KING D

KING D
Terasa Mudah*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Oke, sudah. Kau akan baik-baik saja," ucap Irina usai mengobati lengan King D yang tergores karena sengaja menyayatnya.


"Hoh, hoh!" sahut Junior yang ikut meniupkan napas es agar luka terbalut perban itu membeku tak meneteskan darah lagi.


"Terima kasih," ucap King D dengan senyuman menatap Irina dan Junior bergantian.


Seluruh mafia dalam jajaran yang bertugas untuk memusnahkan para monster tersisa juga diberitahukan bagaimana cara untuk membersihkan sisa bangkai agar tak mencemari lingkungan. Siapa sangka, saat orang-orang itu ditidurkan, para Utusan 13 Demon Heads sudah meletakkan benda-benda untuk menyedot darah monster. Sisa tubuh bangkai digiling dalam drum khusus pada bagian tutup. King D dan para mafia lainnya dibuat kagum akan inovasi buatan dari Jordan Boleslav tersebut.


"Ada berapa banyak drum-drum pembersih ini?" tanya King D seraya melihat bagian penutup drum yang memiliki gerigi tajam untuk menggiling daging dan meremukkan tulang.


"1000 unit," jawab Eva dan Melody serempak.


"Wedyan! Banyak amat. Eh, tapi ... kok di kapal ini cuma ada 10. Jangan bilang sisanya ada di beberapa markas lainnya," sahut Obama. Dayana, Eva dan Melody mengangguk membenarkan.


"Lalu ... jika drum-drum ini penuh, bagaimana kita membersihkan lainnya?" tanya Hugo bingung.


"Pindahkan saja ke drum bekas lainnya seperti drum pengisi bahan bakar. Di tiap kota benda itu selalu ada. Jangan hilang akal," sindir Dayana.


"Noh dengerin apa kata pacar Otong. Jangan hilang akal. Pertanyaanmu gak mutu. Ketauan kalau sekolah bolos," sindir Obama yang membuat Hugo berdecak kesal.


Para mafia lainnya menahan senyum karena sikap Obama yang semakin menjengkelkan setelah memiliki pacar cantik. Dayana dan Obama selalu berdua ke mana pun mereka pergi. Entah kenapa, orang-orang malah merasa iba kepada Dayana karena seleranya akan kaum adam yang di bawah standar.


"Tak usah dilihat, atau kau akan iri nantinya, Paman," tegur Irina seraya mendekati Souta.


"Yah, hal itu sudah terjadi," jawabnya.


Souta memilih untuk membantu para mafia lainnya menurunkan tabung-tabung yang disimpan dalam kontainer kapal kargo. Para Utusan 13 Demon Heads yang ditunjuk untuk bertugas di tiap negara, ternyata sudah menyiapkan kendaraan di beberapa dermaga dan bandara. Dayana mengajak para mafia untuk mengawal tabung-tabung berisi para manusia. Tabung-tabung berbentuk seperti kapsul itu dipindahkan untuk diamankan ke markas terdekat. Tabung yang mereka bawa, akan diangkut menuju laboratorium Jeremy.


"Hem."


Dayana berlari kecil mendekati sebuah truk berwarna putih yang tampak terawat. Sebuah truk terparkir di dekat dermaga dengan sebuah kunci yang disembunyikan di balik velg roda depan. King D tersenyum. Baginya, tiga gadis cantik itu cukup cerdik.



BROOM!!


"Yeah, mesinnya masih bagus. Para Black Armys yang ditugaskan untuk merawat kendaraan ini melakukan tugasnya dengan baik. Sayang, mereka tewas karena kekejaman Gusti," ucap Dayana dari bangku sopir terlihat sedih dan marah.


"Welok! Kamu bisa nyupirin truk, Dek pacar? Kok keren," kagum Obama melenyapkan kesedihan di hati Dayana. Gadis itu mengangguk dengan senyuman.


"Sungguh, aku tak sanggup melihat pemandangan ini. Setelah ini, tinggalkan saja aku di Filipina. Aku tak perlu ikut berpetualang lagi membantu kalian," ujar Arjuna yang masih tak rela jika Dayana akan menikah dengan Obama nantinya. Orang-orang terkekeh. "Aku serius," sambungnya tegas.

__ADS_1


"Aku akan menemanimu, Sayang," sahut Naomi, dan Arjuna tersenyum lebar seraya mengecup kening istrinya.


"Oke. Naikkan semua. Kita harus segera ke markas. Aku yakin jika masih ada banyak monster yang berkeliaran di sekitar. Namun, kami akan melindungi dari atas," ujar King D mantap yang terbang melayang menggunakan drone.


"Usulan bagus, D. Cara berpikirmu mulai berubah," ujar Javier yang membuat King D mengangguk sebagai ucapan terima kasih.


"Dayana kau akan mengemudikan truk ini bersama Paman Souta yang akan menjagamu. Hugo akan duduk di bak belakang bersama tabung-tabung. Truk akan dilindungi oleh Obama, Melody, dan Eva," ucap King D memberikan komando.


"Oke!" jawab orang-orang itu serempak.


"Lalu, truk yang dikemudikan baba dan Junior akan dilindungi olehku, Irina, dan Mimi."


"Hem!" jawab Javier dengan anggukan mantap.


"Lalu truk terakhir akan dikemudikan oleh Bibi Naomi dan Romeo. Kalian akan dilindungi oleh Bibi Zurna, Tuan William, dan Paman Arjuna."


"Kami mengerti," ucap Naomi mantap, begitupula mafia lainnya dengan anggukan siap.


Tabung-tabung itu bergerak dengan sendirinya ke atas bak dengan sarung tangan magnet yang dikenakan oleh para mafia. Dayana dan lainnya yang ditugaskan, tak terkena semburan racun pelindung tabung karena tak dianggap ancaman. King D dan lainnya terbang di sekitar truk saat prosesi pemindahan untuk memastikan orang-orang itu aman.


"Bagus. Kita siap berangkat," ucap King D dengan sorot mata tajam saat semua tabung sudah naik ke atas bak truk.


Dayana memimpin di depan yang kemudian diikuti dua truk lainnya. Konvoi tersebut ternyata menarik perhatian sekitar yang tak lain adalah para monster.


"Semuanya! Waspada!" seru King D saat melihat lampu warna merah menyala terang ketika truk melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya. "Semuanya, stop!" ucapnya mantap di mana mereka telah terhubung dengan earphone berfrekuensi khusus.


Truk-truk yang sedang melaju itu berhenti di jalan raya sesuai perintah King D. Benar saja, "Harrghh!" raung para monster manusia yang muncul dari balik bangunan-bangunan ketika mereka melintasi kota.


"Tembak!" seru King D bertitah.


DODODODOOR!! BLUARR!!!


King D, Eva, dan Arjuna sengaja tak ikut dalam aksi serangan jarak jauh karena mereka bertugas untuk menyerang dari jarak dekat menggunakan pedang laser. Mereka bertiga terbang tepat di atas truk sebagai pelindung. Sedang sisanya, berada di sisi kiri dan kanan truk seraya menembaki para monster. Meskipun King D sudah tak memiliki kekuatan uniknya, tapi ia fokus dengan kondisi di sekitar.


"Mimi, awas!" teriak King D saat melihat seorang monster berhasil lolos dari bidikan peluru ledak dan mengincar Lysa yang sedang melesatkan anak panah peledaknya ke seorang monster di dekat Javier.


"Hargghh!"


"Lysa!" teriak Javier dari bangku kemudi saat melihat dari balik jendela truk ketika seorang monster melompat dan berhasil menangkap drone-nya.


"Argh!" erang Lysa karena ia hampir jatuh akibat sisi kiri drone miring. "Argh! Lepaskan!" teriaknya panik karena kaki kirinya berhasil ditangkap dan membuat wanita itu kesulitan menjaga keseimbangan.


KRASS!!

__ADS_1


"Oh!" kejut Javier saat putranya tiba-tiba muncul dan menebas tubuh bagian bawah monster dari samping drone Lysa.


Tangan monster itu masih menggenggam kaki Lysa meski bagian perut ke bawah sudah jatuh di atas aspal dengan darah merah kehitaman menodai.


"Agh, D!" pekik Lysa yang merasa risih dengan tangan monster di kakinya.


King dengan sigap menjambak rambut monster itu dan menariknya kuat hingga cengkeramannya terlepas. Jasad monster itu jatuh ke aspal. Mata dan mulut pria tersebut terbuka lebar seperti terkejut akan kematian yang tak diduga.


"Kau tak apa?" tanya King D karena melihat ibunya sampai berjongkok di atas drone seperti ketakutan. "Sebaiknya, kau naik truk saja. Biar Paman Souta menggantikanmu," saran King D.


"Ya, Nyonya Lysa. Anda butuh istirahat," ujar Souta yang dengan sigap berdiri di samping truk menunggu Lysa menurunkan drone-nya.


"Oke," jawabnya gugup.


Putri Vesper tersebut tampak lelah karena wajahnya pucat. Javier dan King D cemas, tapi wanita itu mengatakan jika ia baik-baik saja. Dirinya hanya letih karena hampir tak bisa beristirahat dengan tenang semenjak dibangunkan.


"Oke, aku siap!" ujar Souta yang kini terbang menggunakan drone milik Lysa.


Satu drone sengaja disimpan sebagai cadangan di dalam truk yang dijaga oleh Hugo. King D melihat jika para mafia berhasil membunuh para monster dengan cepat tak seperti kejadian yang pernah ia alami sebelum-sebelumnya. Ia berpikir jika hal ini terasa mudah karena dibantu oleh orang-orang yang berpengalaman. King D merasa, jika ia harus lebih giat berlatih untuk melindungi orang-orang itu dikemudian hari. Pria itu terbang mendekati jasad para monster yang tewas dengan tubuh tercerai berai di sekitar kawasan hunian tersebut.


"Kita harus bereskan ini sebelum menuju ke laboratorium," tegasnya.


"Oke!" jawab semua orang menurut.


Drum-drum penggiling dan penyedot darah monster yang masih kosong diturunkan oleh Zurna si wanita perkasa dari atas truk. Souta dibantu oleh Javier dan Zurna menggunakan sarung tangan khusus untuk mengambil bangkai-bangkai itu yang selanjutnya dimasukkan ke penutup penggiling drum. Terdapat selang panjang hingga 5 meter pada bagian atas untuk menyedot darah monster di permukaan meskipun tak membersihkan seluruhnya.


"Bagaimana dengan bekas darah yang menempel di jalanan, dinding, dan lainnya?" tanya William penasaran.


"Hasil keputusan dengan pihak pemerintah kala itu menjelaskan, jika akan ada tim khusus dari mereka yang akan bertugas untuk melakukan pembersihan. Oleh karenanya, begitu semua monster musnah, tim penetral wabah akan dibangunkan lebih dahulu untuk melakukan pembersihan di seluruh dunia sebelum para manusia terpilih menghuni Bumi lagi," jawab Dayana menjelaskan dari bangku sopir.


"Sepertinya akan memakan waktu lama," ujar Hugo.


"Ya, begitulah. Ibuku mengatakan membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk bersih sepenuhnya," jawab Dayana yang membuat para mafia mengembuskan napas panjang.


"Ya wes, nikmati aja. Otong pasrah, selama Dek Pacar selalu disisi," ucapnya seraya menaik turunkan alis.


Dayana mengangguk dengan senyum terkembang. Lagi, para mafia dibuat miris dengan pemandangan merusak suasana di depan mata.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


jangan lupa like, komen, rate bintang 5, vote vocer, poin dan koin ya gaes. kwkwkw nglunjak pokokmen😆 kira2 hari ini bisa up berapa eps ya??


__ADS_2