
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Amanda yang menyadari jika umurnya tak lama lagi, segera bergegas untuk menyelesaikan konflik. Ia mendengarkan dengan saksama tiap informasi yang diberikan oleh tim King D. Terlihat, Ibu dari tiga anak itu serius menyimak. Bahkan, ia tetap tenang saat mengelus kepala Junior yang tidur di pahanya begitu nyaman.
Hanya saja, ada yang menarik dari raut wajah Jonathan saat melihat kawan karib mendiang ibunya dulu. Amanda tampak bahagia dengan kehadiran sang cucu yang dianggap aneh olehnya. Mata Jonathan terkunci pada cara Amanda memperlakukan Junior seolah anak itu seperti bocah lelaki normal kebanyakan. Sedang Jonathan sendiri, tak sadar jika diamati.
"Ada apa, Jonathan?" tanya Amanda tiba-tiba yang ternyata menyadari sorot mata dari anak ketiga Vesper saat King mengemukakan pendapatnya dalam mengatasi Hope.
Praktis, kepala semua orang langsung menoleh ke arah pria Inggris itu. Jonathan tampak gugup dan langsung tertunduk.
"Apa yang kaupikirkan? Aku tak bisa menebak seperti ibumu atau Sandara Liu di mana kita semua tahu jika insting dua orang itu sangat kuat, termasuk Jordan anakku," tanya Amanda membidik Jonathan.
"Entahlah, Nyonya. Aku juga bingung bagaimana mengatakan ini, dan maaf jika menyinggung. Hanya saja ... Junior ... secara penampilan sedikit tak lazim untukku, tapi kau seolah menganggapnya sama dengan anak-anak normal. Selain itu ... Junior juga terlihat begitu nyaman denganmu seperti saat bersama Irina. Apakah ... para wanita memiliki teknik khusus sehingga kalian tak merasa risih dengan hal aneh itu?" tanya Jonathan yang malah membuat Irina dan Amanda spontan terkekeh.
"Hem," jawab Amanda dengan dagu terangkat seraya melihat langit-langit ruangan. Gerak-geriknya membuat semua orang kini terfokus padanya. "Aku tak tahu jika Junior akan berwujud ini sebelumnya. Aku hanya tahu jika Sandara hamil anak dari Jordan dan akan melahirkan. Jujur, saat mereka mengatakan hal itu bahkan tepat sehari sebelum aku akan ditidurkan, aku sangat khawatir dan takut. Aku tak bisa membayangkan seperti apa cucuku ketika lahir nanti. Aku tak bisa tidur malam itu karena memikirkannya. Namun, saat kulihat keduanya begitu menyayangi Junior padahal masih dalam kandungan, di sana aku menyadari, jika Sandara dan Jordan siap menerima konsekuensi dari anak mereka nantinya. Mereka tahu akibat dari hubungan saudara sepersusuan. Setelah aku bisa merelakan hal itu, akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak dan berharap, saat kubangun nanti, aku bisa bertemu dengan cucuku. Siapa sangka, Junior sudah menungguku. Aku kaget, tapi juga bahagia. Bagiku ... dia sama saja. Seorang anak kecil yang harus kulindungi karena bagaimanapun, dia keturunan Boleslav," ucap Amanda seraya menatap Junior yang tertidur lelap dan memeluk tas kura-kuranya.
Jonathan terdiam begitupula yang lain saat mendengar penuturan Amanda. Obama Otong yang awalnya juga takut dengan sosok Junior, sepertinya mulai bisa menerima wujudnya yang aneh karena berkulit pucat layaknya orang albino, memiliki postur tubuh yang bongkok karena tulang belakang tak lurus, gigi tajam seperti gergaji, dan gundul sepertinya.
"Jadi ... Hope ya?" ucap Amanda membuyarkan lamunan orang-orang yang duduk di hadapannya karena wanita tua itu duduk di tepi ranjang.
"Bagaimana menurut Anda, Nyonya?" tanya King D pelan takut membangunkan Junior.
"Aku setuju dengan saran Q. Biarkan aku, dia dan sisa orang yang masih tidur dalam tabung di markas ini dibangunkan. Aku akan mengoperasikan GIGA SIA dari sini. Namun, aku ingin ada orang yang pergi ke Apartemen Theresia di mana GIGA berpusat. Seharusnya, Mix and Match ada di sana. Jika Hope mendapatkan mereka, ini akan sangat berbahaya," tegas Amanda.
"Maaf, Nyonya. Namun, saya sudah pernah mendengar kabar dari Tim Marco-Polo, anak dari Brian dan Lopez jika New York sudah jatuh. Awalnya, mereka memang berencana untuk mendatangi Apartemen Theresia seperti informasi yang disampaikan oleh orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads saat berhasil ditemui meski beberapa dari mereka berakhir tewas. Marco dan Polo mengatakan jika tak ada kehidupan di sana atau manusia yang selamat. Apakah ... Anda yakin jika dua algojo itu masih hidup?" tanya King D penasaran.
Amanda tersenyum tipis, begitupula Q.
"Kau belum pernah melihat sepak terjang mereka secara langsung, King D. Saat pertempuran terakhir, mereka bahkan melawan para monster dengan tangan kosong. Mereka berdua benar-benar melampiaskan kebrutalan dan kekejaman saat mematahkan leher orang-orang sakit itu. Padahal, Arjuna dan orang-orang Vesper yang saat itu ikut membantu termasuk Eko, sampai harus menggunakan laser Silent Blue dan Gold untuk melumpuhkan mereka. Mix and Match, lebih mengerikan ketimbang para monster itu," sahut Q terkekeh lalu meneguk air mineral dari sebuah gelas bening.
"Ho-oh. Setau Otong juga gitu. Mereka itu sangar bin garang. Sebelum wabah monster ada, mereka itu udah wujud dari monster sesungguhnya, kaya si Oma Vesper kalo lagi kumat. Otong aja pernah pengen berguru sama mereka, tapi ya gitu. Otong cuma dilirik doang terus ditinggal minggat. Asem memang. Kata Bapak, kita beda level. Diskriminasi," keluh Obama dengan wajah masam, tapi membuat orang-orang yang paham ucapannya terkekeh.
Saat orang-orang itu menikmati sajian yang dihidangkan Irina di kamar Junior, tiba-tiba saja ....
"Hoh! Hoh!"
"Buset! Bikin kaget aja ni bocah tau-tau bangun!" pekik Obama sampai mengangkat kedua kakinya karena Junior langsung duduk dan bersuara dengan mata melebar.
"Ada apa, Junior?" tanya Amanda menatap cucunya lekat.
King D mengikuti arah kepala Junior lalu memejamkan mata. Semua orang kini menatap keduanya saksama seperti penasaran dengan apa yang terjadi.
"Woah! Matanya! Matanya menjadi perak!" pekik Q histeris, tapi langsung dibungkam oleh Obama.
Q dan Amanda yang baru melihat perubahan itu menyipitkan mata saat King D berdiri di depan pintu yang terbuka seperti menyadari sesuatu.
Benar saja, TET! TET! TET!
"Monster!" teriak King D yang membuat semua orang melebarkan mata. "Nyonya Manda, Q! Segera masuk dalam tabung! Kalian akan aman sampai kami selesai menuntaskan hal ini!" pinta King D. Amanda dan Q mengangguk setuju.
Irina dengan sigap membawa mereka berdua ke ruang tempat tabung berada. Amanda kembali masuk, tapi tidak dalam kondisi ditidurkan. Q masuk ke tabung milik Pion Diego. Jonathan bergegas ke ruang pusat kendali dan menutupnya rapat bersama yang lain.
"Kenapa aku harus ditinggal bersamanya?" tanya Jonathan masih terlihat ngeri dengan sosok Junior.
__ADS_1
"Kau akan lebih aman jika bersama Junior, Paman. Kau tahu kemampuannya. Ia malah bisa melindungimu, bukan sebaliknya," tegas King D saat ia bersama Obama dan Irina bersiap untuk menghadapi para monster yang tiba-tiba saja datang ke markas Greenland.
Jonathan melirik Junior yang terlihat waspada karena matanya selalu tertuju pada pintu yang tertutup.
"Ah, baiklah! Cepat selesaikan! Aku yakin, jika Hope tahu kita berada di sini. Oh, apa jangan-jangan ... Q diikuti sehingga mereka tahu keberadaan kita? Jika benar, kita sangat sial!" pekik Jonathan yang membuat King D mengerutkan kening karena baru menyadari hal tersebut.
"Kita pikirkan nanti. Jaga diri kalian," ucap King D lalu pergi bersama Irina dan Obama keluar dari pusat kendali.
Jonathan mencoba untuk mengabaikan keberadaan Junior. Ia teringat akan ucapan Amanda yang membuatnya merindukan sosok sang Ibu Vesper yang menerima segala hal dengan lapang bahkan memaafkan saat berniat membunuhnya dulu.
"Oke, Junior. Mari lihat, apakah kita bisa melakukan sesuatu dari sini?" ucap Jonathan yang membuat Junior dengan sigap melompat ke kursi dan kini berjongkok di sebelah Jonathan yang berdiri. "Kau boleh di sampingku, tapi jangan menyentuhku. Kau paham?" tegas Jonathan menunjuk.
"Hoh! Hoh!" jawab Junior dengan anggukan kepala.
"Aku akan membuatkan topeng keren untukmu sehingga tak perlu melihat wajahmu yang lebih seram ketimbang kelinci dengan dua gigi besarnya," ucap Jonathan yang dengan cekatan mengaktifkan seluruh persenjataan termasuk di helikopter ciptaannya.
"Hoh! Hoh!" ucap Junior saat ia menunjuk sebuah layar di mana para monster memasuki halaman belakang tempat Pion Diego dimakamkan.
Mata Jonathan dengan cepat melihat seluruh layar. King D sudah bersiap di sisi Utara markas, Irina di sisi Timur, dan Obama di sisi Barat. Sisi Selatan tak ada yang menjaga karena mereka tahu jika tempat itu bisa dilindungi oleh persenjataan dari helikopter.
"HARGHHH!"
DODODODOOR!!
CamGun dengan sigap menembaki orang-orang sakit itu yang mencoba menerobos pertahanan dinding terluar. Mata Jonathan menyipit saat melihat para monster berusaha memanjat pagar di mana sebagian dari mereka berhasil lolos dari bidikan senjata otomatis dengan kamera terpasang. Saat mata Jonathan fokus pada pergerakan di sisi itu, lagi-lagi, Junior menunjuk yang membuat Jonathan langsung mengalihkan pandangan ke helikopter.
"Oh, topeng itu?" ucapnya terkejut saat melihat beberapa orang berlari menuju ke arah helikopter. "Mereka ingin mencuri kendaraanku! Hope sialan!" pekiknya marah dan segera berdiri, tapi Junior memegang tangannya.
Jonathan menoleh ke arah Junior saat anak itu melompat dari kursi dan mengayunkan tangan seperti memintanya untuk ikut. Jonathan melihat jika ada pintu rahasia di balik lemari besi. Junior mengajaknya masuk ke dalam dan menutup pintu. Jonathan menuruni tangga dengan cahaya redup dari lampu tempel pada sisi kanan dan kiri sebagai penerang jalan. Jonathan tak pernah tahu jika terdapat jalan rahasia di markas itu. Mereka menyusuri terowongan hingga mereka tiba di sebuah tempat yang memiliki ventilasi.
"Oh!" pekik Jonathan langsung melotot saat menyadari jika terowongan itu menembus ke sisi terluar dari markas.
Jonathan mengangguk paham, tapi ia baru sadar jika tak membawa senjata untuk menembaki orang-orang Hope yang ternyata memiliki akses karena bisa mendekati helikopternya tanpa membuat sistem persenjataan aktif.
"Tutup telingamu," ucap Junior dengan bahasa isyarat.
Jonathan mengangguk paham, tapi ia kebingungan mencari benda untuk menyumpal telinganya. Junior membuka bingkai dari baling-baling yang tiba-tiba tak bergerak saat ia menariknya seperti pintu. Jonathan terpaksa melepaskan kaos kakinya dan digunakan sebagai sumpalan telinga.
Seketika, "Iiiekkkk!"
"Agh! Shitt! Suaranya masih menembus kaos kakiku!" pekik Jonathan langsung berjongkok saat Junior melompat keluar dan kini menggunakan kemampuan suara jeritannya yang melengking untuk membuat telinga orang-orang Hope kesakitan.
"Harghh! Arghh!" erang orang-orang bertopeng itu yang menggelepar di atas tanah dengan telinga berdarah.
Jonathan berusaha keras menahan suara menyakitkan itu sampai tubuhnya bergetar dan semakin rapat menutup telinganya di mana lengkingan itu masih menembus.
"Iiieekk! Iieekkk!" lengking Junior seraya terus melompat mendekati ke arah helikopter dengan sasaran orang-orang Hope.
"Makhluk itu muncul! Tangkap dia!" titah seseorang yang membuat Jonathan langsung melebarkan mata karena mendengar hal tersebut.
Jonathan berdiri dan melihat ke arah jendela ventilasi.
"Junior!" teriak Jonathan saat melihat kelompok lain dari Hope tampaknya menyadari keberadaan Si Pucat.
__ADS_1
Mereka melemparkan jaring dan kaleng gas berupa asap ke arah putera dari Jordan. Junior ketakutan dan panik saat ia berusaha untuk membebaskan diri dari jaring besi yang memperangkapnya. Entah apa yang terjadi, Junior linglung dan roboh. Ia meringkuk di atas tanah dengan napas tersengal dan perlahan matanya terpejam. Jonathan nekat keluar dan berlari kencang mencoba menyelamatkan bocah lelaki yang ingin menolongnya.
"Kita berhasil membuat mereka keluar dari markas!" ucap seorang pria dengan topeng berwarna putih dan memakai pakaian serba hitam layaknya pemimpin kelompok penyerang.
Jonathan menggunakan jam tangannya untuk mencoba mengarahkan persenjataan helikopter sebagai pelindung. Namun, saat moncong senjata itu siap membidik, tiba-tiba, SHOOT! SHOOT!
"Argh!"
BRUKK!
"Agg ... shitt! Shitt!" pekiknya seraya mencabut dua buah peluru bius yang tepat mengenai wajah dan lehernya. "Hah, Junior, hah ...."
"Bawa mereka berdua! Cepat!" titah pria berpakaian serba hitam itu mengomandoi.
Dengan sigap, orang-orang yang diyakini dari kelompok Hope mengangkut Jonathan dan Junior yang tergeletak tak sadarkan diri ke dalam helikopter milik Jonathan di mana pria bertopeng itu seperti memiliki akses untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. Saat mereka siap untuk lepas landas, tiba-tiba ....
DUK! DUK! DUK! BUZZ!!
"Rainbow gas!" teriak orang-orang dalam helikopter saat tiba-tiba saja tiga buah granat tanpa bom itu menyemburkan gas beracun ke dalam benda terbang tersebut.
Praktis, orang-orang Hope berlari keluar dengan tergesa. Pria bertopeng dengan cekatan menyuntikkan serum penawar di lehernya.
"Q! Lindungi aku!" titah Amanda yang dengan sigap berlari seraya membawa senapan pelontar granat berisi granat mini dalam genggaman.
"Oke! Oke!" jawab Q panik dengan senjata pelontar granat berisi Rainbow Gas yang tadi ia tembakkan.
Q akhirnya nekat keluar dari tabung saat Amanda memintanya membantu untuk melawan para monster. Siapa sangka, keduanya mendapati Jonathan dan Junior dalam bahaya saat mendatangi pusat kendali yang kosong. Dua orang itu bergegas menyusul untuk menyelamatkan mereka setelah melihat pergerakan anak buah Hope di layar CamGun.
DUK! DUK! BLUARRR!!
"Argh!" erang orang-orang Hope ketika lontaran granat mini yang ditembakkan Amanda menembus lapisan pelindung dan mengenai tubuh mereka yang sudah terkena dampak dari gas beracun. Orang-orang itu menggelepar usai terkena ledakan dahsyat dengan beberapa anggota tubuh menghilang dari tempatnya.
"Junior! Jonathan!" panggil Amanda saat melihat tiga pria bertopeng membawa dua orang dari jajarannya dengan menyeret mereka dalam kungkungan jaring besi.
DOR! DOR!
"Agh!"
BRUK!
"Mandy!" panggil Q saat melihat kawannya terkena peluru di salah satu kaki dan menjatuhkannya.
"Junior! Jonathan!" panggil Amanda berusaha untuk kembali bangun, tapi tenaganya seolah lenyap entah ke mana. "Q! Mereka akan membawa kabur Junior dan Jonathan! Gagalkan!" titah Amanda seraya memegangi kakinya yang berdarah hebat.
BROOM!
"Junior!" panggil Q panik.
Ia berlari mengejar sebuah mobil hitam tipe double cabin di mana Junior dan Jonathan dinaikkan ke bak belakang dengan tergesa oleh orang-orang Hope.
***
__ADS_1
uhuy makasih tipsnya diriku. lele padamu😘 puanjang nih sampai 2k🤩 nguantuk uyy semoga tiponya gak berhamburan karena ngetiknya dari jam 4 pagi. kwkwkw😆