KING D

KING D
Skenario Jordan


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Saat orang-orang yang mengetahui kelahiran RGB menyembunyikan kelahiran mereka, para mafia, sipil dan orang-orang pemerintah disibukkan untuk mengembalikan tatanan dunia. Hanya saja, King D dan Irina harus kembali melakukan sandiwara untuk mengumumkan penemuan sang istri yang dinyatakan hilang. Kali ini, King D sengaja melibatkan Romeo di mana pemuda itu terlihat marah kepada kakak iparnya karena dianggap gagal menemukan Irina.


Amerika, New York. Perusahaan Komunikasi Theresia.


"Apa? Kau menemukan jejak Irina?" tanya Romeo yang kini ditunjuk sebagai CEO untuk mengurus perusahaan tersebut usai dinyatakan sudah menjadi manusia normal setelah inkubasi.


"Ya. Kau ingat 'kan jika aku masih memiliki kemampuan unik dari serum Mitologi? Aku mencoba mencari tahu dari hewan-hewan yang berada di lokasi kejadian dan mereka memberikanku petunjuk," jawab King D mantap dari skenario buatan Jordan kala itu.


"Tunggu apalagi? Kita harus segera menemukannya! Sudah hampir 1 tahun Irina menghilang! Aku khawatir dia terluka parah," ucap Romeo sedih.


King D mengangguk pelan. Ia tak menyangka jika selama ini Romeo masih memikirkan kakak perempuannya itu. Irina sengaja menghilang selama 1 tahun karena ingin melihat perkembangan bayi kembar tiganya mengingat mereka memiliki kemampuan unik. Bahkan bayi-bayi itu sudah seperti berumur 1 tahun.


RGB sudah bisa makan, tumbuh gigi, berceloteh, dan berjalan. Semua orang kagum akan pertumbuhan fantastis dari tiga makhluk menggemaskan itu. Sandara masih terlihat sibuk untuk mencari tahu dari sampel darah yang diambil. Ia penasaran tentang kemampuan RGB yang sudah menunjukkan hal-hal unik ketika masih bayi.


"Aku serahkan perusahaan padamu, Paman Q!" titah Romeo seraya mengambil jasnya.


"Oke!" jawab Q mantap yang berdiri di bingkai pintu ruang kerja Jason.


Match yang ikut bekerja di perusahaan tersebut sebagai pengawal pribadi Romeo, turut serta melakukan pencarian. Pria besar itu meskipun telah kehilangan dua tangannya, tetapi kemampuan bertempurnya tak bisa diremehkan. Ia kini memiliki tangan robot hasil ciptaan ilmuwan pemerintah seperti janji mereka kala itu. Para mafia yang sudah kembali menjadi manusia normal, bekerja sama dengan pemerintah untuk memulihkan Bumi.


Hal itu disambut baik oleh para sipil. Mereka merasa jika kedamaian sungguh tercipta di dunia yang hampir binasa akibat wabah monster. Malam itu, King D mengajak Romeo dan Match menuju ke lokasi yang ternyata tak begitu jauh dari tempat kejadian. Mereka terbang menggunakan pesawat pemberian pemerintah sebagai bentuk dukungan kepada pihak mafia.


Meskipun King D tahu, jika semua kendaraan dan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah terdapat alat pelacak. Hanya saja, King D sengaja diam karena tak ingin menimbulkan perpecahan antar kubu di mana kedamaian hampir mustahil tercipta antara penjahat dengan polisi. Ia tak ingin menghancurkannya. Selama pihak pemerintah tak mengusik kehidupan para mantan mafia, sang Presiden masih mentolerir.


King D, Romeo, dan Match pergi meninggalkan benua Amerika menuju Eropa. Dari atas, Romeo melihat banyak tempat-tempat yang teridentifikasi sudah dihuni oleh beberapa manusia karena sistem deteksi dalam pesawat menyala. Bahkan, para senior mafia kini bekerja dalam pemerintahan sesuai janji para pemimpin negara kala itu. Jonathan, Arjuna, Lysa, Javier, Daniel, Sierra, Naomi, Yusuke, Lucy, One, Verda, James, Arthur, Sun, Eiji, Buffalo, Ivan, Jordan, Martin, dan Seif, bekerja layaknya menteri di negara-negara yang ditunjuk.


Jonathan bekerja untuk pemerintahan Inggris. Lalu Arjuna dan Naomi bekerja di Jepang. Javier dan Lysa bekerja di negara Timur Tengah yang kini menjadi satu negara saja di Saudi Arabia. Para mafia lainnya bekerja di beberapa negara bersama Demon Kids untuk membantu menjalankan bisnis agar perekonomian segera pulih.


Sandara Liu yang dinyatakan telah meninggal, tak terlibat. Namun, Jordan menjabat sebagai salah satu menteri di Rusia. Orang-orang itu memiliki peran penting dalam pemerintahan sebagai bukti kepercayaan pihak militer terhadap para mantan mafia. Meskipun King D seorang Presiden, tetapi ia tak pernah dilindungi oleh para pengawal layaknya secret service.


Dunia yang kehilangan populasi penduduk, ditambah sang Presiden memiliki kemampuan super, membuatnya tak membutuhkan orang-orang untuk melindunginya. Malahan, ia yang harus melindungi orang-orang itu dari marabahaya.


Pagi itu ....


"Di sana!" seru King D saat mereka kini telah berada di kawasan Dunluce Castle yang berada di Irlandia Utara.

__ADS_1



Pesawat yang memiliki fungsi layaknya helikopter bergegas mendarat di tanah lapang dekat kastil tua tersebut. Romeo tampak tegang saat tak melihat tanda-tanda kehidupan di sekitar wilayah itu. Namun, ia percaya dengan insting King D.


"Ayo!" ajak King D saat keluar dari pesawat dengan langkah mantap.


Match mengikuti keduanya dan terlihat waspada dengan sekitar meski tak tampak adanya bahaya mengancam. Romeo berjalan di samping King D dengan perasaan cemas dan harapan karena ia sungguh mengkhawatirkan saudarinya. Saat Romeo akan memasuki kastil tua, tiba-tiba saja langkah King D terhenti.


"Ada apa?" tanya Romeo menatap iparnya saksama.


"Aku mencium bau Irina. Dia ... dia di sana!" teriak King D yang langsung berlari menuruni bukit menuju ke celah batuan karang seperti sebuah gua.


Match dan Romeo ikut terkejut. Mereka bergegas mengikuti King D hingga tiba di dasar dekat mulut gua. Benar saja, mata mereka melotot ketika melihat seorang wanita cantik sedang mendayung perahu dan balas menatap dengan wajah lugu.


"Oh?" pekik Irina tampak terkejut.


"Irina!" panggil Romeo lantang dengan wajah berbinar di tepi karang.


"Irina? Siapa? Aku? Oh, namaku Irina? Kalian mengenalku?" tanyanya dengan senyuman.


"He?" kejut Romeo bingung.


"Apakah ... dia lupa dengan kita? Amnesia? Pasti kecelakaan itu membuatnya lupa ingatan! Gawat!" pekik Romeo langsung menduga.


"Ya, bisa jadi," jawab King D sambil mengangguk.


"Mm ... Irina. Kemarilah. Aku adikmu dan dia suamimu!" seru Romeo karena wanita cantik yang diyakini adalah Irina masih berada di atas perahu dan hanya diam saja.


"Aku sudah menikah? Oh, itu sungguh menarik. Sepertinya kalian tahu banyak tentangku. Baiklah, tunggu aku di atas. Aku akan ke sana," jawabnya dengan senyuman.


"Oke, oke!" jawab Romeo senang.


Irina kembali menghilang karena perahunya masuk ke dalam celah gua. Romeo dengan sigap menaiki bukit diikuti Match. King D tersenyum karena tak menyangka jika skenario ciptaan Jordan berhasil. Setibanya di atas, Irina sudah berdiri di pintu kastil tua dikelilingi oleh beberapa hewan penghuni pulau tersebut. Romeo tampak kagum dan mendekati Irina perlahan.


"Syukurlah kau baik-baik saja. Mm, biar kutebak. Kau selama ini tinggal di sini bersama hewan-hewan lucu ini?" tanyanya seraya melihat beberapa jenis satwa yang berkumpul di sekitar Irina.


"Ya, begitulah. Aku tak tahu harus ke mana. Jadi, aku menetap di sini. Sebenarnya, aku tak tinggal di kastil ini. Aku punya kastil lebih indah dan besar di sana. Kata teman-temanku, aku boleh tinggal di tempat itu karena penghuninya telah tiada," jawab Irina sopan.

__ADS_1


Romeo tersenyum dengan anggukan. Irina tampak tak canggung saat sang adik memberikan tangannya. Keduanya bergandengan tangan seraya berjalan kaki menuju ke kastil tempat tinggal Irina seperti yang dimaksud. Namun, tampaknya skenario Jordan tak berlaku bagi Match. Pria itu melirik King D tajam dan hal tersebut membuat sang Presiden tegang.


"Jangan marah padaku. Ini semua ide Jordan. Diam saja, dan ikuti alurnya," bisik King D dan Match mengangguk pelan tersenyum miring.


Seharian, Romeo menceritakan tentang kisah masa lalu Irina. Orang-orang terdekat, perjuangannya selama wabah monster, berikut sosok King D. Tanpa sadar, Irina tersipu malu termasuk King D karena baru kali ini mengetahui isi pikiran Romeo yang berkesan selalu menutup diri. Saat Romeo asyik bercerita, Irina tiba-tiba memeluknya. Hal itu membuat Romeo terkejut dan diam seketika.


"Aku percaya padamu, Romeo. Aku sangat berterima kasih karena selama ini kau begitu peduli dan menyayangiku. Kau memang adikku yang sangat bisa diandalkan," ucap Irina seraya mengelus lembut kepala belakang dan punggung sang adik.


Romeo mengangguk dan balas memeluk Irina erat. King D tersenyum lebar dan Irina membalasnya. Kabar Irina ditemukan tentu saja membuat semua orang senang. Bahkan, ia yang mengalami amnesia, bagi pihak pemerintah malah suatu keuntungan karena tak perlu tahu masa lalu kelam dirinya.


King D membiarkan skenario dari Jordan tetap berlanjut sampai terbongkar dengan sendirinya. King D juga tetap menyimpan kemampuannya sampai ia turun jabatan dan menjadi sipil nantinya. Akan tetapi, untuk menemui RGB, keduanya harus ekstra hati-hati karena mereka tergolong orang penting dan gerak-geriknya diawasi. Beruntung, dua orang itu memiliki kemampuan unik sehingga dengan mudah menyelinap dari pantauan kamera dibantu oleh GIGA yang memanipulasi penampakan.


"Aku sangat merindukan anak-anak kita," ucap King D sendu saat keduanya terbang menggunakan pesawat menuju Rusia ke Kastil Krasnoyarsk.


"Ya, aku juga. Namun, tenang saja. Mereka aman di tangan Bibi Sandara. Junior juga baik-baik saja. Sepertinya, hanya kita berempat yang masih menyimpan kekuatan unik ditambah RGB," ujar Irina yang merebahkan diri dalam pelukan sang suami di kamar pesawat Presiden.


"Oia, apa kau tahu? Saat Bibi Sandara mengambil sampel dalam darahmu, katanya kau memiliki senyawa untuk menyuburkan rahim. Ia sekarang sedang membuat formula khusus yang nantinya bisa diimplementasikan kepada para wanita di Bumi agar mereka bisa segera memiliki anak," ucap King D yang mengejutkan Irina.


"Oh ya? Sungguh? Wow!" kejut Irina sampai bangun dan menatap wajah tampan sang suami.


"Hem. Jadi ... sebaiknya kita membantu untuk menambah populasi manusia di Bumi," sahut King D penuh maksud.


"Tidak mau! Kau pikir mudah melahirkan? Kau enak tinggal semprot saja. Aku yang harus mengandung hingga 6 bulan lamanya. Sudah begitu, anak-anak kita unik. Aku belum menikmati masa menjadi ibu. Aku ingin membesarkan ketiga anakku dulu," jawab Irina cemberut dengan wajah berpaling.


King D terkekeh karena gemas dengan pemikiran sang istri. Ia tak lagi bicara karena setuju dengan pemikiran Irina. Sayangnya, hasrat gairahnya untuk dipuaskan tak bisa dibendung. Namun, kali ini ia berjanji tak akan menyemburkannya di rahim sang istri. Ia ingin mengasuh ketiga anaknya dan menjalankan tugas berat sebagai seorang Presiden Dunia di Era Evolusi.


...--- TAMAT ---...


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


Yey! Akhirnya tamat sudah🎉 Tengkiyuw kepada semua LAP yang sudah setia mengikuti kisah King D. Semoga berkesan😘 Yang minta boncap tar tunggu ilham dan luangnya waktu lele ya. Kwkwkw😆


Novel selanjutnya adalah Kiarra. Untuk update selanjutnya bertahap ya. Rempong uyy bagi waktu mana hula2 ujian selama seminggu penuh. Adeuh😩 Jangan lupa untuk segera favoritkan novel Kiarra, dan berikan semua dukungan kalian di sana ya. Lele padamu💋

__ADS_1



__ADS_2