
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Obama, Marco dan Polo dengan sigap kembali ke helikopter untuk menjemput King D. Sisanya, sepakat untuk menguburkan Bojan di wilayah bandara tersebut.
Para monster yang linglung masih ditodongkan senapan berisi peluru tajam, siap melubangi kepala mereka jika kembali liar.
Irina memberanikan diri mendekati mereka meski beberapa orang tampak waspada jika Irina diserang.
Wanita cantik itu memejamkan mata di depan kerumunan para monster yang kehilangan keagresifan karena terkena dampak dari gas halusinasi.
"Aku bisa merasakannya. Mereka bingung. Sepertinya ... mereka baru saja terjangkit, tapi kita harus membuktikannya," ucap Irina saat membuka matanya kembali dengan cahaya hijau terang menyala.
Fara dengan sigap mendekati salah satu monster berjenis kelamiin laki-laki seperti seorang remaja yang hampir seumuran dengannya.
SRETT!!
"Hargh!" erang monster itu langsung menoleh ke arah Fara, tapi Irina dengan sigap berdiri di hadapan Fara layaknya tameng untuk mengendalikan monster tersebut.
Fara segera melangkah mundur dan melihat darah pada belatinya.
"Kau benar, Kak Irina! Darahnya masih merah! Kita bisa menolong mereka!" seru Fara dengan senyum terkembang.
Orang-orang yang mendengar terkejut. Irina mengangguk meski matanya kini saling beradu dengan monster tersebut.
"Kita ikat orang-orang ini sebelum dampak gas halusinasi reda. Ayo!" ajak Sakura, dan semua orang mengangguk setuju.
Nero tetap berada di samping jasad Bojan di mana Daniel dan Arthur akan membantu menggali kubur untuk memakamkan mantan anggota dewan tersebut.
Irina tetap berdiri menahan para monster agar tak kembali buas. Fara dan Maksim ikut membantu Sakura mencari tali untuk mengikat para monster tersebut.
Souta mengarahkan senapan laras panjangnya sebagai bentuk antisipasi. Nero melihat Irina untuk pertama kalinya di mana ia baru sadar jika kekasih King D memiliki kemampuan untuk mengendalikan para monster.
"Mereka orang-orang yang luar biasa," guman Nero, tapi kekagumannya didengar oleh Daniel dan Arthur.
Tak lama, Sakura dan lainnya kembali. Mereka dengan sigap memakaikan jaket pelampung yang ditemukan dalam gudang lalu mengikat tangan para monster.
Para monster yang menjadi linglung itu berdiri dalam satu barisan. Irina menggiring mereka ke pantai karena tubuh orang-orang itu akan berubah panas ketika serum monster kembali menguasai.
Sakura dan lainnya segera memberikan serum penawar monster dan juga penawar gas halusinasi dari stok di pakaian tempur mereka.
Beruntung, jumlah serum penawar yang diberikan cukup meski harus mengumpulkan dari seluruh orang yang bertugas di lapangan.
__ADS_1
Hanya saja, mereka tak memiliki stok lagi dan harus diisi ulang. Persediaan serum penawar berada di helikopter, dan mereka baru mendapatkannya saat helikopter yang dikemudikan Obama kembali dari misi menyelamatkan King D.
Maksim dan Souta dengan sigap mengikat kaki orang-orang itu lalu menceburkan mereka ke dalam air laut. Para manusia sakit itu meraung-raung, tapi dua lelaki itu tak peduli.
Beruntung, pelampung yang dipakaikan tak membuat para manusia sakit itu tenggelam. Maksim malah terlihat senang karena penyiksaan ringan yang ia berikan.
"Perjalanan kita sepertinya kembali tertunda. Kita menemukan orang-orang yang selamat lagi. Bagaimana kita mengungsikan mereka? Selain itu, mereka juga harus tetap mendapatkan perawatan. Jarak ke markas mana pun masih jauh dan helikopter tak bisa menampung orang-orang ini," tanya Souta terlihat bingung seraya memandangi para manusia yang sedang ketakutan karena diceburkan ke laut dalam kondisi terikat.
Semua orang terlihat serius berpikir.
"Kita hubungi Krasnoyarsk. Helikopter militer yang ditinggalkan bisa mengangkut orang-orang ini. Bukankah ... anggota tim Marco-Polo sudah dibekali ilmu untuk mengobati orang-orang yang terkena dampak serum monster?" tanya Sakura mengusulkan.
"Aku rasa itu ide bagus. Namun, menunggu mereka sampai ke sini, itu akan memakan waktu yang lama. Hem, bagaimana jika ... dua orang dari kita membawa orang-orang itu sampai ke titik penjemputan terdekat. Bukankah ... ada dermaga dekat sini? Kita bisa mengangkut mereka menggunakan kapal. Selain itu, tubuh orang-orang ini tetap harus didinginkan. Stok es dalam peti tak cukup untuk semua orang-orang sakit ini. Dengan tetap berlayar, kita bisa mendinginkan mereka menggunakan air laut," tegas Souta.
"Aku setuju. Kalau begitu, biar aku dan Souta saja yang pergi. Bagaimana? Aku tahu lokasi terakhir hotel yang pernah kugunakan sebelumnya. Banyak kapal di sana," sahut Maksim.
Sakura, Irina dan Fara saling memandang.
"Akan kita bicarakan hal ini saat King D dan lainnya kembali untuk keputusan final," ucap Irina. Souta dan Maksim mengangguk.
Fara melihat di kejauhan saat Daniel, Arthur dan Nero masih sibuk menggali tanah untuk menguburkan jasad Bojan.
Matanya lalu beralih ke lautan di mana sosok King D, Jason, dan helikopter penjemput tak terlihat.
Mereka khawatir jika Jason terluka mengingat pria itu berhadapan langsung dengan anak buah Hope.
Hingga tiba-tiba, "Oh! Apa itu?!" pekik Fara menunjuk saat terlihat helikopter milik sang kakak seperti mengangkut beberapa orang, tapi sengaja digantung dengan tali pada bagian bawah.
Orang-orang itu diikat pada kedua kakinya dalam posisi terbalik. Lima orang itu meraung-raung saat kepala mereka berada di bawah dengan mulut disumpal kain dan pergelangan tangan diikat.
Tak lama, kapal yang digunakan oleh orang-orang itu untuk kabur terlihat. Ternyata, kendaraan mengapung tersebut dikemudikan oleh Jason dengan King D di sampingnya.
"Hahahaha! Mereka berhasil menangkap anak buah Hope! Ini hebat!" seru Maksim senang saat melihat anak buah Hope sengaja digantung dalam keadaan terbalik.
Obama juga seperti sengaja mencelupkan orang-orang itu ke dalam air laut karena helikopter tersebut terbang naik turun.
Marco dan Polo yang duduk di pintu samping helikopter yang terbuka tersenyum lebar saat mereka berhasil menangkap buruan.
Irina dan lainnya menyingkir saat helikopter yang dikemudikan Obama melayang di atas landasan aspal. Marco dan Polo bergegas turun menggunakan tangga tali.
Orang-orang yang tergantung itu basah kuyup dengan posisi masih terbalik, dan kepala hampir menyentuh aspal landasan.
Fara mendekati lima lelaki itu lalu meringis menunjukkan taringnya. Praktis, mata para lelaki itu melebar seketika karena kaget.
__ADS_1
"Ini karena ulah kalian aku memiliki taring," ucap Fara mengancam seraya mengelus dua taring tajamnya. Para lelaki itu menelan ludah. "Jangan macam-macam atau kuhisap darah kalian sampai kering. Grrr," erangnya menunjukkan wajah bengis.
Marco terkekeh karena tak menyangka jika Fara sudah tak mempermasalahkan penampilannya yang seperti vampir itu. Gadis itu malah bangga dengan taring yang mencuat keluar dari bibirnya.
"Tolong geser sedikit, Fara. Kami harus mengamankan mereka untuk diinterogasi," pinta Polo, dan Fara melangkah menjauh dengan riang.
Marco dan Polo dengan sigap memotong tali-tali itu hingga kelima lelaki itu jatuh dengan keras di atas aspal.
Irina dan Sakura merapatkan mulut dengan kening berkerut seperti bisa merasakan sakit akibat benturan keras itu.
Namun, mengingat orang-orang itu sudah berbuat jahat, mereka mencoba untuk tak peduli dan memilih untuk menyingkir.
"Amankan mereka!" seru King D yang berjalan bersama Jason usai merapatkan kapal hasil rampasan mereka.
"Oke!" jawab Marco mantap yang ikut mengancam dengan mata merah menyalanya.
Para lelaki itu kaget dan pasrah saat mereka dinaikkan ke forklift dan dibawa ke sebuah tempat.
Ternyata, Marco dan Polo memasukkan orang-orang itu ke dalam helikopter terbengkalai dekat padang rumput tempat jasad Bojan dikuburkan.
Para lelaki itu panik saat Marco melemparkan gas halusinasi hingga mereka terpaksa menghirup asap tersebut ketika pintu helikopter ditutup rapat dari luar.
Marco dan Polo terkekeh bersama saat orang-orang itu meraung mencoba mendobrak pintu, tapi sia-sia karena ditahan oleh saudara kembar tersebut.
"Saatnya mencari tahu kebenaran dari aksi Hope," ucap King D serius.
Marco dan Polo mengangguk setuju. Jason dan Obama telah siap melakukan perekaman serta menjadi saksi untuk sesi interogasi yang akan dilakukan oleh King D.
Saat lelaki dengan dua manik mata berbeda itu membuka pintu helikopter, tiba-tiba ....
BLUARRR!!!
"King D!" teriak Irina langsung berlari kencang mendatangi helikopter yang tiba-tiba saja meledak dengan lima orang sandera di dalamnya sudah tercerai-berai menjadi serpihan daging segar.
Praktis, mata semua orang melebar karena tak menyangka dengan hal tersebut. King D, Obama, Jason, Polo dan Marco terkena dampak ledakan hingga mereka terpental jauh dengan tubuh penuh luka.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
uhuy makasih tipsnya😍 lele padamu💋 yang lainnya ditunggu ya sedekahnya❤️