
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Oh! Oh! Sungguh itu kau, Sig?" tanya Maksim sampai hampir tersandung saat turun dari kapal dan berjalan mendekati putera dari Jordan-Naomi.
"Ya, begitulah, Paman," jawabnya santai.
"Kenapa kau jadi ... entahlah. Atau hanya perasaanku saja? Kau seperti masih sangat muda," tanya Maksim bingung saat ia sudah berdiri di depannya.
Sig tersenyum. "Akan kuceritakan. Mm, kalau boleh tahu, apa Paman memiliki makanan? Aku lapar," keluhnya.
"Ya, tentu saja! Souta menangkap banyak ikan selama kami berlayar. Ayo, ayo!" ajak Maksim kembali ke kapal.
Sig terlihat senang dan hal itu membuat pemuda tersebut bersemangat untuk mengikutinya. Saat Souta berjalan di belakang Sig, tiba-tiba saja ia memekik.
"Waaa!" teriaknya seraya menunjuk dengan mata melotot.
Praktis, Sig dan Maksim menoleh. Keduanya menghentikan langkah karena Souta tampak tertegun akan sesuatu.
"Apa?" tanya Maksim bingung seraya mengikuti arah telunjuk Souta yang mengarah ke tubuh Sig. Namun, hal sama juga terjadi. "Waaa! I-itu?" ucap Maksim sampai tergagap dan berjalan mundur menjauh.
Sig tampaknya sadar dengan ekspresi dua pria dewasa itu. Ia tersenyum.
"Ya begitulah. Dia muncul saat aku merasa terancam, atau bisa dibilang menunjukkan sebuah gejala antisipasi layaknya alarm akan hal buruk di sekitarku. Seharusnya dia akan menyusut ketika hatiku sudah kembali tenang. Mungkin karena aku lapar jadi dia masih muncul. Tak usah takut, dia tak berbahaya. Jadi ... mana makananku?" tanya Sig dengan senyuman.
Namun, wajah Souta dan Maksim masih terlihat tegang. Maksim berjalan di depan mempersilakan putera dari keturunan Boleslav untuk memasuki kapal. Souta yang merasa aneh dengan bentuk tak lazim dari Sig hanya bisa menerima meski baginya tak masuk akal.
"Woah! Ikan panggang? Ini enak sekali!" seru Sig makan dengan cepat dan terlihat begitu lincah ketika menyisihkan duri-duri dari tubuh ikan air laut itu.
Maksim dan Souta saling berpandangan dengan kening berkerut.
"Sig. Kaubilang tubuh tambahanmu itu keluar saat merasa terancam. Apakah ... kau menganggap kami ancaman?" tanya Souta memberanikan diri bertanya.
"Tentu saja tidak. Tadi sebelum tiba di sini, aku bertemu para monster. Tampaknya mereka melihat kapal kalian saat menyusuri tepian pulau. Mereka mengejar dan aku berpikir untuk menghabisi orang-orang sakit itu sebelum kalian diserang," jawabnya santai seraya menyisihkan duri ikan ke piring kosong.
__ADS_1
"Ka-kau mengalahkan monster? Sendirian?" tanya Maksim melotot. Sig mengangguk dengan wajah lugu. Dua orang dewasa itu kembali dibuat tegang.
"Bagaimana caranya? Apa ... kau memiliki kemampuan?" tanya Souta penuh selidik.
"Ya," jawabnya seraya mengunyah. "Aku bisa menyemburkan bisa racun dari mulut layaknya ular. Korban yang terkena bisaku akan membuat kulitnya melepuh dan berujung kematian," jawabnya santai, tapi membuat dua pria dewasa di depannya melongo. "Oh, lalu ... aku bisa mendengar hingga radius sekitar 1 kilometer. Ya begitulah kata Ayah," imbuhnya.
"Wait, wait. Maksudmu ... Jordan memberi tahu jika kau memiliki kemampuan lebih sebagai seorang manusia?" tanya Souta menebak. Sig mengangguk seraya mengambil ikan kedua ke piringnya. Souta dan Maksim kembali berwajah tegang.
"Lalu ... apa lagi?" tanya Maksim mulai tertarik.
"Aku ... awet muda, tapi tidak dengan cara berpikirku. Dan tubuhku anti air seperti memiliki kandungan minyak, jadi ... selalu bersih. Hehe," jawabnya santai, tapi membuat dua pria di depannya mengedipkan mata.
"Ya, kau terlihat ... awet muda, malah seperti masih remaja. Kukira itu dampak dari tabung karena kau lama ditidurkan," ucap Maksim, tapi Sig hanya tersenyum sebagai jawaban.
"Jadi ... sudah berapa lama kau terbangun?" tanya Souta penasaran.
"Lima tahun."
"Ha? Dan selama ini ... apa yang kaulakukan? Apakah kautahu jika banyak diantara kita yang ikut terbangun tak sesuai jadwal, bahkan ada musuh baru yang berkeliaran?" tanya Maksim heran.
"Apa maksudmu?" tanya Souta bingung.
Sig yang tampak sudah puas dan kenyang usai menyantap dua ikan berukuran sedang pamit untuk membersihkan tangan. Ia juga mencuci peralatan makan yang tadi digunakan lalu kembali berkumpul seraya membawa gelas berisi air minum. Maksim dan Souta dibuat terheran-heran dengan sosok Sig yang baru.
"Ada sekelompok pria bertopeng. Mereka mengaku sebagai penyelamat, tapi kenyataannya tidak. Pemimpin mereka dikenal bernama Hope, sama seperti tato yang ada di jarinya," jawabnya tenang.
"Kau tahu hal itu?" tanya Maksim sampai melotot, dan Sig mengangguk.
"Lalu ... dia menjadikan orang-orang yang berhasil dibohonginya sebagai pasukan monster. Dia memiliki dendam khusus kepada 13 Demon Heads. Sayangnya, apa alasan Hope membenci kita, aku juga belum tahu. Penyelidikanku terhenti di Meksiko saat bertemu dengan Carloz yang ternyata saat bangun mengalami cacat organ dan membuatnya bisu. Sayang, Carloz tewas usai menyelamatkan orang-orang sampai ke Colombia. Namun, jangan cemas. Aku meminta orang-orang itu untuk tetap bertahan di Blue Mansion sampai kukembali. Aku sudah mengamankan tempat itu dan seharusnya ... hari ini aku ke sana," jawab Sig tenang, tapi membuat mata Maksim dan Souta melebar.
"Oh, jangan-jangan informasi yang diberikan pada kita tentang lelaki yang menolong saat itu adalah Carloz," ucap Souta berpendapat. Maksim mengangguk setuju.
"Kami akan mengantarkanmu ke Colombia," sahut Maksim cepat, dan Sig mengangguk pelan.
"Aku juga mendengar yang kalian bicarakan saat kapal akan merapat. Jadi ... banyak mafia dalam jajaran yang telah tewas ya? Tampaknya, aku meremehkan Hope," ucap Sig serius.
__ADS_1
"Kita harus menangkapnya, Sig. Dia berbahaya!" tegas Maksim. Sig mengangguk paham.
"Apa kau juga tahu jika banyak diantara kita yang memiliki kemampuan aneh? Sepertimu, tapi tak sepertimu. Aduh bagaimana menjelaskannya ya?" tanya Maksim bingung sampai menggaruk kepala.
"Aku mengerti yang kau maksud, Paman. Ya, aku tahu. Sebelum ditidurkan, Ayah menginformasikan padaku," jawabnya santai, tapi membuat Souta dan Maksim melongo.
"Sebutkan!" pinta Souta memaksa.
Sig diam sejenak seperti berpikir. "Aku, Fara, Reina, Junior, Marco, Polo, Nero, Irina, King D, dan ... kenapa aku lupa sisanya? Intinya ada 13 orang terpilih. Sisanya tergantung takdir dan cocok tidaknya serum tambahan buatan Mommy Dara," jawabnya.
"Apa maksudmu serum tambahan? Apakah ... itu serum seperti yang disuntikkan pada Hugo, Jason dan Otong?" tanya Souta menebak.
Kening Sig berkerut. "Apakah ... mereka bertiga berubah menjadi sesuatu?"
"Ya! Jason seperti manusia ikan. Lalu Hugo memiliki tubuh seperti perisai anti peluru. Selain itu, tubuhnya menjadi besar. Yang terakhir Obama Otong. Dia yang paling unik. Sulit untuk dijelaskan karena dia sendiri bingung dengan kemampuannya, tapi seperti tak terlihat oleh orang-orang yang memiliki kekuatan sepertimu," jawab Maksim semangat.
Sig diam terlihat serius seperti memikirkan hal tersebut. "Meksiko sudah tak bisa diselamatkan. Tak ada manusia selamat yang tersisa. Namun, para monster juga telah habis. Hanya saja, sebaiknya kita bakar mayat mereka agar darah orang-orang sakit itu tak menjadi racun di sekitar," ucapnya tiba-tiba.
Maksim dan Souta mengangguk setuju. Tiga lelaki itu turun dari kapal untuk melakukan pembersihan. Maksim dan Souta tak menyangka jika monster-monster yang dibunuh oleh Sig sangat banyak. Mayat-mayat mereka bergelimpangan di beberapa ruas jalan dengan luka di beberapa bagian tubuh.
"Hei, lihat!" seru Souta menunjuk tubuh bagian belakang Sig.
Pemuda itu mendengarnya dan menoleh ke tubuh bagian bawah. Sig hanya tersenyum dan terus berjalan untuk mengumpulkan mayat-mayat.
"Seperti kataku. Ia akan menyusut dengan sendirinya ketika aku merasa tenang," jawabnya santai. Maksim dan Souta mengangguk paham.
"Namun, bagiku tetap saja seram. Kaulihat ekornya tadi? Itu adalah ekor jenis ular derik. Dia akan berbunyi dan bergetar saat ada musuh di sekitar," ucap Souta masih memandangi pantat Sig saat pemuda itu menarik seorang mayat untuk ditumpuk.
"Ya Tuhan. Kenapa semakin banyak manusia aneh bermunculan?" ucap Maksim memijat dahinya terlihat pusing, tapi Sig seperti mendengarnya. Ia hanya tersenyum dan terus bekerja tanpa banyak bicara.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Sayang sekali gak ada ss koin. Gak ada yg sedekah kah? kwkw ngarep mode onπ