenapa?" jawab Daniel.


"Mungkinkah?" sahut Maksim tiba-tiba.


"Apa yang kaupikirkan, Maksim?" tanya Sakura menatap rekannya serius.


"Mungkinkah ... nyonya Manda dibangunkan oleh Hope? Lalu ... Hope memaksanya untuk mengoperasikan GIGA. Hope mengancam akan membunuh orang-orang dalam tabung jika tak dituruti perintahnya. Bukankah ... penjahat selalu melakukan hal klasik seperti itu?" jawabnya yakin.


Kening semua orang berkerut.


"Paman. Bisakah kau melacaknya menggunakan ponselmu?" tanya Irina, dan Jason dengan sigap mengeluarkan ponselnya.


Namun, saat Jason mencoba melakukan pelacakan, data tersebut tak bisa diakses dan menjawab hal serupa seperti sistem operasi di Kastil Krasnoyarsk.


"Ini gawat. Mungkinkah ... GIGA disusupi? Ia dikendalikan oleh Hope?" tanya Jason terlihat cemas.


Saat semua orang terlihat tegang, Obama melintas dengan santai seraya mengelap wajahnya menggunakan handuk sambil bersiul.


Orang-orang melirik dengan tatapan tajam, tapi pria gundul itu tak menyadarinya. Ia terus berjalan sampai bangku pilot.


"Terima kasih atas infonya, Robin. Kami akan mencoba menyelidiki hal ini. Teruslah hubungi kami dan kabarkan apa pun temuan kalian selama menjaga kastil," tegas King D.

__ADS_1


"Oke, D. Kabar terbaru yang bisa kuinformasikan jika para wanita Red Skull dan para pengungsi berhasil tiba ke Kastil Borka dengan selamat. Untung saja para wanita Red Skull sudah diberikan akses oleh Dominic sebelum senior kalian itu tewas. Aku turut berduka," ucap Robin dan semua orang dalam helikopter mengangguk pelan.


"Baiklah. Kami harus segera terbang. Kau bisa melacak pergerakan helikopterku?" tanya King D saat ia menepuk pundak Obama untuk segera lepas landas.


Obama menunjukkan jempolnya tanda siap untuk menerbangkan helikopter tersebut.


"Ya. Sinyal kalian aktif. Kalian masih berada di Anadyr Rusia. Oia, jika kalian kehabisan bahan bakar, mampirlah ke Seward. Hanya saja Lucas mengatakan, ia dan timnya kala itu hanya menemukan dua drum bahan bakar dan sudah digunakan semua. Entah ada bahan bakar tersisa atau tidak, tapi ... tempat itu cukup aman untuk disinggahi," ucapnya.


"Hem, itu benar," jawab Marco dengan anggukan.


"Baiklah, aku mengerti. Terima kasih. Jaga diri kalian," ucap King D lalu menutup panggilan.


Helikopter meninggalkan bandara dengan lancar tanpa kendala. Perasaan lega membuat senyum semua orang terkembang karena tak perlu ada aksi baku tembak dengan para monster, aksi penyelamatan, atau berhadapan dengan anak buah Hope.


Jason masih terlihat tak tenang karena GIGA yang dipercayakan untuk dioperasikan di kastilnya malah menghilang entah perbuatan siapa.


Namun, Jason yakin jika itu ulah Hope. Hanya saja, pikirannya kembali tertuju pada orang-orang dijajarannya yang bisa saja berkhianat mengingat tabung-tabung berisi para petinggi tersebut hilang.


Helikopter terus terbang menyeberangi Laut Bering memasuki wilayah Amerika saat malam menyelimuti daratan itu.


Maksim mengusulkan untuk singgah di Seward, hotel tempat ia dan timnya dulu tinggal sementara waktu atau di bandara.


"Bagaimana, D?" tanya Irina saat melihat sang kekasih serius berpikir.


"Baiklah. Kita akan beristirahat sekaligus melakukan pengisian bahan bakar. Mau tidak mau, kita tetap harus mengisi jeriken yang telah kosong. Aku hanya khawatir, persediaan bahan bakar helikopter di seluruh dunia tak mencukupi untuk misi kita. Meskipun sejauh ini, hanya helikopter kita saja yang terlihat melintasi permukaan," jawabnya serius.


"Hem, aku setuju. Aku juga khawatir mengenai stok bahan bakar mengingat kita melewati banyak negara dan minyak tak lagi diproduksi," sahut Bojan dengan wajah malas.


"Kita harus fokus pada tujuan, D. Jangan melenceng dari rute terlalu jauh untuk menghemat bahan bakar dan amunisi," tegas Arthur, dan King D mengangguk setuju.


Keesokan harinya, tim King D tiba di Seward Airport di mana selama penerbangan, pengisian bahan bakar dilakukan di dalam helikopter agar tak perlu mendarat.



"Ini benar-benar seru, Kakek! Aku merasa seperti berkeliling dunia! Seharusnya, kita lakukan hal ini sejak dulu!" seru Nero, tapi Bojan diam saja tak menjawab karena merasa lelah dan baru bisa tidur nyenyak selama ikut dalam kelompok King D.


Pintu samping helikopter kembali dibuka. Marco dan Polo melakukan tugas rutin mereka untuk memindai sekitar sebelum helikopter mendarat.


"Aman gak? Sensor sih bilang aman," tanya Obama yang sudah menandai lokasi pendaratan.


"Tempat ini ... kenapa sedikit berbeda dari yang aku ingat ya?" ucap Marco yang membuat kening semua orang berkerut.


"Apa maksudmu, Marco?" tanya Polo menatap saudara kembarnya lekat.


"Saat aku kemari, tak ada kendaraan terparkir. Lalu ... kenapa di tempat itu ada beberapa truk dan mobil? Selain itu, ada kapal merapat. Ini aneh," jawab Marco yang membuat kening semua orang berkerut.


"Waspada. Meskipun pemindai tak melihat pergerakan di sekitar bandara, tapi mungkin saja ada monster atau manusia yang selamat," tegas King D.


"Bagaimana jika itu Hope?" sahut Fara.


"Jika benar si pria bertopeng itu ada di sana, akan kuremukkan kepalanya dengan tanganku sendiri," ucap Nero bengis. Bojan menghela napas enggan ikut campur.


"Jadi ... gimana, Bos?" tanya Obama menunggu perintah.


"Baiklah, daratkan. Kita memang butuh istirahat," tegas King D dan semua orang mengangguk setuju.


Helikopter mendarat di landasan karena tempat itu kosong. Beberapa pesawat kecil terparkir dan terlihat seperti ditinggalkan.


"Berpencar dan ... hati-hati," tegas King D.

__ADS_1


Para lelaki tampak waspada menyusuri sekitar dengan persenjataan lengkap dan seragam tempur.


Namun, Nero dan Bojan diminta untuk tetap berada di helikopter untuk berjaga bersama King D serta Obama Otong.


King D kembali memantau dari atas helikopter di mana ia juga curiga jika tempat itu seperti didatangi sebelumnya oleh sekelompok orang entah siapa.


Irina, Fara, dan Sakura dengan sigap melakukan pengisian bahan bakar tambahan. Maksim, Arthur dan Daniel memasuki gedung mencoba mencari bahan bakar untuk mengisi jeriken mereka yang telah kosong.


"Semuanya kosong, sudah tak ada lagi," ucap Arthur saat menemukan beberapa drum Avtur di gudang penyimpanan.


"Hei, ini aneh. Sepertinya ... bahan bakar ini baru saja digunakan. Lihatlah, tetesan di sekitar drum-drum kosong ini. Mereka seperti dibawa ke suatu tempat keluar dari gedung," ucap Daniel seraya menunjuk bekas tetesan di aspal.


Maksim berjongkok dan meletakkan jarinya pada genangan tersebut. Ia menatap Arthur dan Daniel tajam lalu mengangguk.


Daniel dan Arthur dengan sigap mengarahkan senapan mereka ke seluruh sudut ruangan karena merasa jika orang yang menggunakan bahan bakar tersebut masih berada di tempat itu. Mungkin saja, orang itu mengawasi pergerakan mereka.


"D, kau bisa mendengarku? D? Over?" panggil Arthur, tapi tak ada jawaban.


"Ini aneh," ucap Daniel terlihat tegang seketika.


"Sinyal tiba-tiba terblokir. Pasti ada orang di sini! Cepat pergi!" seru Maksim lantang.


Dengan sigap, Arthur, Daniel dan Maksim berlari keluar dari gedung. Namun tiba-tiba, NGEKKK!! BRANGG!!


"Woahhh!" seru Maksim saat pintu masuk ke gedung itu tertutup dari luar.


Kegelapan langsung menyelimuti dalam ruangan. Maksim yang panik dengan sigap, SWING! BLUARR!


"Oh! Apa itu?" tanya Sakura langsung menoleh dengan mata melebar ketika mendengar suara ledakan di dekatnya.


"Apa yang terjadi?" tanya King D memanggil semua anggota timnya yang berada di lapangan.


Namun, tak ada jawaban sama sekali. Bojan langsung menyiagakan senapan laras panjang dan berjalan sedikit jauh dari helikopter terlihat tegang.


Nero menemani sang kakek dan terlihat sigap dengan serangan yang mungkin saja terjadi.


"D! Apa yang terjadi?" tanya Irina langsung berlari dan mendongak ke atas helikopter karena sang kekasih tampak serius melihat sesuatu di kejauhan.


Benar saja, BREEEM!!


"Kapal yang berlabuh di dermaga pergi! Ada yang mengemudikannya!" seru King D menunjuk dan membuat orang-orang di sekitarnya menoleh ke arah kapal warna putih yang dengan cepat melaju kencang meninggalkan Seward.


Saat King D akan melompat turun, tiba-tiba saja ....


"AAAA! AAAAA! King D!" teriak Maksim histeris yang lari dengan sekuat tenaga karena dikejar oleh sekumpulan serigala.


"Monster!" teriak King D lantang menunjuk ke arah Maksim, Daniel dan Arthur yang berlari seraya menggelontorkan peluru-peluru tajam mereka ke arah segerombolan serigala buas yang telah terjangkit serum monster.


"Yeah! Biar kuurus mereka!" seru Nero langsung menunjukkan seringainya.


"Nero!" teriak Bojan dengan mata melotot karena sang cucu malah berlari mendatangi sekumpulan serigala yang mengejar tiga lelaki dari jajaran Boleslav untuk dimangsa.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


ngetips sendiri sambil nunggu sedekah dari LAP lainnya 😆


__ADS_2