KING D

KING D
Hope di Islandia


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


King D, Irina dan Q segera masuk ke dalam markas dengan tergesa. Kedatangan orang kepercayaan jajaran Theresia itu disambut baik oleh Jonathan dan Obama Otong. Mereka lega karena Q ternyata selamat dan kini ikut bergabung bersama kelompok.


"Oh, syukurlah jika Mandy selamat. Aku sudah panik setengah mati saat kukembali, tapi tabung Mandy hilang. Untung saja aku memasang pelacak di tabungnya sehingga bisa kukejar. Dan ternyata ... ada di sini. Pasti kalian yang membawanya ya," ucap Q saat memandangi tabung Amanda yang masih dalam proses pembangkitan.


"Sayangnya bukan, Om Q. Junior yang bawa tabungnya kemari. Katanya dijadiin kaya kapal karena tabungnya bisa ngapung di air," jawab Obama santai seraya menikmati jagung rebus.


"Junior? Siapa Junior?" tanyanya terlihat bingung.


Irina dan lainnya saling memandang. Wanita cantik itu lalu mengajak Q ke kamar tempat Junior tidur. Praktis, mata Q langsung melebar bahkan ia terperanjat sampai melangkah mundur. Irina bisa memahami ekspresi itu karena wujud Junior memang tak lazim layaknya manusia normal, terlebih kulitnya pucat.


Ruangan tempat tabung-tabung disimpan, Markas Greenland.


"Apa katamu? Anak Sandara dan Jordan?" pekiknya dengan suara tertahan takut membangunkan bocah malang itu.


"Begitulah dari informasi yang kami dapat, Paman. Namun, kami sudah membuat keputusan. Junior akan kami ikut sertakan dalam misi agar bisa dilindungi. GIGA DARA ada dalam otaknya. Berbahaya jika sampai Hope menemukan Junior. Terlebih, kami tak tega meninggalkan dia sendirian di tempat ini," ucap King D menjelaskan.


Q diam sejenak seraya melihat sekumpulan tabung yang masih dalam posisi aktif menidurkan para manusia di dalamnya.


"Baiklah kalau begitu. Biarkan Mandy dan aku menjaga markas Greenland. Saranku, kalian tak perlu mendatangi Islandia. Aku pun tak tahu kenapa bisa terdampar di negara itu. Hanya saja, apa yang kalian informasikan dari pengamatan Junior memang benar jika kumpulan pria bertopeng ada di sana. Robicon Coorporation telah diambil alih oleh seseorang entah dia siapa. Mereka mengumpulkan pasukan, persenjataan, bahkan terlihat banyak kendaraan besar seperti kapal kargo, truk, helikopter dan semacamnya di tempat itu. Aku berhasil lolos dengan mengendarai speed boat serta membawa banyak bahan bakar hingga bisa tiba di sini. Jadi ... jangan libatkan aku lagi. Aku lelah," jawab Q yang mengakhiri ucapannya dengan helaan napas panjang.


"Baiklah, Paman. Kami tak akan memaksamu. Kau bisa selamat sampai di sini sudah hal baik," ucap King D, dan Q mengangguk dengan wajah letih.


Irina mengantarkan Q ke sebuah ruangan sebagai tempat istirahatnya selama di markas itu. Irina kembali bergabung bersama timnya saat Q mengatakan jika ia bisa ditinggal sendirian.


"Kalian dengar yang diucapkan Paman Q tentang markas di Islandia? Sebenarnya, ini akan menjadi kesempatan besar karena kita mengetahui keberadaan Hope. Kita bisa menyerang dan menangkap orang itu," tegas King D.


"Jangan gegabah, D. Kita tak tahu kemampuan bertempur anak buahnya. Kalaupun kita mengirim orang untuk memata-matai tempat itu, bisa berbahaya untuknya jika tak berhati-hati. Saranku, kita tetap sesuai rute. Namun, hal ini akan kusampaikan kepada seluruh markas aktif untuk mendapatkan kesepakatan menyerang Hope," timpal Jonathan yang diangguki semua orang.

__ADS_1


Jonathan yang memilih untuk begadang, meminta agar Irina, King D dan Obama Otong untuk tidur terlebih dulu. Ketiganya pergi meninggalkan Jonathan yang kembali menghubungi seluruh markas dari pusat kendali. Ternyata, temuan Junior dan juga Q disambut baik oleh semua orang. Malah, Rohan mengusulkan untuk melakukan pembangkitan level 3 di mana seluruh tabung dibangkitkan.


"Kau gila?!" pekik Jonathan sampai matanya melotot.


"Kita bertempur bersama. Kerahkan semua orang untuk menghancurkan Hope selama-lamanya," ucap Rohan yang membuat beberapa orang dalam sambungan teleconference menyipitkan mata.


"Sangat berisiko, Rohan. Terlebih, tak semua orang yang ditidurkan dalam tabung adalah para pejuang. Kalaupun ada, kemampuan mereka sudah tak seperti masa ketika berjaya dulu. Butuh penyesuaian dan itu membutuhkan waktu," sahut Seif, dan diangguki oleh beberapa orang.


"Ini kesempatan kita. Selama ini, kita buta dengan pergerakan Hope. Kini, kita sudah tahu di mana bisa menemukannya. Jadi, tunggu apa lagi?" tanya Rohan masih bersikeras dengan pendiriannya.


"Baiklah kalau begitu. Anda bangunkan Ryan lalu minta dia menyelidiki Islandia. Jika semua orang dibangkitkan, bukankah itu termasuk isteri Anda Nandra dan juga anggota keluarga Khrisna lainnya? Ajak mereka beramai-ramai menyerang markas Hope dan kita lihat, sejauh mana orang-orang itu bisa menggapainya," sahut Reina dengan wajah datar, tapi ucapannya dingin menohok.


Rohan diam sejenak terlihat memikirkan penuturan Reina dengan serius. Sakura tersenyum tipis di mana ia dan timnya sudah tiba di Giamoco Island untuk menyusul.


"King D mengabarkan jika dia akan ke Inggris mengantarkan Jonathan. Sebaiknya, kita tunggu tim dari King D untuk membangkitkan beberapa orang yang dirasa bisa membantu kita untuk melenyapkan Hope. Kita butuh para pejuang, bukan warga sipil untuk melawan pria sinting itu. Kita juga tak bisa gegabah menyerang Hope meski itu markas peninggalan Flame dan sudah diketahui seluk-beluknya. Kita tak tahu apa yang disimpan Hope dalam sana. Banyak tabung yang hilang dan bisa saja kawan-kawan kita disandera olehnya," sahut Yusuke, dan semua orang mengangguk sepemikiran.


"Ya, aku setuju. Bersabarlah, Rohan. Sebaiknya, kita perkuat pertahanan. Kau kirimkan 4P untuk menyelidiki Islandia. Meski mereka aneh, tapi empat orang itu cukup bisa diandalkan dalam hal penyelidikan dan pencarian," usul One, dan mafia lainnya mengangguk.


4P terlihat bangga akan kemampuan mereka. Rohan akhirnya pasrah dan mengikuti saran dari para mafia lainnya. Jonathan menutup komunikasi saat ia merasa jika hal rumit ini mulai menunjukkan sisi terang. Saat Jonathan membalik tubuh karena rasa kantuk mulai melanda, betapa terkejutnya ketika ia mendapati Junior berdiri dengan tubuh membungkuk sedang menatapnya lekat.


"Waaaa!" teriaknya histeris langsung melompat dari kursi dan hampir jatuh tersungkur di lantai.


Junior diam saja melihat gerak-gerik Jonathan yang panik sendiri karena sosoknya. Jonathan berjalan menyamping menyusuri tepian agar tak berdekatan dengan Junior meski matanya terkunci pada bocah berkulit pucat itu. Junior diam saja seraya menggendong tas ransel kura-kura di punggung. Jonathan berhasil sampai di pintu dan segera berlari menyelamatkan diri. Junior mendatangi kursi yang Jonathan gunakan tadi lalu duduk di sana seraya menatap beberapa layar dengan wajah sendu.


Keesokan harinya.


"Junior! Junior!" panggil Irina panik karena putera dari pamannya itu tak ia temukan di kamar.


Teriakan Irina praktis membuat King D dan seluruh penghuni markas terbangun meski rasa kantuk masih melanda. Irina berlari dan membuka semua pintu untuk mencari keberadaan bocah berkulit pucat itu. Hingga akhirnya langkahnya terhenti saat melihat Junior berjongkok di samping tabung seperti berbincang dengan seseorang yang masih berada di dalamnya, tapi setengah tubuhnya telah keluar. Irina melangkah dengan kening berkerut karena penasaran siapa sosok itu karena ia di punggungi.

__ADS_1


"Hoh! Hoh!" seru Junior seraya melompat-lompat ketika melihat kedatangan Irina.


"Hem?" jawab wanita itu sambil membalik tubuhnya.


"Nenek? Nenek Manda!" panggil Irina senang dan berlari menuju ke arah Amanda Theresia yang sudah bangkit dari tidur.


Amanda memeluk Irina erat dengan senyum terkembang. Irina memandangi wajah neneknya yang sudah keriput sama seperti ketika ia ditidurkan kala itu.


"Maaf jika aku terpaksa membangunkanmu, Nek. Hanya saja ... kita dalam masa kritis," ucap Irina dan Amanda mengangguk meski terlihat letih.


Irina menoleh ke arah Junior yang tampak riang, karena ternyata, anak lelaki itu menemani Amanda sejak ia bangun dari tidur lamanya.


"Oh! Mandy!" panggil Q yang datang bersama rombongan.


"Hei, kalian semua di sini? Rasanya seperti reuni," ucap Amanda dengan senyum tipis saat melihat orang-orang yang dikenalinya.


Mereka mendatangi Amanda yang masih duduk dalam tabung. Satu per satu dari mereka memeluk Amanda sebagai ucapan selamat datang. King D lalu membantu Amanda keluar dari tabung agar bisa dipindai fungsi organnya. Amanda tersenyum saat melihat Junior selalu mengikutinya ke mana pun dirinya pergi bahkan ketika ia dipindai. Namun, kening Irina berkerut saat ia menunjukkan hasil pemindaian itu kepada anggota timnya. Q spontan memejamkan mata dan memalingkan wajah.


"Jangan kalian kira aku tak bisa melihat ekspresi itu. Hem, cacat organ ya? Berapa lama lagi sisa umurku?" tanya Amanda yang ternyata mengetahui hal itu dari pantulan kaca jendela di depannya.


"Ti-tiga bulan paling lama," jawab Irina dengan linangan air mata seraya menggenggam pemindai itu erat.


"Baiklah. Masih ada waktu. Junior sudah menceritakan beberapa hal padaku. Jadi ... ayo segera selesaikan agar aku tak memiliki hutang atas hidupku yang lama ini. Kasihan Antony, dia pasti sudah menungguku lama di alam sana," ucap Amanda yang membuat Irina langsung meneteskan air mata.


Amanda menyadari jika cucunya bersedih. Ia mendatangi Irina dan memeluknya penuh kasih. Irina tak bisa menutupi dukanya karena ia tahu jika sang nenek akan pergi untuk selama-lamanya.


***


__ADS_1


Tengkiyuw tipsnya😍 Mood booster nih😁Dan lele mau info aja. Kayaknya King D adalah novel terakhir lele di MT. Masih dalam tahap diskusi dengan editor. Tapi kalo MT tetep kekeh dg sistemnya yang aneh itu, mohon maaf banget bagi para LAP kalo lele akan ngungsi ke apk lain yg lebih menghargai jerih payah lele dalam penulisan. Meskipun nulis adalah hobi lele, tapi tiap ide dan tulisan yang tertuang itu menguras banyak energi, waktu, ditambah lagi hamil menyebabkan efek letih berkali-kali lipat. Itu aja yg bisa lele infoin untuk sekarang, dan ... lele padamu❤️


__ADS_2