
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Di saat semua markas aktif disibukkan dengan serangan para monster baik manusia atau pun binatang, King D dan timnya berhasil mendekati wilayah terluar kediaman Victor saat malam hari. Lampu-lampu sorot terpasang di beberapa sudut wilayah sehingga tempat itu terlihat terang benderang. Sedangkan, kegelapan menyelimuti seluruh kawasan. Terlihat jelas, sebuah benteng pertahanan yang sangat mengerikan karena bukan berupa senjata atau pun pagar besi yang menjulang tinggi, melainkan sekumpulan para monster yang dimasukkan dalam kerangkeng. Besi berjeruji itu dibuat bagaikan pagar yang mengelilingi kediaman Victor layaknya barikade.
"Gila! Selama ini para manusia menghilang karena diculik olehnya dan dijadikan monster!" pekik King D dengan suara tertahan menduga hal tersebut.
"Ngeri tenan, sumpah. Iki bocah kesurupan apa ya kok bisa jahat sampai ke ubun-ubun gitu?" tanya Sumanto bergidik ngeri melihat para monster yang berjumlah hingga ratusan.
"Kita nerobos lewat mana ini, D? Satu-satunya tempat yang terlihat aman hanya lewat udara, tapi kok Tuki gak yakin ya. Tar tau-tau ada misil meluncur gimana?" tanya Tukiman dari balik teropong.
"Hanya saja, kita sedikit aman karena tidak ada penjaga manusia di sekitar wilayah ini. Semua monster. Mungkin kerangkeng itu dikendalikan dari jarak jauh sehingga bisa dibuka secara otomatis saat terlihat ada serangan datang," sahut Toras, dan diangguki kawan-kawan satu tim yang sependapat dengannya.
Polisi Lee dan para anggota Red Ribbon dibuat bingung dengan hal ini. Mereka bersembunyi di balik bangunan sipil dan menyembunyikan kendaraan dalam rimbunan pepohonan. King D melihat sekitar di mana model pertempuran seperti ini belum pernah ia alami sebelumnya, termasuk dalam ajaran serta ingatan masa lalunya. Hingga ia terpikirkan sesuatu.
"Aku ada ide. Entah ini akan berhasil atau tidak, tapi bagiku pantas untuk dicoba. Bagaimana?" tanya King D menatap wajah-wajah tua itu saksama.
"Kita ambil segala kemungkinan, Nak D. Katakan," jawab Ucup. King D mengangguk.
Polisi Lee yang memilih untuk terlibat, segera melaksanakan instruksi King D.
"Kau yakin ingin melakukannya? Saranku, kau tetap di sini. Kau terluka, Polisi Lee," saran King D untuk kesekian kali.
"Kau terlalu banyak bertanya. Ayo, aku siap," ujar Polisi Lee yang tetap bersikukuh untuk menyelamatkan keluarganya.
King D tersenyum tipis dengan anggukan. Ia menghormati jiwa patriotisme polisi asal Korea Selatan itu. Meskipun Sengkuni telah menghisap kemampuannya, tapi kemampuan mata merah dan biru King D yang sudah terserap di tubuhnya tak lenyap begitu saja. Malah, kekuatan itu semakin kuat karena terkombinasi dengan serum lainnya.
King D seolah tahu apa yang dirasakan oleh para monster dalam kurungan besi itu. Mata King D bergerak ke berbagai wilayah saat anggota Red Ribbon berpencar dan membagi dalam pos-pos mengelilingi kawasan tersebut. Formasi yang membentuk setengah lingkaran layaknya bulan sabit telah diterapkan karena sisi Selatan sudah berbatasan dengan lautan.
Para pria itu bersiap di pos masing-masing dengan persenjataan yang telah mereka bawa dari resort milik ibu King D. Tepat saat matahari mulai menunjukkan sinarnya, wilayah yang tadinya gelap dan hanya cahaya lampu sorot menyinari kawasan luar dari kediaman Victor, berangsur terang. Mata orang-orang di balik teropong kecuali King D fokus mengarah ke lampu sorot yang masih menyala. Hingga tiba-tiba, lampu sorot di sisi Timur dipadamkan.
"Sekarang!" pekik King D.
Polisi Lee dengan sigap menggunakan senter lampu laser warna biru memberikan tanda dari posisinya berada. Tim Timur dengan segera terbang menggunakan drone yang diberi nama Aero-CD untuk membawa mereka sampai ke tempat berbahaya itu. Siapa sangka, dugaan Toras benar adanya. Kerangkeng besi wilayah Timur tiba-tiba terbuka.
KLANG!
"Goaarrr!"
"Jangan sampai mati!" teriak Uda lantang yang telah siap dengan bidikan untuk melakukan serangan langsung kepada para monster.
__ADS_1
"Tembak! Jangan sisakan!" sahut Bonar bersemangat.
DODODODOR!! BLUARRR!!
"Goarrr!"
Praktis, para monster meraung saat peluru-peluru tajam yang ternyata memiliki peledak di dalamnya itu menghancurkan tubuh mereka. King D terkejut saat mengetahui jika terdapat inovasi baru lagi dari jajarannya yang ia dengar kala itu masih dalam tahap pengembangan karena dinilai biaya produksinya sangat tinggi melebihi senjata ciptaan Vesper dan Boleslav manapun.
"Woah! Kaulihat itu, D? Peluru-peluru itu memiliki peledak. Para monster berjatuhan dengan cepat dan tak bisa melakukan perlawanan!" seru Polisi Lee dari balik teropong.
Senyum King D terpancar. Hingga matanya mendapati kerangkeng di sisi Barat ikut terbuka.
"Polisi Lee!" seru King D usai melihat dari kemampuan mata hitamnya.
Lee mengikuti tolehan kepala King D. Ia kini menggunakan senter laser warna merah sebagai kode. Dengan sigap, tiga buah drone terbang untuk ikut berhadapan dengan para monster.
"Maafkan kami! Semoga Dewa menolong jiwa kalian di alam sana," ujar Made dengan sorot mata tajam membidik para manusia monster yang meraung dan berlari berhamburan ke wilayah Barat.
"Titip salam buat Nyonya Vesper ya! Heaaaa!" sahut Nyoman yang dengan sigap menekan tombol untuk menembak.
"Harghhh!"
Ledakan demi ledakan terdengar bersahut-sahutan hampir tak berjeda. Cipratan darah hitam menggenangi wilayah Timur dan Barat. Tubuh para monster manusia dan hewan yang terkena peluru ledak itu berhamburan dengan tubuh tercerai-berai. Nyawa-nyawa para makhluk hidup yang tak berdosa terenggut dalam peperangan hari itu dengan matahari sebagai saksi atas ketamakan seorang lelaki bernama Sengkuni.
CRATT!! CESS!
"Sial! Sial! Drone-ku oleng! King D! Tulung!" teriak Gatot panik saat salah satu baling-balingnya terkena semburan seekor monster yang mengincarnya.
King D yang bisa mendengar hal itu melebarkan mata seketika. Ia dengan sigap berdiri dan keluar dari tempatnya berada, tapi tangannya dipegangi kuat oleh polisi Korea Selatan itu. King D menatap Lee tajam yang terlihat bersiap.
"Aku saja. Kau berjanji untuk menyelamatkan keluargaku. Biar aku yang menolongnya. Hajar lelaki bernama Sengkuni itu. Hanya kau yang bisa D," tegas Lee lalu menepuk salah satu pundak King D kuat.
Putra Javier mengangguk pelan. Polisi Lee bergegas mengendarai drone untuk menyelamatkan Gatot di mana benda terbang yang membawanya itu akan jatuh ke wilayah Tenggara.
King D melihat sekitar di mana sisi Utara, Timur, dan Barat telah riuh dengan aksi saling serang untuk menjatuhkan lawan. Lampu sorot yang menerangi wilayah itu telah dipadamkan. King D memejamkan matanya sejenak terlihat fokus akan sesuatu lalu membuka matanya lagi. Seketika, datang beberapa burung asli dari Benua itu terbang mendatanginya.
"Adakah celah memasuki rumah besar di tepi pantai itu?" tanya King D menunjuk mansion Victor.
"Cuit, cuit, cuit," jawab salah satu burung seraya terbang melayang di depannya.
__ADS_1
"Oh, begitu? Antarkan aku," pintanya dengan dua alis terangkat.
"Cuit!"
King D dengan sigap mengendarai drone miliknya. Ternyata, celah itu berada di sisi Tenggara tempat drone Gatot jatuh dan kini sedang diselamatkan oleh Polisi Lee. Mata hitam King D melihat dua orang itu bersusah payah menghalau serangan. Drone Polisi Lee sibuk menembaki para monster yang ingin memangsa Gatot di daratan. Anggota Red Ribbon dari Jawa itu tampak panik saat melakukan aksi balas dan bertahan agar tak mati.
"Edan! Akeh tenan!" pekiknya marah seraya menembaki para monster menggunakan senapan pada drone miliknya meski benda itu tak lagi bisa terbang.
"Goarr!" raung seekor monster kangguru yang dengan lincah menghindari tembakan.
Gatot dibuat panik karena hewan itu melompat cukup tinggi. Ditambah, sosoknya tampak begitu menyeramkan karena bertaring panjang, memiliki cakar tajam serta ekor runcing bagaikan ujung tombak. Tiga kangguru melompat ke arah Gatot dengan raungan ganas siap menerkamnya.
"AAAA!" teriak pria itu histeris tak siap menerima serangan mematikan sampai tak bisa menembak.
Gatot memejamkan mata karena tak bisa menutupi ketakutannya. Ia pasrah dengan kematiannya yang akan datang sebentar lagi. Namun, tak terasa gigitan atau cakaran menyakitkan di tubuhnya. Gatot membuka sebelah matanya dengan ragu.
Hingga akhirnya, kedua matanya terbuka lebar. Ia melihat King D memukul tiga hewan itu bergantian dengan tangan kosong. Gatot terpaku ketika melihat putra Lysa tersebut dikeroyok tiga kangguru sekaligus.
"Gatot! Gatot! Cepat gunakan drone itu! Kita harus bersihkan jalan untuk King D!" teriak Lee yang terbang di atasnya.
Gatot yang terpaku mengangguk pelan. Ia melihat sebuah drone ditinggalkan tak jauh dari tempatnya berada. Gatot segera berlari dan menaikinya. King D memberikan kendaraannya kepada Gatot dan memilih untuk mendatangi Sengkuni dengan menunjukkan kemampuannya.
"Heaaa!" teriak King D lantang saat rambut landaknya yang seperti Fara mencuat.
JLEB! JLEB! JLEB!
"Gaarrr!" rintih para kangguru saat duri-duri tajam dari rambut King D dengan cepat melesat dan menusuk tubuh mereka meski tak menewaskan.
King D mengeluarkan cakar tajam di kesepuluh jemarinya saat para hewan monster itu terhuyung karena tusukan duri yang menancap di wajah mereka.
CRATT!! BRUK! BRUK! BRUK!
"Gak tega sumpah, tapi dari pada kita yang jadi mayat, lebih baik kalian yang mati. Namun, tenang aja para kangguru. Kita akan balaskan penderitaan kalian ke Sengkuni," ucap Gatot saat melihat tiga hewan malang itu tewas usai leher mereka robek akibat cakaran tajam King D.
"D! Cepat!" teriak Lee saat melihat para monster kembali datang untuk menjatuhkan mereka.
"Hah, hah, hem!" jawabnya dengan anggukan mantap meskipun terlihat pria itu cukup lelah akibat lawannya yang tangguh.
King D berlari kencang mengikuti arahan para burung yang menuntunnya untuk bisa memasuki kediaman Victor. Polisi Lee dan Gatot melindungi King D dari langit di mana para monster masih berambisi untuk membunuhnya.
__ADS_1
***
hadeh baru bisa ngetik setelah banyak drama dengan kerempongan😩 kwkwkw kayaknya gagal tamat akhir bulan kalo gini caranya😅 ya wes lah yg penting tamat gitu aja ya. tengkiyuw udah sabar menunggu❤️jangan lupa vote vocer keburu angus, termasuk poin dan ditunggu sedekah koinnya. lele padamu💋