KING D

KING D
Kubisa Mengendalikannya


__ADS_3

Gaes maap bgt kalo lele lama update King D karena fokus selesein 60k dl utk novel Neon Blink-Blink. Tinggal dikit lagi krn tenggat Jumat harus kelar. Ditambah si Tole lagi manja dengan berewel-rewel ria bikin kerjaan makin tersendat. Sabar ... sabar ... Begitu Neon selesai, lele akan kelarin King D sampai tamat nanti. SS tips koin lele sertakan di next eps ya. Tengkiyuw💋


--- back to Story :


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Tentu saja. Laporan dari tim Match mengejutkan para mafia di Black Castle. Namun, munculnya Doug memberikan harapan besar bagi jajaran karena masih banyak dari mereka yang selamat meski harus terpisah. Doug memberikan banyak informasi sejak ia terbangun dan pada akhirnya bertemu tim Match.


Malam itu. Teleconference seluruh markas aktif dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle dilakukan.


"Baiklah, kami mengerti. Aku semakin yakin Hope adalah orang dalam jajaran kita. Selain itu, kita harus segera bersiap. Besok, anggota manusia super yang sudah ditandai Hope akan memulai perjalanan menuju Australia. Sisanya, lakukan strategi seperti yang sudah direncanakan oleh Cassie dan Sierra kala itu. Kita akan habis-habisan demi menyelesaikan konflik dan wabah ini," tegas One.


Para mafia itu mengangguk mantab. Zaid terlihat begitu senang karena ayahnya selamat. Zaid ikut menceritakan banyak hal kepada sang ayah ditemani Yena. Tentu saja, Doug dibuat tercengang usai mengetahui jika banyak mafia dalam jajaran telah tewas akibat serangan monster dan juga Hope.


"Keterlaluan! Apa maunya orang itu? Apanya yang penyelamat? Dia malah terlihat seperti orang yang ingin melenyapkan manusia-manusia yang baginya tak berguna lalu digantikan manusia unggul pilihannya," geram Doug.


Kening Reina berkerut. "Maaf, apa katamu tadi, Paman? Bisa kauulang?"


Doug mengedipkan mata terlihat bingung, termasuk orang-orang.


"Ya. Itu bisa jadi," sahut Daniel dan diangguki Souta.


"Mm ... oke. Sepertinya ucapanku barusan memberikan petunjuk atau ide pada kalian. Namun, aku lupa dengan apa yang kusampaikan barusan. Bisa kauulang?" tanya Doug menatap Reina dengan wajah lugu.


Zaid dan Yena menahan senyum.


"Jangan pikirkan, Paman. Istirahatlah. Perbaiki pola makanmu. Kau jadi kurus dan ... seperti gorila. Bercukurlah. Ketampanan itu penting dan nomor satu," tegas Neil.


Jonathan memberikan jempolnya di kejauhan. Doug tersenyum tipis dengan anggukan.


Sedang di sisi lain. Saat para mafia senior berkumpul di pusat kendali membahas strategi cadangan untuk mengantisipasi jika menuai kegagalan dalam strategi sebelumnya, para mafia muda ikut berkumpul. Mereka mengadakan rapat tertutup di gudang penyimpanan barang berharga Black Castle.


"Apa kalian sudah mendengar strategi untuk melawan Hope dari para senior?" tanya Loria menatap teman-temannya saksama.


"Kita dijadikan seperti tumbal. Ini mengerikan," jawab Fara takut.


"Apa yang akan Hope lakukan pada kita? Jangan-jangan kita akan dijadikan eksperimen seperti di film-film," sahut Nero ikut cemas.


"Jangan khawatir. Paman Match dan lainnya akan melindungi kita. Ikuti saja rencana para senior. Bagaimanapun, mereka lebih berpengalaman untuk situasi seperti ini," sahut Sig dengan tenang.


"Ya, itu benar. Lebih baik kita fokus dengan kemampuan unik ini agar bisa mengendalikannya. Kita tak punya banyak waktu karena sebentar lagi akan diberangkatkan," sahut Neil, dan muda-mudi itu mengangguk paham.

__ADS_1


Di sisi lain tempat King D berada.


Pria yang berteriak saat terakhir kali menghubungi Rohan di markas Oman, dikejutkan oleh kemunculan monster di dalam rumah itu. Praktis, putera Javier tersebut langsung menghindar agar tak terluka.


"Hah, hah!" engahnya yang keluar dari rumah begitu saja dengan napas tersengal.


Namun, naas. Begitu ia berlari mencoba menyelamatkan diri dari kejaran seorang monster yang ternyata bersembunyi di dalam rumah, ia bertemu dengan monster lainnya. Orang-orang itu keluar dari dalam rumah di mana King D tak pernah menduga hal tersebut.


"Gila! Mereka banyak sekali!" pekik King D sampai matanya melotot.


"Hargh!" raung para monster saat mendapati sosok King D di hadapan mereka.


King D yang panik, bergegas pergi ke arah pantai. Ia berencana akan meninggalkan pulau menggunakan perahu dayung. Pria itu ingat jika terdapat perahu di tepi pantai yang bisa digunakan. Ia yakin, jika para monster tak akan bisa menangkapnya jika sudah berada di lautan karena mereka tak bisa berenang. Namun ....


"Argh!"


BRUKK!!


"Harghh! Harghh!" erang seorang monster yang berhasil menyusul King D saat berlari menuju pantai.


King D diterkam dari belakang hingga lelaki itu jatuh tersungkur dengan keras di atas pasir. Pria yang sudah kehilangan kemampuan mata merah dan birunya meraung kesakitan karena bahunya digigit kuat oleh pria sakit itu hingga rasanya daging terasa dirobek.


"Argh! Argh!" rintih King D berusaha melepaskan gigitan tajam monster tersebut, tapi usahanya gagal.


"Argh! Agg!" teriak King D berusaha keras untuk melepaskan gigitan itu meski ia yakin jika dagingnya akan terkoyak jika memaksakan untuk melakukan gerakan nekat.


Benar saja, CRAT!!


"ARRGHHH! Hah! Hah!" rintih King D saat berhasil membuat monster yang menggigit bahunya melepaskan gigitan.


Hanya saja, baju yang ia kenakan robek berikut daging di bahunya terkoyak. Darah segar langsung menyeruak dan membuat monster lainnya semakin agresif mendekat. Namun, hal itu memicu sisi predator dalam diri King D yang ternyata masih mengendap dan tak terhisap oleh Sengkuni.


"Hempf, hempf, harg ... hagg," dengkusnya yang langsung ambruk dengan dua tangan mengepal karena mulai merasakan perubahan dalam diri.


Benar saja, "Harghh!" raung para monster berlari ke arah King D dengan beringas.


Saat itu pula, mata silver King D menyala. Kuku-kuku tajam di ujung jari mulai meruncing begitupula giginya. Para monster yang bisa merasakan perubahan dalam diri King D spontan menghentikan langkah. Mereka tampak panik akan sesuatu seperti mencoba untuk menghindar. Namun, King D yang marah, ditambah rasa sakit di bahunya, membuat pria itu tak bisa menahan gejolak untuk bertarung.


"Horghh!" raung King D.


Ia dengan cepat berlari ke arah seorang monster yang tampak bingung. King D melawan dengan beringas. Sedang para manusia sakit lainnya seperti menjaga jarak. Mereka masih mengelilingi King D, tapi seperti membentuk sebuah pertahanan karena terus mengerang meski tak melakukan serangan. King D menyerang pria yang menggigit bahunya. Monster itu ternyata tak sebanding dengan kekuatan si mata silver.

__ADS_1


"Hag, hag," rintih monster tersebut saat lehernya digigit kuat oleh King D layaknya seekor macan yang mengincar rusa buruannya.


Tubuh monster itu mengejang dengan darah hijau kehitaman menyeruak dari lukanya. King D melepaskan gigitannya dan meludah. Ia lalu memuntahkan darah monster itu hingga pasir di bawahnya tergenang.


"Hempf, hempf," dengkus King D menatap para monster yang mengelilinginya dengan sorot mata tajam.


Para monster itu seperti takut dengannya. King D terus melakukan gerakan intimidasi ke arah lawan seraya menunjukkan gigi tajamnya. Perlahan, para monster menunduk seperti bersujud. King D mendekati mereka satu per satu seraya mengendus kepala para monster itu.


"Haarrr," erang King D menatap para monster secara bergantian yang seperti takluk akan kekuasaannya.


Tiba-tiba saja, King D melolong. Ia berdiri dengan kepala mendongak ke atas menantang langit malam. Para monster terlihat tak nyaman dengan suara lolongan itu karena mereka menutupi telinga dengan dua tangan dan meraung kesakitan. King D lalu berjalan memutari para monster itu dengan dua tangan memijak pasir. Gaya berjalannya mirip seperti seekor hewan berkaki empat saat melakukan hal tersebut.


"Rrrr, rog!" raung King D ke hadapan para monster.


Entah apa yang terjadi, para monster itu mundur seperti menjauh darinya. King D kembali berdiri meski tubuhnya sedikit membungkuk. Ia melompat ke dalam perahu dan mengendusnya. Pria itu lalu turun dari perahu dan mendorong perahu dayung tersebut dengan kepalanya sampai masuk ke dalam air.


Para monster berkumpul di tepi pantai entah apa yang dipikirkan. Namun, mereka seperti tahu jika si pria bermata silver pergi meninggalkan pulau dengan menaiki perahu. King D diam saja selama perahu itu mengapung mengikuti pergerakan ombak. Ia melongok ke arah air laut yang menggenang di sisi kanan dari perahunya.


King D melihat dirinya dalam diam. Hingga tiba-tiba, napasnya kembali memburu. King D meringkuk di atas perahu dengan tubuh gemetaran.


"Argh, agg," erangnya seperti berusaha mengendalikan sesuatu dalam diri.


King D meraung selama di dalam perahu yang mulai bergerak menuju lautan lepas. Perahu sampai bergoyang dan hampir terbalik karena King D terus bergerak. Ia memberontak akan sesuatu dalam jiwanya. Cukup lama hal itu terjadi bahkan sepanjang malam. Hingga tiba-tiba, BYUR!


King D yang berusaha mengendalikan sisi predatornya berusaha berdiri. Namun, tubuhnya yang masih menyesuaikan diri malah membuatnya jatuh dari perahu yang masih mengapung di lautan. King D yang tenggelam selama beberapa saat, dengan cepat mendapatkan kesadarannya kembali. Pria itu langsung membuka mata dan segera berenang ke permukaan.


"Uhuk! Hah! Hah! Hah!" engah King D panik saat dirinya berhasil naik ke permukaan.


King D segera berenang mendekati perahu yang ternyata masih setia menunggu. Pria itu bersusah payah memanjat dan berhasil meski tubuhnya basah kuyup. King D tergeletak di atas perahu seraya menatap langit yang mulai terang karena fajar akan menyingsing.


Perlahan, ia mengangkat dua tangannya tepat di depan wajah. Diamati dalam-dalam kukunya yang tak runcing lagi. Ia juga memegangi giginya yang sudah kembali seperti semula termasuk matanya karena ia merasakan menjadi manusia normal.


"Aku ... aku bisa mengendalikan sisi predatorku," ucapnya gugup karena tak menyangka hal tersebut. "Aku ... aku bisa mengendalikan emosi dan pikiranku."


King D lalu memegangi bahunya yang terluka. Pria itu kembali terkejut karena lukanya sudah pulih dengan cepat. King D tersenyum lebar. Entah kenapa hatinya begitu bahagia karena akhirnya bisa menguasai salah satu kemampuannya itu.


Perlahan, ia mulai duduk lalu berdiri. King D mengamati sekitar di mana lautan lepas terbentang di hadapannya.


"Aku harus pulang. Aku harus menyelamatkan kawan-kawanku dari kegilaan Sengkuni," ucapnya geram teringat akan perlakuan putera dari Sandara padanya.


***

__ADS_1


lele up lagi senin ya. terima kasih sudah sabar menunggu❤️ lele padamu💋


__ADS_2